Anda di halaman 1dari 64

KONSEP

KONSEP GERONTIK
GERONTIK

1
A. Pengertian
• Gerontologi berasal dari kata geros
= lanjut usia & Logos = ilmu
• Gerontologi  ilmu yg mempelajari
secara khusus mengenai faktor-
faktor yg menyangkut lanjut usia
• Geriatri berasal dr kata geros =
lanjut usia & eatriea = kesehatan

2
Beberapa pengertian geriatri:
– Geriatri  cabang ilmu kedokteran yg
mempelajari ttg penyakit pd lanjut usia
– Geriatri  cabang ilmu kedokteran yg
mempelajari aspek-aspek klinis, preventif
maupun terpeutis bagi klien usia lanjut
– Geriatri  ilmu yg mempelajari proses
menjadi tua pd manusia serta akibat-
akibatnya pd tubuh manusia
– Geriatri  bagian dr ilmu kedokteran yg
mempelajari ttg pencegahan penyakit &
kekurangan-kekurangan pd usia lanjut.

3
Gerontologi  suatu pendekatan
ilmiah dr bbg aspek proses ketuaan
(kesehatan, sosial, ekonomi,
perilaku, lingkungan, dll.). mendpt
perhatian th. 1930 di Amerika
Serikat & mulai dibicarakan di PBB
th. 1984. Hasil kongres di Wina
dicetuskan pd th. 1983.

4
Birren & Jenner, (1977) membedakan
antara:
• Usia biologis  menunjukkan kpd wkt
seseorang sejak lahirnya berada dlm
keadaan hidup, tidak mati.
• Usia psikologis  menunjukkan kpd
kemampuan seseorang u/ mengadakan
penyesuaian2 kpd situasi yg dihadapinya.
• Usia sosial  menunjukkan kpd peran2 yg
diharapkan a/ yg diberikan masy kpd
seseorang sehubungan dg usianya.

Ketiganya saling pengaruh mempengaruhi &


prosesnya saling berkaitan.

5
Menjadi tua ditandai oleh :
1. Kemunduran2 biologis terlihat dr
gejala kemunduran fisik a.l:
– Kulit mulai mengendor & pd wajah
timbul garis2 menetap & keriput
– Rambut mulai beruban & menjadi putih
– Gigi mulai omponh
– Penglihatan & pendengaran menjadi
buruk
– Cepat & mudah lelah
– Gerakan2 lamban, kehilangan
kelincahan
– Kerampingan tubuh menghilang, disana
sini terjadi timbunan lemak biasanya
dibgn perut & pinggang.
6
2. Kemunduran kemampuan kognitif
a.l:
– Suka lupa, ingatan tdk lagi berfungsi dg
baik
– Ingatan kpd hal2 dr masa muda lebih
baik dp kpd hal2 yg baru terjadi; yg
pertama dilupakan adalah nama-nama.
– Orientasi umum & persepsi terhadap
waktu & ruang/ tempat juga mundur
– Skor dlm inteligensi rendah
– Tdk muda menerima hal2 a/ ide2 baru.

7
A. Tujuan Keperawatan gerontik:
• Mempertahankan kesehatan usia lanjut pd tahap
yg setinggi-tingginya, shg terhindar dr
penyakit/gangguan.
• Memelihara kondisi kesehatan dg aktivitas2 fisik
& mental
• Merangsang para petugas kesehatan (dokter,
perawat) untuk mengenal & menegakkan diagnosa
yg tepat & dini, bila mereka menjumpai suatu
kelainan tertentu.
• Memberikan bantuan moril & perhatian maksimal
sehingga kematian berlangsung dg tenang.
• Memelihara kemandirian secara maksimal

Melalui ilmu & teknik kep. Gerontik


8
Bidang garapan tdk terpenuhinya keb
dasar usila sbg akibat proses penuaan

Lingkup Asuhan Keperawatan


– Pencegahan ketdk mampuan sbg akibat
penuaan
– Perawatan utk pemenuhan keb usila
– Pemulihan utk mengatasi keterbatasan
usila

