Anda di halaman 1dari 28

Penganggaran Sektor Publik

Kelompok 1:
Richa Rahmawati Afag
Hilma Tsani Amanati
Nurafifah Wulandari
Konsep Anggaran Publik
Anggaran

- Estimasi kinerja yang hendak dicapai


- Dalam periode tertentu dan ukuran finansial

Penganggaran

-Proses mempersiapkan anggaran

Penganggaran pada sektor publik


-Harus diinformasikan kepada publik untuk
dikritik, didiskusikan, dan diberi masukan
Konsep Anggaran Publik

Anggaran merupakan
managerial plan for action
Penganggaran publik terkait dengan
proses penentuan jumlah alokasi dana
untuk program dan aktivitas.
04 03 02 01

Anggaran merupakan artikulasi dari hasil


perumusan strategi dan perencanaan
strategik yang telah dibuat.
Apa itu Anggaran Publik?

Anggaran publik adalah rencana kegiatan dalam


bentuk perolehan pendapatan dan belanja dalam
satuan moneter.

Anggaran publik merupakan suatu rencana finansial yang menyatakan


1. Berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja)
2. Berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanai
rencana tersebut (pendapatan)
Aspek-aspek Anggaran Publik

Aspek Perencanaan

Aspek Pengendalian
Aspek Akuntabilitas
Publik
Pentingnya Anggaran Sektor Publik

Anggaran publik dibuat untuk membantu menentukan


Kebutuhan Masyarakat
tingkat kebutuhan masyarakat

Blueprint Anggaran publik merupakan blueprint

Kebijakan Fiskal Alat utama kebijakan fiskal

Option D

Option E
Kriteria Anggaran Publik
Menentukan
penerimaan dan
pengeluaran
departemen-
departemen
pemerintah,
Merefleksikan pemerintah provinsi
perubahan atau pemerintah
prioritas daerah
kebutuhan dan
keinginan
masyarakat
Pentingnya Anggaran Sektor Publik
Alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial-
ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas
hidup masyarakat.

Anggaran diperlukan karena adanya masalah


keterbatasan sumber daya (scarcity of resources),
pilihan (choice), dan trade offs

Instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh


lembaga-lembaga publik yang ada.
Fungsi Anggaran Sektor Publik
Alat Perencanaan

Alat Menciptakan
Alat Pengendalian
Ruang Publik

Alat Kebijakan
Alat Motivasi Fiskal

Alat Penilaian
Alat Politik
Kinerja

Alat Koordinasi
dan Komunikasi
Jenis-jenis anggaran sektor publik
Anggaran Operasional Anggaran Modal

Belanja rutin (recurrent


expenditure) Pembelanjaan atas aktiva
Belanja administrasi tetap
umum dan belanja
operasi dan pemeliharaan Gedung, peralatan ,
kendaraan dll.
Manfaat untuk tahun
tersebut dan tidak Rencana jangka panjang,
menambah kekayaan manfaat > 1 tahun dan
menambah kekayaan
pemerintah
Prinsip-Prinsip Anggaran Sektor Publik
Otorisasi
oleh
legislatif

Periodik Komprehensif

Diketahui Keutuhan
publik Anggaran

Nondiscretionary
Jelas Appropriation

Akurat Periodik
Tujuan Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik

Meningkatkan transparansi
dan pertanggungjawaban
memenuhi
prioritas belanja
Membantu
menciptakan efisiensi
dan keadilan
mencapai tujuan
fiskal dan
meningkatkan
koordinasi
Faktor Dominan dalam Proses Penganggaran

Ketersediaan sumber
Waktu yang dibutuhkan
daya (faktor-faktor) 2 3 untuk mencapai tujuan
produksi yang dimiliki
dan target
pemerintah

Faktor-faktor lain yang


mempengaruhi anggaran,
Tujuan dan seperti: peraturan
target yang
START 4 pemerintah yang baru,
hendak 1 fluktuasi pasar, perubahan
dicapai sosial dan politik, bencana
alam
Prinsip-Prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran

Tahap Tahap Tahap


Tahap
Persiapan Implementas pelaporan
Ratifikasi
Anggaran i dan evaluasi
Perkembangan Anggaran Sektor Publik

Anggaran Publik
Anggaran
(New Public
Tradisional
Management)
Anggaran Tradisional

