Anda di halaman 1dari 12

ARSITEKTUR HIJAU

PANEL SURYA
DOSEN PENGAMPU : RATNA DEWI NUR’AINI, S.T.,
M.T.

DISUSUN OLEH :
M. MUSLIMIN ( 2015460061)
M. AZKA RIFQI ( 2015460064 )
RAHMAD S. ( 20154600)
RISKA HASNA W. ( 2015460073 )

FAKULTAS TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS


MUHAMMADIYAH JAKARTA
SEJARAH
Sejarah sel surya dan penemuannya
Sejarah sel surya dapat dilihat ketika pada tahun 1839 Edmund Becquerel, seorang
pemuda Prancis berusia 19 tahun menemukan efek yang sekarang dikenal dengan
efek fotovoltaik ketika tengah berkesperimen menggunakan sel larutan elektrolisis
yang dibuat dari dua elektroda. Becquerel menemukan bahwa beberapa jenis
material tertentu memproduksi arus listrik dalam jumlah kecil ketika terkena
cahaya.

Sejarah PLTS di Indonesia


Di Indonesia sejarah perkembangan PLTS sudah dimulai sejak 1987 pada awal itu,
BPPT dimulai dengan pemasangan 80 unit PLTS (Solar Home System, system
pembangkit listrik, tenaga tata surya untuk lampu penerang rumah) di desa
sukatani jawa barat.
Setelah itu pada tahun 1991 dilanjutkan dengan proyek bantuan presiden (banpres
listrik tenaga surya masuk desa) untuk pemasangan 13445 unit SHS di 15 propinsi.
Program banpres listrik tenaga surya masuk desa juga telah memperoleh sambutan
sangat menggembirakan dari masyarakat perdesaan dan telah terbukti dapat
berjalan dengan baik akan dijadikan model guna implementasi program listrik
tenaga surya untuk sejuta rumah.
PRINSIP KERJA PANEL
SURYA
Manusia telah bergeser dari kayu ke batu bara, batubara minyak, dan minyak ke
gas. Pergeseran ini disebabkan lebih baik, efisiensi kinerja dan kelayakan dari
bahan bakar baru. Dengan kata sederhana bahan bakar baru lebih baik dari
sebelumnya.
Dan sekarang saatnya untuk beralih dari minyak mentah ke sumber energi
terbarukan.
Dan salah satu sumber yang tersedia yang paling berlimpah energi di bumi
adalah energi surya. Bahkan dalam minyak mentah, batubara dll dalam bentuk
cara energi surya.
Energi matahari adalah sumber energi tak habis habisnya besar.
Energi surya memiliki banyak aplikasi dalam hidup kita. Dari pencahayaan untuk
pemanasan, dari transportasi untuk pendinginan semua kebutuhan dapat
dipenuhi dengan memanfaatkan energi matahari.
Panel surya dan pemanas air surya dipasang di atap adalah aplikasi umum dari
energi surya.
Energi matahari tidak hanya digunakan untuk pengisian baterai atau pemanas air
tetapi juga dapat digunakan untuk memurnikan air.
Sederhana surya teknologi desalinasi dan distilasi juga telah dikenal untuk waktu
yang lama.
METODE MEMANFAATKAN
ENERGI SURYA
Energi surya dapat dimanfaatkan dalam dua cara:

1. Energi dari cahaya matahari:


Metode ini didasarkan pada fenomena efek fotolistrik dan menggunakan sel
fotovoltaik.Ketika cahaya matahari
pemogokan permukaan panel surya, proses photoemission terjadi di dalam sel
fotovoltaik dan energi surya secara langsung dikonversi menjadi energi listrik.
Secara teoritis tidak ada disipasi panas yang terlibat dalam
metode ini.

2. Energi dikembangkan dari panas matahari:


Metode lain untuk menghasilkan energi menggunakan energi surya dengan
menangkap panas. Dalam metode
ini sejumlah besar cermin cekung yang digunakan untuk mengintensifkan
panas yang dihasilkan dari
matahari. Panas ini digunakan untuk mengubah air menjadi uap. Seperti
metode lain tekanan uap bergerak
turbin untuk menghasilkan energi listrik.
KOMPONEN
1. Panel surya
Berfungsi merubah cahaya matahari menjadi listrik.
Bentuk pipih dari panel surya memberikan kemudahan
pemenuhan kebutuhan listrik untuk berbagai skala
kebutuhan.

2. Alat pengatur daya (charge controllet


Berfungsi mengatur alirsn listrik dari panel surya ke batre
/ACCU dan aliran listrik dari baterai / ACCU ke lampu, TV
atau radio. Juga berfungsi melindungi dari konsleting
atau pengiriman muatan arus berlebih ke input terminal.

3.ACCU
Berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh
panel surya sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan
beban. Beban dapat berupa lampu penerangan dan alat
elektronik lainnya yang membutuhkan listrik.

