Anda di halaman 1dari 25

DIABETES MELLITUS

Ronald Pratama Adiwinoto,dr.,M.Ked.Trop.

Materi Bimbingan Dokter Muda Ilmu


Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Univ. Hang Tuah
Surabaya
Definisi
• Suatu penyakit • Hiperglikemi kronis
metabolik yang pada DM
ditandai oleh dihubungkan dengan
hiperglikemia yang kerusakan jangka
merupakan hasil dari panjang, disfungsi,
gangguan pada dan kegagalan
sekresi insulin, kerja berbagai macam
insulin atau organ, terutama mata,
keduanya. ginjal, syaraf, jantung,
dan pembuluh darah.
Tanda & Gejala
Gejala (Trias Klasik+penyerta): Komplikasi kronis:
• Poliuria  Retinopati* diabetic (potential
• Polidipsia loss of vision)
• Polifagia  Nefropati* diabetik(renal
• Berat Badan turun failure)
 Neuropati* diabetik perifer (foot
• Penglihatan kabur, gigi goyah,
luka kronis,dll. ulcers, amputation, Charcot
joint); autonom (causing
Komplikasi akut: gastrointestinal, genitourinary,
• Hiper;hipoglikemia and cardiovascular symptoms
• Ketoasidosis Diabetik & sexual dysfunction).
• Sindroma hiperosmolar non  PJK, CVA.
ketosis
*komplikasi mikrovaskular.
Klasifikasi
1. Diabetes tipe 1
- kerusakan sel β mengarah kepada defisiensi insulin
absolut
A. Imun
B. Idiopatik
2. Diabetes tipe 2/ “NID”DM (80%)
- defisiensi insulin relatif sampai defek sekresi
3. Tipe spesifik lainnya
A. Defek genetik dari fungsi sel β
B. Defek genetik pada kerja insulin
C. Penyakit pankreas eksokrin
D. Endokrinopati
E. Induksi obat atau bahan kimiawi
F. Infeksi
G. Malnutrisi
H. Sindroma genetik lainnya
4. DM kehamilan (Gestational DM)
Diabetes Mellitus Tipe 1
Kriteria Diagnosis DM
1. Gejala DM ditambah gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl
(11,1 mmol/l)
atau
2. Glukosa darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dl (7,0 mmol/l)
atau
3. Glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa
(GD 2 jam PP) ≥ 200 mg/dl (11,1 mmol/l) dengan tes
toleransi glukosa oral (TTGO).
TTGO: beban glukosa = 75 gr glukosa anhidrous
(gula) dicairkan dalam air.
TTGO tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan
rutin.

Kriteria tersebut harus dikonfirmasi pada hari berikutnya.


Kategori yang berhubungan dengan nilai GDP:
• GDP < 110 mg (6,1 mmol/l) = normal
• GDP ≥ 110 mg (6,1 mmol/l) dan < 126 mg/dl (7,0
mmol/l) = Glukosa Puasa Terganggu (Impaired
Fasting Glucose/IFG atau praDM)
• GDP ≥ 126 mg/dl (7,0 mmol/l) = DM

Kategori yang berkaitan dengan TTGO:


• Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa < 140
mg/dl (7,8 mmol/l) = normal toleransi glukosa
• Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa ≥ 140
mg/dl (7,8 mmol/l) dan < 200 mg/dl (11,1 mmol/l)
= Glukosa Toleransi Terganggu (Impaired
Glucose Tolerance/IGT atau praDM)
• Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa ≥ 200
mg/dl (11,1 mmol/l) = DM
the new diagnostic criteria for type
2 diabetes are as follows:
(ADA Revisions, Diabetes Care, Suppl, January 2010)

1. An A1c level of 6.5% or more.


2. Fasting plasma glucose level of 126 mg/dL or more.
3. A 2-hour plasma glucose level of 200 mg/dL or more
after a 75-g oral glucose tolerance test.
4. A random plasma glucose level of 200 mg/dL or more
in a patient with symptoms of hyperglycemia.

