Anda di halaman 1dari 23

Penyearah Setengah Gelombang (Half Wave Rectifier)

 Gambar 1 adalah rangkaian penyearah setengah gelombang.


Pada setengah siklus tegangan sekunder yang positif, dioda
mengalami pra tegangan forward untuk setiap tegangan-
tegangan sesaat yang lebih besar daripada tegangan offset
(sekitar 0,7 volt untuk dioda silikon dan 0,3 volt untuk dioda
germanium). Ini menghasilkan tegangan pada tahanan
beban yang mendekati bentuk setengah gelombang sinus.

Gambar 1 Rangkaian penyearah


Untuk menyederhanakan, akan digunakan pendekatan dioda ideal
karena puncak tegangan sumber jauh lebih besar daripada tegangan
offset dioda
Dengan mengambil anggapan ini, puncak tegangan yang disearahkan sama
dengan puncak tegangan sekunder, seperti ditunjukkan pada Gambar 3 Pada
setengah siklus negatif, dioda mengalami pra tegangan reverse. Dengan
mengabaikan arus bocor ( yang sama dengan arus reverse ), arus beban menjadi
nol, inilah sebabnya mengapa tegangan beban jatuh menjadi nol diantara
diantara 180 dan 360

Gambar 2 Tegangan input

Gambar 2 Tegangan input

Gambar 3 Tegangan Out put


 Sumber tegangan pada Gambar 1. berupa sinyal
sinusoida Vi = Vim cos ω0t, harga pertama Vin = 0.
Harga rata-rata Vout dapat dicari dengan membagi
luasan (di atas sumbu datar dalam periode T) dengan T,
dimana T = ωt = 2π rad. Jadi harga rata-rata dalam suatu
periode π radian adalah

 Harga rata-rata dari gelombang V0 π im V


adalah sebuah tegangan sebesar . Arus dc
(Iav = Idc) pada rangkaian Gambar 1 adalah :
Persen ripple sinyal penyearah setengah gelombang
dapat dihitung
Contoh
 Tentukan tegangan keluaran pada rangkaian Gambar 4
dengan ketentuan dioda silikon dan potensial barier
dimasukkan.

Gambar 4
Penyelesaian :
Pada saat siklus positif (0 – t1) dioda dibias forward,
sehingga Vout = 5V – 0,7 V = 4,3 V
Pada saat siklus negatif, dioda dibias reverse sehingga dioda
terbuka maka Vout = 0 V
Penyearah Gelombang Penuh (Full Wave
Rectifier)
 Penyearah gelombang penuh dapat dipandang
sebagai kombinasi dari dua penyearah setengah
gelombang yang bekerja bergantian untuk setiap
setengah gelombang dari gelombang inputnya.

 Gambar 5 (a) Rangkaian Penyearah Gelombang


Penuh (b) Tegangan Output
Pada Gambar 5.a fungsi transformator adalah untuk
menurunkan tegangan bolak-balik (step down). Sisi primer
dihubungkan ke jala-jala PLN, sedang sisi sekunder
menghasilkan tegangan simetris sama besar dengan satu
titik sebagai pusatnya (center tap) dijadikan sebagai
grounding.
Penyearah D1 menangani setengah siklus positif dari
tegangan sekunder, saat D2 mengalami setengah siklus
negatif dari tegangan sekunder. Dengan kata lain, D1 berlaku
sebagai konduktor pada setengah siklus positif dan D2
berlaku sebagai konduktor pada setengah siklus negatif.
Karena ini, arus beban yang disearahkan mengalir selama
kedua siklus tersebut. Lebih jauh, arus beban ini mengalir
hanya pada satu arah. Gambar 5.b adalah kedua setengah
gelombang dc output. Tegangan output dc yaitu :
 Vim adalah amplitudo dari setengah tegangan sekunder.
Persamaan diatas menyatakan output rata-rata dari
sebuah penyearah gelombang penuh yang besarnya dua
kali dari harga penyearah setengah gelombang. Total
arus yang diberikan oleh kedua dioda adalah :
 Idc= 0,636 im
Dimana Iim = Vim / RL (dengan menganggap tidak ada
tahanan pada dioda bias reverse dan pada sumbernya).
Persen ripple sinyal penyearah gelombang
penuh dapat dihitung :
Contoh
Gambar 6 memperlihatkan transformer dengan rasio
putaran 5 : 1. Tentukan nilai ip.

Penyelesaian :
Tegangan primer puncak masih setara dengan

Tegangan puncak sekunder adalah


 Karena center tap ditanahkan, setiap setengah bagian
dari lilitan sekunder mempunyai tegangan sinusoida
dengan puncak hanya 17 volt. Oleh karena itu, tegangan
beban mempunyai nilai puncak ideal hanya 17 volt bukan
34 volt.

