Anda di halaman 1dari 6

KEBARAGAMAN SUKU AGAMA

RAS ANTAR GOLONGAN


DISUSUN OLEH :
Regan Alif Ardyanto (18)
KELAS 7A
A. Keberagaman dalam Masyarakat
Indonesia.
 1. Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia.
 Keberagaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
 Letak strategis Indonesia
 Kondisi negara kepulauan
 Perbedaan kondisi alam
 Keadaan transportasi dan komunikasi
 Penerimaan masyarakat terhadap perubahan
 2. Keberagaman Suku.
 Suku bangsa sering disebut juga etnik.
 Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa berarti sekelompok manusia yang memiliki kesatuan budaya dan terikat oleh kesadaran dan identitas
tersebut.
 Ciri ciri mendasar yang membedakan suku bangsa satu dengan lainnya adalah :
 Bahasa daerah
 Adat istiadat
 Sistem kekerabatan
 Kesenian daerah
 Tempat asal
A. Keberagaman dalam Masyarakat
Indonesia.
 3. Keberagaman Agama dan Kepercayaan.
 Keberagamanagama di Indonesia disebabkan oleh bangsa lain yang berdatangan untuk berdagang di Indonesia. Selain
berdagang, mereka juga menyebarkan agama.
 Agama yang ada di Indonesia antara lain:
 Islam, beribadah di masjid.
 Kristen dan Katolik, beribadah di gereja.
 Hindu, beribadah di pura.
 Budha, beribadah di vihara.
 Konghucu, beribadah di klenteng.
 4. Keberagaman Ras.
 Ras berasal dari bahasa Inggris yaitu race.
 MenurutUndang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, ras adalah golongan bangsa
berdasarkan ciri-ciri fisik dan garis keturunan.
 Beberapa ras yang ada di Indonesia:
 Ras Malayan-Mongoloid, berada di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi.
 Ras Melanesoid, berada di Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
 Ras Asiatic Mongoloid, ras ini tersebar di seluruh Indonesia.
 Ras Kaukasoid.
A. Keberagaman dalam Masyarakat
Indonesia.
 5. Keberagaman Antargolongan.
 Keberagaman masyarakat Indonesia dapat dilihat dari struktur masyarakatnya.
 Menurut Syarif Moeis (2008), struktur masyarakat Indonesia ditandai dengan dua ciri.
Yaitu secara horizontal dan secara vertikal.
 Secara horizontal ditandai dengan kenyataan adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan
perbedaan-perbedaan suku bangsa, agama, adat istiadat, dan kedaerahan.
 Secara vertikal ditandai dengan adanya lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.
B. Arti Penting Memahami Keberagaman
dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia, negara kepulauan
artinya negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat
mencakup pulau-pulau lain.
 Negara kepulauan menyebabkan banyaknya keberagaman, namun keberagaman
tersebut bukanlah unsur perpecahan namun justru yang menciptakan kesatuan bangsa.
Hal tersebut sesuai dengan semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika.
 Kalimat Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan dalam Kitab Sutasoma yang ditulis
oleh Mpu Tantular.
 Bhinneka Tunggal Ika mengandung makna bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri atas
macam suku bangsa, adat istiadat, ras dan agama yang beraneka ragam namun
keseluruhannya merupakan suatu persatuan dan kesatuan.
C. Perilaku Toleran terhadap
Keberagaman Suku.
 Perilaku toleran perlu dilaksanakan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.
 Macam-macam perilaku toleran:
 1. Perilaku Toleran dalam Kehidupan Beragama.
 Beberapa bentuk perilaku toleran dalam kehidupan beragama:
 Melaksanakan ajaran agama yang dianutnya dengan baik dan benar.
 Menghormati agama yang diyakini orang lain.
 Tidak memaksakan keyakinan agama yang dianutnya kepada orang lain.
 Toleran terhadap pelaksanaan ibadah yang dianut pemeluk agama lain.
 2. Perilaku Toleran Terhadap Keberagaman Suku dan Ras di Indonesia.
 Salah satu cara untuk melakukan tindakan toleran adalah berperilaku baik kepada orang lain tanpa memandang berbagai perbedaan
tersebut.
 3. Perilaku Toleran Terhadap Keberagaman Sosial Budaya.
 Sebagai pelajar, perilaku dan semangat kebangsaan dalam mempertahankan keberagaman budaya bangsa dapat dilaksanakan dengan :
 Mengetahui keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
 Mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat dan kesenangannya.
 Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri.
 Menyaring budaya asing yang masuk kedalam bangsa Indonesia.