9
Tanggung Jawab membantu Klien
– Memperoleh kes optimal
– Memelihara kes
– Menerima kondisinya
– Menghadapi ajal

Peran & Fungsi Perawat Gerontik


– Pemberian asuhan keperawatan
– Pendidik usila, klg & masy
– Motivator klien
– Advokasi klien
– Konselor klien
10
Tugas Perkembangan
• Persiapan diri untuk kondisi yg menurun
• Persiapan diri untuk pensiun
• hub yg baik dg orang yg seusia
• Persiapan kehidupan baru
• Penyesuaian thd kehidupan sosial/masy sec santai
• Persiapan diri utk kematian & kematian pasangan

Peran Anggota Keluarga


• Lakukan pembicaraan searah
• Pertahankan kehangatan rumah keluarga
• Bantu melakukan persiapan makanan
• Bantu dim hal transportasi
• Bantu memenuhi sumber-surnber keuangan
• Berikan kasih sayang

11
Peran Keluarga dim Keperawatan Usia
Lanjut
• 1. Menjaga a/ merawat usila (fisik)
• Mempertahankan & meningkatkan status
mental
• Antisipasi perubahan sosek
• Motivasi & fasilitasi kebutuhan spiritual

Sifat Asuhan Keperawatan Gerontik


• Independen & mandiri
• Interdependent a/ kolaborasi
• Humanistik
• Holistik

12
Lingkup peran & tanggung jawab kep gerontik
Respon seseorang thd penuaan berbeda-beda

Psikologis

Sosial
Biologis
Sistem tubuh Penuaan

Kultural
Sistem sensori
Sistem kardiovaskuler Spiritual
Sistem otot & tulang
Sistem endokrin
Sistem integument
Sistem pencernaan
Sistem perkemihan Terjadi Perubahan
Sistempersyarafan

13
C. Proses Menua
• Aging (Proses menua)  proses yg terus
menerus (berlanjut) secara alamiah. Dimulai
sejak lahir & umumnya dialami pada semua
makhluk hidup.
• Old Age  usia tua a/ lanjut usia. Umur 65 th
keatas & telah mengalami pensiun.
• Frail Elderly  kisaran umur 75 th keatas a/
lebih
• Ageism  sikap negatif mengarah ke lebih
tua.

14
FAKTOR YG MEMPENGARUHI
PROSES MENUA
PENDIDIKAN
PENYAKIT
INFEKSI
DEGENERATIF
KONSUMSI
FAKTOR
BIOLOGI HYGIENE
PROSES MENUA SANITASI/LI
SOS - BUD
NGKUNGAN
FAKTOR
INDIVIDU
KELUARGA/ LINGKUP
PENGASUH PERGAULAN
KELOMPOK
MASYARAKAT
EKONOMI

15
Sikap terhadap usia lanjut
• Usia lanjut berhubungan :
• Penyakit kronis
• Deteorisasi mental
• Meninggal dunia

Beberapa Konsep yg keliru ttg usia lanjut:


• “Stereotyping” usia lanjut pikun
• “Ageism”  diskriminasi sex, gender

16
Beberapa mitos ttg usila
• Kebanyakan usila:
• Mengalami kebingungan & tdk tertarik
thd lingkungan disekitarnya
• Tidak sehat
• Merasa kesepian & tdk
bahagia/gembira
• Tidak tertarik pada seks
• Tinggal di institusi/panti jompo
• Tidak berguna

17
Teori-teori perubahan pada usila

• Ada 4 teori perubahan usila:


• Teori biologis
• Teori psikologis
• Teori sosial
• Teori spiritual

18
1. Teori biologis
  menjelaskan ttg hub antara usia dg
perubahan. Ada 4 hal penting pd proses
penuaan yi:
• Pekterius  penuaan fungsi
• Progresive  terjadinya proses menua sec
b’tahap tdk t’jadi sec tiba-tiba
• Intrinsik  proses penuaan tdk t’jadi
semata-mata krn pengaruh ligkungan
• Universal  semua makhluk hidup mengalami
proses penuaan

19
Ada 5 teori mengenai teori
biologis yaitu:
1. Teori Genetik
• Gen mempengaruhi perubahan sec
umum, sel hanya membelah 50 kali,
setelah itu fungsinya mengalami
penurunan.
Contoh: anak o.t meninggal sebelum
umur 50 thn, harapan hidupnya lebih
pendek 20 th dibanding anak o.t
meninggal diatas usia 50 thn.

