Anda di halaman 1dari 43

Perkembangan psikologis

bayi/masa vital (0-2 tahun)

✿ Wida Nurhayati (1810630100017)

✿ Yayah Hilmiah (1810630100018)

✿ Sari Murdayanti (1810630100022)


Pengertian masa vital
Prof. Kohnstamm menyebut masa ini dengan perio
de vitaal. Kata “vital” diartikan “pentin
g”. Jadi masa bayi dianggapnya sebagai masa p
erkembangan karena anak mengalami perubahan ya
ng pesat dalam perkembangan jasmani dan rohani
nya
 
 Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bayi Manusia dalam Kehidupannya

1. Faktor internal 2. Faktor eksternal


a. Hereditas a. Keluarga
b. Temperamen b. Kelompok teman sebay
c. Pengalaman hidup
d. Kesehatan lingkungan
e. pengaruhn pranata
f. Nutrisi
g. Istirahat tidur
h. Sakit atau luka
Faktor umum

a. Intelegensi
b. Jenis kelamin
c. Ras
Prinsip-prinsip perkembangan
Prinsip perkembangan menurut Hurlock (1991):
1. Adanya perubahan
2. Perkembangan awal lebih kritis dari pada perkembangan
selanjutnya
3. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan
belajar
4. Pola perkembangan dapat diramalkan dalam
perkembangan motorik akan mengikuti
5. Pola perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat
diramalkan
6. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan
7. Rajungan setiap tahap perkembangan memiliki bahaya
yang potensial
Pola dasar
pertumbuhan
Pertumbuhan fisik tidak bersifat acak tetapi
mengikuti dua pola, yaitu:
1. Pola cephalocaudal, yaitu pertumbuhan
tercepat selalu terjadi di atas, yaitu kepala.
2. Pola proximodistal, yaitu rangkaian
pertumbuhan yang dimulai dari pusat tubuh
dan bergerak ke arah tangan dan kaki.
PERKEMBANGAN FISIK
DAN MOTORIK
• Enam bln pertama pertumbuhan
pesat
• Tahun I : peningkatan berat badan >
tinggi badan
•Pola pertumbuhan bayi laki-laki =
perempuan
•Berat badan bayi usia satu tahun rata-
rata 3x berat waktu lahir dan 4-6 gigi
susu
•Berat otak bayi adalah 1/8 berat total
bayi
•Pada usia 2 tahun, pertambahan berat
Refleks

a. Morro Reflex
b. Grasping Reflex
c. Babinski Reflex
d. Rooting Reflex
e. Walking Reflex
f. Sucking Reflex
Gerakan atau aktivitas bayi
ADD YOUR TEXT HERE

a. Gerakan atau aktivitas bayi Click here to add content of the


text , and briefly explain your point of
view.

menyeluruh
b. Gerakan atau aktivitas
khusus
Pola tidur
bayi
Bayi yang baru lahir menggunakan
kurang lebih 2 per 3 harinya (16-17 jam
sehari) untuk tidur yang terbagi kedalam
beberapa waktu, sehingga periode bayi
baru lahir disebut juga periode tidur.
Pada usia 1 tahun bayi tidur sekitar 12
sampai 14 jam sehari.
Pola makan dan
gizi seimbang

Sejak bayi lahir hingga usia 4 sampai 5 bulan,


pola makannya adalah dengan cara menghisap
dan menelan sehingga makanan harus dalam
bentuk cair. Air susu ibu (ASI) adalah makanan
utama dan makanan yang ideal untuk bayi,
karena selain nilai gizinya tinggi juga
mengandung berbagai macam zat anti atau
kekebalan yang melindungi anak dari berbagai
macam infeksi.
Toilet training

Usaha orang tua melatih anak agar


mampu mengurus diri sendiri saat
buang air besar atau kecil disebut toilet
training
Toilet training terdiri dari:
1. Bowel control atau kontrol
buang air besar
2. Bladder control atau kontrol
buang air kecil
Otak

