Anda di halaman 1dari 14

Manusia sebagai

makhluk
berbudaya,
beretika dan
berestetika
Nama Anggota Kelompok :

1. Dita Yessyca Nabella 155047

2. Muhammad Ulil Albab 165009

3. Agnes Risty Venonella 175008

4. Nadia Elsa Fitri 175035

2
1
Filsafat dan Hakikat
Manusia
○ Agar dapat dipahami tentang hakekat manusia secara utuh, ada beberapa
pendapat atau pandangan tentang manusia ini.
○ 1. Aliran materialisme. Aliran ini memandang manusia sebagai kumpulan
dari organ tubuh, zat kimia dan unsur biologis yang semuanya itu terdiri dari
zat dan materi.
○ 2. Aliran spiritualisme atau serba roh. Aliran ini berpandangan hakekat
manusia adalah roh atau jiwa, sedang zat atau materi adalah manifestasi dari
roh atau jiwa. Aliran ini berpandangan bahwa bahwa ruh lebih berharga
lebih tinggi nilainya dari materi.
○ 3. Aliran Dualisme. Aliran ini menganggap bahwa manusia itu pada
hakikatnya terdiri dari dua substansi, yaitu jasmani dan rohani, badan dan
roh. Kedua substansi ini masing-masing merupakan unsur asal yang
adanya tidak tergantung satu sama lain.

4
2
Pengertian dan Definisi
Manusia
Definisi tentang manusia :

1.Menurut Murtadlo Munthahari, manusia


adalah makhluk serba dimensi (1992:125).

2.buku berjudul Manusia, Sebuah Misteri, karya


dari Louis Leahy (1989)

3.menurut der Weij, 1991

6
3
Konsep Makhluk
Berbudaya
Setiap manusia memiliki kebudayaannya
masing-masing,dan masing-masing manusia
tersebut mewujudkan kebudayaannya dalam
bentuk ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-
norma, peraturan-peraturan yang ada pada
masyarakat, dan suatu kompleks aktivitas serta
tindakan berpola dari manusia dalam
masyarakat, serta benda-benda hasil karya
manusia (Koentjaraningrat, 1990 : 186 - 187).

8
○ Manusia pada dasarnya hidup sebagai
makhluk budaya yang memiliki akal, budi
dan daya untuk dapat membuahkan
suatu gagasan dan hasil karya yang
berupa seni, moral, hukum,
kepercayaan yang terus dilakukan dan
pada akhirnya membentuk suatu
kebiasaan atau adat istiadat yang
kemudian diakumulasikan dan
ditransmisikan secara sosial atau
kemasyarakatan. 9
4
Konsep Etika dan Estetika
Etika
○ Kata Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno
“ethikos” yang berarti timbul dari kebiasaan
○ Secara etimologis, etika adalah ajaran baik-buruk
tentang sikap, perbuatan, atau kewajiban
○ Burhanuddin Salam (1987: 1) menyebutkan
bahwa etika adalah sebuah cabang filsafat yang
berbicara mengenai nilai dan norma moral yang
menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
○ Objek dari etika adalah tingkah laku manusia.
○ Etika memiliki sudut pandang normatif.

11
Estetika
○ Estetika dapat dikatakan sebagai teori
tentang keindahan atau seni.
○ Estetika berkaitan dengan nilai indah-
jelek (tidak indah).
○ Nilai estetika berarti nilai keindahan.

12
○ Etika berkaitan dengan nilai tentang
baik–buruk, sedangkan estetika
berkaitan dengan hal yang indah–
jelek(tidak indah).
○ Apabila nilai etika bersifat relatif
universal, namun nilai estetik amat
subjektif dan partikular.
○ Estetika berbudaya menyiratkan
perlunya manusia (individu atau
masyarakat) untuk menghargai
keindahan budaya yang dihasilkan
manusia lainnya. 13
THANK YOU