Anda di halaman 1dari 44

Emy Rianti,S.Kep dkk.

2010 Buku Ajar


Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Definisi
Epi : pada/tentang

Logos :
ilmu epidemiologi

Demos : penduduk
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Last (2001) : studi yg mempelajari distribusi


dan determinan penyakit dan keadaan
kesehatan pada populasi serta
penerapannya untuk pengendalian masalah
kesehatan

Azwar (1995) : ilmu yg mempelajari ttg


frekuensi dan penyebaran masalah
kesehatan pada sekelompok manusia serta
faktor yang mempengaruhinya
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 ASPEK EPIDEMIOLOGI

Agent

Host Lingkungan

Hasyimi, Muhammad.2012. Epidemiologi Kebidanan


Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

A. Agen Penyakit

• Berupa benda hidup (biotic) atau tidak hidup


(abiotic) dan faktor mekanis. Bahkan kadang-
kadang penyebab (agent) tertentu tidak dikteahui
jenisnya
• Berdasarkan sifat dapat diklasifikasikan menjadi 5
kelompok:
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Agen biologis Agen nutiren

Agen fisik

Agen kimiawi Agen mekanis


Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

• Karakteristik agent:
1.Infektivitas
2.Patogenitas
3.Virulen
4.Invasitas
5.antigenitas
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

B.Host

• Yang dimaksudkan oleh host yaitu manusia


• Faktor manusia sangat kompleks dalam proses
terjadinya penyakit dan tergantung karakteristik
yang dimiliki oleh masing-masing individu
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

• Karakteristiknya adalah:

1.Umur : adanya perbedaan jenis penyakit yang


diderita
2.Jenis kelamin : mempunyai fenomena frekuensi
penyakit pada pria lebih tinggi dibandingkan
dengan wanita
3.Ras/suku bangsa : berkaitan dengan
perkembangan adat istiadat dan kebudayaan
setempat
4.Genetik : beberapa penyakit diturunkan secara
herediter
5.Pekerjaan : status pekerjaan mempunyai
hubungan erat dengan penyakit akibat
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

6.Nutirisi/makanan : gizi jelek mempermudah


seseorang menderita penyakit infeksi
7.Status kelelahan : reaksi tubuh terhadap
penyakit tergantung dari status kekebalan yang
dimiliki sebelumnya
8.Adat istiadat : beberapa adat istiadat dari
wilayahnya dapat menimbulkan penyakit
9.Gaya hidup : wanita yang mempunyai gaya
hidup seperti minum alkohol dapat
menimbulkan gangguan kesehatan
10. Psikis : faktor kejiwaan seperti stress dapat
menimbulkan penyakit hipertensi
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

C.Lingkungan

• Lingkungan hidup manusia pada dasarnya terjadi


dari dua bagian, yaitu lingkungan hidup internal
berupa keaan yang dinamis dan seimbang yang
disebut homeostasis,
• Lingkungan hidup eksternal diliuar tubuh manusia
terdiri dari:
1. Lingkungan fisik
2. Lingkungan biologis
3. Lingkungan sosial
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Prinsip
 Subjek dan objek : masalah kesehatan

 Masalah kesehatan  masalah kesehatan


manusia
 Merumuskan penyebab masalah kesehatan
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Pengukuran dan kejadian penyakit


Proporsi

 Bilangan pecahan yg pembilangnya merupakan bagian dari


penyebut

 Sering dinyatakan dalam %

 Tidak mempunyai unit ukuran/dimensi

 Rentangnya antara 0<p<1


Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Contoh :
Proposal ibu hamil anemia = Jumlah ibu hamil anemia
xk
Jumlah ibu hamil seluruhnya

Ket :
K = konstanta,bila konstanta adl 100,disebut
presentase
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Rate

 Digunakan utk menyatakan dinamika dan kecepatan


kejadian tertentu

 Pembilang dan penyebut mempunyai unit yg berbeda

 Satuan pengukuran : per satuan waktu

 Rentang : 0 < rate < ∞


Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Contoh :

Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Prevalence

 Jumlah kasus baru dan lama pada suatu jangka


waktu tertentu
 Cukup dihitung sekali sajakrosseksional

 2 macam :

 Point prevalence

 Period prevalence
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Kasus prevalence :

 Setiap kasus yg ditemui pada saat pengukuran akan


dihitung sedangkan yang sudah sembuh dan meninggal
tidak dihitung lagi.