Pertumbuhan otak bayi sebelum lahir


atau pranatal maupun selama bayi
dalam masa anak-anak merupakan
dasar untuk perkembangan fisik,
kognitif, dan emosional pada
perkembangan selanjutnya (Papalia dkk.,
2008)
Perkembangan
motorik
perkembangan kemampuan motorik bayi
akan sangat membantu untuk melakukan
eksplorasi dan memperhatikan kemampuan
yang baru. hal ini dimungkinkan karena
pencapaian keterampilan motorik pada tahun
pertama menyebabkan meningkatnya
kemandirian, memungkinkan bayi untuk
menjelajahi lingkungannya dengan lebih
leluasa, dan untuk memulai berinteraksi
dengan orang lain
Keterampilan motorik
dibedakan menjadi dua:
A. Keterampilan motorik B. Keterampilan motorik
kasar halus
Merupakan keterampilan Keterampilan ini
menggunakan otot-otot melibatkan gerakan tangan
besar.Bila pada saat lahir yang diatur secara halus
bayi belum memiliki seperti menggenggam
koordinasi dada atau lengan mainan, mengancingkan
yang baik baju, menulis atau
melakukan apapun yang
memerlukan keterampilan
A. Keterapilan motorik kasar
1. Pada usia 2 sampai 3 bulan, bayi sudah dapat mengangkat kepalanya lebih tinggi deng
an menyangga dada menggunakan lengannya
2. Setelah usia 3 bulan, bayi yang normal akan mulai berguling dengan sengaja bukan ka
rena kebetulan seperti sebelumnya
3. pada usia 3,5 bulan sudah bisa tengkurap sendiri dan pada sekitar usia 3 sampai 4 b
ulan sudah dapat berguling.Usia ini juga sudah dapat duduk jika disangga di atas pa
ngkuan atau di kursi bayi
4. usia sekitar 6 bulan dapat duduk tanpa sandaran atau bantuan walaupun tidak lama da
n biasanya sekitar usia 8 bulan dapat duduk sendiri dari posisi terlentang tanpa ba
ntuan
5. usia 7 bulan dapat berdiri dengan bertumpu pada tangan atau perabot
6. usia 10 sampai 11 bulan dapat berjalan dengan menggunakan kursi atau meja untuk peg
angan.Pada usia 12 sampai 13 bulan sudah dapat berjalan sendiri tanpa bantuan.
7. pada usia 18 sampai 24 bulan, anak sudah dapat berjalan cepat atau berlari untuk ja
rak pendek, berjongkok sambil bermain dengan mainan di lantai, berjalan mundur berd
iri dan menendang bola tanpa jatuh berdiri dan melempar bola dan melompat di tempat
B. Keterampilan motorik halus
Belajar berjalan
Masa bayi berlangsung sekitar 1,5 Tahun Lamanya. Pada
masa ini penuh dengan latihan dan banyak kemajuan
yang dapat dicapainya mengenai tentang belajar
berjalan, berikut adalah kemajuan yang dicapai dalam
belajar berjalan
Perkembangan
sensoris dan
persepsi
Menurut beberapa penelitian diketahui
bahwa bayi baru lahir telah berkembang
sejak awal sehingga bayi telah memiliki
kemampuan sensorik dan persepsi
walaupun masih terbatas dalam taraf
tertentu (Papalia dkk, 2002;2008).
Persepsi membawa individu kepada kontak dengan
lingkungan untuk berinteraksi dengan dan beradaptasi
terhadap lingkungan tersebut.Persepsi dirancang untuk
tindakan persepsi memberikan informasi kepada individu
seperti kapan membungkuk ,Kapan miringkan badan karena
jalan sempit, dan kapan harus menggunakan tangan untuk
meraih sesuatu.
a. Sentuhan
b. Rasa sakit
c. Penciuman
d. Kecapan
e. Pendengaran
f. Penglihatan
Perkembangan berpikir atau
kognitif
Pada bayi ditandai oleh persyaratan
rasa ingin tahu dari sudut teori kognitif
dari Piaget dikatakan bahwa bayi
berada pada pada tahap sensorik
motorik.
Pada masa bayi dikatakan juga sebagai fase prabicara
Dimana ada empat tahap yang akan dilalui nya ,yakni:
1. Pra mengoceh atau berupa tangisan dan bunyi bahasa
tertentu
2. Mengoceh sekitar 6 sampai 12 bulan
3. Kalimat 1 kata 12 sampai 15 bulan
4. Kalimat 2 kata terjadi bila anak telah memiliki
perbendaharaan kata sebanyak kurang lebih 50 kata
Perkembangan emosi
dan social
Emosi tenang atau senang dan
terangsang timbul sehubungan
dengan rangsangan fisik misalkan
bayi kenyang dan merasa nyaman
nampak tubuh mengendor,
tidurnya nyenyak, berceloteh dan
tertawa
TAHAP PERKEMBANGAN BICARA
1. REFLEKS VOKALISASI, selama 2 minggu tangis bayi masih ber
upa suara refleks dan belum dapat membedakan meski rangsang
berbeda. Setelah itu, tangis sudah dapat bermakna
 2. BABBLING (MERABAN) - membuat berbagai bunyi yang berlang
sung pada usia 2 minggu sampai 3 bulan.
3. LALLING (LALING), terjadi ketika kontak dengan orang lain
di sekitarnya, misal ketika ditimang mengeluarkan reaksireak
si tertentu 4. ECHOLIA - anak mulai menirukan ucapan orang l
ain yg ada di sekitarnya
5. TRUE SPEECH, yaitu berbicara sudah sesuai antara apa yang
dikehendaki anak dengan benda atau hal-hal yang diinginkan a
nak
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
anak
1. Gangguan perkembangan fisik
2. Gangguan perkembangan
motorik
3. Gangguan perkembangan
bahasa
4. Gangguan emosi dan perilaku
1. Untuk anak yang belum mampu berjalan, sediakan benda yang dapat didorong-dorong
(seperti kursi kecil, dan galon air), untuk melatih kemampuannya sehingga kemand
irian dan kepercayaan dirinya meningkat.
2. Untuk memotivasi agar ananda supaya bergerak, letakkan mainan kesayangannya di t
empat yang berbeda di suatu ruang sehingga anak berusaha mengambilnya dengan mer
angkak atau berjalan.
3. Untuk mengasah panca indranya, kenalkan ananda dengan beragam benda yang memunya
i berbagai permukaan (halus/ kasar) atau pun suhu, seperti kapas, es batu, dan g
elas berisi air hangat
4. Latih kemampuan gerakannya dengan membiarkan anak mencoret-coret dengan mengguna
kan krayon di dinding yang sudah dilapisi dengan kertas/ karton. Kegiatan ini ju
ga sekaligus mengenalkan beberapa warna kepada mereka. Sediakan alat mencoret, s
eperti kertas, krayon, spidol, dan cat air yang aman untuk anak.
5. Duduklah di samping anak sambil mengamati. Tanyakan apa yang digambarnya, tapi j
angan memaksanya untuk menjawab. Berikan pujian pada setiap hasil coretannya.
“Waah...... adek sudah bisa menggambar!
untuk mendukung Perkembangan Kemampuan Berpik
ir
Berikan beragam benda yang belum pernah diketahui anak
untuk dikenalinya, seperti alat makannya (sendok, piri
ng, dan gelas plastik, dan sebagainya), atau alat mand
inya (gayung, sabun, dan sebagainya), mengenalkan anek
a bentuk, aneka rasa, dan lain-lain.
Ajak anak untuk menyusun ataupun mengurutkan mainannya
berdasarkan ukuran, warna, bentuk, dan sebagainya untu
k meningkatkan kemampuan pemecahan masalahnya
Ajak ananda bermain peran, seperti masak-masakan dan m
obil-mobilan sehingga dapat mengembangkan imajinasinya
.
Untuk mendukung perkembangan kemampuan Bicara
nya
Menggunakan satu kata untuk menyampaikan keseluruhan keinginannya, m
isalnya menggunakan kata “aku” untuk menggambarkan keinginan untuk
minta kue lagi. Lama-kelamaan mengucapkan dua kata untuk menyatakan
pemikiran yang lengkap, misal: “Kue lagi”
 Mengucapkan kata-kata yang sebagian dapat dimengerti meski belum je
las. Misalnya: “num” yang berarti meminta minum, “mam” yang bera
rti makan. • Menunjukkan benda yang dikenalnya ketika ditanya.
Mengenal setidaknya tiga bagian tubuhnya.
Mampu menjawab pertanyaan sederhana dengan “ya” atau “tidak” dan
gerakan kepala yang sesuai.
Mampu menggunakan 50 sampai 300 kata yang berbeda saat mendekati usi
a 24 bulan.
Sering bertanya, “Itu apa? Ini apa?”
Masalah yang sering terjadi pada an
ak usia 13-24 bulan

