Anda di halaman 1dari 60

PENDEKATAN DALAM

PENELITIAN KUALITATIF

RESTU RAHMAWATI, MA
CASE STUDY

Serangkaian
kegiatan
mempelajari
Kejadian sesuatu; hasil
penelitian;
sesuatu; mencurahkan
Serangkaian waktu dan
kenyataan- perhatian untuk
mempelajari
kenyataan sesuatu;
memeriksa
dengan seksama
Kegiatan yang dilakukan dengan sungguh-
sungguh dengan penuh perhatian terhadap
sesuatu fenomena aktual yang menjadi fokus
perhatian
 Susilo Rahardjo & Gudnanto (2011: 250) studi kasus
adalah  suatu metode untuk memahami individu yang
dilakukan secara integrative dan komprehensif agar
diperoleh pemahaman yang mendalam tentang
individu tersebut beserta masalah yang dihadapinya
dengan tujuan masalahnya dapat terselesaikan dan
memperoleh perkembangan diri yang baik.

 Bimo Walgito (2010: 92) studi kasus merupakan suatu


metode untuk menyelidiki atau mempelajari suatu
kejadian mengenai perseorangan (riwayat hidup).
 Pada metode studi kasus ini diperlukan banyak
informasi guna mendapatkan bahan-bahan yang agak
luas. Metode ini merupakan integrasi dari data yang
diperoleh dengan metode lain.
Pendapat Pollit & Hungler (1999) memperjelas
lagi tentang esensi studi kasus:”…

1. Membutuhkan analisis yang intensif,


2. fokus studi kasus khususnya adalah pada penentuan
dinamika mengapa seseorang berpikir, berperilaku,
atau mengembangkan diri dan bukan pada apa
statusnya, kemajuannya, tindakannya atau pikirannya.
3. Studi kasus dirancang untuk memperjelas detail dari
sudut pandang partisipan melalui multi sumber yang
mungkin
4. Dalam studi kasus yang menjadi pusat adalah kasus
itu sendiri.
KELEBIHAN STUDI KASUS
 Analisis intensif yang dilewatkan tidak dilakukan oleh metode lain

 Menghasilkan ilmu pengetahuan pada kasus khusus

 Cara yang tepat untuk mengeksplorasi fenomena yang belum


secara detail diteliti

 Sering menghasilkan kesadaran pengetahuan baru

 Informasi yang dihasilkan dalam suatu studi kasus dapat sangat


bermanfaat dalam menghasilkan hipotesis yang diuji lebih ketat,
rinci, dan seteliti mungkin pada penelitian berikutnya. Studi kasus
yang bagus (well designed) merupakan sumber informasi deskriptif
yang baik dan dapat digunakan sebagai bukti untuk suatu
pengembangan teori atau menyanggah teori (Burns & Grove, 1997).
Data- data diperoleh dari
dokumen-dokumen, arsip (baik
digital maupun konvensional: pen),
wawancara, observasi langsung,
observasi partisipatif, dan artefak
fisik (Yin, 1994).
ETNOGRAFI

ETHOS GRAPHEIN

BANGSA / TULISAN /
SUKU URAIAN
BANGSA
Etnografi adalah kajian
tentang kehidupan dan
kebudayaan suatu
masyarakat atau etnik,
misalnya tentang adat-
istiadat, kebiasaan, hukum,
seni, religi, bahasa. Bidang
kajian vang sangat
berdekatan dengan
etnografi adalah etnologi,
yaitu kajian perbandingan
tentang kebudayaan dari
berbagai masyarakat atau
kelompok (Richards
dkk.,1985).
SEJARAH ETNOGRAFI

Sebelum tahun 1800 an


Etnografi yang akarnya antropologi pada
dasarnya merupakan kegiatan peneliti untuk
memahami cara orang-orang berinteraksi dan
bekerjasama melalui fenomena teramati
kehidupan sehari-hari.

Etnogarafi adalah pelukisan yang sistematis


dan analisis suatu kebudayaan kelompok,
masyarakat atau suku bangsa yang dihimpun
dari lapangan dalam kurun waktu yang sama.
 Studi yang dalam pengumpulan datanya,
peneliti hidup dan bekerja di dalam
masyarakat atau situasi sosial yang
ditelitinya.
 Peneliti, biasanya, melibatkan diri sedalam
mungkin dalam setiap aktivitas sosial yang
sedang diamatinya.
 Contoh: The Religion Of Java (Clifford Geertz
Penelitian etnografi juga merupakan kegiatan
pengumpulan bahan keterangan atau data yang
dilakukan secara sistematik mengenai cara hidup
serta berbagai aktivitas sosial dan berbagai benda
kebudayaan dari suatu masyarakat.

