Anda di halaman 1dari 12

UPAYA-UPAYA PEMERINTAH DALAM

MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN


PTM DAN TB PARU
Bunga Dita Islamia
1710301082
upaya-upaya pemerintah dalam menurunkan
angka kejadian PTM

■ Pencegahan dan Pengendalian faktor risiko PTM meliputi 4 cara,


yaitu : 
1. Advokasi, kerjasama, bimbingan dan manajemen PTM 
2. Promosi, pencegahan, dan pengurangan faktor risiko PTM melalui
pemberdayaan masyarakat 
3. Penguatan kapasitas dan kompetensi layanan kesehatan, serta
kolaborasi sektor swasta dan profesional 
4. Penguatan surveilans, pengawasan dan riset PTM 
Strategi 4 by 4
Advokasi, kemitraan, jejaring, dan peningkatan kapasitas merupakan
kegiatan utama dari program pengendalian PTM Indonesia.
Untuk kolaborasi antar sektor dan keterlibatan masyarakat, jejaring telah
dibentuk, program pengendalian PTM telah ditingkatkan dengan
dukungan politis yang kuat dan berkoordinasi dengan masyarakat sipil.
fokus pada 4 penyakit PTM Utama Penyebab 60% kematian yaitu
■ Kardiovaskulair,
■ Diabetes Melitus,
■ Kanker,
■ Penyakit Paru Obstruksi Kronis
pada Pengendalian 4 faktor risiko bersama yaitu
■ diet tidak sehat (diet gizi tidak seimbang, kurang konsumsi Sayur dan
Buah serta tinggi konsumsi Gula, Garam dan lemak),
■ kurang aktivitas fisik,
■ merokok, serta
■ mengkonsumsi alkohol.
Pengendalian 4 “faktor risiko bersama” ini dapat mencegah terjadinya 4
Penyakit Tidak Menular Utama sampai 80%.
Upaya promotif dan preventif
■ Penguatan kesadaran masyarakat adalah Kunci Utama keberhasilan
upaya promotif preventif PTM, untuk itu sejak tahun 2015, Direktorat
Pencegahan dan Pengendalian PTM Sudah membuat terobosan
peningkatan kesadaran masyarakat melalui website dan media Sosial
secara masif dan berkesinambungan.
■ Upaya juga dilakukan dengan berbagai mitra swasta, pers online
maupun cetak, blogger, bioskop, kereta api, media televisi serta
internet.
Strategi Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular di Indonesia
Langkah - Langkah kebijakan dan strategi Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular dalam mencapai target indikator adalah :
■ 1.Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat
sehingga dapat terhindar dari faktor risiko.
■ 2.Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
yang berkualitas melalui penguatan sumber daya , dan standardisasi
pelayanan,
■ 3.Meningkatkan kemitraan dengan lintas program, lintas sektor, dan
pemangku kepentingan terkait,
■ 4.Menyelenggarakan Surveilans dengan mengintegrasikan dalam
sistem surveilans penyakit tidak menular diFasilitas Pelayanan
Kesehatan dan masyarakat.
■ 5.Meningkatkan advokasi kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah
Desa, dan pemangku kepentingan terkait.
Upaya-upaya pemerintah dalam menurunkan
angka kejadian TB

■ Upaya penanggulangan penyakit TB sudah dilakukan melalui berbagai


program kesehatan di tingkat Puskesmas, berupa pengembangan
strategi penanggulangan TB yang dikenal sebagai strategi DOTS
(directly observed treatment, Short course = pengawasan langsung
menelan obat jangka pendek), yang telah terbukti dapat menekan
penularan, juga mencegah perkembangannya MDR (multi drugs
resistance = kekebalan ganda terhadap obat)-TB, tetapi hasilnya
masih dirasakan belum sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena
itu diharapkan adanya perhatian dari pihak-pihak terkait dalam upaya
meningkatkan keterlibatan peran pelayanan penanganan TB paru
selanjutnya.
■ Penyebab utama meningkatnya beban masalah TB antara lain adalah :

1. Kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat, seperti pada Negara-negara yang sedang
berkembang.

2. Kegagalan program TB selama ini, yang diakibatkan oleh :

a. Tidak memadainya komitmen politik dan pendanaan

b. Tidak memadainya organisasi pelayanan TB (kurang terakses oleh masyarakat, penemuan


kasus/diagnose yang tidak standar, obat tidak terjamin penyediaannya, tidak dilakukan
pemantauan, pencatatan dan pelaporan tidak standar, dan sebagainya)

c. Tidak memadainya tatalaksana kasus (diagnose dan panduan obat yang tidak standar, gagal
menyembuhkan kasus yang telah didiagnosis)

d. Salah persepsi terhadap manfaat dan efektifitas BCG

e. Infrastruktur kesehatan yang buruk pada Negara-negara yang mengalami krisis ekonomi atau
pergolakan masyarakat.

3. Perubahan demografi karena meningkatnya penduduk dunia dan perubahan struktur umur
kependudukan.

4. Dampak pandemi HIV. (Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis,Depkes,Jakarta2006.)


■ berbagai terobosan juga telah dilakukan oleh
pemerintah Indonesia dalam mencapai eliminasi TBC
2030, antara lain, Standar Pelayanan Minimal (SPM),
dimana pemerintah daerah diwajibkan untuk
mengalokasikan dana daerah yang memadai.
Kemudian melakukan promosi kesehatan deteksi
kasus TBC secara aktif melalui pendekatan keluarga.
■ Terobosan lainnya yakni penguatan sistem surveilans
dengan menghubungkan sistem informasi TBC dan
sistem informasi fasilitas pelayanan kesehatan,
pengembangan respons cepat untuk akses terhadap alat
diagnostik dan obat-obatan, meningkatkan secara
maksimal manfaat dari Jaminan Kesehatan dengan
melakukan sinkronisasi layanan pengobatan TBC dengan
JKN, dan penguatan penelitian dan pengembangan
terkait pencegahan dan pengendalian TBC.
tujuan

■ Jangka panjang : mengurangi masyarakat terkena


penyakit tb paru
■ Jangka pendek : mengurangi angka kematian dan
penyebaran penyakit paru
■ http://p2ptm.kemkes.go.id/profil-p2ptm/latar-belakang/strategi-penceg
ahan-dan-pengendalian-ptm-di-indonesia
■ http://mediakom.sehatnegeriku.com/tuberculosis-dan-upaya-penanga
nannya-di-indonesia
/