Anda di halaman 1dari 13

KEPRIBADIAN DAN NILAI

• Pengertian Kepribadian menurut Gordon Allport adakah jumlah total


cara-cara dimana seorang individu beraksi atas dan berinteraksi
dengan orang lain.
Menilai Kepribadian
• Alasan kenapa seorang menejerial perlu mengetahui bagaimana cara
menilai pekerjaan adalah karena penelitian menunjukkan bahwa tes-
tes kepribadian sangat berguna salam membuat keputusan
perekrutan. Nilai kepribadian juga dapat digunakan untuk
meramalkan calon terbaik untuk suatu pekerjaan disamping agar lebih
memahami dan lebih baik dalam mengatur individu yang bekerja
pada mereka.
Ada 3 cara utama untuk menilai
kepribadian:
• 1. Survei Mandiri
Survey mandiri adalah survey yang umum digunakan yaitu dengan mengisi sendiri form
pengisian. Survey mandiri banyak kekurangan misalnya berbohong untuk mendapatkan nilai
terbaik, juga akurasi yang tidak tepat karena kondisi emotional sangat mempengaruhi
waktu pengisian.
2. Survey peringkat oleh pengamat
Survey peringkat bisa dilakukan dengan melakukan penilaian yang dilakukan teman sejawat,
survey ini bisa dijadikan pertimbangan yang lebih baik atas keberhasilan suatu pekerjaan.
3. Ukuran proyeksi (Rorschach Inkbolt test dan Thematic Apperception test-TAT)
Rorschach Inkbolt test adalah individu diminta unutk menyatakan menyerupai apakah
inkblot dan Thematic Apperception test-TAT adalah individu dimintai menuliskan kisah dari
serangkaian gambar pada kartu. Akan tetapi cara ini jarang digunakan dikarenakan adanya
ketidak seragaman mengartikan.
Faktor yang memperngaruhi
Kepribadian
• 1. Faktor keturunan
Ada tiga dasar yang menjelaskan bahwa faktor keturunan menentukan kepribadian
seseorang
a. Berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak.
Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu, rasa takut, dan agresif
dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan.
b. Berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir.
Kepribadian anak kembar yang dibesarkan dikeluarga yang berbeda ternyata lebih
mirip dengan saudara kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik
dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama.
c. Meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai
situasi
2. Faktor lingkungan
• Lingkungan adalah dimana tempat kita tumbuh dan dibesarkan; norma
dalam keluarga, teman-teman, dan kelompok social; dan pengaruh-pengaruh
lain yang kita alami. Budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang
diwariskan dari 1 generasi ke generasi berikutnya serta menghasilkan
kosistensi berjalannya waktu. Ideology yang secara instens berakar disuatu
kultur mungkin hanya akan berpengaruh sedikit pada kultur yang lain akan
tetapi pada umummnya stabil dan kosisten, dapat berubah tergantung pada
situasi dan kondisi yang dihadapinya.
Akan tetapi faktor keturunan membekali kita dengan sifat dan kemampuan
bawaan, tetapi potensi penuh kita ditentukan oleh seberapa baik kita
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Indikator Tipe Myers-Briggs
• Indikator Tipe Myers-Briggs adalah instrument penilaian kepribadian
yang paling umum digunakan di dunia. MBTI adalah tes kepribadian
100 pertanyaan yang menanyakan orang-orang apa yang biasanya
mereka rasakan atau lakukan dalam berbagai situasi.
Indikator Tipe Myers-Briggs
• • Ekstraver vs Introver – individu dengan karakteristik ekstraver digambarkan sebagai
individu yang ramah, suka bergaul, dan tegas; sedangkan introvert digambarkan
sebagai individu yang pendiam dan pemalu
• Sensitive vs Intuitif – individu dengan karakteristik sensitive digambarkan yang
praktis dan lebih rutinitas dan urutan serta berfokus pada detail; sedangkan Intuitif
mengandalkan proses-proses tidak sadar dan melihat “gambaran umum”
• Pemikir vs Perasa – individu dengan karakter pemikir menggunakan alas an dan
logika untuk menangani berbagai masalah; sedangkan perasa mengandalkan nilai-
nilai dan emosi pribadi mereka.
• Memahami vs Menilai – individu yang cenderung memiliki karakteristik memahami
menginginkan kendali dan lebih suka dunia mereka teratur dan terstruktur;
sedangkan menilai cenderung lebih fleksibel dan spontan.
Model Kepribadian Lima Besar
• Model lima besar, John Bearden telah membuktikan bagaimana cara membuat dan
memikirkan kembali cara mengatur individu. Selama beberapa tahun terakhir penelitian
mendukung bahwa 5 dimensi dasar saling mendasari dan mencakup sebagian besar
variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia. Faktor 5 besar mencakup :
1. Ekstraversi (exstraversion). Dimensi ini mengatakan tingkat kenyamanan seseorang
dalam berhubungan dengan individu lain. Individu yang Ekstraversi cenderung suka
berkelompok, tegas, dan mudah bersosialisasi; sebaliknya introversi cenderung suka
menyendiri dan pendiam.
2. Keramahan (Agreeblesness). Dimensi ini mengatakan kepatuhan individu terhadap
individu yang lainnya. Individu yang suka besepakat adalah individu yang senang
bekerjasama, hangat dan penuh kepercayaan. Sebaliknya individu yang tidak suka
bersepakat cenderung dingin, tidak ramah dan suka menantang.
Model Kepribadian Lima Besar
3. Sifat berhati-hati (Conscientiousness). Dimensi ini merupakan ukuran kepercayaan
artinya individu yang sangat berhati-hati adalah yang bertanggung jawab, teratur, dapat
diandalkan serta gigih; sebaliknya individu yang berhati-hati rendah cenderung mudah
bingung, tidak teratur serta tidak dapat diandalkan.
4. Stabilitas emosi (Emotional Stability). Dimensi ini menilai kemampuan seseorang untuk
menahan stress. Individu yang tingkat emosi yang positif cenderung tenan, percaya diri dan
memiliki pendirian yang teguh. Sebaliknya Individu yang tingkat emosi yang negative
cenderung mudah gugup, khawatir, depresi dan tidak memiliki penndian yang teguh.
5. Terbuka terhadap hal-hal baru (Openess to Experience). Dimensis ini mengelompokan
individu berdasarkan lingkup minat dan ketertarikannya terhadaphal-hal baru. Individu
yang sangat terbuka cenderung kreatif, ingin tau, dan sensitive terhadap hal-hal yang
bersifat seni. Sebaliknya mereka yang tidak terbuka cenderung konvensional dan merasa
nyaman dengan hal-hal yang sudah ada.
Model sifat-sifat lima besar
mempengaruhi kriteria perilaku
organisasi:
Sifat kepribadian yang mempengaruhi perikalu
organisasi

