Anda di halaman 1dari 58

Oleh :

Endro Wahjono, SST,MT

Jurusan Elektro Industri


Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS
Suhu Udara / Suhu Alat Listrik
K
(Panas/ Dingin)
O
N Mekanik (Gerak, getar, Putar)
V
Cahaya/ Sinar/ Lampu
E
R Suara/ Bunyi
S
Kombinasi/ Gabungan dari keempat
I tersebut di atas.

K Mudah disalurkan dari dan pada jarak


ENERGI E
yang berjauhan

U
N Mudah didistribusikan untuk area
G yang luas
G
U Mudah diubah ke dalam bentuk
L energi lain
A
N Bersih (ramah lingkungan)

1
Rumah untuk tempat tinggal, rumah kontrakan, rumah susun milik
RUMAH perseorangan, rumah susun milik Perumnas, asrama milik swasta,
TANGGA (R) asrama mahasiswa, dan lain-lain.

Rumah sakit, rumah ibadah, panti sosial, pusat rehabilitasi cacat,


asrama pelajar milik pemerintah, kantor partai politik, kantor LSM,
SOSIAL (S) museum, dan lain-lain.

Usaha jual beli barang, jasa, perhotelan, usaha perbankan,


perdagangan, kantor Firma, CV, PT, atau badan hukum yang
BISNIS (B) bergerak dalam bidang perdagangan, pergudangan, praktek dokter
bersama, dan lain-lain.

Tenaga listrik untuk kegiatan industri pengolahan, selain untuk


keperluan kegiatan rumah tangga, sosial, bisnis dan publik. Jenis
INDUSTRI (I) kegiatan tersebut masuk di dalam International Standard Industrial
Classification of All Economic Activities (ISIC), yang telah disesuaikan
dengan kondisi di Indonesia, dengan nama Klasifikasi Lapangan Usaha
Indonesia (KLUI).

Tenaga listrik yang digunakan untuk kepentingan umum,


kepentingan Pemerintah atau fasilitas kantor perwakilan asing, dan
PUBLIK (P) lain-lain.

2
INDUSTRI

BISNIS

PLTA
PLTD RUMAH
PLTP
PLTG TRAFO
PLTU STEP DOWN SOSIAL/
PLTGU PUBLIK
GARDU GARDU
STEP-UP STEP DOWN

SISTEM PEMBANGKIT SISTEM TRANSMISI SISTEM DISTRIBUSI KONSUMEN

Sistem Pembangkit : Sistem Distribusi :


- PLTA : Pembangkit Listrik Tenaga Air
- SUT M 20 KV & 380 / 220 V
- SKTM 20 KV & 380 / 220 V
- PLTMH : Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
- SKUTM 20 KV & 380 / 220 V
- PLTD : Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
- Gardu Distribusi 20 KV / 220 V
- PLTP : Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
- SUTR
- PLTG : Pembangkit Listrik Tenaga Gas - SKTR
- PLTU : Pembangkit Listrik Tenaga Uap - SLP / SMP / SR
- PLTGU : Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap - APP
Sistem Transmisi : Konsumen :
- SUTET 500 KV - Tegangan Tinggi Industri
- SUTT 150 KV & 70 KV - Tegangan Menengah Industri & Bisnis
- SKTT 150 KV & 70 KV - Tegangan Rendah Rumah Sosial & Publik
- GITET/Gardu Induk/Gardu Hubung
- Sub Marine Cable/Kabel Bawah Laut 20 KV/70KV/150 KV

3
TRANSMISI 150 KV/ 500 KV
~
GARDU INDUK
6 KV – 24 KV
PEMBANGKIT

DISTRIBUSI 20 KV
GARDU INDUK
220 / 380 V TRAFO DISTRIBUSI

4
 Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)
 Saluran Kabel Udara Tegangan Menengah ( SKUTM)
 Saluran Kabel Tanah Tegangan Menengah (SKTM)
 Gardu Distribusi :
1. Type Portal
2. Type Cantol
3. Type Beton
4. Type Kiosk

 Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR)


 Saluran Kabel Tanah Tegangan Rendah (SKTR)
 SLP/ SMP/ SR
 Alat Pembatas dan Pengukur (APP)

5
6
 Alat yang dioperasikan mengalami penurunan
kondisi (performance).
 Semakin tua umur alat, semakin menurun pula
kerjanya.
 Agar alat tetap dalam kondisi ideal, maka perlu
pemeliharaan yang baik.
 Bila suatu alat dioperasikan dan dipelihara
dengan baik sesuai petunjuk pabrik, maka
kondisinya akan “ideal”.