Incrementalism Line-item
Kelemahan Anggaran Tradisional
• Hubungan yang tidak memadai

• Incremental ; beberapa pengeluaran tidak diteliti menyeluruh efektifitasnya

• Lebih orientasi input daripada output

• Sekat antar departemen menyulitkan pencapaian tujuan

• Proses anggaran terpisah untuk pengeluaran rutin dan modal/investasi

• Anggaran tradisional bersifat tahunan

• Sentralisasi penyiapan anggaran dengan informasi terbatas melemahkan perencanaan

anggaran

• Gagal memberikan mekanisme pengendalian

• Aliran informasi tidak memadai


Anggaran Publik dengan
Pendekatan NPM
New Public Management (NPM)

Model New Publik Management berfokus


pada manajemen  sektor  publik  yang 
berorientasi pada kinerja, bukan berorientasi
pada kebijakan.
Perspektif Baru Pemerintahan
(Reinventing Government)
(Menurut Osborne dan Gaebler)

PEMERINTAH KATALIS
01 Pemerintah sebagai pemberi arahan bukan produksi pelayanan publik

PEMERINTAH MILIK MASYARAKAT


02 Pemerintah memberikan wewenang kepada masyarakat.

PEMERINTAH YANG KOMPETITIF


03 Menyuntikkan semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan publik

PEMERINTAH YANG DIGERAKKAN OLEH MISI


04 Mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan menjadi organisasi
yang digerakkan oleh misi.

PEMERINTAH YANG BERORIENTASI HASIL


05 Pemerintah berusaha mengubah bentuk penghargaan dan insentif, yaitu
membiayai hasil dan bukan masukan.
Perspektif Baru Pemerintahan
(Reinventing Government)
(Menurut Osborne dan Gaebler)

PEMERINTAH BERORIENTASI PADA PELANGGGAN


06 Memenuhi kebutuhan pelanggan, bukan birokrasi

PEMERINTAH WIRAUSAHA
07 Pemerintah mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar
membelanjakan.

PEMERINTAH ANTISIPATIF
08 Pemerintah berupaya mencegah daripada mengobati

PEMERINTAH DESENTRALISASI
09 Pemerintah yang hierarkis menuju partisipatif dan tim kerja

PEMERINTAH BERORIENTASI PADA MEKANISME PASAR


10 Pemerintah mengadakan perubahan dengan mekanisme pasar (sistem
insentif) dan bukan dengan mekanisme administratif (sistem prosedur dan
pemaksaan)
Perbandingan Anggaran Tradisional dengan
Anggaran Berbasis Pendekatan NPM

ANGGARAN TRADISIONAL NEW PUBLIC MANAGEMENT

Sentralisasi Desentralisasi and Devolved


Berorinetasi Pada Input Management
Tidak Terkait Dengan Berorientasi Pada Input,
Perencanaan Jangka Panjang Output, and Outcome (Value
Line-item Dan Incrementalism For Money)
Batasan Dapartemen Yang Kaku Utuh Dan Komprehensif
Menggunakan Aturan Klasik: Dengan Perencanaan Jangka
Vote Accounting Panjang
Prinsip Anggaran Bruto Berdasarkan Sasaran Kinerja
Bersifat Tahunan Zero-base Budgeting, Planning
Spesifik Programming Budgeting System
Sistematik Dan Rasional
Bottom-up Budgeting
PERUBAHAN PENDEKATAN ANGGARAN
Anggaran Kinerja (Perfomance
Budgeting)
Anggaran kinerja didasarkan pada
tujuan dan sasaran kinerja, sehingga
anggaran dijadikan sebagai alat untuk
mencapai tujuan. Pendekatan ini
menekankan pada konsep value for
money dan pengawasan atas kinerja
Anggaran
output (Perfoma Kinerja
nce Budg
eting)

Planning, Programming, and Zero-Ba


se
Budgeting System (PPBS) Budgeti Zero-Base Budgeting (ZBB)
ng (ZBB
)
Teknik penganggaran yang Penyusunan anggaran dengan ZBB
berorientasi pada output dan tidak berpatokan pada anggaran
Planning,
tujuan, penekanan utamanya Programm tahun lalu dalam penyusunan
and Budg ing,
adalah alokasi sumber daya eting Syst anggran tahun ini, tetapi penentuan
em
berdasarkan analisis ekonomi. (PPBS)
anggaran didasarkan pada
kebutuhan saat ini.
PROSE IMPLEMANTASI ZBB

