Anda di halaman 1dari 6

Analisis Studi Kasus

Houston Fearless 76,


Inc
C

Kelompok 4:
Annisa Nasuion 1602114237
Rizka Amilia 1602123088
Wahyuni Pratiwi 1602122850
Yulia Elfita Sari 1602114935
Profil Perusahaan
Houston Fearless 76, Inc. adalah sebuah perusahaan perseorangan yang berkantor pusat di
Compton, California. Penjualan tahunan perusahaan mendekati $15 juta. Perusahaan memiliki
120 orang karyawan. HF76 merupakan pemmpn dunia dalam hal desain, pabrikan, pemasaran
dan jasa untuk produk micrographc berkualitas tinggi, film fotografi,, dan produsen kertas,
penanganan peralatan kimia film fotografi, dan aksesoris pengendalian kualitas fotograi.
HF76 berawal pada 1939 ketika H.W. Houston, salah satu dari rekan bisnis pemuat film Howard
Hughes, mendirikan sebuah perusahaan pengembangan prosesor rol film otomatis pertama.
Sebagian besar pelanggan H.W. Houston Co. di awal pendirian sangat terkait erat dengan
industry gambar gerak. Kemudian pada tahun 1940-an peruahaan go public dan berkembang
menjadi perusahaan manufaktur yang memproduksi jenis produk yang sangat beragam,
meliputi prosesor film, hair-clit,baling-baling turbin, dan radar. Pada suatu ketika, perusahaan
tersebut menjadi perusahaan manufaktur terbesar di wilayah Los Angeles. Pada tahun 1950
perusahaan bergabung (merger) dengan Fearles Camera Corporation of Culve City dan
kemudian dikenal sebagai Houston Fearless Corporation. Akan tetapi, kemudian perusahaan
menghadapi berbagai masalah dan dihadapkan pada kebangkrutan dan likuidasi asset-asetnya.
Pada tahun 19 76 M.S Lee, seorang mantan karyawan Houston Fearless dan dua partnernya
membeli Houston Fearless Photo Division dan berubah nama menjadi Houston Fearless 76, Inc.
Topik Permasalahan
Pada tahun 2000, HF76 mengalami permasalahan tau perselisihan dalam
penjualan ata operasi dengan beberapa perusahaan. Manajer opersi sering
mengeluh bahwa tenaga penjualan tidak menyadari perlunya waktu tunggu dan
beberapa pesanan yang harus segera diselesaikan sehingga menyebabkan biaya
lembur yang signifikan. Disisi lain, mereka mengeluh sering kali kehilangan
pesanan karena departemen operasi mereka tidak dapa memenuhi jadwal
pengiriman yang diminta. HF76 memiliki margin kotor rata-rata produk
mendekati 28%, tetapi bervariasi secara signifikan pada berbagi produk dan
model yang biasanya margin kotor lebih dari 40%. Standar kinerja industry sulit
ditetapkan secara akurat karena pesaing terbesar mereka terlalu besar sehingga
mereka menyemunyikan hasil keuangan yang relavan bagi HF76 pada laporan
keuangan. Akan tetapi, manajer HF76 percaya bahwa kinerja perusahaan
tertinggal dengan pesaing utama pada semua dimensi dan meninggalkan
kekhawatiran. Untuk itu, pada akhir 2000 M.S. Lee selaku CEO sedang
mepertimbangkan untuk membuat perubahan besar dalam sistem intensif
3. Kesalahan yang
2. Kurang jelas antara tujuan
maksimal perusahaan dan 4.
1. Penjualan dalam intensif tenaga Menggunakan
penjual struktur
yang mengembangk
didasarkan pada
menjadi an pasar baru kompensasi
penjualan bukan
yang berbeda
lambat keuntungan
produk
untuk produk
karena yang berbeda
kondisi pasar
Identifikasi Masalah
7. Komisi apa
yang harus 5. Ramalan
dibayarkan
penjualan
jika margin 6.Membutuhka
kotor tidak
n sistem yang konsisten
produknya
negatif atau lebih baik
rendah
Solusi dalam Penyelesaian
Masalah
• Seharusnya HF76 mengetahui hasil yang diinginkan yang berarti lebih dari hasilkualitas yang
diwakili oleh pengukuran hasil kurang disukai karena segala sesuatudianggap setara lalu mampu
untuk mengukur efektivitas hasil yang dapatdikendalikan seperti tepat waktu dalam pengiriman
mesin/ persediaan yangdibutuhkan, agar pelanggan tidak menunggu terlalu lama dan hal tersebu
tmerupakan hal yang penting dalam pengukuran kualitas karena dapatmeningkatkan nilai
intervensi dan mengefisiensikan biaya dengan adanya tepatwaktu karena biaya lembur tidak
menjadi signifikan.
• HF 76 melakukan pengendalian yaitu pengukuran kinerja, seperti memberikan pelatihan kepada
karyawan untuk mengembangkan penjualan.
• Ramalan yang tidak konsisten seharusnya di evaluasi dan memperbaiki akurasi peramalan
penjualan.
• Untuk mengatasi sistem yang lama, HF 76 mengimplementasikan sistem pengendalian polusi
traffic photo-citation analyzers intensif yang baru
• Komisi yang dibayarkan seharusnya menggunakan pengukuran yang lebih efesiendari sisi biaya
untuk menilai efektivitas dan membutuhkan pertimbangan yang matang.
Lalu mengimplementasikan recana insentif yang baru yaitu tidak
ada pembayaran komisi hingga margin kotor lebih dari 70% dari peramalan, bonus berdasarkan
pada yang akurat, dan bonus pencapaian manajemen individual pada target tujuan.
TERIMA KASIH
C

Anda mungkin juga menyukai