7
 PEMELIHARAAN PREVENTIF/ RUTIN (SEDIA PAYUNG SEBELUM
HUJAN)
1. Bersifat pencegahan.
2. Bertujuan mewujudkan jaminan penyaluran, efisiensi, mutu
dan keandalan penyediaan listrik.
3. Untuk keamanan jaringan maupun personil.
4. Dilaksanakan dengan jadwal yang terencana (telah ditentukan).

 PEMELIHARAAN KOREKTIF/ KHUSUS (MEMADAMKAN KEBAKARAN)


1. Bersifat represif (dilaksanakan setelah terjadi gangguan)
2. Tidak dilaksanakan secara rutin dan tidak terencana.
3. Jaminan penyaluran, efisiensi, mutu dan keandalan penyediaan
listrik, disangsikan.

8
 ADA KEMAUAN.
PEMELIHARAAN  DIKERJAKAN.
PREVENTIF  EFEKTIF & EFI-
SIEN.
C
 PELANGGAN PUAS E
 CITRA PLN MENINGKAT G
A
 PLN DIPERCAYA PELANGGAN H

 PETUGAS PLN TENANG  GANGGUAN


 KERUSAKAN
 SUSUT
MENURUN  BIAYA

9
P LISTRIK NYALA TERUS

PREVENTIF
ON

0 KONSUMEN SENANG, PLN UNTUNG t


P
LISTRIK BYAR - PET

BYAR PET BYAR PET BYAR KOREKTIF

0 KONSUMEN MARAH, PLN BUNTUNG t

10
231 V
5%

198 V
-10 %

> -10 %
Banyaknya Pelanggan n

11
PEMELIHARAAN

 SUTM/ SKTM/ SKUTM


 PREVENTIF
 GARDU DISTRIBUSI (Mencegah)
 SLP/ SMP/ SR  KOREKTIF
 APP (Mengatasi)

MENENTUKAN KINERJA JARINGAN

12
 Mengurangi tingkat kerusakan/ gangguan pada peralatan.
 Mempertahankan kemampuan peralatan dan
meningkatkan keandalan.
 Meningkatkan keandalan ke kondisi ideal.
 Mempertahankan efisiensi dan menurunkan susut.
 Menekan pengeluaran biaya.
 Mempertahankan umur ekonomis sesuai rancangan
pabrik.

13
14
KOR PREV

USIA PERALATAN
BIAYA

15
 Tujuan :
1. Mencegah/ membatasi kerusakan pada peralatan.
2. Menjaga keselamatan umum.
3. Meningkatkan keandalan sistem.
4. Meningkatkan pelayanan.

 Jenis :
1. Perlindungan terhadap arus lebih.
2. Perlindungan terhadap tegangan.

 Penerapan perlindungan tergantung pada :


1. Pola struktur jaringan.
2. Sistem pembumian.
3. Jenis peralatan.
4. Jenis beban.
5. Kompromi dari aspek teknis dan ekonomis.

16
 Perlindungan Arus Lebih :
1. Pemutus Tenaga (CB).
2. Pemutus Balik Otomatis (PBO). Termasuk rele
3. Saklar Seksi Otomatis penggeraknya
4. Pelebur (Fuse)
 Perlindungan Tegangan Lebih :
1. Arrester
2. Sela Batang
 Peralatan Pemutus (CB) dan Pemisah (DS) :
1. Pemutus (CB) dapat dioperasikan dalam keadaan
berbeban.
2. Pemisah hanya dapat dioperasikan dalam
keadaan tidak berbeban.
17
 Parameter Tingkat Mutu Layanan Distribusi :
1. Tegangan pelayanan – 10% & + 5% dari tegangan nominal.
2. System Average Interuption Duration Index (SAIDI).
3. System Average Interuption Frequensi Index (SAIFI).
4. Tingkat efisiensi distribusi (susut distribusi).

 Susut Penyaluran :
1. Teknik.
2. Administrasi.
3. Listrik Ilegal.
 Susut Teknis :
1. Pada penghantar, disebabkan adanya tahanan dari penghantar
tersebut yang dialiri besaran arus tertentu.
2. Pada transformator, disebabkan adanya arus besar pada besi
dan adanya arus yang mengalir melalui belitan-belitannya (rugi
besi dan rugi tembaga).
3. Cara mengurangi susut teknis :
a. Optimalisasi kapasitas beban.
b. Optimalisasi kapasitas trafo.
c. Pemasangan kapasitor shunt
18
 Efisiensi Arrester (Penangkap Petir) :
Melindungi peralatan pada sistem tenaga listrik terhadap
tegangan surge, dengan membatasi tegangan lebih yang
datang (menyambar) dialirkan kebumi.

