Anda di halaman 1dari 23

KEBUTUHAN NUTRISI PADA

DEWASA & LANSIA

KELOMPOK 1
NIKEN HASNARIAH PUTRI
RAHMAD DENTI
IRWAN SAGITA
KEBUTUHAN
NUTRISI
PADA DEWASA
MASA DEWASA
DEPKES
Masa Dewasa Awal =26 - 35 Tahun
Masa Dewasa Akhir =36 - 45
Tahun
Lansia Awal = 46 – 55 Tahun

E. Hurlock
Dewasa awal  18-40 Tahun
Dewasa tengah  40-60
Tahun
Dewasa akhir  > 60 Tahun
CHARACTERISTICS

 Usia produksi 
produktivitas kerja
 Usia reproduksi  mental,
fisik, materi
 Periode penyesuaian diri
terhadap pola-pola
kehidupan yang baru dan
harapan-harapan sosial baru
 suami/istri
 Timbul penyakit2 degeneratif
KEBUTUHAN GIZI PADA USIA DEWASA

• Laki-laki lebih memerlukan energi,


karena secara fisik laki-laki lebih
banyak bergerak
• Mencapai dan mempertahankan
status gizi dan kesehatan yang
optimal dengan melaksanakan 13
PUGS.
KONSEP KEB. NUTRISI PD USIA DEWASA

 Kebutuhan gizi pada dewasa 


vital bagi setiap orang,
 Kualitas dan kuantitas makanan
 Kuantitas : jumlah konsumsi
makanan, tidak boleh kurang /
lebih
 Kualitas : makanan yang bergizi
dan seimbang
 Karbohidrat, protein, lemak,
mineral, vitamin dan air
 Kurangi kosumsi kolesterol &
lemak jenuh
MASALAH KESEHATAN YG TIMBUL
PADA USIA DEWASA

Menopause
BB lebih / kurang
Penyakit
degeneratif /
kronis
PERKEMBANG FISIK USIA DEWASA
TERHADAP NUTRISI
Fase usia dewasa awal dikatakan sbg
puncak dan penurunan perkembangan
individu secara fisik
Kondisi kesehatan dpt ditingkatkan dg
cara :
 Mengurangi gaya hidup yg merusak kes.
 Nutrisi yg baik
 Rutinitas berolahraga
GEJALA KEKURANGAN GIZI
PD USIA DEWASA
• Kelemahan otot & kelelahan
• Rentan infeksi
• Lekas marah & pusing
• Kulit & rambut kering
• Diare
• Haid tidak teratur
• Depresi bg gizi buruk
DAMPAK KEKURANGAN / KELEBIHAN GIZI
PD USIA DEWASA

Kekurangan Kelebihan Gizi


gizi
Anemia
• Jantung koroner
Gondok
• DM
Kebutaan • Kolesterol Tinggi
• Hipertensi
KEBUTUHAN NUTRISI
PADA LANSIA
BATASAN LANJUT USIA
Tua  usia kronologis
WHO = > 65 tahun
Depkes = > 65 tahun

Proses menua berlangsung dalam 3 tahap, yaitu :


1. Tahap menjelang usia tua : setelah usia 45 tahun  tahap
verilitas
2. Tahap usia tua, yaitunsetelah usia 55 tahun 
taha[ presenium : usia pensiun
3. Tahap usia lanjut  senescens : masa setelah usia 65 tahun
PERUBAHAN2 PD LANSIA YG MEMPENGARUHI
GIZI :
Menurunnya keb. Berbagai gizi,
akibat menurunnya aktifitas fisik
Gangguan kemampuan menikmati
cita rasa makanan
Penurunan f/ sal. Pencernaan 
berkurangnya sekresi getah cerna
Gangguan keseimbangan hormonal
PENGATURAN MAKANAN PD LANSIA :

Penggunaan bahan makanan sumber


karbohidrat
Kandungan lemak dlm makanan (kadar
lemak & asam lemak)
Kandungan kolesterol dlm makanan
Penggunaan susu sbg sumber zat kapur
(non fat)
Konsumsi sayur mayur sbg sumber minera
Konsumsi buah2an sbg sumber vit
Membatasi konsumsi garam
Kosumsi air yg cukup, batasi kosumsi teh,
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
ASUPAN GIZI LANSIA

Faktor Fisiologis
Faktor Patofisiologis
Faktor Sosioekonomi
ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) LANSIA

AKG = Angka kecukupan rata-rata zat gizi setiap hari bagi


hampir semua orang menurut golongan umur, jenis
kelamin, ukuran tubuh dan aktivitas untuk mencegah
terjadinya defisiensi gizi

AKG Lansia = AKG Dewasa


ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) LANSIA

Berdasarkan AKG 2004


untuk orang indonesia :
♂  BB = 62 kg
TB = 165 cm
♀  BB = 55 kg
TB = 156 cm
GIZI SEIMBANG U/ LANSIA

Kebutuhan
Energi / Kalori
Kebutuhan energi/kalori berkurang
dengan meningkatnya usia
Lansia lebih memelukan lebih protein
 Berkaitan dengan penurunan
massa otot, BMR, faktor ginjal dan
aktivitas fisik

Widyakarya nasional pangan dan gizi


(wnpg), 2004
Laki-laki : 2050 kkal
Perempuan : 1600 kkal
KEBUTUHAN PROTEIN
 Kebutuhan protein berubah menurut
usia
 ~1 g/kg BB/hari (14–16% dari energi
total)
 Pemberian tidak boleh >1,5 g/kg
BB/hari
 Pada keadaan infeksi berat / trauma
 Zat Besig/kg
1,2–1,5 (wanita)
BB/hari

Kebutuhan pd lansia paling rendah


RDA untuk zat besi pd wanita dari 15mg
(usia 23-50 th) -10 mg (usia > 51 th)
Akibat lansia mengalami gangguan
absorpsi makanan pengikat vit. B12 >
50 th, untuk memenuhi RDA
KEBUTUHAN LEMAK
25% dari energi total sehari
Kurangi asupan lemak jenuh
Tingkatkan asupan lemak tak
jenuh

Kebutuhan
• 50-60%Karbohidrat
dari energi total sehari
• KH kompleks >> KH sederhana
• Hati-hati, sering terjadi intoleransi
laktosa  berikan susu rendah/
bebas laktosa
• Konsumsi serat  dibiasakan
jumlahnya 10–13 g per 1000 kkal,
KEBUTUHAN VITAMIN
Lansia beresiko tinggi mengalami
defisiensi vit. D
Mereka cenderung mengkonsumsi vit.
D < yg diperlukan
Lansia sering kurang terpapar oleh
sinar matahari karena fisik sehingga
kurang mendapatkan Vit E
Metab. Vit D. Berubah
Penurunan mengubah kemampuan
kulit u/ menghasilkan vit D, karena
lansia > 65 th mengalami penurunan
4x lipat menyintesis vit D.
KEBUTUHAN MINERAL
 Kebutuhan fe berkurang pada
perempuan karena tidak menstruasi
lagi
 Kemampuan absorpsi ca turun
setelah usia 60 th pada laki-laki &
perempuan,
 Defisiensi zn  menyebabkan
gangguan fungsi imun, pengecapan
 DRI magnesium u/ pria & wanita
tetap konstan selama masa lansia,
namun sebagian lansia masih kurang
dlm mengonsumsi magnesium dlm
TERIMA KASIH