1. Merengek
2. Membantah
3. Mengamuk
4. Kebiasaan tidur yang buruk
5. Enggan berbagi
6. Belajar buang air
1. merengek
merengek biasa dilakukan anak usia 13--24
bulan sebagai cara untuk mendapat
perhatian orang dewasa di sekitarnya.
Merengek bisa disebabkan beberapa
alasan, di antaranya: lelah, lapar, jenuh,
dan sakit.
Solusinya
1. Saat anak merengek, hentikan apa yang sedang Anda kerjakan, lalu
berikan ia perhatian.
2. Jelaskan cara yang benar, jika dalam menginginkan sesuatu. Misalnya:
“Kalau kamu minum, katakan baik-baik, seperti Bunda adik mau
minum.”
3. Berikan pujian pada anak jika ia dapat melakukan perilaku yang
diharapkan.
4. Jangan menanggapi permintaan anak dengan “iya atau tidak”,
sebelum disampaikan dengan cara yang baik.
5. Jika anak tetap merengek, sampaikan akibat yang akan diterimanya.
Misalnya: “Kalau kamu tidak bisa meminta dengan baik, kamu tidak
akan mendapat minum, Ayo coba minta dengan cara yang baik.”
2. Membantah
membantah hal-hal yang dilarang
memang hal yang biasa dilakukan
anak usia 13--24 bulan, semakin
mereka dilarang, biasanya justru
malah semakin dilakukan
Solusinya:
1. Sediakan lingkungan bermain yang aman,
sehingga tidak perlu banyak larangan.
2. Hindari kata tidak dan jangan. gunakan kalimat
positif.Sarankan melakukan kegiatan yang lain
kepadanya dan berikan pujian saat mereka
bersedia melakukannya.
3. Orang tua sebaiknya tidak terpancing emosi
sehingga menjadi marah.
3. Mengamuk
Anak usia 13--24 bulan tidak jarang mengamuk saat keinginannya tid
ak dituruti, sehingga mereka menangis hingga menjerit maupun berg
uling di lantai.
Solusi:
a. Cari tahu dan pelajari penyebab anak mengamuk.
b. Alihkan perhatiannya. Perlihatkan hal-hal yang ia sukai atau aja
k anak melakukan hal yang menyenangkan.
c. Pindahkan ke lokasi yang lebih aman.
d. Jangan menyerah dan menuruti apa yang mereka inginkan.
e. Berikan pelukan dan ajak anak bicara setelah mengamuknya reda.
f . Setelah mengamuknya selesai, ajarkan anak bagaimana cara mengung
kapkan keinginan dengan baik
4. Kebiasaan tidur yang buruk

