Anda di halaman 1dari 19

PUPUK DAN PEMUPUKAN

Pendahuluan

Roro Kesumaningwati, SP., M. Sc

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
Pengertian pupuk
Suatu bahan yang diberikan/ditambahkan ke dalam
tanah atau tanaman (organik dan anorganik) dengan
maksud untuk melengkapi ketersediaan unsur hara
atau mengganti kehilangan unsur hara dalam tanah
untuk meningkatkan produksi tanaman.

Yang dimaksud dengan pemupukan :

Usaha menambahkan unsur hara berupa


pupuk ke dalam tanah atau tanaman untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan
(menguntungkan)
Ilmu Pupuk dan Pemupukan
Ilmu yang mempelajari dan menyelidiki tentang zat-zat
apakah yang perlu diberikan ke dalam tanah
sehubungan dengan kekurangan unsur-unsur tersebut
untuk peningkatan produksi tanaman

Tujuan Pemupukan
Tujuan Pemupukan
1. Mengap
a UH
harus
tersedia
di dalam
tanah?
2. Apa perlunya
produktivitas
tanaman
meningkat?
Bonus :
Mengapa Kita harus memupuk?
Apa yang ingin diketahui???

1. Zat apa yang kurang 2. Berapa


kekurangannya
Apa yang ingin diketahui???

3. Bagaimana
pemberiannya
4. Bagaimana
pengaruhnya terhadap
tanaman
emberian unsur yang salah akan menyebabkan
• Tanaman yang ditanam akan mati/gagal
• Timbul gejala-gejala penyakit tanaman
• Kerusakan fisik tanah
• Tidak ekonomis/rugi
Sejarah
Sejarah Perkembangan
Perkembangan Ilmu
Ilmu
Memupuk
Memupuk dan
dan Pemupukan
Pemupukan

A.
Zaman
Purba

Orang Mesir
menggunakan
air sungai NIL
untuk menyiram
tanaman
Za
ses man
Awal abad 18 ud
ma ah
Menggunakan pupuk seh
organik : Kotoran hewan, i
sisa tanaman, arang
kayu, humus
Tahun 1800-an Hasil percobaan
De’saussre menunjukkan bahwa
tanaman perlu zat N dan C (bahan
organik)
Tahun 1839 : Ditemukan
gunung yang mengandung
garam Kalsium di Jerman
Tahun 1840 : LEIBIG
menemukan bahan
kimia
Za
Tahun 1842 : ses man
Ditemukan deposit ud
ma ah
fosfat di Jerman, seh
i
maka sejak tahun ini
sudah ditemukan HELLRIEGEL
pupuk
Akhir fosfat
abad 19 menemukan
kecenderungan unsur N dari
penggunaan pupuk udara
anorganik dari pabrik

Awal abad 20 mulai Awal abad 20 sd


terlihat kerusakan sekarang mulai
akibat penggunaan penggunaan pupuk
pupuk anorganik organik
Kebaikan/Kelebihan dan Keburukan/Kekurangan
Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik :

1. Pupuk Anorganik Kekurangan :


Kelebihan :  Merusak sifat kimia
 Banyak tanah
mengandung  Mudah
persentase unsur menguap/hilang
urea = 46%  Tidak tersedia di
 Pemakaian sedikit sekitar lingkungan
 Mudah  Tidak dapat dibuat
didapat/dibeli di sendiri
toko  Kadang tidak
 Cepat diserap tersedia di pasaran
tanaman (tidak (produksinya
perlu kurang)
dekomposisi)
Kebaikan/Kelebihan dan Keburukan/Kekurangan
Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik :

2. Pupuk Organik
Kelebihan :
 Memperbaiki sifat fisika tanah ( Bahan
organik meningkat, struktur menjadi baik
karena peningkatan pori-pori, daya ikat air
meningkat)
 Meningkatkan sifat kimia tanah (UH yang
terkandung sangat lengkap (makro dan
mikro), Humus (pupuk organik) mempunyai
residu untuk persediaan UH jangka
panjang, KTK dapat meningkat)
 Bonus : Yasmin
Kebaikan/Kelebihan dan Keburukan/Kekurangan
Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik :

2. Pupuk Organik
Kekurangan :
 C/N rasio harus benar-benar matang (10-20),

 Nilai Bonus :

Mengapa?
??
Kebaikan/Kelebihan dan Keburukan/Kekurangan
Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik :

2. Pupuk Organik
Kekurangan :
 Sumber hama dan penyakit
 Nilai Bonus : Sri wahyuni

Mengapa Pupuk
Organik
Merupakan
sumber hama
dan penyakit?
Kebaikan/Kelebihan dan Keburukan/Kekurangan
Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik :

2. Pupuk Organik
Kekurangan :
 Perlu jumlah yang sangat banyak, 20 ton/ha,
kendala untuk pengangkutan
Kebaikan/Kelebihan dan Keburukan/Kekurangan
Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik :

2. Pupuk Organik
Kekurangan :
 Proses penyerapan unsur hara oleh
tanaman berlangsung lama
 Nilai Bonus :

Mengapa
???
Kebaikan/Kelebihan dan Keburukan/Kekurangan
Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik :

2. Pupuk Organik
Keburukan :
 Sumber gulma (terutama pupuk kandang)
 Persiapan pembuatan pupuk berlangsung
lama)
 Kandungan unsur hara sulit diketahui
 Kandungan unsur hara sangat rendah
 Budidaya petani/masyarakat sulit menerima
perubahan