Anda di halaman 1dari 19

LBM 3 ANAKKU SESAK

Willy Gusnanda (012.06.0021)


Afra Hanifi Auly Avecenia (012.06.0048)
Amalia Sabariniliati Burhan (013.06.0006)
Nadia Kurniatun (013.06.0010)
Ratna Anggun Srikandi (014.06.0017)
Patimah Nurul Ihan (014.06.0023)
Ariesta Vidia Galuh Vierra (014.06.0029)
SKENARIO
Seorang anak perempuan umur 10 bulan, dibawa ibunya ke
puskesmas dengan tampak nafasnya sesak. Dari anamnesis
dokter mendapatkan riwayat batuk dan pilek sejak 1 hari yang
lalu, tidak ada demam dan riwayat muntah, sesak ini baru
pertama kali disertai bunyi mengi dan riwayat biru, minum ASI
lancar. Anaknya baru mulai merangkak dan suka memasukkan
sesuatu ke mulut. Ibu pasien khawatir anaknya tercekik karena
benda asing. Dari pemeriksaan fisik tampak sakit berat, sadar,
takipneu, sianosis, suhu 37,5oC, ada retraksi supra sternalis dan
epigastrium, bunyi nafas expirasi memanjang, terdapat
wheezing. Dokter segera memberikan oksigen, memasang infus
dan merujuk ke RS.
Di IGD RS, dokter melakukan pemeriksaan fisik dan
dilanjutkan dengan pemeriksaan foto toraks dan laboratorium.
Dari anamnesis tambahan didapatkanriwayat asma pada
neneknya, kakaknya yang berumur delapan tahun mempunyai
riwayat dermatitis yang sukar sembuh dan sering hilang timbul
KLARIFIKASI ISTILAH
• Wheezing  suara pernafasan frekuensi tinggi yg
terdengar akhir ekspirasi
• Retraksi supra sternalis & epigastrium  Penarikan
dinding dada pada bagian atas os sternum & Retraksi
pada daerah epigastrium atau dibawah dada.
• Sianosis  warna kulit atau membran mukosa
kebiruan yang menandakan kurangnya oksigen
• Takipneu  frekeusnsi nafas yang lebih cepat dari
normal (normalnya < 50 x/menit)
• Dermatitis  Kondisi kulit yang mengalami
peradangan/inflamasi terutama pada lapisan dermis.
IDENTIFIKASI MASALAH
1. Mengapa pasien mengalami sesak nafas?
2. Apa penyebab pasien sianosis?
3. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik? (sakit berat, sadar,
takipneu, agak sianosis, suhu 37,5oC, ada retraksi supra sternalis,
epigastrium, bunyi nafas ekspirasi memanjang, ada wheezing)
4. Bagaimana hubungan riwayat batuk dan pilek dengan sesak pasien
saat ini?
5. Apakah ada hubungan riwayat asma neneknya dan dermatitis
kakaknya dengan keadaan pasien?
6. Faktor resiko apa saja pada anak usia 10 bulan yang dapat
menyebabkan gejala seperti di skenario?
7. Apa saja otot-otot pernapasan?
Mengapa pasien mengalami sesak
nafas?

Sesak Kompensasi tubuh Pertukaran oksigen


nafas/dispne kekurangan (O2 ) dan karbon
a Oksigen dioksida ( CO2)

Obstruksi Bronkospasm Edema Hipersekresi


Saluran e mukosa mukus
Pernafasan
Apa penyebab pasien sianosis?

• Pada sianosis sentral, terdapat penurunan


jumlah saturasi oksigen atau derivate
hemoglobin yang abnormal.
• Sianosis sentral terlihat terutama di bantalan
kuku, wajah, bibir, dan lidah.
• Adanya penurunan saturasi oksigen merupakan
tanda dari penurunan tekanan oksigen dalam
darah.
INTERPRETASI PEMERIKSAAN FISIK
• Takipneu  Nafas yang cepat, untuk usia 2-12 bulan
dikatakan takipneu jika frekuensi nafas > 50x per menit.
• Sianosis  tandanya kandungan oksigen dalam darah
yang rendah
• Suhu tubuh  Subfebris (normalnya 36,5-37,2oC) 
adanya infeksi
• Retraksi supra sternalis dan epigastrium  adanya usaha
berlebih dari otot-otot pernapasan pada fase ekspirasi.
Normalnya pada fase pernapasan ekspirasi tidak
menggunakan otot-otot pernapasan (pernapasan pasif).
• Nafas ekspirasi memanjang  karena adanya obstruksi
saluran nafas biasanya terjadi pada penderita asma, PPOK.
Bagaimana hubungan riwayat batuk dan pilek
pasien saat ini?
Degranulasi sel Histami
Alerge Sel goblet &
+ IgE mast & sel n
n kelenjar mukosa
basofil

Hipersekresi &
permeabilitas
Reaksi
kapiler me↑
Batuk kompensasi
tubuh

Hipersekresi
mukus & pilek
utk mengeluarkan
alergen/mukus & pertahanan
di saluran pernafasan thdp
iritasi karena masuknya
benda asing
Apakah ada hubungan riwayat asma neneknya dan
dermatitis kakaknya dengan keadaan pasien?

