Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KASUS

PEMBIMBING
DR. SYAHRUN SP.P

NURALIAH
18174021
IDENTITAS PASIEN

• Nama : usman
• Umur : 65 tahun

• Alamat : Gp. Meunasah micah, pidie


• Agama : Islam
• No RM : 12 26 90
• Tgl. Masuk : 29-06-2019
KELUHAN UTAMA :
BATUK DARAH

• Keluhan Tambahan ; Nyeri dada sebelah kanan, dan memberat saat


pasien batuk
• Riwayat penyakit sekarang ; Pasien datang ke Igd dengan
keluhan batuk darah lebih kurang 2 x sebanyak2-3 sendok,
bercak darah merah kehitaman. Satu minggu yang lalu juga
batuk darah dan sudah berobat ke poli paru, pasien mengeluhkan
nyeri dada terasa di sebelah kanan, dan memberat apabila
pasien batuk, demam di sangkal, muntah (-), nyeri perut (-).
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
PASIEN MEMILIKI RIWAYAT TB PARU 20 TAHUN YANG
LALU, DAN TUNTAS PENGOBATAN NYA SELAMA 6 BULAN.

• Riwayat Penyakit Keluarga


Disangkal
• Riwayat Penggunaan Obat
• Pasien mengkonsumsi obat yang didapat dari
poliklinik paru berupa vitamin b complex, salbutamol
7x, acetil cysteine3x
STATUS GENERALIS
PEMERIKSAAN FISIK
Status Umum

Compos mentis
Baik 50 Kg 171 Cm
(E4V5E6)

5
STATUS GENERALIS
PEMERIKSAAN FISIK
Vital Sign

85/58
72 kali /menit 28 kali/ menit 37,8 °C
mmHgmmHg

6
Status Generalisata
KEPALA MATA
Normochephali Konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), pupil bulat isokor (+/+)
HIDUNG
Deviasi septum (-), pernafasan cuping
hidung (-) Mulut
Bibir pucat (-), bibir sianonsis (-)
TELINGA mukosa kering (-) lidah kotor (-),
Normotia, hiperemis (-/-), serumen (-/-) faring hiperemis (-), tonsil T1-T1

THORAX
Paru anterior posterior
LEHER Inspeksi : pergerakan dada simetris
Pembesaran KGB (-/-), struma Palpasi : Stem fremitus teraba ki=ka
Perkusi : sonor (+/+), seluruh lapangan
(-/-), pembesaran kelenjar tiroid (-/-) paru
Auskultasi : vesikuler (+/+), Rh +-/+) Wh (+/
+)
KULIT COR
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Sianosis (-/-), turgor kulit baik Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Batas jantung normal
Auskultasi : BJ I > BJ II, regular
ABDOMEN
EXTREMITAS Inspeksi : Distensi (-)
Superior/inferior: Edema (-/-), Palpasi : Soepel, massa (-) nyeri tekan (-)
Deformitas (-/-), akral hangat (+/+) suprapubik.
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Peristaltik usus (+) normal
PEMERIKSAAN GENETALIA

• TAK (tidak di lakukan pemeriksaan )


Pemeriksaan Penunjang
• pemeriksaan penunjang, dilakukan pemeriksaan laboratorium DR, GDS, BTA.kalau ecg CR
• Diagnosis Banding
• Bronkietaksis
• Bronkitis
• Tuberculosis
• Pneumonia
• Diagnosis Kerja
• Hemaptoe ec dd TB paru
• Diagnosis Kerja
• Hemaptoe ec dd TB paru
PENATALAKSANAAN
Codein 3 x 10 mg
Antasida syr 3x1
Endostein 3x1
OBH syr 3x1
Ranitidine 3x1
Vitamin K 2x1
paracetamol
DEFINISI

• Hemaptoe adalah batuk darah yang


terjadi karena penyumbatan trakea
dan saluran nafas sehingga timbul
sufokal yang sering fatal. Ini terjadi
pada batuk darah masif yaitu 600-
1000cc/24 jam
ETIOLOGI

• Penyebab batuk darah ini adalah dari ekpektorasi darah


akibat perdarahan dari saluran nafas bawah laring atau
pun perdarahan yang keluar melalui saluran nafas bawah
laring. Batuk darah lebih sering merupakan tanda atau
gejala dari suatu penyebab penyakit dasar yang harus di
cari lagi melalui beberapa jenis pemeriksaan yang lebih
mendetail untuk mengetahui penyebab utamanya.
• Penyebab lainnya dari batuk darah adalah hemoptysis bisa juga karena
adanya infeksi jamur atau virus. Bisa juga karena adanya kelainan
bekas TB yang kambuh, kanker paru, atau juga karena rusak nya jalan
nafas karena batuk yang telah berlangsung lama sehingga pembuluh
darah menjadi pembuluh darah menjadi rapuh
PATOFISIOLOGI

• Asal anatomis perdarahan dan patofisiologi hemoptisis berbeda tiap


proses patologik tertentu: Bronkitis akibat pecahnya pembuluh darah
superfisial di mukosa.Tuberkulosis paru akibat robekan atau ruptur
aneurisma arteri pulmoner (dindingkaviti “aneurisma Rassmussen”)
atau akibat pecahnya anastomosis bronkopulmoneratau proses erosif
pada arteri bronkialis.
• Infeksi kronik akibat inflamasi sehinggaterjadi pembesaran & proliferasi
arteri bronchial misal: bronkiektasis,aspergilosisatau fibrosis kistik.
Kanker paru akibat pembuluh darahyang terbentuk rapuhsehingga
mudah berdarah
GEJALA KLINIS KITA HARUS MEMASTIKAN BAHWA
PERDARAHAN DARI NASOFARING, DENGAN CARA
MEMBEDAKAN CIRI-CIRI SEBAGAI BERIKUT

• Batuk darah
• Darah dibatukkan dengan rasa panas di tenggorokan
• Darah berubah bercampur udara
• Darah segar bewarna merah muda
• Darah bersifat alkalis
• Anemia kadang-kadang terjadi
• Benzidin test negative
MUNTAH DARAH

• Darah dimuntahkan dengan rasa mual


• Darah bercampur dengan sisa makanan
• Darah bewarna hitam karena bercampur asam lambung
• Darah bersifat asam
• Anemia sering terjadi
• Benzidin test positif
EPITAKSIS

• Darah menetes dari hidung


• Batuk pelan kadang keluar
• Darah bewarna merah segar
• Darah bersifat alkalis
• Anemia jarang terjadi
PENATALAKSANAAN

• Tujuan utama terapi adalah untuk mencegah asfiksia dan


menghentikan pendarahan. Selain itu, tatalaksana hemoptisis untuk
menemukan diagnosis penyakit dasar dan memberi terapi yang tepat,
atau menyingkirkan penyakit lain yang serius. Sebagian besar
hemoptisis terjadi minor atau bisa sembuh sendiri, walaupun kadang-
kadang perdarahan bisa menjadi berat dan tidak terkendali. Saat ini
tatalaksana hemoptisis meliputi konservatif, pembedahan, dan
embolisasi arteri bronkialis
DIAGNOSA BANDING

1
tuberculosi
hemoptisis Bronkiekta Bronkitis
s
sis
PROGNOSIS

• Prognosis berdasarkan jumlah darah yang dikeluarkan pasien maka :


• 1)Jika jumlahdarah yang dikeluarkan <200ml/24jam prognosis
supportive baik,
• 2)pasien denganprofuse massive > 600ml/24jam prognosis jelek 85%
pasien meninggal dengan
• Bilateral far advance, faal paru kurang baik, dan terdapat kelainan
jantung