Anda di halaman 1dari 7

FAKTOR – FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI RESPIRASI
FAKTOR INTERNAL

FAKTOR - FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI LAJU
RESPIRASI TUMBUHAN
FAKTOR EKSTERNAL
FAKTOR INTERNAL

Faktor protoplasmik 

1
Faktor ini akan mempengaruhi laju respirasi dan juga
dipengaruhi oleh kuantitas (banyak) dan kualitas (mutu) dari
suatu protoplasma. Kuantitas dan kualitas suatu protoplasma
dalam sel dipengaruhi oleh umur sel tumbuhan. Dalam rentang
umur dari muda sampai dewasa semakin bertambah umur suatu
sel, semakin bertmabah bertambah kuantitas dan kualitas
protoplasma sel.

2
Konsentrasi substrat respirasi yang tersedia
Laju respirasi sangat bergantung pada konsentarsi substrat
respirasi yang tersedia. Substrat yang semakin banyak tersedia di
dalam sel, maka laju respirasinya akan mengalami peningkatan.
FAKTOR EKSTERNAL

Temperatur 
Di dalam rentang tempertaur 0°C sampai denagn 45°C,
peningkatan temperatur akan diikuti oleh peningkatan laju
respirasi. Pada temperatur yang tinggi, maka laju respirasi akan

1
menurun seiring dengan bertambahnya waktu. Faktor waktu ini,
berkaitan dengan sifat dari reaksi enzimatis.

Disamping itu dengan tingginya temperatur dan lamanya


temperatur tersebut akan menyebabkan kerusakan pada protein
enzim yang dapat menjadikan laju respirasi menurun. Begitu juga
sebaliknya, pada temperatur yang sangat rendah, maka laju
respirasi akan menurun karena terjadi perubahan konformasi
struktur protein enzim.
Cahaya
Peningkatan intensitas cahaya menyebabkan peningkatan laju
respiarsi. Faktor pengaruh cahaya terhadap laju respirasi dapat
ditinjau dari tiga aspek, yaitu:

2
Meningkatnya intensitas cahaya akan meningkatkan laju
fotosintesis yang berarti substrat rspirasi yang tersedia meningkat.
Dengan demikian laju respirasi juga meningkat.
Meningkatnya intensitas cahaya akan meningkatkan tempertaur
sehingga laju respirasi meningkat.
Meningkatnya intensitas cahaya akan meningkat hasil fotosintesis
di dalam sel penutup stoma sehingga akan menyebabkan stomata
membuka. Kondisi tersebut dapat menyebabkan proses
pertukaran gas O2 dan CO2  akan berlangsung dengan cepat yang
dapat mempengaruhi peningkatan laju respirasi
Konsentrasi oksigen di udara
Oksigen merupakan faktor yang utama untuk

3 berlangsungnya prsoses respirasi aerob. Oleh sebab itu laju


respirasi aerob juga sangat bergantung pada konsentrasi yang
tersedia.

Konsentrasi karbon dioksida


Peningkatan konsentrasi karbon dioksida di udara dapat

4 mengakibatkan terjadinya penutupan stomata. Sebagai


akibatnya, pertukaran gas menjadi berkurang dan akan terjadi
penurunan laju respirasi

Tersedianya air

5 Air merupakan medium tempat terjadinya reaksi respirasi.


Oleh sebab itu tidak tersedianya air menyebabkan turunnya laju
respirasi.
Luka pada organ tumbuhan
Luka pada organ tumbuhan pada umumnya dapat
menyebabkan inisiasi jaringan meristematik pada daerah luka

6 sehingga akhirnya dapat berkembang menjadi kalus. Dengan


adanya inisiasi meristematik tersebut, maka dapat menyebabkan
peningkatan laju respirasi karena sel-sel yang bersifat meristematik
tersebut banyak mengandung substrat respirasi yang cukup
tersedia.

Perlakuan mekanik 

7
Beberapa perlakuan mekanik seperti adanya pembengkokan serta
pengusapan dan penggosokan dapat meningkatkan laju respirasi.
Akan tetapi jika perlakuan mekanik diberikan secara berulang-
ulang maka efeknya tidak nampak lagi
Senyawa kimia
Beberapa senyawa kimia seperti karbomonoksida, sianida,
aseton, kloroform, eter, formaldehid, alkaloid, dan glukosida,

8
bila dalam jumlah sedikit, dapat meningkatkan laju respirasi
pada tahapan di awal namn bila keberadaan senyawa kimia
dalam jumlah banyak, maka akan menurunkan laju respirasi.
Turunnya laju respirasi disebabkan karena senyaa- senyawa
tersebut diatas bersifat menghambat reaksi enzimatis pada
proses respirasi