20
2. Teori wear and tear
• Setiap individu mengalami proses penuaan &
kematian krn jaringan-jaringan tubuh tdk
selamanya m’p’baiki diri. Proses dipercepat
olehfaktor2: stres, merokok, diet yg buruk
• Postulat Weisman menyatakan bhw kematian
terjadi krn jaringan rusak yg tdk m’p’baharui
dirinya
• Teori ini didukung o/ tanda mikroskopik: pd
wear and tear sel jaringan skeletal striated
(kerapuhan tl), otot jtg & semua sel saraf.
• Contoh: jika o.t terkena peny yg
menyebabkan kerusakan sel, mk
penyembuhannya tdk akan terjadi sempurna
krn sel tsb tdk dpt m’p’baiki diri dg sempurna.
21
3. Teori imunitas
• Proses penuaan b’hubungan dg penurunan
fungsi sistem imun.  akan meningkatkan
respon autoimun tubuh, shg o.t lebih rentan
thd peny.
• Teori autoimun menerangkan bhw usila sering
mengalami alergi thd makanan & benda asing
sep: debu, rumput, dmn sebelumnya mereka
tdk pernah mengalami
• Menerangkan perkembangan autoimun selama
dewasa lanjut, sep lupus/reumathoid
arthritis.
• Contoh: o.t akan lebih rentan thd peny
kanker, infeksi, rheumatik & proses
penyembuhannya lebih lama
22
4. Teori lingkage
  keterkaitan molekul yg b’asal drreaksi
kimia. Sesuai peningkatan umur, mekanisme
pertahanan menurun,  p’baikan kerusakan
tdk dpt terjadi. Jika berlanjut
menyebabkan mutasi sel,ketdkmampuan
mengeliminasi sampah & transport ion &
susunan protein kulit m’jadi tdk elastis &
efektif.
• Contoh: pd o.t sering t’jadi kegagalan
organ sep: gagal ginjal & jantung.

23
5. Teori radikal bebas
• Radikal bebas & kumpulan konjugasi mampu
menyerang molekul lain krn adanya proses
pertukaran ekstra elektrik a/ elektron bebas
yg meminimalkan akibat radikal bebas ad/
vitamin C & E. Semakin lanjut usia, mk
mekanisme pertahanan tubuh menurun &
membentuk radikal bebas bertambah.
• Contoh: org yg lebih banyak bekerja disawah,
kulit akan lebih cepat keriput dibanding org yg
bekerja dikantor krn pengaruh radikal bebas
dr matahari
24
Kesimpulan
• Hub proses penuaan dg keperawatan gerontik
• Proses penuaan terjadi pd semua organisme
• Penuaan sec biologi alami, tdk dpt dihindari,
irreversibel & berkembang sesuai wkt
• Cara penuaan bervariasi pd setiap individu
• Kecepatan penuaan
• Penuaan biologi dipengaruhi o/ faktor non
biologi
• Proses penuaan biologi berbeda dg proses
patologi
• Peningkatan proses penuaan biologi
menyebabkan mudah terkena peny.

25
2.Teori psikologis
Ada 6 teori mengenai teori psikologis yi:
a.Teori kebutuhan manusia
Maslow mengatakan bhw ada 5 tingkatan
kebutuhan yaitu:
Kebutuhan fisik
Keamanan dan keselamatan
Cinta & memiliki
Harga diri
Aktualisasi diri