 Perencanaan kebutuhan fasilitas tenaga dan


pemberantasan penyakit
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Incidence

 Kasus baru—perubahan status sehat menjadi sakit yg


terjadi dalam periode waktu tertentu

 Dibedakan menjadi 2

 Incidence rate---potensi utk berubah dari status suatu


penyakit atau masalah kesehatan tertentu di dalam
populasi per satuan waktu

 Incidence risk---peluang seorang anggota populasi utk


mengalami suatu penyakit dalam periode tertentu
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Kasus incidence

 Memperhitungkan status dari bukan kasus


menjadi kasus
 Contoh : (dari sehat menjadi sakit,dari bukan
metastase menjadi metastase)
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Ratio

 Pecahan yg pembilangnya tdk termasuk di dalam penyebut

 2 rasio

 Yg mempunyai pengukuran

 Yg tdk mempunyai pengukuran

 Rentang : 0<ratio<∞
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Contoh :

jumlah penduduk pria


 Sex ratio = xk
jumlah penduduk wanita
• Ratio yg mempunyai ukuran : ratio
jumlah tempat tidur rs per 100.000 orang
di dalam populasi
• Ratio yg tidak mempunyai ukuran :
perbandingan antara 2 proporsi/rate.
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Studi epidemiologi

Deskriptif Analitik

observasio eksperiment
populasi Individu
nal al
-Case
-cross
-Studi series sectional
-Clinical trial
ekologi -field trial
-Case -case -community
-Time series report control interventional
-cross -cohort trial
study
sectional
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Epidemiologi deskriptif
 Bertujuan mendeskripsikan distribusi, pola
kecenderungan, riwayat alamiah dan dampak penyakit
menurut karakteristik Orang, tempat dan waktu .

 Manfaat utama :

 1. Memberikan masukan untuk perencanaan dan alokasi


sumber daya kesehatan

 2. Memberi petunjuk awal untuk merumuskan hypotesis


bahwa paparan adalah faktor risiko penyakit

 
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Contoh : banyak penderita TBC di daerah Sulawesi


Selatan adalah 25.000 lelaki pada tahun 1992.
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Studi ekologis : penelitian hubungan antara 2 variabel


pada situasi atau sekelompol subjek.

 Untuk mengetahui korelasi antara suatu variabel dgn


variabel lain

 Secara sederhana,melihat skor/nilai rata-rata dari


variabel yg satu skor rata-rata dari variabel rata-rata
yg lain
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Laporan kasus : Meneliti permasalahan melalui kasus


yg terdiri dari unit tunggal

 Kasus seri : lebih dari satu atau beberapa laporan kasus

 Laporan kasus dan kasus seri tidak dapat menilai hub


sebab akibat,namun membuahkan penemuan penyakit
baru

 Contoh : Flu burung,sampai saat ini masih jarang dan


masih sedikit informasi gambaran etiologi dari penyakit
tsb
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Studi kros-seksional

 Disebut survei sampel,sering digunakan utk


memperkirakan prevalensi penyakit atau faktor resiko
di suatu populasi

 Keunggulan : penyelesaian pengumpulan data yg


cepat dan efisien,tetapi penalaran hub sebab akibat
sulit
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Epidemiologi analitik

 Bertujuan :

