Anda di halaman 1dari 6

SISTEM DRAINASE

PERKOTAAN

KELOMPOK 4
Dharma Sasmita 170407024
Mutiara Firanty Taufik 170407025
Indyra Ratih Ningrum 170407026
Sernovina Tumangger 170407027
Salsabilla Azzahra 170407028
Dinda Fathsa Sabilla 170407032
Studi
Kasus

PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN DI KOTA NANGA BULIK KABUPATEN LAMANDAU


PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Pendahuluan
Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan semakin berkembangnya Kota
Nanga Bulik sebagai ibukota Kabupaten Lamandau, yakni berdampak pada fungsi
drainase kota yang tidak memadai, sehingga setiap datang musim hujan, sebagian
wilayahnya tergenang atau mengalami banjir yang disertai dengan terbawanya pasir,
lumpur dan sampah. Kondisi ini dirasa kurang baik bagi masyarakat kota dan
terkesan membuat image Kota Nanga Bulik menjadi kurang sehat.

Kondisi saat ini Kota Nanga Bulik memiliki 6 (enam) saluran alam yang belum
sepenuhnya dimanfaatkan sebagai saluran pengeringan kota. Kondisi saluran pada
umumnya relatif dangkal dengan kedalaman ± 0,5 meter dan lebar penampangnya
juga relatif kecil yaitu 0,5-1 meter.
Pengelolaan Pengaliran Air Limpasan (Run Off)

Analisa Curah Hujan Koefisien


Hidrologi Debit Air Hujan
Rancangan Pengaliran

Data curah hujan diambil Ada beberapa teknik Metode Rasional Modifikasi Koefisien Pengaliran
dari dua stasiun hujan. Data analisis frekuensi yang ini dapat menghasilkan adalah perbandingan
kemudian diurutkan menurut digunakan dalam Hidrograf untuk antara jumlah air yang
fungsi waktu sehingga pengolahan data memperhitungkan mengalir disuatu daerah
merupakan data deret hidrologi, namun yang Koefisien Limpasan, akibat turunnya hujan
berkala. Data deret berkala banyak digunakan adalah Koefisien Tampungan, dengan jumlah air hujan
tersebut kemudian Log Pearson Tipe III Intensitas Hujan dan Luas yang turun di daerah
dilakukan dengan pertimbangan, Daerah Aliran dalam tersebut. Besarnya
pengetesan/pengujian bahwa metode ini lebih menghitung Debit koefisien pengaliran
tentang (Soewarno, luwes dan dapat dipakai Limpasan. Rumus yang berubah dari waktu ke
1995:23): 1. Konsistensi, untuk semua macam digunakan: waktu sesuai dengan
dan 2. Kesamaan jenis sebaran data. Qp = 0,278.C. I.A pengaruh pemanfaatan
(homogenitas) lahan dan aliran sungai.
Pengelolaan Pengaliran Air Limpasan (Run Off)

Debit Air Kotor adalah debit yang Pada keadaan hujan, jalan
Intensitas Hujan Rancangan berasal dari buangan rumah tangga, akan memiliki fungsi sebagai
adalah Tinggi hujan yang jatuh pada bangunan gedung, instansi dan saluran air (gutter) yang
suatu kurun waktu dimana air sebagainya. Besarnya dipengaruhi oleh menampung aliran air dari
tersebut terkonsentrasi, dan dihitung banyaknya jumlah penduduk dan jalan menuju saluran
sesuai periode ulang banjir. kebutuhan air rata-rata penduduk. pembuang.

Perhitungan
Waktu Pertumbuhan
konsentrasi Penduduk

Intensitas Perhitungan Saluran


Hujan Debit Air Kotor pembawa
Rancangan Waktu Konsentrasi adalah Proyeksi jumlah penduduk pada
waktu yang diperlukan air tahun-tahun yang akan datang
hujan untuk mengalir dapat digunakan cara perhitungan
dari suatu titik yang paling laju pertumbuhan Geometri dan
jauh ke suatu titik tertentu
pertumbuhan Eksponensial atau
yang ditinjau pada suatu
cara Aritmatika.
daerah pengaliran.
Thank You