26
b. Teori Erikson
Ada 8 ygdihubungkan dg usila yi:
• Percaya vs tdk percaya
• Otonomi vs malu & ragu-ragu
• Inisiatif vs rasa bersalah
• Industri vs inferior
• Identifikasi vs bigung peran
• Intimidasi vs self absorbtion
• Generativity vs stagnasi
• Ego integritas vs dispair
1-7  menunjukkan kesuksesan kehidupan
usila
ke 8 merp tahapan utk kehidupan usila.
27
c. Teori Carl Jung (1960)
  kepribadial usila ada 2 yi: ekstrovert & introvert
• K. Ektrovert : usila b’orientasi pd dunia luar
• K. Introvert : usila berorientasi pd pengalaman
pribadinya sendiri

d.Teori Newman & Newman (1984)


  menyatakan bhw:
• Koping thd perubahan fisik krn proses penuaan
• Menyesuaikan kegiatan dg peran yg baru sbg
pensiunan, kakek, nenek, janda/duda, dll
• Menerima hidup apa adanya
• Mengembangkan sudut pandang ttg kematian

28
e. Teori sumber kehidupan manusia
  mrt Charlotte Buhler, (1968)  memusatkan
perhatian pd tujuan kehidupan mll 5 fase
perkembangan yi:
– chilhood (kanak-kanak)  blm punya tujuan yg jelas
krn belum ada gbr ttg masa depan
– Remaja & dewasa muda  mulai membuat konsep yg
spesifik ttg tujuan hidup & mengerti potensi individu
– Usia 25 th  mulai b’pikir konkrit/nyata ttg tujuan
hidup & berusaha utk mencapainya
– Meddle year/dws matang  mengevaluasi tujuan
hidup yg belum tercapai & meninjau kembali
– Dewasa tua (65-70th)  wkt beristirahat dr b’cita-
cita tinggi utk tujuan hidup
29
Teori tugas perkembangan
(Havighurst, 1972)
Tugas perkembangan bersumber dr
bbrp hal:
– Kematanagn fisik
– Pengharapan lingkungan thd budaya
– Nilai-nilai individual & aspirasi

30
Tugas perkembangan usila:
•Mengurus kekuatan fisik & kesehatan yg menurun
•Mengurus pensiun & pendapatan yg berkurang
•Kematian salah satu pasangan
•Mendirikan perkumpulan dg grup seumurnya
•Mengadopsi & beradaptasi dg peraturan sosial dg cara
fleksibel
•Memantapkan kehidupan fisik yg teratur

Kesimpulan
Teori yg sering digunakan  T. Erickson & Carl Jung krn
mencakup kehidupan usila.

31
3. Teori sosial
Ada 6 teori mengenai teori sosial yi:
a. Teori pelepasan (disengagement) Cumming &
Henry (1961)
• Proses penuaan sbg tugas perkembangan yg
normal
• Mempertahankan keseimbangan sosial dicapai
dg proses timbal balik antara masy & usila
• Keinginan menarik diri & bahagia ketika
pelepasan terjadi
• Keseimbangan sosial sbg hsl akhir

32
b. Teori aktivitas
• Usila membutuhkan pengasingan diri dr
lingkungan
• Usila sehrsnya mempertahankan kes psikologi &
sosial bila mempertahankan
aktivitasnya/keaktifannya
Tugas asumsi teori ini:
1) Lebih baik aktif dp tdk aktif
2) Lebih baik bahagia dp tdk bahagia
3) Kesuksesan terbaik usila tergantung pd
pemahaman kedua asumsi tsb
 aktivitas dpt diperluas sampai aktivitas fisik &
intelektual walaupun pd kondisi sakit atau tua,
tetap aktif & mencapai kepuasan hidup.
33
c. Teori stratifikasi umur
 salah satu contoh teori yg mengacu pd nilai-nilai sosial.
Kuncinya adalah saling ketergantungan antara usila & masy
umum (Riley Johnson, Foner, 1972).

Riley, mendiskusikan ada 5 konsep utama dr teori ini:


1) Masing2 individu berkembang melalui masyarakat,
bersama2 mengalami penuaan secara sosial, biologis &
psikologis
2) Klp2 baru terus muncul & msg2 mengalami pemahaman yg
unik akan masa lalunya
3) Masy sendiri dpt dibagi dlm bbrp strata yg mengacu pd
parameter umur & peran
4) Org2dan peran setiap strata serta masy sec luas terus
berubah
5) Interaksi antara individu usila & seluruh masy tdk statis
tapi dinamis
34
d. Teori kontinuitas
mengabaikan t. Aktivitas & t. Pelepasan. Mrt t.
Ini menjadi aktif, berusaha mempertahankan
perasaan a/ jiwa muda a/ adanya suatu keinginan
utk menarik diri dr sosial, tidaklah membawa
kebahagiaan.