Berbagai peristiwa dan kejadian unik dari komunitas


budaya akan menarik perhatian peneliti etnografi.

Peneliti justru lebih banyak belajar dari pemilik


kebudayaan, dan sangat respek pada cara mereka
belajar tentang budaya. Itulah sebabnya
pengamatan terlibat menjadi penting dalam
aktivitas penelitian.
GROUNDED RESEARCH
 METODE UNTUK MENGUNGKAP DAN
MENEMUKAN TEORI, KONSEP,
HIPOTESA, DAN PROPOSISI LANGSUNG
DARI DATA
 PENELITIAN YANG DITUJUKAN UNTUK
MENGEMBANGKAN DAN MEMBENTUK
TEORI
 CONTOH: SUICIDE (EMILE DURKHEIM,
1897); THE PROTESTANT ETHIC AND THE
SPIRIT OF CAPITALISM (MAX WEBER,
1905)
ANALISIS WACANA / DISCOURSE ANALYSIS

 ADALAH STUDI TERHADAP TEKS


DOKUMENTATIF YANG DALAM BAHASA
MICHEL FOUCAULT DISEBUT ARKEOLOGI
 DALAM ANALISIS TERHADAP DOKUMEN,
STUDI INI TIDAK MENCARI ‘PEMAHAMAN’
(UNDERSTANDING) SEBAGAIMANA
DILAKUKAN OLEH AHLI HERMENEUTIK
MELAINKAN
 MENEMUKAN ELEMEN-ELEMENNYA, DAN
MENDESKRIPSIKAN HUBUNGAN-
HUBUNGANNYA.
Discourse analysis adalah cara atau metode
utk mengkaji wacana atau discourse yang
ada atau terkandung dalam pesan-pesan
komunikasi baik itu secara tekstual ataupun
kontekstual

Analisis wacana pada umumnya menarget


language use atau bahasa yang digunakan
sehari-hari, baik yang berupa teks lisan
maupun tertulis, sebagai objek kajian atau
penelitiannya.
Jadi objek kajian atau penelitian analisis wacana adalah unit bahasa di
atas kalimat atau ujaran yang memiliki kesatuan dan konteks, bisa
berupa naskah pidato, rekaman percakapan yang telah dinaskahkan,
percakapan langsung, catatan rapat, debat, ceramah atau dakwah
agama dsb. yang tidak artifisial dan memang eksis dalam kehidupan
sehari-hari.

Berbeda dengan analisis kebahasan biasa, analisis wacana tidak bisa


disempitkan sebagai analisis lapisan atau kulit luar penggunaan
bahasa, sekalipun banyak peneliti yang terjebak dalam kajian yang
dangkal. Analisis wacana seharusnya menelusuri lebih jauh (beyond)
ke dalam unit bahasa tersebut guna mengungkap hal-hal yang tidak
tampak oleh analisis kebahasaan atau analisis gramatika biasa.
Jenis-Jenis Analisis Wacana
Dengan melihat posisi dari peneliti dalam perspektif kritis,
analisis wacana dapat diklasifikasikan menjadi beberapa
bagian. Bertolak dengan cara tersebut maka analisis wacana
dalam kajian komunikasi terbagi menjadi 4 jenis, yakni:

Wacana Respresentasi
Wacana Respresentasi (discourse of representation)
adalah jenis wacana ini bersifat positivistik modernisme.
Peneliti terpisah dari objek yang diteliti dan mempersepsi
objek serta membuat representasi realitas dalam bentuk
pengungkapan bahasa dan tidak bersifat kritikal.

Wacana Pemahaman
Wacana pemahaman atau wacana interpretif (discourse
of postmodernism) adalah jenis wacana ini bersifat
interpretive modernism. Antara peneliti dengan objek atau
realitas yang diteliti tidak terpisah. Realitas didefiniskan oleh
peneliti melalui interaksi antara yang mengetahui subjek
penelitian atau informan dengan pengetahuan terutama dari
sumber-sumber literatur. Peneliti menstruktur observasi yang
diketahui atau realitas dan tidak bersifat kritikal.
Wacana Keragu-raguan
Wacana keragu-raguan (discourse of suspicion) adalah jenis
wacana ini bersifat struktural dan critical modernism. Peneliti
mengkonstruksi realitas berdasarkan frame social arrangement dan
bersifat kritikal.
Wacana Posmodernisme
Wacana posmodernisme (discourse of posmodernisme) adalah
jenis wacana yang bersifat poststructural dengan menolak segala social
arrangement dan bersifat kritikal.

