Anda di halaman 1dari 20

MATEMATIKA EKONOMI

Modul 5 : Fungsi Nonlinier

Kelompok 4 :
Melisa Putri K
Malisa Agistina S
Ardy
FUNGSI NONLINIER

Merupakan bagian yang penting dalam matematika untuk


ekonomi, karena pada umumnya fungsi – fungsi yang
menghubungkan variabel - variabel bentuknya tidak linier.
Grafik Kurva Nonlinier
1. TITIK PENGGAL / POTONG
Titik penggal suatu kurva adalah titik perpotongan antara kurva dan garis sumbu.
Titik penggal sumbu x di peroleh dengan memasukkan y = 0 ke dalam persamaan, kemudian cari nilai x,
Titik penggal sumbu y di peroleh dengan memasukkan x = 0 ke dalam persamaan, kemudian cari nilai y

2. SIMETRIS
Dua titik dikatakan simetris bila garis tersebut terletak di antara dua titik dan jarak kedua titik ke garis
tersebut sama. Contoh ; Y

o Titik (x,y) simetris dengan titik (x,-y) terhadap sumbu x


o Titik (x,y) simetris dengan titik (-x,y) terhadap sumbu y
o Titik (x,y) simetris dengan titik (-x,-y) terhadap titik origin
X
Contoh lain Grafik Simetris;
3. BATAS NILAI

Batas nilai untuk variabel x dan y harus dicari sehingga dapat diketahui selang untuk variabel x dan y
yang menyebabkan titik (x,y) mempunyai koordinat bilangan riil.
 Contoh:
Tentukan apakah kurva yang ditunjukan oleh persamaan x2 + y2 = 25 mempunyai batas?
Batas untuk y :
x2 = 25 - y2
x =
Nilai di bawah tanda akar, yaitu 25 - akan bertanda negatif bila :
25 -
-
Dan batas untuk y adalah – 5 < y < 5
Batas untuk x :

y =
Nilai di bawah tanda akar bertanda negative bila :
25 -
-
Dan batas untuk x adalah – 5 < y < 5
4. ASIMTOT

Asimtot suatu kurva adalah suatu garis lurus yang didekati oleh kurva dengan jarak yang semakin dekat
dengan nol bila kurva tersebut semakin jauh dari origin atau dapat pula dikatakan bahwa garis y = mx + b
merupakan asimtot kurva y = f(x), jika f(x) semakin dekat mx + b maka x dan y nilainya bertambah tanpa
batas.
Jadi, f(x) mx + b jika x dan y ∞.
Garis asimtot yang sejajar dengan sumbu x disebut asimtot horizontal
Garis y = k adalah asimtot horizontal kurva y = f(x) bila y → k untuk x → ∞.

Garis asimtot yang sejajar dengan sumbu y disebut asimtot vertikal


Garis x = h adalah asimtot vertikal kurva y = f(x) bila x → h untuk y → ∞.
Contoh;
  Tentukan apakah kurva yang ditunjukkan oleh persamaan xy-3x-4y-2= 0 mempunyai asimtot
horisontal atau vertikal?
Langkah pertama adalah mengeluarkan x:
x=
Dari persamaan di atas dapat diketahui bahwa, jika y → +∞, maka x → 4 dan x > 4. Jika y → -∞,
maka x → 4 dan x < 4. Jadi x = 4 merupakan asimtot vertikal yang didekati oleh kurva dari kiri dan kanan.
 Langkah kedua adalah mengeluarkan y:
y=
Jika x → +∞, maka y → 3 dan y > 3, tetapi bila x → -∞ maka y → 3 dan y < 3. Jadi y
= 3 merupakan asimtot horisontal yang didekati kurva dari atas dan bawah.
5. FAKTORISASI
  Persamaan kurva f(x,y) = 0, mungkin dapat terjadi sebagai hasil perkalian antara dua faktor atau
lebih, atau f(x,y) = g(x,y) . h(x,y) = 0.
Dengan demikian maka grafik f(x,y) = 0, terdiri dari dua grafik yaitu g(x,y) = 0 dan h(x,y) = 0, dan titik
(x,y) yang memenuhi persamaan g(x,y) = 0 atau h(x,y) = 0 terletak pada f(x,y) = 0.

Contoh:
Buatlah grafik persamaan 2+ 3xy - 2= 0

2- xy + 4xy - 2= 0 (Faktorisasi)
x(2x - y) + 2y(2x - y) = 0
(2x - y) (x + 2y) = 0

Jadi grafik persamaan 2+ 3xy - 2= 0 terdiri dari grafik dua garis


lurus yaitu: 2x - y = 0 dan x + 2y = 0.
FUNGSI KUADRATIK

• Bentuk umum persamaan kuadratik: • Jika B = 0 dan salah satu A dan C bukan 0

Ax2+ Bxy + Cy2+ Dx + Ey + F = 0 maka :


 A = C , irisan berebentuk lingkaran
 A = C, tetapi A dan C bertanda sama irisan
berbentuk elips
• Bentuk kurva dapat diidentifikasi jika :
 A = 0 atau C = 0 tidak sama nol bersama-
 B = 0 dan A = C, maka irisan berbentuk lingkaran.
 B2 - 4 AC < 0, maka irisan berbentuk elips. sama berbentuk parabola