mengemukakan bhw seseorg akan meneruskan


kehidupan sebagaimana ia menjalani kehidupan
sebelumnya (Havighust, Neugartan, Tobin, 1963)

 sesuai usia seseorg, mereka berusaha utk


mempertahankan a/ melanjutkan kebiasaan yg
berharga, nilai-nilai, kepercayaan & semua faktor
yg mempengaruhi kepribadiannya.
35
e. Teori kesesuaian manusia-lingkungan (person-
enviroment vit theory)
Lawton(1982) , konsep hub ketergantungan antara
kompotensi dr suatu kelp, dws tua & masy a/
lingkungan.
Lawton mengidentifikasi kompotensi personal
meliputi: kekuatan ego, tk keterampilan motorik, kes
biologi individual, & kemampuan kognitif serta
kemampuan sensori persepsi
setiap tk kompotensi seseorg terdpt suatu tk dr
tekanan lingkungan. Contoh: seseorg yg memiliki
kompotensi rendah hanya dpt menghadapi tekanan
lingk yg rendah pula demikian sebaliknya.
 lingkungan menjadi lebih mengancam & seseorg
merasa tdk mampu utk mengatasinya.
36
f. Teori kesesuaian manusia-lingkungan (person-
enviroment vit theory)
Lawton(1982) , konsep hub ketergantungan antara
kompotensi dr suatu kelp, dws tua & masy a/ lingkungan.
Lawton mengidentifikasi kompotensi personal meliputi:
kekuatan ego, tk keterampilan motorik, kes biologi
individual, & kemampuan kognitif serta kemampuan sensori
persepsi
setiap tk kompotensi seseorg terdpt suatu tk dr
tekanan lingkungan. Contoh: seseorg yg memiliki
kompotensi rendah hanya dpt menghadapi tekanan lingk yg
rendah pula demikian sebaliknya.
 lingkungan menjadi lebih mengancam & seseorg merasa
tdk mampu utk mengatasinya.
37
f.Teori sub kultural
Rose (1962) mengatakan usila sbg s/ klp
yg memp norma, harapan, keyakinan &
kebiasaan sendiri shg dinyatakan
memiliki klp sendiri, kurang menyatu dg
lingkungan yg lebih luas & lebih banyak
berinteraksi dg sesama, dp dg kelp

38
Kesimpulan
Teori sosiologis ttg penuaan:
1) Kegiatan
– Usila yg lebih aktif  kepuasan hidup meningkat
2) Konsep diri berhub dg peran & peran sebelumnya yg hrs
digantikan dg org
baru yg masih aktif (Cavin, 1949)
3) Menarik diri, Menarik diri pd masy thd usila sama dg org
yg menarik diri dr masy (coming, Henry, (1961)
4) Kontinuitas, Sejln dg proses penuaan, indv
mengembangkan kebiasaan, komitmen, pilihan yg menjadi
kepribadian & tetap dipertahankan.
5) Stratifikasi usia
– Masy td 2 klp usia dmn keduanya saling mengubah &
--mempengaruhi yg lain
– Ketergantungan yg tinggi ada pd usila thd masy
6) Person-enviroment fit
39
4. Teori spiritual
a. Tinjauan teoritis
Spritual & agama 2 hal yg berbeda:
– Agama lebih mengarah kpd tanda-
tanda diluar kepercayaan spiritual
– Spiritual merup konsep yg lebih luas yg
tdk selalu termasuk aspek agama
(Vaillot, 1970)

