Anda di halaman 1dari 12

Kristalografi dan mineralogi

DHAYAN ARLANSYAH PUTRA


09320170065
C1
Latar belakang

 Kristalografi adalah cabang ilmu mineralogi yang mempelajari


tentang kristal dalam suatu mineral.
 Kristal adalah suatu bangun polieder yang dibatasi oleh bidang
bidang tertentu, dapat dikatakan jga sebagai padatan atom, ion.
 Mineralogi adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang
mineral dan susunan mineral
 Mineral adalah zat padat homogen, anorganik yang terbentuk
secara ilmiah,yang mempunyai persenyawaan, dan sistem
kristal.
Maksud dan tujuan

 Maksud kita harus mempelajari tentang kristal dan mineral, dan


semua yang berhubungan dengan kristal itu sendiri, dan kristal
adalah penyusun mineral serta mineral adalah penyusun batuan
yang ada pada bumi, maka itu penting untuk di pelajari dalam
dunia pertambangan.

 Tujuan yang pertama mengetahui teori dasar tentang kristal dan


mineral, kedua mengetahui ciri ciri setiap sistem kristal, dan
gambaran sumbu masing masing kristal, yang ketiga proses
pembentukan kristal itu sendiri.
Teori dasar

 Mengenai landaar pembelajaran tentanf mineraligi dan


kristalografi yaitu, penting mempelajari dua hal tersebut, karna
bumi ini tersusun oleh batuan batuan yang berbeda beda, sangat
penting untuk mempelajari kandungan batuan dengan
mengetahui tentanf ilmu mineralogi, serta pentingnya
mengetahui ilmu kristalografi karena didalam ilmu mineralogi,
kita juga harus menguraikan tentanf sistem kristal, bentuk kristal
serta penamaan kristal yang benar pada setiap mineral.
Sistem kristal isometrik

Ciri-cirinya sebagai berikut:


jumlah sumbu ada 3
Axial ratio a=b=c
sudut alfa=beta=gamma=90
Sistem kristal tetragonal

tetragonal

Ciri-cirinya sebagai berikut:


 jumlah sumbu ada 3
 Axial ratio a=b (tidak = c)
 sudut alfa=beta=gamma=90
Sistem kristal trigonal

Ciri-cirinya sebagai berikut:


• jumlah sumbu ada 3
• Axial ratio a=b (tidak = c)
• sudut alfa=beta=gamma=90
Sistem kristal hexagonal

Ciri-cirinya sebagai berikut:


• Jumlah sumbu ada 4
• a=b=d (tidak = c)
• sudut alfa=beta=90 dan gama=120
Sistem kristal orthorombik

 Ciri-cirinya sebagai berikut:


 Jumlah sumbu ada 3
 a tidak sama dengan b tidak sama dengan c
 sudut alfa=beta=gama=90
Sistem kristal monoklin

Ciri-cirinya sebagai berikut:


 Jumlah sumbu ada 3
 a tidak sama dengan b tidak sama dengan c
 sudut alfa=beta=90 tidak = gama
Sistem kristal triklin

 Ciri-cirinya sebagai berikut:


 Jumlah sumbu ada 3
 a tidak sama dengan b tidak sama dengan c
 sudut “alfa” tidak sama dengan “beta” tidak sama dengan
“gama” tidak sama dengan 90
Kesimpulan dan saran

Dapat disimpulkan bahwa ada 7 sistem kristal dan masing masing mempunyai ciri ciri
yang berbeda, serta memiliki mineral yang berbeda dalam setiap sistem kristal, maka
pentingnya mempelajari sistem kristalografi dan mineralogi sebagai dasar mengetahui
pertambangan.

Saran untuk laboratorium, ada baiknya menyediakan microsroskop agar praktikan dapat
melihat sistem kristal dalam mineral.

Saran untuk asisten, memberikan materi kepada praktikan saat asistensi, mengenai
pembahasan bab 2.