• In the absence of symptoms of hyperglycemia, the first 3 options


listed should be confirmed with repeated testing.
• Patients with an A1c level between 5.7% and 6.4% should be
considered to have prediabetes and should receive appropriate
counseling on therapeutic lifestyle change.
Kriteria untuk mengetahui adanya DM pada
individu yang asimptomatik
1. Usia ≥ 45 tahun, pemeriksaan diulang setiap 3 tahun.
2. Pemeriksaan seharusnya dipertimbangkan pada usia
lebih muda atau dilakukan lebih sering pada individu
dengan:
• Overweight (BMI ≥ 25 kg/m2)
• Ada riwayat DM pada saudara tingkat pertama
• Populasi etnis risiko tinggi (orang Amerika-Afrika,
Amerika-Hispanik, penduduk asli Amerika/Indian,
Amerika-Asia, Penduduk Kepulauan Pasifik)
• Pernah melahirkan bayi dengan BBL > 9 lb (± 4 kg)
atau didiagnosis GDM
• Hipertensi ( ≥ 140/90)
• Kadar Kolesterol HDL ≤ 35 mg/dl (0,90 mmol/l)
dan/atau kadar trigliserida ≥ 250 mmol/dl (2,82 mmol/l)
• Tes sebelumnya mempunyai IGT atau IFG.
TATALAKSANA
1. Edukasi Pasien, TAATI 3J (Jumlah, Jenis, dan
Jadwal):
i. J-umlah: sesuaikan konsumsi makanan dengan berat
badan jenis aktivitas dan umur.
ii. J-enis: penyusunan makanan perlu diatur dengan
komposisi 60-65% karbohidrat, 30% protein dan sisanya
lemak. Rule of thumb u/ pengaturan pola makan
diabetisi dalam sekali makan mencakup: ½ bagian
sayuran(bayam,sawi hijau,wortel,dsb), ¼ bagian
karbohidrat diutamakan yang memiliki indeks glikemik
rendah seperti:nasi merah, oat,dsb),1/4 bagian lauk
(daging, ikan, temp,tahu,telur,dsb)
iii. J-adwal: makan lebih sering (5-6 x/sehari) dengan porsi
yang lebih kecil. Hal ini untuk menjaga stabilitas gula
darah dan mengurangi risiko hipoglikemia.
TATALAKSANA
2. Motivasi pasien untuk lebih memilih dan menjalankan
pola hidup sehat dan aktif, seperti memilih naik tangga
daripada elevator, memilih bersepeda kayuh apabila
bepergian jarak dekat daripada naik kendaraan bermotor,
melakukan aktivitas latihan fisik kategori ringan – sedang
3-4 kali seminggu dengan durasi minimal 20 menit setiap
latihannya (seperti bersepeda, berjalan kaki, jogging).

3. Medikamentosa:
--------
AFP (American
Family
Physician),2017,
Diabetes Mellitus
type-2 Therapy
Reccomendation
ADA (American Diabetes
Association), 2017.
ADA, 2017. Dosis OAD
Gambaran umum mekanisme kerja berbagai agen
hipoglikemik oral
SETTING PUSKESMAS/FKTP??
OAD (Oral Anti Diabetik) atau OHO (Obat Hipoglikemik
Oral) yang tersedia di puskesmas antara lain:
1. Glibenklamid 5 mg tablet, pemberian 1-2 x sehari
sebelum makan.  HATI-HATI SERING HIPO!
2. Metformin, 2-3 x 500 mg tablet sehari bersamaan
makan.
3. (?) Glimepirid 1 x 4 mg tablet sekali sehari.
4. (?) Acarbose 3 x 1 tablet bersama suapan pertama.
HIPOGLIKEMIA
•Simtomatis -> GDA < 60 mg/dl
•Tersering: minum oad tidak diikuti makan
(glibenklamid), “kelebihan” dosis, insulin.
•Reaktif Hipoglikemia : penurunan kadar glukosa darah
secara cepat dan mendadak (mis. 350 jadi 75 mg/dl),
sehingga menimbulkan gejala khas hipoglikemia
•Coma Hipoglikemia : GDA < 30 mg/dl
•Gejala khas hipoglikemia:
1. Lapar
2. Gelisah, gemetar
3. Keringat dingin, palpitasi, kejang
4. Whipple’s triad : - Kadar GDA < 60 mg/dl
- Gejala khas hipoglikemia
- Membaik pasca koreksi
HIPOGLIKEMIA
Follow Up/30
GDA D40 (IV)
menit (D40 IV)
<30 mg/dl 3 flakon bolus 1 flakon (2-3x)
30 – 60 mg/dl 2 flakon bolus 1 flakon (2-3x)
60 -100 mg/dl 1 flakon bolus 1 flakon (2-3x)

Catatan:
1.Apabila Px masih sadar, berikan minuman manis, air gula, bisa
dengan diberikan sublingual.
2.1 flakon D40 = 25 ml = 10 mg dekstrose.
3.1 flakon D40 dapat meningkatkan glukosa darah bervariasi
antara 25 – 50 mg/dl. Target terapi > 120 mg/dl.
Contoh:
Px datang di puskesmas GCS 1-2-1, cek GDA 20 mg/dl.
Tx: 3 flakon D40 bolus  20+ 3x25 = 95 mg/dl. Berikan lagi 1
flakon D40 setiap 30 menit hingga 2 kali  95 + 2x25 = 145
mg/dl. Setelah itu bagaimana???
MAINTENANCE: Infus D10, awasi episode ulangan hipo.
.........