40
b. Perkembangan/kematangan spiritual
lansia
1) Laura & Berk (2001), menyatakan untuk
menerima perubahan, merasa utuh &
mengantisipasi kematian dg penuh kesabaran
adalah meningkatkan kematangan spiritual.
Hasil penelitian di Amerika pd lansia 65 th
keatas 76% mengatakan religius sangat
penting dlm kehidupannya.
2) De genova (1992),  Keterlibatan religi relatif
stabil seiring bertanbah usia, kebutuhan
religius mungkin meningkat pd lansia.
41
Lanjutan perkembangan spiritual
3) Maslow (1970)  semakin bertambah
usia seseorg, agama/kepercayaannya
makin terintegrasi dlm kehidupannya
4) Murai & Zefner (1970),  lansia
semakin matur dlm kehidupan
keagamaannya
5) Fowler (1978),  perkembangan
spiritual usia 70 th “universalizing”,
berfikir & bertindak dg memberikan
contoh cara mencintai keadilan
42
James Fowler dikutip Laura & Berk (2001),
menggambarkan kepercayaan seseorg dlm 5 tahap:
• Tahap 1: Inituitive – projective (intuisi &
projeksi). Pd usia 3-7 thn, fantasi & imitasi anak
menjadi kuat dipengaruhi oleh cerita, mood &
perilaku serta keyakinan yg ditunjukkan oleh org
dewasa.
• Tahap 2: mitos – literal (dongeng/mitos &
kenyataan). Pd usia 7-11 th, anak mulai
menginternalisasi cerita, kepercayaan & observasi
religius komunitas sbg literatur
• Tahap 3: Synthetic – conventional (meniru &
adat). Pd adolecense, mulai mempelajari nilai &
kepercayaan namun belum mendlmi ideologi sec
sistematik
43
Lanjutan James

Tahap 4: Individual – reflektif. pd adulthood, aktif


mempertajam ideologi personal, membentuk &
memperbaikinya setiap saat. Ritual & simbol religius
mereka bertanya “ apa artinya ini sebenarnya?”
Tahap 5: Conjunctive (membuat hubungan). Late
adulthood (dewasa tua), mulai memperluas pandangan
pd semua komunitas manusia, mulai membangun
persepsi terkait dg group lainnya.

6) Mc Fadden, 1996 mendukung teori prkembangan


kepercayaan & meminta memperhatikan individu pd
tahap 4 & 5.

44
c.Teori spiritual distres.
Lansia mempunyai risiko tinggi mengalami
spiritual distres krn sec statistik dekat dg
kematian. Faktor2 yg dipercaya mempengaruhi
spiritual distres:
1) Meningkatnya kesadaran akan proses penuan
2) Terpisah dr ikatan spiritual & cultural
3) Dihadapkan pd kondisi dg sistem nilai & kepercayaan
sep menjalani th/ yg terkait dg moral & etik
4) Ketdk mampuan
5) Nyeri kronik
6) Tdk adanya figure
7) Perasaan takut menghadapi kematian yg tdk teratasi
8) Marah dg tuhan
45
Kesimpulan:
1. Spiritual sangat dibutuhkan individu dlm
menghadapi proses penuaan & kematian
2. Religius merup simbol2. Ritual, dr luar yg
dibutuhkan u/ menuntun individu menuju
kematangan spiritual
3. Seiring bertambahnya usia individu
cenderung meningkatkan kematanagn
spiritualnya
4. Lansia disamping kematangan spiritual,
dipercaya lebih mudah mengalami spiritual
distres krn dekat dg kematian & kondisi
sakit kronik.

46
Teori psikososial pada usila
Teori psikososial pd usila bertujuan
untuk menjelaskan menua dr aspek.

Intelegensi
Memori
Emosi
Kemampuan koping
Perubahan-perubahan sosial

47
Teori psikososial pd usila
1. “Disengagement theory of aging” 
Malas mengikuti kegiatan (mis: malas
nonton bioskop dll), menarik diri dr
lingkungan
2. “Activity theory of aging”  pemacuan
aktivitas pd usila mis: berkebun dll).
3. “Continuity theory of aging”  usila
tergantung pd tumbuh kembang
sebelumnya

48
Perubahan2 psikososial pd usila;
1. Ageist stereotype.
 Devaluation  mengevaluasi kembali
kejadian2 saat ini pd hal2 sebelumnya
 Negative attitude  tdk menerima
thd proses penuaan sikapnya pesimis
 Age determined expectation
 Stereotypes and myths
 Degradation

