Anda di halaman 1dari 10

• Kebocoran katup merupakan komplikasi yang

umum terjadi setelah tindakan pembedahan


(insidens berkisar 2-18%) dan intervensi
pemasangan katup prostetik (11-12%)
• Kebocoran katup umumnya terjadi pada katup
mitral, baik pada anterolateral atau
posteromedial.
Pemeriksaan Pada Kebocoran Katup Jantung
(Paravalvular Leaks)
• Transcatheter
• Pembedahan
• Echocardiography (ECG)
• CT Angiography (CTA)
Transcatheter
• Tingkat invasif lebih rendah dibandingkan
pembedahan
• Tingkat keberhasilan cukup meyakinkan
Pembedahan
• Dicadangkan untuk kebocoran katup yang
lebih berat
• Kontraindikasi penggunaan transcatheter
Echocardiography
• Hanya mendeteksi adanya kebocoran katup
• Sulit menentukan lokasi dan ukuran kebocoran
katup
CT Angiography (CTA)
• Informasi yang lebih terperinci:
Meliputi ketepatan lokasi, morfologi katup, serta
luas kebocoran katup
• Direkomendasikan penggunaan beta-blocker
untuk mempertahankan heart rate < 65 bpm
Percutaneus Revascularization of
Coronary Chronic Total Occlusions
• Revaskularisasi perkutan pada oklusi total pembuluh darah
koroner merupakan tindakan yang direkomendasikan
untuk pasien angina yang tidak berhasil dengan obat-
obatan atau daerah iskemi miokard yang luas
• CTA koroner memudahkan dalam memvisualisasi lesi
oklusi total pembuluh darah koroner (CTO) selama
tindakan angiografi:
Lesi CTO yang panjang, titik oklusi multiple dan oklusi
segmen distal yang tidak tervisualisasi dengan angiografi
tanpa CT.
Kesimpulan
• CT merupakan sebuah alat pemeriksaan yang
semakin penting untuk memperluas bidang
intervensi penyakit jantung
• Indikasi saat ini untuk pencitraan CT pra-
prosedural: implantasi katup aorta
transcatheter, intervensi percutaneous dari
katup mitral, trikuspid dan pulmonal, oklusi
left atrial appendage (LAA), oklusi kebocoran
paravalvular serta revaskularisasi
percutaneous dari oklusi total koroner kronis.