Anda di halaman 1dari 7

NAMA KELOMPOK :

Dina Andriyani
Hafizoh Khoiriah
Lokasi Pratiwi
Mutiara Christin
Rachmayanti Iskandar
Ulfi Fatkhurohman
PERUBAHAN DAN ADAPTASI PSIKOLOGI
PADA KEHAMILAN
Kehamilan merupakan waktu transisi yaitu kehidupan ebelum memiliki anak
yang berada dalam kandungan dan kehidupan setelah anak lahir. Secara umum
emosi yang dirasakan oleh ibu hamil cukup labil, ia dapat memiliki reaksi yang
ekstrim dan suasana hati yang cepat berubah. Ibu hamil menjadi sangat sensitif dan
cenderung bereaksi berlebihan.
TRIMESTER I
 Rasa cemas bercampur bahagia
Munculnya rasa ragu dan khawatir sangat berkaitan dengan pada kualitas
kemampuan untuk merawat dan mengasuh bayi kandungnya, sedangkan rasa
bahagia dikarenakan dia merasa sudah sempurna sebagai wanita yang dapat hamil.
 Sikap Ambivalen
Sikap ambivalen menggambarkan suatu konflik perasaan yang bersifat stimulan,
seperti cinta dan benci terhadap seseorang, sesuatu, atau kondisi (Bobak,
Lowdermilk, dan Jensen 2005). Sebagian besar wanita merasa sedih dan ambivalen
tentang kenyataan bahwa ia hamil. 80% wanita mengalami kekecewaan, penolakan,
kecemasan, depresi dan kesedihan
Fokus padaa Diri Sendiri
Meskipun, demikian bukan berarti ibu kurang memperhatikan kondisi bayinya. Kini ibu
lebih merasa bahwa janin yang dikandungnya menjadi bagian tubuhnya yang tidak
terpisahkan. Hal ini mendorong ibu untuk menghentikan rutinitasnya, terutama yang
berkaitan dengan tuntutan sosial atau tekanan psikologis agar bisa menikmati waktu
kosong tanpa beban.

Perubahan sexual
Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual tetapi secara umum
trimester I merupakan waktu terjadinya penurunan libido dan hal ini merupakan
komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangan.
Perubahan emosional
Perubahan-perubahan emosi pada trimester pertama menyebabkan adanya penurunan
kemauan berhubungan seksual, rasa letih dan mual, perubahan suasana hati, depresi,
kekhawatiran ibu tentang kesejahterannya dan bayinya, kekhawatiran pada bentuk
penampilan diri yang kurang menarik, dan sebagainya.
TRIMESTER II
Fase Quickening
Quickening menunjukan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah
yang menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas
psikologis utama
TRIMESTER III
Trimester III disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Pada
periode ini wanita mulai menyadari kehadiran bayi sebagai mahluk yang terpisah
sehingga ia tidak sabar menanti kehadiran bayinya.