Anda di halaman 1dari 13

Komunikasi

Dalam
Pelayanan
Darah

Pelayanan transfusi darah sebagai
salah satu upaya kesehatan dalam
rangka penyembuhan penyakit
dan pemulihan kesehatan sangat
membutuhkan ketersediaan darah
atau komponen darah yang cukup,
aman, mudah diakses dan
terjangkau oleh masyarakat.

Permenkes No. 91 Tahun 2015

2
Ketersediaan darah
sangat tergantung kepada
kemauan dan
kesadaran masyarakat
untuk mendonorkan
darahnya secara sukarela
dan teratur.

3
Upaya
Penjaringan
Ketersediaan
Darah

1
1 2
2 3
3

4
Pelayanan
Transfusi Darah
a. Rekrutmen donor f. Pengolahan k. Distribusi darah
b. Seleksi donor komponen darah. l. Kontrol proses
c. Pengambilan darah g. Spesifikasi dan (termasuk jaminan
lengkap kontrol mutu mutu)
komponen darah m. Sistem
d. Pengambilan darah
apheresis h. Uji saring IMLTD komputerisasi

e. Umpan balik i. Pengujian serologi n. Pengelolaan Mobile


pelanggan golongan darah Unit
j. Penyimpanan darah o. Notifikasi donor
reaktif IMLTD
5
Rekrutmen Donor

Pengeraha Pelestaria
Sosialisasi
n n

6
4,5 Kantong Darah / Tahun
Target utama rekrutmen donor adalah
diperolehnya jumlah darah sesuai
dengan kebutuhan yang difokuskan
terhadap pendonor darah sukarela
risiko rendah.

Sesuai dengan standar Lembaga Kesehatan


Internasional (WHO) yaitu 2% dari jumlah
penduduk untuk setiap harinya.  

7
Komunikasi
“Komunikasi adalah “Sebuah instansi
suatu proses hendaknya dapat
dimana seorang membentuk perilaku
komunikator publiknya sesuai
menyampaikan dengan misi instansi
stimulus dengan tersebut dengan
tujuan mengubah mengirimkan
atau membentuk stimulus tertentu.”
perilaku.”

8

Informasi dan edukasi
merupakan strategi penting
dalam rekrutmen donor.
Strategi yang tepat
merupakan kunci
keberhasilan rekrutmen
donor.

9
Tujuan edukasi adalah untuk
merubah pemahaman dan perilaku
masyarakat dalam hal:
1. Manfaat darah pentingnya
mendonasikan darah secara
sukarela dan teratur.
2. Perilaku berisiko yang dapat
mempengaruhi keamanan dan
mutu darah.

10
Terima Kasih!
Ada Pertanyaan?

13