 Karakteristik :
1. Pada saat kondisi normal (tidak ada sambaran petir),
Arrester berlaku sebagai isolator.
2. Pada saat terjadi sambaran petir dengan tegangan
melebihi tegangan sistem, Arrester berlaku sebagai
konduktor.

19
CO
LA

LV PANEL
S

GROUNDING
20
CO
LA

LV PANEL
S
N

GROUNDING
21
KONSTRUKSI LAMA KONSTRUKSI BARU

CO CO

LA LA

1. MELINDUNGI SISTEM JARDIST. 1. MELINDUNGI SISTEM TERBATAS.


2. MELINDUNGI TRAFO. 2. MELINDUNGI TRAFO.
3. BILA LA RUSAK JARINGAN 3. BILA LA RUSAK JARINGAN
IKUT PADAM. TIDAK PADAM.
4. MENCARI LETAK GANGGUAN 4. TIDAK SULIT MENCARI LETAK
SULIT, SHG KONSUMEN YANG GANGGUAN, KONSUMEN YANG
PADAM BANYAK & LAMA. PADAM SEDIKIT.

22
CO CO CO

LA U1 V1 U2 V2 LA U1 V1 U2 V2 LA U1 V1 U2 V2

R S T N
G G

23
 Cut Out :
1. Pengaman lebur yang ditempatkan di sisi TM Trafo.
2. Berfungsi untuk mengamankan jaringan TM dan peralatan ke
arah GI, terhadap hubung singkat di Trafo, serta melokalisir
gangguan di Trafo.
GI
CB
CO
Trf
Z

 Zekering :
1. Pengaman lebur yang ditempatkan pada sisi TR Trafo.
2. Berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap gangguan
hubung singkat di sisi TR sampai dengan ujung jaringan TR.

24
 Pemeriksaan fisik ( keadaan operasi) :
1. Packing Trafo.
2. Accessories Trafo.
3. Name Plate.
4. Volume minyak pada gelas duga (Oil Level).
5. Bushing primer dan sekunder.

 Pemeliharaan Transformator :
1. Pemeriksaan Level (volume) minyak trafo.
2. Pemeriksaan temperatur minyak trafo.
3. Pemeriksaan kekuatan isolasi, viscositas dan kemurnian, dll.
4. Pemeriksaan breather (silicagel).
5. Pemeriksaan bagian pengepet dan katup (value).
6. Lain-lain.

25
 Pelaksanaan pemeriksaan :
1. 3 tahun sejak dipasang
(dioperasikan).
2. Setiap setahun sekali, untuk
berikutnya.

 Fungsi minyak trafo :


1. Mengisolasi tegangan antara lilitan
dengan besi, lilitan dengan bodi
dan antara bagian-bagian
bertegangan lainnya.
PENGAMBILAN MINYAK 2. Memindahkan panas yang
ditimbulkan oleh besi/ core dan
lilitan le peralatan pendingin.
HATI-HATI
CARA MENGAMBIL
DAN MEMBAWANYA

26
 KRITERIA MINYAK TRAFO :
1. Mempunyai kekuatan isolasi yang besar.
2. Viscositas rendah.
3. Mempunyai efek pendingin.
4. Tidak mudah menguap
5. Bersih dan bebas dari material isolasi lama.

 PENYEBAB PENCEMARAN MINYAK TRAFO :


1. Penyerapan uap air dari luar.
2. Material dari luar yang masuk ke dalam tangki.
3. Oksidasi dengan udara luar.
4. Terjadinya kontak dengan metal dengan tangki,
sehingga menimbulkan pencampuran dengan logam
tembaga, besi dan larutan vernis.

27
 Hindarkan hubungan langsung meinyak dengan
udara luar (untuk mencegah kontak langsung
antara minyak yang panas dalam tangki dengan
udara luar, dipasang / dibuat konservator).
 Dipasang Dehydrating Breater yang diisi Silicagel.
 Tangki ditutup rapat, diisi dengan Nitrogen.
 Tangki ditutup rapat, diisi minyak sampai penuh.

28
 MINYAK BARU SEBELUM DIOLAH 30 Kv/2,5 mm
 MINYAK YANG TELAH DIOLAH 50 Kv/2,5 mm
 MINYAK YANG TELAH DIGUNAKAN 30 Kv/2,5 mm
UNTUK PELAKSANAAN PEMERIKSAAN TEGANGAN
TEMBUS MINYAK SEBAIKNYA 3 (TIGA) TAHUN PER
TAMA SETELAH TRAFO DIOPERASIKAN DAN SETIAP
TAHUN UNTUK TAHUN BERIKUTNYA.