• Riwayat penyakit keluarga, karena riwayat asma


dan dermatitis (riwayat atopi) bisa diturunkan
secara genetik melalui hipersensitivitas pada
keturunannya.
• Jika salah satu orang tua menderita asma, maka
kemungkinan anaknya juga menderita asma
sebesar 25%, jika kedua orang tua menderita
asma, maka kemungkinan anaknya menderita
asma sebesar 50%.
Faktor resiko apa saja pada anak usia 10 bulan yang
dapat menyebabkan gejala seperti di skenario?

• Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gejala di skenario


ialah :
▫ Faktor Intrinsik
 Prematuritas
 Riwayat alergi (inhalan,ingestan,injektan dan kontaktan)
atau atopi
 Kelainan kongenital
▫ Faktor Ekstrinsik
 Paparan zat iritan seperti asap rokok
 Tidak diberikannya ASI eksklusif
 Sosio-ekonomi rendah
Apa saja otot-otot pernapasan?
1) Otot inspirasi utama (principal) yaitu:
▫ Musculus intercostalis externa
▫ Musculus intercartilaginus parasternal
▫ Otot diafragma.
2) Otot inspirasi tambahan (accessory respiratory
muscle) = otot bantu nafas terdiri dari:
▫ Musculus sternocleidomastoideus
▫ Musculus scalenus anterior
▫ Musculus scalenus medius
▫ Musculus scalenus posterior
Otot inspirasi tambahan
BRONKIOLITIS Pneumonia Asma

Definisi Definisi Definisi


infeksi saluran napas kecil Peradangan parenkim paru, Inflamasi kronik saluran
atau bronkiolus yang asinus terisi cairan eksudat nafas yg menyebabkan
disebabkan oleh virus, dengan atau tanpa disertai hipersensitivitas bronkus
biasanya dialami lebih berat infiltrat. terhadap berbagai
pada bayi dan ditandai Etiologi rangsangan yg ditandai
dengan obstruksi saluran Kuman patogen → gejala episodik berulang.
napas dan mengi Staphylococcus aureus, Klasifikasi
Etiologi Streptococus, Aeruginosa, Alergi, non alergi, atau
Respiratory Syncytial Legionella, Hemophillus, campuran
Virus (RSV) atau bakteri. Eneterobacter, Influenza, Gejala klinis
 
Gejala Klinis adenovirus, chicken pox, Mengi (nokturnal), batuk,
Episode pertama wheezing candida albikans. sesak napas, riwayat mengi
pada anak < 2 tahun, Klasifikasi berulang, hiperinflasi
hiperinflasi dinding dada, CAP (Comunnity Aquired dinding dada, ekspirasi
ekspirasi memanjang, Pneumonia), HAP memanjang, memberikan
kurang/tidak berespon (Hospital Aquired respon baik terhadap
dengan bronkodilator. Pneumonia), VAP bronkodilator.
Gejala pada pneumonia (Ventilator Assosiated
dapat dijumpai Pneumonia)
Gejala Klinis
Diagnosis Kerja
• Anamnesis → anak perempuan usia 10 bln, sesak
nafas, batuk, pilek sejak 1 hari yll. Baru pertama
mengi, riwayat biru. Riwayat asma pada
neneknya, riwayat dematitis pada kakaknya.
• Pemeriksaan fisik
▫ Inspeksi → sakit berat, compos mentis,
takipnea, sianosis, retraksi suprasternalis &
epigastrium. Suhu 37,5 ° C (subfebris)
▫ Auskultasi → ekspirasi memanjang, wheezing
Tatalaksana Bronkiolitis
• Oksigenasi → nasal prongs atau kateter nasal
▫ Beri oksigen pada setiap anak dengan whezing dan distres pernaafasan
berat. Teruskan terapi oksigen sampai tanda hipoksia menghilang.
• Antibiotik
▫ Napas cepat saja : rawat jalan berikan cotri-moxazole(4
mg/TMP/kgBB/kali) 2 kali sehari atau amoksilin (25 mg/kgbb/kali) 2
kali sehari selama 3 hari.
▫ Nafas cepat, retraksi dd.dada tanpa sianosis anak masih bisa minum :
rawat di RS beri ampisilin/amoksilin (25-50 mg/kgbb/kali IV. IM
setiap 6 jam) pantau selama 72 jam pertama
• Antivirus
▫ Ribavirin nebulizer aerosol dengan dosis 20 mg/mL diberikan dalam
12-18 jam per hari selama 3- 7 hari
Perawatan penunjang :
- Demam > 39 °C  parasetamol
- Kebutuhan cairan.
KESIMPULAN
• Jadi menurut hasil diskusi kami, diagnosis pada
pasien di scenario adalah Bronkiolitis karena
diskenario usia pasien masih kurang dari 2 tahun
dimana Bronkiolitis merupakan infeksi saluran
pernapasan terutama pada tahun pertama
kehidupan, dengan insidens puncak pada usia 2
sampai 6 bulan. Diagnosis bronkiolitis dapat
ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit serta
pemeriksaan klinis, berupa wheezing, ekspirasi
memanjang, hiperinflasi dinding dada, hipersonor
pada perkusi, retraksi dinding dada, crackles atau
ronki pada auskultasi.
TERIMAKASIH