Berikut ini adalah contoh analisis wacana:


Wacana
Kursi mewah yang banyak dipakai di hotel, vila, dan rumah-rumah
mewah di luar negeri itu ternyata berasal dari Cirebon. Barang itu
merupakan hasil karya tangan dan jiwa seni anak-anak desa di daerah
Cirebon. Dengan alat sederhana, para pengrajin memotong-motong
rotan. Kemudian, menciptakan berbagai bentuk kursi dan meja. Setelah
kerangka itu diamplas, lalu dipasang anyaman pengganti rotan yang
terbuat dari kertas semen. Kertas semen itu dipilin-pilin menjadi seutas
tali, lalu dianyam. Tali itu dianyam dengan mesin pada kawat yang
telah dibungkus kertas semen. Dengan demikian, terbentuklah
anyaman tali kertas seperti lembaran kertas yang disebut loom. Bahan
baku berupa lembaran anyaman kertas ini masih didatangkan dari
Eropa.
Analisis
Jenis
Wacana tersebut adalah wacana tulis karena merupakan wacana yang
diwujudkan pada bahasa tulis, selain itu untuk menerima dan memahami
isinya kita harus membacanya.
Ditinjau dari cara penyusunan isi dan sifatnya, wacana di atas merupakan
wacana deskriptif, karena pada dasarnya berupa rangkaian tuturan yang
memaparkan atau melukiskan sesuatu, baik berdasarkan pengalaman
maupun pengetahuan penuturnya. Wacana di atas adalah wacana yang
mendeskripsikan tentang cara pembuatan kursi mewah.
Konteks
1. Kursi mewah yang banyak di pakai di hotel, vila, dan rumah-rumah
mewah di luar negeri itu ternyata berasal dari Cirebon
2. Barang itu merupakan hasil karya tangan dan jiwa seni anak-anak desa
di daerah Cirebon.
Pada (2) ujaran barang yang merupakan hasil karya tangan dan jiwa seni
anak-anak di daerah Cirebon dimaksudkan adalah kursi mewah karena
ujaran itu dirangkaikan oleh penghubung dari ujaran sebelumnya. Kata
barang pada (2) menjelaskan bahwa ujaran adalah hasil karya tangan dan
jiwa seni anak-anak desa di daerah Cirebon yang dimaksudkan adalah kursi
mewah.
Topik, Tema dan Judul
•Topik wacana yaitu tentang Kursi Mewah
•Judul wacana yaitu Cara Pembuatan Kursi Mewah
ANALISIS SEMIOTIKA

 STUDI TENTANG SISTEM TANDA, BAIK


TANDA YANG MUNCUL DALAM BAHASA,
LITERATUR, DAN ATAU ARTEFAK.
 SALAH SATU KONSEP YANG DIKENAL:
SIGNIFIER – BENDA, KATA, GAMBAR
SIGNIFIED – GAMBARAN MENTAL ATAU
MAKNA YANG DIINDIKASIKAN OLEH
SIGNIFIER
Ferdinand deSaussure mendefinisikan
‘semiotika’ (semiotics) di dalam Course in
General Linguistics, sebagai “ilmu yang
mengkaji tentang peran tanda sebagai bagian
dari kehidupan sosial”. (Fiske, 1990:15).
SISTEM TANDA SISTEM SOSIAL

Pemilihan, pengombinasian, dan


penggunaan tanda-tanda dengan
cara tertentu, sehingga ia
mempunyai makna dan nilai sosial
 Semiotika mempelajari relasi elemen-elemen tanda di
dalam sebuah sistem berdasarkan aturan main dan
konvensi tertentu, serta mengkaji peran tanda sebagai
bagian dari kehidupan sosial.
 Semiotika teks adalah cabang semiotika, yang secara
khusus mengkaji teks dalam berbagai bentuk dan
tingkatannya.
 Analisis teks adalah cabang dari semiotika teks, yang
secara khusus mengkaji teks sebagai sebuah ‘produk
penggunaan bahasa’ berupa kumpulan atau kombinasi
tanda-tanda.
 Teks didefinisikan sebagai pesan-pesan—baik yang
menggunakan tanda verbal maupun visual; dan secara
lebih spesifik, ia adalah pesan-pesan tertulis, yaitu
produk bahasa dalam bentuk tulisan.
 Tanda merupakan bagian dari kehidupan sosial. Melalui
konvensi sosial, ia menjadi punya makna dan nilai sosial.
SEMIOTIKA MENURUT SAUSSURE