Gambar di atas memperlihatkan tegangan beban. Bentuk


gelombang di atas disebut sinyal gelombang penuh. Hal ini
ekuivalen dengan membalik setengah siklus negatif dari gelombang
sinus untuk mendapatkan setengah siklus positif. Karena hukum
Ohm, arus beban adalah sinyal gelombang penuh dengan nilai
puncak
FILTER
Rangkaian dasar filter kapasitor dapat dilihat pada
Gambar 7. Aktifitas filter berdasarkan pada aksi
pengisian/pengosongan kapasitor .

Selama setengah siklus positif masukan, D1 akan


bekerja, sehingga kapasitor akan terisi dengan cepat
(Gambar 7a).
Pada saat input dalam keadaan negatif, D1 akan mati
(terbuka), dan secara perlahan kapasitor akan melepaskan
muatan secara perlahan melalui RL (Gambar 7b). Ketika
input penyearah drop dibawah tegangan pengisian
kapasitor, kapasitor bertindak sebagai tegangan sumber
untuk beban. Perbedaan antara waktu pengisian dan
pengosongan kapasitor inilah yang menyebabkan ripple
tegangan dari keluaran penyearah menjadi berkurang
Filter Kapasitor Sederhana

 Cara kerja dari rangkaian filter ini ditunjukkan seperti


Gambar 8 yaitu ripplenya tergantung dari besar
kapasitornya dengan beban yang terpasang. Dengan
menganggap, bahwa tahanan beban RL tak berhingga,
selama seperempat siklus pertama kapasitor akan
menyimpan tegangan (energi) sampai sama dengan Vin.
Kemudian tegangan yang melewati kapasitor akan sama
besar dengan harga positif maksimum dari tegangan
output penyearah.
 Jika Vin berkurang, kapasitor akan mengalirkan elektron yang
dibuang melalui arah yang berlawanan. Karena tegangan dc
tidak mengalirkan arus yang berlawanan, maka ada energi
yang mengalir selama periode ini ke beban / output. Sebagai
akibatnya, proses penyaringan bekerja sempurna dan
tegangan kapasitor tetap konstan pada puncaknya. Tegangan
yang melewati kapasitor, tentu saja sama dengan tegangan
yang melewati tahanan beban karena kedua elemen itu
paralel. Tetapi jika tahanan RL tidak tak terhingga tentu
tegangan yang lewat kapasitor akan turun selama bukan
periode penyaluran, karena terdapat jalur pembuangan arus
yang mengalir ke tahanan beban RL. Dari gambar tersebut Vo
= Vim selama seperempat siklus pertama dan ketika Vim
turun, tegangan yang lewat kapasitor juga turun karena
terdapat jalur pembuangan arus melalui tahanan RL.
Gambar 9 Tegangan Keluaran Filter
Untuk menghitung faktor ripple Gambar 9, kita dapat memulainya dengan
menggunakan setengah gelombang Gambar 10 berikut ini.

Gambar 10 Tegangan keluaran filter setengah gelombang

Berdasarkan Gambar 10 dapat dilakukan perhitungan-perhitungan sebagai berikut


T1 = charge (pengisian)
T2 = discharge (pengosongan)
Pada saat pengosongan (T2) :

dimana dari gambar di atas

dimana maka
Dari Gambar 9
Untuk gelombang penuh frekuensinya adalah dua kali frekuensi setengah gelombang,
sehingga

Berdasarkan ripple pada Gambar 9, maka

karena

maka

dan karena maka


Contoh :
Diketahui tahanan RL = 100 Ω , kapasitor 1050 µF dan sebuah power supply
frekuensinya 60 Hz. Tegangan output ripple = 0,8 V. Tegangan maksimum daya 8,8 V.
Bila RL dan C diparalel dan dihubungkan pada power supply tersebut, maka akan
terjadi penurunan tegangan dan faktor ripplenya. Carilah tegangan output dan
ripplenya.
Filter RC

Gambar 11 Filter RC
Untuk menyempurnakan jenis filter kapasitor sederhana, maka digunakan filter RC.
Filter RC merupakan filter kapasitor sederhana yang ditambah dengan komponen RC.
Tujuan penambahan RC adalah untuk melewatkan sebagian besar komponen dc di saat
mengurangi sebagian besar komponen ac. Dari rangkaian di atas :

karena maka
Filter LC
Seperti terlihat pada Gambar 12 bahwa kapasitor akan menyimpan energi sampai
harga puncak dari tegangan output dc rangkaian penyearah. Rangkaian seperti ini
disebut rangkaian filter LC. Cara kerja filter ini dapat dimengerti dengan memahami
induktor dan kedua kapasitor sebagai sebuah filter L yang bekerja untuk tegangan
output segitiga dari kapasitor pertama.

Gambar 12 Filter LC
Faktor kualitas dari rangkaian di atas adalah

dimana
Tegangan n ripple rms dari rangkaian adalah :

Vm adalah besaran tegangan ripple dari 0 ke π


Vr adalah besaran semua tegangan ripple
Vm didapat

karena maka

dan ripplenya didapatkan