IDENTIFIKASI UNIT-UNIT KEPUTUSAN


01 Pusat pertanggungjawaban merupakan
unit pembuat keputusan

PENENTUAN PAKET-PAKET KEPUTUSAN


02 Gambaran komprehensif mengenai bagian
aktivitas organisasi

MERANKING DAN MENGEVALUASI PAKET


KEPUTUSAN
03 Proses alokasi sumber daya diantara
berbagai kegiatan.
Terdiri dari 3 tahap
KEUNGGULAN KELEMAHAN
Zero-Base  Dapat menghasilkan alokasi Prosesnya memakan waktu lama,
sumber daya secara lebih terlalu teoritis, dan tidak praktis
Budgeting efisien Cenderung menekankan manfaat
Fokus pada value for money jangka pendek
(ZBB) Mempermudah untuk
mengidentifikasi terjadinya
Implementasi membutuhkan
teknologi yang maju
inefisiensi  dan Masalah besar yang dihadapi ZBB
ketidakefektifan biaya adalah pada proses meranking dan
Meningkatkan pengetahuan mereview paket keputusan
dan motivasi staf dan manajer Dalam proses perangkingan paket
Meningkatkan partisipasi keputusan dibutuhkan staf yang
manajemen level bawah memiliki keahlian yang mungkin
dalam proses penyusunan tidak dimiliki organisasi.
anggaran Memungkinkan munculnya kesan
Merupakan cara yang yang keliru bahwa semua paket
sistematik untuk menggeser keputusan harus masuk dalam
status quo dan mendorong anggaran.
organisasi untuk selalu Implementasi ZBB menimbulkan
menguji alternative aktivitas masalah keperilakuan dalam
dan pola perilaku biaya serta organisasi
tingkat pengeluaran.
Planning,
Programming, KARAKTERISTIK
and Budgeting Berfokus pada tujuan dan aktivitas untuk
System (PPBS) mencapai tujuan
PBBS berorientasi pada masa depan
Mempertimbangkan semua biaya yang terjadi
Dilakukan analisis secara sistematik atas berbagai
alternatif dan program, yang meliputi:
Identififkasi tujuan
Identifikasi alternatif program
Estimasi biaya total
Estimasi manfaat (hasil) dari alternatif program
Planning, KEUNGGULAN
KELEMAHAN
Programming,
Memudahkan dalam PBBS membutuhkan sistem
and Budgeting pendelegasian tanggung informasi yang canggih,
jawab dari manajemen ketersediaan data, dan staf
System (PPBS) puncak ke manajemen yang memiliki kapabilitas
menengah. tinggi.
Dalam jangka panjang dapat Implementasi PBBS
mengurangi beban kerja membutuhkan biaya yang
Memperbaiki kualitas besar.
pelayanan melalui pendekatan PBBS sulit untuk
sadar biaya dalam diimplementasikan.
perencanaan program. PBBS mengabaikan realitas
Lintas departemen politik dan realitas organisasi
Menghilangkan program yang sebagai kumpulan manusia
overlapping atau yang kompleks.
bertentangan dengan PPBS merupakan teknik
pencapaian tujuan organisasi anggaran yang statistically
PPBS menggunakan teori oriented.
marginal utility Pengaplikasian PPBS
menghadapi masalah teknis.
Planning, MASALAH UTAMA PENGGUNAAN
ZBB dan PPBS
Programming,
and Budgeting  Bounded rationality, keterbatasan dalam menganalisis
semua alternatif untuk melakukan aktivitas
System (PPBS)  Kurangnya data untuk membandingkan semua alternatif
 Masalah ketidakpastian sumber daya, pola kebutuhan di
masa depan, perubahan politik, dan ekonomi
 Pelaksanaan teknik tersebut menimbulkan beban
pekerjaan yang berat
 Kesulitan dalam menentukan tujuan dan perankingan
program
 Seringkali tidak memungkinkan untuk melakukan
perubahan program secara cepat dan tepat
 Terdapat hambatan birokrasi dan perlawanan politik yang
besar untuk berubah (resistence to change)
 Pelaksanaan teknik tersebut sering tidak sesuai dengan
proses pengambilan keputusan politik.
 Pemerintah beroperasi dalam dunia yang tidak rasional
TERIMAKASIH