Anda di halaman 1dari 13

Perusahaan perlu mengetahui 5 hal

mengenai pesaing :
1.Siapa pesaing kita?
2.Apa strategi mereka?
3.Apa tujuan mereka?
4.Apa kekuatan dan kelemahan
mereka?
5.Apa pula reaksi mereka?
1. Persaingan Merek
Perusahaan dapat melihat pesaingnya
sebagai perusahaan lain yang menawarkan
produk dan jasa sejenis kepada pelanggan
yang sama dengan harga yang sama
2. Persaingan Industri
Perusahaan dapat memandang pesaingnya
dengan lebih luas sebagai semua
perusahaan yang membuat produk atau
jenis produk yang sama.
3. Persaingan Bentuk
Perusahaan dapat memandang pesaingnya
dengan lebih luas sebagai semua produk
manufaktur perusahaan yang memberikan
jasa yang sama.
4. Persaingan Umum
Perusahaan dapat memandang pesaingnya
dengan lebih luas sebagai semua
perusahaan yang bersaing untuk konsumsi
rupiah yang sama.
 Pesaing terdekat perusahaan adalah mereka yang
mengejar pasar sasaran yang sama dengan
strategi yang sama pula. Kelompok strategis
adalah kelompok perusahaan yang mengikuti
strategi yang sama dalam pasar sasaran tertentu.

 Perusahaan memerlukan informasi lebih rinci


mengenai masing-masing pesaing seperti
mengetahui kualitas, pelayanan konsumen,
kebijakan penetapan harga, cakupan distribusi,
strategi tenaga penjualan, periklanan dan
program promosi penjualan, strategi litbang,
manufaktur, pembelian, keuangan dll
 Sebuah perusahaan harus terus meninjau
strategi pesaingnya. Pesaing yang memiliki
banyak sumber daya harus merevisi strategi
mereka dari waktu ke waktu.
 Tujuan pesaing dibentuk oleh banyak hal,
termasuk ukurannya, bagian perusahaan yang
lebih besar, mungkin penting untuk
mengetahui apakah ia beroperasi untuk
pertumbuhan atau kas.
 Asumsi awal adalah bahwa pesaing berusaha
memaksimalkan laba mereka. Mereka
menetapkan laba sasaran dan puas jika dapat
mencapainya, meskipun laba yang lebih
besar dapat dihasilkan oleh strategi dan cara
lain
 Asumsi lainnya adalah kita ingin mengetahui
bobot relatif yang diberikan pesaing pada
kemampu-labaan saat ini, pertumbuhan
pangsa pasar, arus kas, kepemimpinan
teknologi, kepemimpinan pelayanan dll,
sehingga kita mengetahui apakah pesaing
puas dengan hasil keuangannya saat ini.
 Perusahaan perlu mengidentifikasi kekuatan
dan kelemahan masing-masing pesaing.
Langkah pertama perusahaan harus
mengumpulkan data saat ini dari mengenai
masing-masing bisnis pesaing, terutama
mengenai penjualan, pangsa pasar, tingkat
laba, pengembalian investasi, arus kas,
investasi baru.
 Perusahaan biasanya mempelajari kekuatan
dan kelemahan pesaing mereka melalui data
sekunder, pengalaman pribadi dan desas
desus serta melakukan riset pemasaran
primer.
Bentuk Reaksi Umum Dari Para Pesaing
1. Pesaing Yang Santai
Beberapa pesaing tidak bereaksi dengan
cepat atau kuat terhadap tindakan pesaing
tertentu. Ada beberapa kemungkinan mereka
bersikap seperti itu ; mungkin merasa
pelanggan mereka setia; mungkin mereka
memerah bisnis tsb; mungkin mereka lambat
dalam mengamati pergerakan; mungkin
mereka kekurangan dana untuk melakukan
reaksi.
2. Pesaing Selektif
Pesaing dapat bereaksi hanya pada jenis
serangan tertentu dan tidak pada serangan
lain. Misalnya ia bereaksi terhadap
potongan harga untuk mengisyaratkan
bahwa hal tsb menandakan kegagalan
mereka. Tetapi ia mungkin tidak bereaksi
terhadap peningkatan pengeluaran iklan,
karena yakin mereka kurang memberikan
ancaman.
3. Pesaing Harimau
Perusahaan ini bereaksi dengan gesit dan
kuat terhadap setiap serangan dalam
wilayahnya.
4. Pesaing Stokastik
Beberapa pesaing mungkin tidak
menunjukkan pola reaksi yang dapat
diduga. Pesaing-pesaing tsb mungkin atau
mungkin tidak membalas kejadian tertentu.