Anda di halaman 1dari 5

sistem gerak pada hewan

Nama anggota :

1.Amadea Natia chersyakaruna[1]


2.Katharina[10]
3.Misel sinaga[16]
4.Natanael timotius hariyanto
5.Nicolaas halomoan
a. Gerak hewan dalam air

Air mempunyai kerapatan yang lebih besar ketimbang udara. Air juga memiliki gaya
angkat yang lebih besar daripada udara. Tubuh binatang yang hidup di dalam air ini
memiliki massa jenis yang kecil daripada lingkungannya atau tempat mereka tinggal.
Gaya angkat air yang besar ini dan massa jenis hewan yang ringan menyebabkan
hewan dapat berenang bebas di dalam air dengan mengeluarkan energi sedikit.
Salah satu bentuk tubuh yang paling banyak dimiliki oleh hewan air ialah
berbentuk torpedo. Dengan bentuk tubuh ini, memungkinkan tubuh hewan yang
berada di dalam air untuk meliuk-liuk dari kiri ke kanan.
Bentuk tubuh ikan yang streamline memiliki fungsi sebagai pengurang
hambatan saat bergerak di dalam air. Ekor dan sirip ekor yang lebar ini juga
berfungsi sebagai pendorong gerakan ikan yang berada di dalam air.
Gerak dan bentuk tubuh ikan

1.Ikan sering mengeluarkan gelembung renang yang berguna untuk mengatur gerakan
naik turun.
2.Ikan memiliki susunan alat otot dan tulang belakang yang fleksibel untuk mendorong
ekor ikan di dalam air.
3.Sebagian besar ikan menggunakan gerak tubuh ke kanan dan ke kiri dan sirip
ekornya untuk menghasilkan gaya dorong ke depan.
4.Ikan yang bergerak dengan sirip pasangan dan sirip tengah cocok untuk hidup di
terumbu karang. Jenis ikan ini tidak dapat berenang secepat ikan yang menggunakan
tubuh dan sirip ekornya.
b. Gerak hewan di udara
tahukah kamu, bagaimana cara burung terbang ? Hewan-hewan yang terbang di udara dengan cara yang unik.
Tubuh hewan tersebut memiliki gaya nagkat yang besar yang mengimbangi gaya gravitasi. Salah satu upaya
untuk memperbesar gaya angkat dengan menggunkan sayap. Prinsip yang sama diterapkan pada pesawat
terbang. Khusus untuk pesawat terbang bersayap bentuk airfoil

Sayap burung memiliki susunan kerangka yang ringan, tulang dada dan otot yang kuat. Bentuk
sayap airfoil membuat udara mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat dari pada bagian bawahnya. Saat
sayap dikepakkan, udara akan mengalir ke bawah. Dorongan bawah tersebut akan menghasilkan gaya yang
berlawanan arah sehingga bunrung akan terangkat keatas.