S
29
30
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN

1. Alat ukur
2. Alat kerja
3. Material
4. Peralatan K 3

• Persiapan Peralatan dan Material


31
SOP PEMADAMAN GTT
 KONFIGURASI STANDAR (LBS/SAKLAR UTAMA).
KOORDINASI DENGAN PELANGGAN.
1. BUKA LBS 3 PHASA.
2. BUKA SEKERING LINE .
3. BUKA CO TRAFO.
4. MEMASANG GROUNDING / DIBUMIKAN SISI TR.
 KONFIGURASI NON STANDAR (SAKLAR TANPA PEREDAM).
KOORDINASI DENGAN PELANGGAN 3 PHASA.
1. BUKA SEKERING LINE / .
2. BUKA SAKLAR PEMISAH.
3. BUKA CO TRAFO.
4. MEMASANG GROUNDING / DIBUMIKAN SISI TR.
32
LANGKAH KERJA PEMELIHARAAN TRAFO DIST
1. PERSIAPKAN PERKAKAS KERJA UNTUK PEMELIHARAAN TRAFO.
2. BEBASKAN TRAFO DAN PERALATAN LAIN DARI TEGANGAN.

. PERIKSA KEADAAN TRAFO SECARA UMUM.

BERSIHKAN BHUSING TRAFO TM/TR DARI KOTORAN.

KENCANGKAN MUR/BAUT PADA TERMINAL KABEL & BHUSING.


PERIKSA TANGKI TRAFO (BILA ADA KEBOCORAN).
PERIKSA KEDUDUKAN TRAFO.
PERIKSA KONDISI KRAN PEMBUANGAN MINYAK TRAFO.
PERIKSA SEMUA KABEL PENGHUBUNG TRAFO TM/TR (BERSIHKAN).
0. USAHAKAN KEADAAN KABEL AGAR TETAP RAPIH.
1. LAKUKAN PENGGANTIAN ATAU PERBAIKAN BILA ADA KABEL
PENGHUBUNG YANG RUSAK.
33
2. PERIKSA KONDISI MINYAK TRAFO MELALUI GELAS PENDUGA
( BILA ADA ).

3. PENGAMBILAN CONTOH MINYAK TRAFO DAN PENAMBAHAN


KEMBALI SAMPAI BATAS STANDARNYA.

4. PERIKSA KONDISI SILICA GEL ( BILA ADA ). JIKA WARNANYA


BERUBAH DARI BIRU MENJADI MERAH, PERLU PRIORITAS PENG
GANTIAN.

5. LAKUKAN PENGUKURAN TAHANAN ISOLASI (MEGER = 1000 V) .

6. PERIKSA KONDISI TAP CHANGER PADA SETIAP POSISI.

7. PEMERIKSAAN ULANG SELURUH TAHAPAN DIATAS.

34
1. NFB ATAU SAKLAR
UTAMA
2. SEKERING BAGI
3. KABEL INSTALASI
4. BODI PANEL TERMASUK
KUNCI
5. RAK / REL TR
6. PENTANAHAN NETRAL

• Kondisi (isi) panel ?


35
CONTOH KONDISI
TITIK SAMBUNG
YANG TIDAK
MEMENUHI SYARAT

36
PEMERIKSAAN LV PANEL
DG ALAT INFRA RED
MERUPAKAN SALAH SA-TU
CARA UNTUK MENGE-TAHUI /
MENDETEKSI KOMPONEN YG
PANAS.

SEHINGGA DLM PELAK-


SANAAN PEKERJAAN DAPAT
DISELESAIKAN DGN BAIK
DAN SEMPURNA.

37
• Pelepasan titik-titik sambung 38
 MEMBERSIHKAN KERAK-
KERAK PD SAMBUNGAN –
SAMBUNGAN DI REL TR.
 PENGGANTIAN SEPATU
KABEL DG BIMETAL BI-
LA BAHANNYA LAIN.
 PENGENCANGAN MUR-
BAUT PD SAMBUNGAN
 PENGECATAN LV PANEL .

PERHATIAN :
GUNAKAN PERALATAN
KERJA DAN K3
YANG SESUAI.
39
 MEMBERI VASELIN PADA PISAU-PISAU
ZEKRING TR.

 PEMBERSIHAN KONTAK SAKLAR DNG CON


TACT CLEANER.

 MEMBERSIHKAN DAN PENGENCANGAN


MUR – BAUT REL TR.

40
 MEMPERBAIKI KONFIGURASI GTT .
 MEMPERBAIKI TRAVES YANG MIRING.

 MENGGANTI BUSHING YANG CACAT/RUSAK.