 B2 - 4 AC = 0, maka irisan berbentuk parabola.  A dan C tanda tidak sama irisan berbentuk

 B2 - 4 AC > 0, maka irisan berbentuk hiperbola. hiperbola


A. LINGKARAN
 • Lingkaran adalah tempat kedudukan titik – titik pada bidang datar yang jaraknya dari titik tertentu sama.
( titik tertentu = pusat, jarak titik pada lingkaran ke titik pusat = jari – jari () )

• Bentuk umum persamaan lingkaran adalah:

Ax2+ Ay2+ Dx + Ey + F = 0

• Persamaan di atas dapat dibawa ke bentuk;

(x – h)2 + (y – k)2= r2
 (h,k) = pusat lingkaran
 r = jari-jari.
Contoh;
Tentukan titik pusat dan jari-jari lingkaran dengan persamaan:
x2 – 4x + y2= 0

Bentuk umum lingkaran:

(x - h)2 + (y - k)2= r2
x2 – 4x + y2= 0
x2 - 4x + 4 + y2 = 4
(x - 2)2 + (y - 0)2 = 22

Titik pusat (2,0), jari-jari = 2.


B. ELIPS

•  Elips adalah tempat kedudukan titik – titik pada bidang datar yang jumlah jaraknya dari dua buah titik tetap.
Kedua titik disebut focus. Perpotongan kedua sumbu disebut pusat elips.
• Bentuk umum persamaan Elips adalah
Ax2+ Cy2+ Dx + Ey + F = 0
Persamaan Elips dapat ditulis dalam bentuk standar:

=1

Pusat elips adalah (h,k)


• Bila a > b, maka sumbu panjang sejajar dengan sumbu x.
• Bila a < b, maka sumbu panjang sejajar dengan sumbu y.
• Sumbu panjangnya 2a
• Sumbu pendeknya 2b.
• Sumbu panjang disebut jari-jari Panjang
• Sumbu pendek disebut jari-jari pendek.
 Contoh :

Tentukan pusat elips, jari-jari panjang dan pendek dari elips yang ditunjukkan oleh persamaan:

• =

=1

Pusat elips (-2,1)


Jari-jari panjang = 9 = 3
Jari-jari pendek = 4 = 2
C. PARABOLA

Parabola adalah tempat kedudukan titik – titik pada bidang datar yang jaraknya ke suatu titik dan
ke suatu garis tertentu sama.

 
Persamaan umum Parabola ;
Sumbunya sejajar dengan y :
Sumbunya sejajar dengan x :
 
Persamaan Standar Parabola
o Parabola yang sumbunya sejajar dengan sumbu y :
Jika p < 0 maka parabola terbuka ke bawah
Jika p > 0 maka parabola terbuka ke atas
o Parabola yang sumbunya sejajar dengan sumbu x :
Jika p < 0 maka parabola terbuka di sebelah kiri
Jika p > 0 maka parabola terbuka di sebelah kanan

• (h,k) = vertex parabola


• P = Parameter
Contoh:
Y
 Gambarlah kurvanya;

• ( y – 1 )2

(3,1)
(3, 1)
X=3
Y=1 X
P=3–1
=2
D. HIPERBOLA
Hiperbola didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik – titik pada bidang datar yang selisih
jaraknya terhadap dua titik tertentu besarnya tetap.
Mempunyai dua sumbu yang membagi dua secara simetris dan yang memotong hiperbola disebut
sumbu “Tranverse”. Dan terdapat dua buah garis asimtot yang saling berpotongan disebut pusat
hiperbola.
 Persamaan umum hiperbola ;
Ax2+Cy2+Dx+Ey+F = 0 dimana A dan C berlawan tanda

Persamaan standar hiperbola;

=1 atau =1

(h,k) = pusat hiperbola dan sumbu tranverse sejajar dengan sumbu x.


Persamaan asimtot ;

Bila a= b maka kedua asimtot berpotongan tegak lurus


Contoh :

 
Tentukan pusat hiperbola dan persamaan asimtotnya bila diketahui persamaan hiperbola adalah
9x2- 4y2- 18x - 16y - 43 = 0.
Bentuk umum persamaan hiperbola:
= 1 atau = 1

9x2 - 4y2 - 18x - 16y - 43 = 0


9x2 - 18x - 4y2 - 16y = 43
9(x2- 2x + 1) - 4(y2+ 4y + 4) = 43 + 9 - 16
9(x - 1) 2- 4(y + 2)2= 36

=1

Jadi titik pusat hiperbola (1,-2), a = 2, b = 3.


Sumbu transverse sejajar dengan sumbu x.
 Persamaan asimtot:

Asimtot 1: 3x - 3 = 2y + 4 atau 3x - 2y - 7 = 0
Asimtot 2: 3x - 3 =-2y - y atau 3x + 2y + 1 = 0
SEKIAN DAN TERIMA KASIH