49
2. Retirement  pensiun
Lost of:
• Income = pendapatan berkurang
• Identity/role= kehilangan peran
• Status/authority= perubahan status
• Structure/ schedule = perubahan jadwal
/struktur
• Purpose in life
• Peer contact = kehilangan kontak dg teman

50
3. Widowhood

 Kehilangan org yg biasa membantu


 Kehilangan teman curhat/teman dekat
 Kehilangan pasangan
 Merasa kosong, sendiri, sedih
 Changes in responsibility

51
4. Cronic illness
• Kehilangan fungsi
• Penurunan sensori
• Obat-obatan/efek samping
• Tingkat ketergantungan lebih tinggi
• Kehilangan kemampuan u/ melakukan
sesuatu

52
5. Death of friends (kematian teman)
• Kehilangan org u/ berbagi rasa
• Lebih cemas akan kematian sendiri
• Kehilangan aktifitas sosial

6. Relocation from family home stead


• Kehilangan tempat
• Perubahan tetangga
• Pindah ke teman baru

53
Faktor risiko dr level tinggi distress
 Tumbang sebelumnya
 Munculnya kejadian2 yg tdk diprediksi
sebelumnya
 Munculnya beberapa perjanjian yg mengganggu
sec psikomotor sec bersamaan
 Munculnya kejadian2 besar dlm hidup dlm wkt
singkat
 Merasa mampu segala2nya  sering mengalami
frustasi
 Menurnnya kemampuan koping
 Menurunnya tanggapan thd situasi

54
Faktor risiko u/ terjadi gg mental

Gangguan fungsi tubuh


Kekurangan kemampuan u/ berfungsi
Kurang kemampuan keuangan
Janda/cerai
Status yg tinggi
Menurunnya kemampuan u/ melakukan aktivitas
sehari-hari
Sikap yg keliru/yg tdk sesuai

55
Faktor risiko u/ kerusakan
kesehatan sosial
• Kehilangan pendapatan
• Kehilangan teman
• Tdk siap memasuki masa pensiun
• Kekurangan sosial support
• Menurunnya kemampuan komunikasi

56
Kesimpulan
Perubahan psiko sosial pd usila merup proses
alami yg akan dialami setiap usila sesuai dg 3
teori yaitu:
1. Disenggament
2. Activity
3. Continuity
O/ krn itu fAktor2 risikonya perlu dikenali &
diantisipasi mll kegiatan promosi.

57
H. Perubahan yang terjadi pada
usia lanjut
1.Tubuh
• Penurunan sel otak
• Penurunan rasa & penciuman
• Kulit keriput
• Rambut memutih beruban
• Pendengaran berkurang
• Tulang mulai rapuh
• Gigi mulai ompong
• Mudah lelah
• Kelancaran aliran darah menurun
• Fungsi jantung, ginjal, hati menjadi lebih tinggi 
daya tahan tubuh menurun
• Gerakan-gerakan menjadi lamban &
kehilangan kelincahan 58
2. Pikiran / mental
• Daya ingat menurun
• Mudah sedih & tersinggung
• Mudah frustasi
• Merasa sepi sendiri
• Takut kehilangan kemandirian

59
3. Sosial/masyarakat
• Kehilangan pekerjaan
• Kehilangan pasangan
• Berpisah dg anak
• Menerima kehadiran cucu

60
Cara penyesuaian diri pada
usia lanjut
1. Tubuh
• Kegiatan perawatan diri
• Melakukan senam
• Pemeriksaan kesehatan secara rutin
• Mengikuti kegiatan yg masih mampu dilakukan
• Minum obat secara teratur jika sakit
• Makan makanan yang bergizi
• Minum paling sedikit 8 gelas sehari

61
2. Pikiran atau mental
• Mengenal masalah
• Yakin dlm memandang masalah
• Menerima proses penuaan
• Memberi nasehat & pandangan
• Beribadah secara teratur
• Terlibat dalam kegiatan sosial maupun
keagamaan
• Sabar & tawakal
• Pertahankan kehidupan sexual

62
3. Sosial / masyarakat
• Memiliki pandangan/wawasan
• Saling kunjung mengunjungi
• Melakukan kegiatan rekreasi
• Penyesuaian diri terhadap pensiun

63
64