SIGNIFIER SIGNIFIED
(Bidang (petanda):
Penanda): konsep atau
Bentuk atau makna
ekspresi
TANDA MENURUT CHARLES SANDER PEIRCE

INDEKS
Indeks adalah
tanda di mana SIMBOL
hubungan IKON Simbol adalah
penanda Ikon adalah tanda yang
(signifier) dan tanda di mana hubungan
petanda hubungan penanda dan
(signified) di antara petandanya
dalamnya penanda dan bersifat
bersifat kausal, petandanya arbitrer(memb
seperti bersifat uka peluang
hubungan keserupaan berbagai
antara asap makna atau
dan api; konvensional
Analisis teks beroperasi pada dua jenjang:
 Pertama, analisis tanda secara individual, seperti jenis tanda,
mekanisme atau struktur tanda, dan makna tanda secara
individual.
 Kedua, analisis tanda sebagai sebuah kelompok atau kombinasi,
yaitu kumpulan tanda-tanda yang membentuk apa yang disebut
sebagai ‘teks’.
 Analisis teks, menurut Roland Barthes, akan menghasilkan makna
denotatif, yakni makna Denotasi’ adalah tingkat pertandaan yang
menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda, atau antara
tanda dan rujukannya pada realitas, yang menghasilkan makna
yang eksplisit, langsung, dan pasti. Denotasi adalah tingkatan
pertandaan yang paling konvensional di dalam masyarakat, yaitu
elemen-elemen tanda yang maknanya cenderung disepakati secara
sosial dan makna konotatif, yaitu makna tanda lapis kedua yang
bersifat implisit
 Di dalam semiotika dikenal setidak-tidaknya
empat dimensi makna, yaitu:
 Struktural

 Kontekstual,

 Denotatif,

 Konotatif,
SEMIOTIKA MENURUT BARTHES
Two orders of signification (signifikasi dua tahap atau dua
tatanan pertandaan) Barthes terdiri dari first order of
signification yaitu denotasi, dan second orders of
signification yaitu konotasi. Tatanan yang pertama
mencakup penanda dan petanda yang berbentuk tanda.
Tanda inilah yang disebut makna denotasi.

Denotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan


hubungan antara tanda dan rujukan pada realitas, yang
menghasilkan makna yang eksplisit, langsung, dan pasti.
Sedangkan konotasi adalah tingkat pertandaan yang
menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda, yang
di dalamnya beroperasi makna yang bersifat implisit dan
tersembunyi.
TEORI DALAM SEMIOTIKA

1. SEMIOTIK PRAGMATIK
2. SEMIOTIK SINTAKSIS
3. SEMIOTIK SEMANTIK
TAHAPAN DALAM ANALISIS WACANA

1. Definisikan objek analisis


2. Mengumpulkan teks atau corpus
3. Jelaskan teks “ikon identifikasi”
4. Tafsirkan teks
5. Jelaskan kode-kode kultural
6. Buat generalisasi
7. Buat kesimpulan dengan
menghubungkan hipotesa
ETHNOMETODOLOGI
 Etnometodologi sebagai sebuah cabang studi
sosiologi berurusan dengan pengungkapan
realitas dunia kehidupan (lebenswelt) dari
individu atau masyarakat.

 Etnometodologi diciptakan oleh Harold Garfinkel


di akhir tahun 1940-an tetapi baru menjadi
sistematis setelah diterbitkan karyanya yang
berjudul Studies in Ethnomethodology pada tahun
1967.
Etnometodologi berasal dari bahasa Yunani.

Etno = etnis
Metodologi = cara, prinsip, prosedur

Etnometodologi adalah suatu cara, prinsip,


prosedur suatu etnis dalam memahami,
menafsirkan, dan menyikapi, hal-hal sosial
dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
 Etnometodologi menurut Heritage adalah
kumpulan pengetahuan berdasarkan akal sehat
dan rangkaian prosedur dan pertimbangan
(metode) yang dengannya masyarakat biasa
dapat memahami, mencari tahu dan bertindak
berdasarkan situasi dimana mereka
menemukan dirinya sendiri.