4.Inverter DC to A
Berfungsi mengubah arus DC menjadi arus AC.
CARA KERJA
Pada siang hari panel surya menerima cahaya (sinar) matahari yang kemudian
diubah menjadi energi listrik oleh sel-sel kristal melalui proses photouoitaic.
Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat langsung disalurkan ke beban
ataupun disimpan dalam batre ACCU, sebelum disalurkan ke beban (lampu,
radio, TV, dll).
Pada malam hari, dimana panel surya tidak menghasilkan listrik. Listrik yang
sudah terkumpul (tersimpan) dalam batre ACCU akan dapat digunakan. Untuk
menyalakan peralatan listrik terutama lampu penerangan dll.
PANEL SURYA
Pemasangan panel surya / solar cell, panel surya - solar cell mengubah sinar matahari
menjadi listrik. Listrik tersebut disimpan di dalam aki, aki menghidupkan lampu.
Dalam penggunaan panel surya / solar cell untuk membangkitkan listrik di rumah, ada
beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan karena karakteristik dari panel surya /
solar cell:
Panel surya / solar cell memerlukan sinar matahari. Tempatkan panel surya / solar
cell pada posisi dimana tidak terhalangi oleh objek sepanjang pagi sampai sore.
Panel surya / solar cell menghasilkan listrik arus searah DC.
Untuk efisiensi yang lebih tinggi, gunakan lampu DC seperti lampu LED.
Instalasi kabel baru khusus untuk arus searah DC untuk perangkat berikut ini
misalnya: lampu penerangan berbasis LED (Light Emiting Diode), kamera CCTV, wifi
(wireless fideliity), dll.
Kalau kita membuat rumah baru, disarankan untuk menggunakan PLN dan panel
surya / solar cell. Panel surya / solar cell digunakan untuk sebagian penerangan
(dalam hal ini menggunakan arus searah DC) dan PLN untuk perangkat arus bolak
balik AC seperti: Air Conditioning, Lemari Es, sebagian penerangan dll.
Bila listrik DC yang tersimpan dalam aki ingin digunakan menyalakan perangkat AC:
pompa air, kulkas, dsbnya maka diperlukan inverter yang dapat mengubah listrik DC
menjadi AC. Sesuaikan kebutuhan daya yang dibutuhkan dengan panel sel surya,
inverter, aki.
MANFAAT
1. Meningkatkan Kualitas hidup masyarakat.
2. Memberikan penerangan (lampu), dg kualitas lebih baik, sehingga jam
belajar dan beraktifitas lebih panjang.
3. Membukakan akses pada informasi (radio, TV, internet).
4. Memberikan akses pada sumber air minum dan pertanian (surya untuk
pompa air).
5. Menciptakan bisnis baru didesa (jadi distributor/service center yang
mampu dilakukan oleh Koperasi Wanita/Nelayan/Tani/Desa), LSM .
6. Menciptakan Lapangan Kerja di desa (penjualan dan service center
memerlukan banyak tenaga lokal) .
7. Menciptakan Tenaga Teknisi di desa.
KEUNTUNGAN
• Sumber energi yang dipakai tidak pernah habis.
• Tidak memerlukan perawatan kusus sehingga bebas dari segala biaya
perawatan.
• Hemat karena tidak memerlukan bahan bakar.
• Bersifat moduler artinya kapasitas listrik yang dihasilkan dapat sesuai dengan
kebutuhan.
• Tanpa suara sehingga tidak mengganggu ketertiban umum.
• Pemasangannya sangat mudah.
• Dapat diterapkan secara sentralisasi (PLTS ditempatkan di suatu area dan
listrik yang dihasilkan disalurkan melalui jaringan distribusi ke tempat-tempat
yangmembutuhkan) maupun desentralisasi (sistem PLTS dipasang pada
setiap rumah,dengan demikian tidak diperlukan jaringan distribusi).
• Tidak memerlukan konstruksi yang berat dan menetap, sehingga dapat
dipasang dimana saja dan dapat dipindahkan bilamana dibutuhkan.
• Dapat dioperasikan secara otomatis (unattendable) maupun menggunakan
operator (attendable).
KERUGIAN
• Memiliki ketergantungan pada cuaca. Saat mendung kemampuan panel
surya menangkap sinar matahari tentu akan berkurang. Akibatnya, PLTS tidak
bisa digunakan secara optimal. Karena saat mendung kemampuan PLTS
menyimpan energi berkurang sekitar 30%.
• Harga modul surya (skala kecil) masih mahal sehingga biaya pembangkitan
yang dihasilkan juga mahal. Yaitu mencapai Rp. 11 milyar per MW. Jika PLTS
nanti kapasitasnya 30 MW, berarti biaya yang dibutuhkan Rp 330 Milyar.
• Teknologi PLTS dikhawatirkan menjadi sumber pencemar udara baru. Kondisi
geografis Bandung yang membentuk cekungan membuat sirkulasi udara
menjadi lambat. Polutan PLTS nantinya berputar-putar diatas Kota Bandung.
• Memerlukan area yang luas untuk pemasangan modul surya untuk
mendapatkan daya keluaran yang tinggi.
• Modul surya memiliki efisiensi konversi yang rendah dibandingkan
jenispembangkit lainnya.
• Solar panel mengambil sedikit ruang atap dan tidak menyenangkan untuk
dilihat.
KESIMPULAN
Energi surya dan dunia
Orang saat ini telah menyadari pentingnya dan manfaat dari energi surya.
Oleh karena itu, mereka telah mulai memanfaatkan energi surya.
Sekarang, energi surya telah menjadi emerging market. Berdasarkan studi
yang dilakukan oleh survei oleh Ernest & Young, salah satu organisasi
terkemuka di dunia layanan profesional, yang telah membuat studi tentang
terkemuka dunia produsen energi surya dan peringkat diberikan berdasarkan
daya tarik pasar.

Masih ada waktu hingga saat bahan bakar fosil akan habis. Oleh karena itu,
saatnya untuk beralih ke sumber bersih dan efisien energi sehingga manusia
tidak perlu menderita krisis apapun.
Pemerintah berbagai negara mendukung industri ini dalam bentuk keringanan
pajak, subsidi, bantuan keuangan, dll bahkan orang tidak perlu ragu untuk
berinvestasi dalam hal ini karena pada akhirnya hal ini membantu diri kita
sendiri. Kita memberikan kontribusi untuk anak dan cucu kita di masa depan.
TERIMA KASIH