• Evaluasi inti diri (Core self evaluation), konsep ini mengatakan bahwa individu memiliki
pandangan akan dirinya sendiri, ada 2 hal dalam evaluasi inti diri yaitu positif dan negative.
Artinya positif adalah individu menyukai diri sendiri, menganggap diri mereka efektif, cakap dan
mengendalikan lingkungan mereka, sedangkan negative menganggap diri mereka tidak berdaya
atas lingkungan mereka.
Evaluasi inti diri ditentukan 2 elemen yaitu
1. Harga diri (seft esteem) adalah tingkat menyukai atau tidak menyukai diri sendiri dan tingkat
sampai mana individu menganggap diri mereka berharga dan tidak berharga sebagai seorang
manusia.
2. Lokus kendali (locus of control) adalah tingkat dimana individu yakin akan mereka adalah
penentu nasib mereka sendiri. Internal (ilternals) adalah individu yakan bahwa mereka
pemegang kendali atas apa pun yang terjadi pada mereka sedangkan eksternal (externals) adalah
individu yakin bahwa apa pun dikendalikan oleh kekuatan luar seperti keberuntungan dan
kesempatan.
Dark Triad
• Machiavellianisme (Machiavellianisme-mach) berasal dari nama niccolo Machiavelli
berpendapat tentang bagaimana cara mendapatkan dan menggunakan kekuasaan.
Individu dengan Machiavellianisme cenderung pragmatis, mempertahankan jarak
emosional, dan yakin bahwa hasil lebih penting dari pada proses. Namun sifat
Machiavellianisme dapat diredam oleh faktor-faktor situasional yaitu :
1) Ketika mereka berinterasi secara langsung dengan individu lain, bukan secara
tidak langsung
2) Ketika situasi mempunyai sedikit peraturan, yang memungkinkan kebebedan
improvisasi
3) Bila keterlibatan emosional dengan detail-detail yang tidak relevan dengan
keberhasilan menggangu individu mach yang rendah