Anda di halaman 1dari 28

UMN DAN LMN

dr. Fathia Annis Pramesti, SpS, MBiomed


CEREBRUM
Terdiri dari 2 hemisfer kanan-kiri
dipisahkan oleh sulcus sagitalis
Tiap hemisfer terdiri dari 4 lobus utama
frontal
parietal
temporal
occipital
1.
CEREBRUM
Sulcus lateralis sylvii
 batas lobus temporalis dg
lobus frontalis dan 2
parietalis
2. Sulcus sentralis rolandi 3
 batas frontal dan parietal 1
3. Sulcus parietooccipital 4
 parietal – occipital
4. Sulcus calcarina
 occipital-temporal
CEREBRUM (MEDIAL VIEW)
CEREBRUM (BASAL VIEW)
AREA BRODMANN
Area penting pada tiap lobus
 Frontal
 4: motorik
 6; premotorik (lintasan ekstrapiramidal)
 8: gaze
 44.45: broca
 parietal
 1,2,3: sensorik utama
 Temporal
 22: Wernicke
 41: auditory primer
 42: auditory asosiasi
 Occipital
 17: visual primer
 18,19: visual asosiasi
AREA PENTING PADA TIAP
LOBUS
HOMONKULUS
Daerah di korteks yang
menggambarkan fungsi di perifer
Homonkulus motorik dan sensorik
polanya mirip
HOMONKULUS MOTORIK
HOMONKULUS SENSORIK
AREA FUNGSIONAL PADA
OTAK
CEREBRAL WHITE MATTER
Terdiri dari serabut-serabut
Proyeksi
menghubungan ke struktur bawah yg jauh misalnya
kortikobulbar
Komisural
menghubungkan 2 area identik pada kedua hemisfer
(komisura anterior, corp calosum)
Asosiasi
menghubungkan dua area dalam satu hemisfer
CEREBRAL WHITE MATTER
• Proyeksi • Asosiasi
• kortiko • pendek: U fiber
bulbaris • panjang
• thalamokortik • fasikulus
al arcuatus
• fasikulus
• kortikocerebell uncinatus
ar dll • fasikulus
• Komisural longitudinalis
• komisura superior
anterior • fasikulus
ocipitofrontalis
• korpus (cingulum)
CEREBRAL WHITE MATTER
CEREBRAL WHITE MATTER
CEREBRAL WHITE MATTER
ASPEK KLINIS DARI
CEREBRAL WHITE MATTER
lesi pada substansia alba akan
memberikan gejala sesuai dengan fungsi
serabutnya misal bila terkena jaras
kortikospinal  hemiparesis
kena corpus calosum  callosal sindrom
(split brain)
kena fasikulus arcuatus  afasia konduksi
dll
SISTEM MOTORIK
 Terdapat multiple area yang terlibat dalam control motoric
 Bagian dari system saraf pusat yang mengatur gerakan dari otot, meliputi

- motor area pada cortex


- basal ganglia (meliputi substansia nigra dan nucleus
subthalamicus)
- cerebellum
- nucleus-nucleus pada batang otak
- nucleus-nucleus motoric pada nervus cranialis
- medulla spinalis
AKTIVITAS MOTORIK
 Voluntary motor control
Terdiri dari :
- direct voluntary pathway
untuk mengontrol gerakan motoric (meliputi serabut
kortikobulbar menuju nervus cranialis, serabut corticospinal
yang jarasnya berlanjut sampai medulla spinalis)
- indirect voluntary pathway
untuk mengontrol gerakan dari persendian proksimal dan axial
musculature
 Nonvoluntary motor regulation
- mengatur penyesuaian tubuh terhadap perubahan
keseimbangan dan gravitasi serta input visual dan juga mengontrol
tonus otot dan reflek tendon dalam dan reflek regang otot
JARAS MOTORIK
 Jaras motoric disebut jalur descending karena dimulai dari cortex atau batang
otak dan mempengaruhi sel-sel neuron motoric dibagian lebih bawah dari
neuraxis, baik itu di batang otak maupun di medulla spinalis
 Dibagi menjadi 2

- Upper Motor Neuron (UMN)


Jaras saraf mulai dari cortax motoric cerebrum sampai cornu
anterior medulla spinalis
Kerusakan : paralisa spastik
- Lower Motor Neuron (LMN)
Jaras saraf mulai dari cornu anterior medulla spinalis smapai ke
efektor
Kerusakan : paralisa flacid (layuh)
JARAS CORTICOSPINAL
(SYSTEM PYRAMIDAL)
 Merupakan jaras yang menghubungkan antara cortex
dan medulla spinalis yang merupakan jaras paling
penting pada control gerakan motoric yang disadari
 Jaras ini sebagian besar berasal dari area motoric
pada cortex yaitu area 4 dan 6 --> white matter 
limb posterior capsula interna  midbrain dan pons
 medulla oblongata  90% menyilang di
decussation piramidalis dan membentuk jaras
corticospinal lateralis pada medulla spinalis
JARAS CORTICOSPINAL
JARAS
CORTICOSPINAL
JARAS EXTRAPYRAMIDAL
 Merupakan jaras yang mengatur gerakan motoric halus
 Meliputi komponen-komponen dari ganglia basalis,
dimana nuclei utamanya adalah nucleus caudatus,
putamen dan globus palidus yang semuanya terletak di
substansia alba subcorticalis telencephalic
 Nuclei tersebut memberikan efek inhibitorik dan
eksitatorik pada cortex motoric.
 Struktur ini memiliki peran penting pada inisiasi dan
modulasi pergerakan serta control pada tonus otot
JARAS LANGSUNG DAN
TIDAK LANGSUNG GANGLIA
BASALIS
KARAKTERISTIK LESI UMN
 Paralisis spastik
 Hipertonus
 Hiperreflek
 Reflek patologis +
 Pada lesi myelum : kelainan sensoris bersifat segmental
KARAKTERISTIK LESI LMN
 Paralisis flacid
 Hipotonus
 Hiporeflek
 Reflek patologis –
 Atrofi +
 Fasikulasi +
Terima kasih
Semoga bermanfaat