Sering kali anak usia13--24 bulan tidur saat larut malam.


Mereka enggan bila disuruh tidur lebih awal dan lebih
memilih untuk bermain dan mengajak orangtuanya untuk
ikut terjaga. Padahal kondisi ini dapat berdampak
terhadap kesehatannya.
Solusinya
1. Tetapkan waktu tidur rutin, misalnya pukul 20.00 atau
21.00. Berlakukan secara terus menerus.
2. Berikan penjelasan kepada anak, tentang aturan waktu
tidur, berikut alasannya.
3. Pastikan kamar anak nyaman, tidak terlalu panas ataupun
terlalu dingin. Gunakan cahaya yang redup bila anak takut
akan gelap.
4. Bantu anak untuk bersiap-siap, 30 menit sebelum tidur,
seperti mengantarkan ke toilet, sikat gigi, dan cuci kaki.
5. Jika anak keluar kamar/ meninggalkan tempat tidurnya,
segera kembalikan mereka ke tempat tidurnya.
6. Berikan penghargaaan, bisa berupa pelukan ataupun
5. Enggan berbagi

Anak usia 13--24 bulan cenderung enggan berbagi


dengan temantemannya
Solusinya:
1. Sampaikan kepada anak, mengenai harapan orang tua agar
mereka mau bermain bersama dengan teman-temannya.
2. Libatkan anak untuk memilih mainan yang diizinkan untuk
bermain bersama dengan teman-temannya. Berikan pujian
kepada anak apabila mereka mau berbagi.
3. Jika anak merebut mainan yang dipegang temannya, berikan
pengertian bahwa yang dilakukannya salah dan jelaskan perilaku
yang perlu ditampilkan bahwa ia harus meminta terlebih dahulu.
4. anak tetap membantah, ambil mainan darinya dan berikan
kepada temannya.Jika anak tetap protes dan mengamuk,
berlakukan sebagaimana orang tua menangani masalah
mengamuk di halaman sebelumnya.
6. Belajar buang air
Untuk mulai belajar buang air sendiri, sebaiknya
dilakukan saat usiaanak menginjak 20--24 bulan usia saat
anak sudah mampu merasakan dorongan buang air dan
menyampaikannya
1. Tetapkan hari untuk memulainya. Dalam hal ini orang tua harus
yakin dan berkelanjutan sehingga mulai dari hari yang ditetapkan
anak belajar untuk buang air sendiri Izinkan anak untuk mengamati
apa yang orang tua lakukan apabila mengantarkan mereka ke
toilet, mulai dari membuka celana, buang air hingga
membersihkan setelahnya.
2. Siapkan fasilitas yang mendukung anak, misalnya menyiapkan
toilet yang memudahkan anak dalam penggunaannya dan ember
air yang mudah dijangkau.
3. Lakukan latihan dengan menggunakan boneka agar anak
memahami apa yang perlu dilakukan jika mereka mau ke toilet.
4. Jika orang tua mengamati anak menunjukkan tanda-tanda akan
buang air, seperti memegang kelaminnya, segera ingatkan mereka
apa yang perlu dilakukan.
5. Berikan pujian untuk setiap langkah yang berhasil mereka lakukan.
6. Jangan lupa untuk mengajarkan mereka membersihkan tangan
7. setelah kegiatan di toile
THANK YOU
THANKS