 MEMERIKSA / MENGGANTI PENGAMAN ARUS.

 MEMERIKSA / MENGGANTI PENGAMAN TEG.

 PENYESUAIAN POSISI TAP CHANGER

41
 PEMASANGAN LAMPU GARDU.
 PEMASANGAN PENGAMAN.
 PEMASANGAN TANDA BAHAYA .

 PERBAIKAN / PENGGANTIAN KUNCI LV PANEL.


 PENOMORAN GTT.
 PENYEMPURNAAN PENTANAHAN UNTUK TM DAN TR

 PENYEMPURNAAN SAMBUNGAN - SAMBUNGAN.

42
PERHATIKAN CARA PENGEPRESANNYA !!!
43
TITIK SAMBUNG TIDAK
SEMPURNA ANTARA LAIN :
• TANPA PENGEPRESAN
• SAMBUNGAN TIDAK
MENGGUNAKAN BI METAL

• Kondisi Pentanahannya ? 44
LANGKAH
APA YANG
HARUS DILAKUKAN ?

LAKUKAN PEMBONGKARAN
45
BI METAL CU-AL
PANJANG CU 15 cm
PERBAIKAN DAN PENGGANTIAN
DIA METER
KONDUKTOR GROUNDING YANG RUSAK
CU 50 mm2 Ǿ16 mm
RING CLAMP
DI BAUT Ǿ13 mm
C.CLAMP CU
DI PRES / DES

PRAL LALU
DI PERTIN PANJANG
250 mm
BAHAN BETON
PANJANG
Yzer dilapisi
2,5 m
CU 2,8 micron

DIA METER
16 mm2

46
• Pemasangan & pengukuran pentanahan
( Gardu & Ujung jaring ) 47
 BIMETAL &
 DI PRES 2 x

48
PEMASANGAN

BENARKAH CARA
PELEPASAN MEMASANG DAN
MENGUKUR ARDE ???
PENGUKURAN

FINISH 49
 Tim PDKB siap untuk
membantu melepaskan
LA.

50
 Pemeliharaan selesai & diukur panasnya kembali 51
 Pemeriksaan akhir
sebelum operasi
kembali.

52
No PEMERIKSAAN MINGGU BULAN TAHUN 7.TAHUN
1. NOISE,SUHU/TEMP
2. FISIK TRF,VALVE
BUSHING,PACKING
OIL LEVEL, FAN
BUCHOLZ RELAY
3. TEG TEMBUS OIL
BREATHER/SILICA
GARDU/LINGK TRF
4. BAGIAN DLM TRF :
WINDING
CORE, PENTANAH
LEAD WIRE
TAP CHANGER
53
PENGOPERASIAN TRAFO DISTRIBUSI TERBAGI
MENJADI :
 TRAFO DISTRIBUSI TELAH SELESAI DIBANGUN
DAN SIAP DI OPERASIKAN UNTUK MELAYANI
KONSUMEN.
 TRAFO DISTRIBUSI YANG SUDAH MATI ( OFF )
KARENA GANGGUAN ATAU KARENA ADA
KEPERLUAN (PEKERJAAN / PEMELIHARAAN).

TUJUAN SOP ADALAH UNTUK MENGANTISIPASI ADANYA :


 KESALAHAN – KESALAHAN MANUVER DI GTT.
 MENGHINDARI KERUSAKAN PERALATAN.
 KECELAKAAN MANUSIA .
54
PADA SAAT PEMERIKSAAN DITEMUI BAGIAN PENJEPIT
KURANG KENCANG, MAKA SEGERA DIKENCANGKAN.
KARENA DAPAT BER-AKIBAT ADANYA LOCAL OVER
HEATING YANG DAPAT MERUSAK ISOLASI TRAFO.
MISAL :
 TERMINAL BUSHING.
 GROUNDING TRAFO.

HATI-HATI:
SEWAKTU MENGENCANGKAN
PENJEPIT BHUSING TRAFO AGAR
DIPERIKSA RING KARET (SIL).

55
KARENA TEG TINGGI CENDERUNG MENGHISAP DEBU,
MAKA DEBU AKAN MENEMPEL PADA BUSHING TRAFO
SISI TEG TINGGI.
HAL INI SERING DIANGGAP
SEPELE, TETAPI DAPAT
BERAKIBAT FATAL YAITU
MENGAKIBATKAN
TURUNNYA TAHAN
AN ISOLASI PADA
BUSHING TRAFO
SEHINGGA DAPAT
TERJADINYA
DISCHARNGER.

56