 Istilah etnometodologi yang berakar pada


bahasa Yunani berarti “metode” yang
digunakan orang dalam menyelesaikan
masalah kehidupan sehari-hari.
1) Terjadi asas reciprocal (bolak-balik) dalam rangka menyetarakan pengertian
antara peneliti dan aktor sosial yang terlibat, sehingga dapat dikatakan bahwa
kebenaran yang saya anut adalah kebenaran yang dianut oleh orang lain.
2) Objektivitas dan ketidakraguan dari apa yang tampak, misalnya seperti dunia
atau lingkungan atau kenyataan, adalah yang tampak terjadi.
3) Adanya proses yang sama, dalam arti bilamana hal itu terjadi disuatu tempat
dan suatu waktu, maka hal itu akan dapat terjadi pada tempat dan waktu
yang lain.
4) Pengetahuan umum yang masuk akal adalah sangat jelas, sebagaimana orang
lain juga mengetahui.
5) Adanya proses indexicality (daftar istilah). Masyarakat memiliki
perbendaharaan pengetahuan lokal yang telah diketahui sebelumnya dan
dapat mengacu pada indeks lain yang juga telah ada. Peneliti harus
memahami proses tersebut untuk dapat memiliki pengetahuan yang lebih
luas.
6) Adanya proses reflectivity, sebagai gambaran tentang arti. Suatu interpretasi
terhadap situasi yang terdapat secara umum sehingga tidak perlu dijelaskan
lagi.
7) Untuk mendapatkan kebenaran peneliti tidak boleh sampai menyakitkan
masyarakat. Untuk itu, tidak diperbolehkan adanya pemaksaan kepada lawan
bicara atau narasumber dalam rangka untuk mendapatkan pembuktian yang
jelas.
Etnometodologi menekankan bahwa realitas sosial
dan organisasi sosial merupakan hasil agen-agen
yang telah ada sebelumnya, yang mengarahkan
tindakan mereka dengan menggunakan alasan
pengetahuan umum yang telah ada.
FENOMENOLOGI

 Studi yang ditujukan untuk mengungkap proses


interpretasi yang dilakukan oleh manusia dalam
kehidupan sehari-hari.
 Tindakan manusia – ucapan dan segala sesuatu
yang dilakukan/dikerjakan – merupakan hasil dari
bagaimana ia mendefinisikan dunia di sekitarnya.
Salah satu gagasan terpenting dari paradigma
fenomenologi yang menjadi landasan
pemikiran dalam penelitian kualitatif adalah
gagasan tentang bagaimana seharusnya
peneliti didalam memandang realitas sosial,
fakta sosial atau fenomena sosial yang
menjadi masalah didalam penelitian.

Menurut paradigma fenomenologi bahwa


realitas itu tidak semata-mata bersifat tunggal,
objektif, terukur (measurable ), dan dapat
ditangkap oleh pancaindera sebagaimana
pandangan dari paradigma positivisme.
BIOGRAFI
 Studi yang ditujukan untuk
mengungkap sejarah hidup seseorang.
 Tulisan mengenai kehidupan seorang
individu.
 Model: LIFE HISTORY

 Contoh: AN INSIDER’S VIEW OF MENTAL


RETARDATION (Robert Bogdan &
StevenTaylor)
PARTISIPATORY ACTION RESEARCH
(PAR)

 Pada dasarnya Participation Action Research


(PAR) adalah penelitian yang melibatkan semua
pihak yang relevan dalam meneliti secara aktif
bersama-sama tindakan saat ini ( yang mereka
alami sebagai bermasalah ) dalam rangka untuk
mengubah dan memperbaikinya.
 Kurt Lewin, sebagai pencetus awal terminologi
“Action Research”, seperti dikutip oleh Abdullah
Faishol, Lewin mengartikan bahwa riset untuk
perubahan adalah proses spiral yang meliputi:
1) perencanaan tindakan yang melibatkan
investigasi yang cermat;
2) pelaksanaan tindakan;

3) Penemuan fakta fakta tentang hasil dari


tindakan, dan
4) Penemuan makna baru dari pengalaman
sosial.
PAR terdiri dari tiga kata yang selalu
berhubungan seperti daur (siklus), yaitu
partisipasi, riset, dan aksi. Artinya hasil riset
yang telah dilakukan secara partisipatif
kemudian diimplementasikan ke dalam aksi.
Aksi yang didasarkan pada riset partisipatif
yang benar akan menjadi tepat sasaran