 1. menjelaskan faktor risiko penyakit

 2. memprediksi kejadian penyakit

 3. memberikan saran strategi efektif utk


pengendalian penyakit

 Prinsip : membandingkan risiko terkena penyakit


antara 2 atau lebih kel dgn menggunakan desain studi
dan analisis memungkinkan pengujian hipotesa kausal
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

1.Studi Observasional

 A.kros-seksional :
 dilakukan secara sepintas (snapshot) atau
pemotretan sesaat.
 Situasi atau keadaan yg ada pada saat itu saja
 B.Case Control
 Dimulai dengan memilih kasus dan kontrol
 Arah penyelidikan adalah ke belakang dari
penyakit menuju pajanan atua determinan
 Biasanya utk penyakit yg prevalensinya jarang
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Arah case control


Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 C. Studi Kohor

 subyek penelitian diikuti sejak mereka


semua masih terbebas dari penyakit yg
diteliti
 Masing-masing kelompok diikuti utk
mengetahui apakah muncul outcome berupa
penyakit
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

2.Studi Eksperimental

 Dilakukan dgn cara membagi subyek


penelitian dlm kelompok yg mendapat
perlakuan dan yg tdk mendapat perlakuan.
 Dasar pengelompokan sbg kelompok
perlakuan dilakukan teknik randomisasi (RCT)
 Biasanya digunakan utk evalasi program
preventif terapi yg baru
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Screening

 Penerapan tes terhadap orang yang tidak


menunjukkan gejala dgn tujuan mengelompokkan
mereka ke dlm kelompok yg mungkin menderita
penyakit tertentu
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Prinsip screening

 Tes cukup sensitif dan spesifik

 Tes dapat diterima oleh masyarakat,aman,tidak


berbahaya,murah

 Penyakit yg akan di screening merupakan masalah yg


cukup serius,prevalensi tinggi,dan masalah kesehatan
masyarakat

 Kebijakan pengobatan yg akan dilakukan setelah


screening harus jelas
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Validitas (ketepatan)

 Kemampuan dari suatu tes utk menentukan individu


mana yg benar’’ menderita penyakit dan individu
mana yg tidak menderita penyakit

 Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan


alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang
hendak diukur
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Contoh :
LILA BBLR TOTAL

YA
TIDAK
<23,5 CM 19 (A) 182 (B) 201 (A+B)
>23,5CM 2(C) 419 (D) 421 (C+D)
622
601 (B
TOTAL 21 (A+C) (A+B+C+D
+ D)
)
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Reliabilitas (keterandalan)

 Indeks yang menunjukkan sejuh mana suatu alat


pengukur dapat diandalkan.

 Hasil yg konsisten,bila pemeriksaan dilakukan lebih


dari satu kali,pd individu yg sama dan pada kondisi yg
sama

 Perhitungan reliabilitas hanya bisa dilakukan jika


kuisioner tersebut sudah valid
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

Macam-macam screening

 Mass screening

 Screening yg dilakukan pada seluruh populasi

 Misal : mass X-ray survey atau blood pressure


screening pd seluruh masyarakat yg berkunjung ke
puskesmas
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Selective screening :

 Hanya dilakukan pd populasi tertentu,dgn target


populasi berdasarkan rasio tertentu

 Misal : pap’s smear screening pd wanita usia >40


tahun utk mendeteksi ca cervix
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Single disease screening

 Hanya dilakukan untuk satu penyakit

 Contoh : screening terhadap penyakit TBC

 Jadi lebih tertuju pada jenis penyakitnya


Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Multiphasic screening

 Utk beberapa penyakit pada suatu kunjungan


tertentu

 Sangat sederhana,mudah,murah,diterima secara


luas

 Contoh : pemeriksaan ca. disertai pemeriksaan


tekanan darah,gula darah,dll
Emy Rianti,S.Kep dkk.2010 Buku Ajar
Epidemiologi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media

 Case finding

 Salah satu langkah penanggulangan keadaan wabah


dimana utk menemukan sumber penularan dan
mencari adanya kasus baru di masyarakat