Anda di halaman 1dari 21

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA

KLIEN DENGAN RETRADASI MENTAL


Kelompok : 11
Definisi

Retardasi mental adalah kerterlambatan


perkembangan yang dimulai pada masa anak,
yang ditandai oleh intelegensi/kemampuan
kognitif di bawah normal dan terdapat kendala
pada perilaku adaptif sosial. Sementara itu, yang
dimaksud dengan perilaku adaptif sosial adalah
kemampuan sesorang untuk mandiri,
menyesuiakan diri, dan mempunyai tanggung
jawab sosial yang sesuai dengan kelompok
umur dan budayanya ( Subastian dalam
Soetjiningsih dan Ranuh, 2014).
ETIOLOGI
 Penyebab Organik
Faktor prenatal
Faktor Perinatal
Faktor Pasca natal
 Penyebab non organik
Kemiskinan dan keluarga tidak harmonis
Sosial cultural
Interaksi anak kurang
Penelantaran anak
  Penyebab lain
 Keturunan,pengaruh lingkungan dan kelainan mental
Tanda dan gejala
 Sering berputar,duduk  Gangguan perilaku,seperti
berdiri,merangkak atau tantrum
terlambat berjalan  Kesulitan dalam diskusi
 Memiliki gangguan dalam penyelesaian masalah atau
berbicara atau sering telat pola pikir logis
dalam berbicara  Kesulitan berfikir dan
 Lamban dalam mempelajari memahami
sesuatu hal yang  Keterampilan hidup yang bisa
sederhana,seperti terpengaruh yaitu
berpakaian,membersihkan keterampilan
diri,dan makan konseptual,sosial,dan
 Kesulitan mengingat barang praktis tertentu
 Kesulitan untuk berhubungan
dengan orang lain
PATOFISIOLOGI
 Retardasi mental merujuk pada keterbatasan nyata fungsi
hidup sehari-hari. Retardasi mental ini termasuk kelemahan
atau ketidakmampuan kognitif yang muncul pada masa kanak-
kanak ( sebelum usia 18 tahun ) yang ditandai dengan fungsi
kecerdasan di bawah normal ( IQ 70 sampai 75 atau kurang )
dan disertai keterbatasan-keterbatasan lain pada sedikitnya dua
area fungsi adaftif : berbicara dan berbahasa ,
kemampuan/ketrampilan merawat diri, kerumah tanggaan,
ketrampilan sosial, penggunaan sarana-sarana komunitas,
pengarahan diri , kesehatan dan keamanan , akademik
fungsional, bersantai dan bekerja. Penyebab retardasi mental
bisa digolongkan kedalam prenatal, perinatal dan pasca natal.
Diagnosis retardasi mental ditetapkan secara dini pada masa
kanak-kanak.
PemeriksaanPenunjang

     Kromosomal Kariotipe


    EEG ( Elektro Ensefalogram)
 CT ( Cranial Computed Tomography) atau MRI (
Magnetic Resonance Imaging)
     Titer virus untuk infeksi kongenital
     Serum asam urat ( uric acid serum)
     Laktat dan piruvat darah
Penatalaksanaan

 Farmakologi
◦ Amphetamin dosis 0,2 - 0,4 mg/kg/hari
◦ Imipramin dosis ± 1,5 mg/kg/hariEfek
sampingan kedua obat diatas dapat
menimbulkan convuls
◦ Valium, Nobrium, Haloperidol dsb. dapat
juga menekan gejala hyperkinetik
 Non Farmakologi
Psikoterapi dapat diberikan baik pada anaknya sendiri
maupun pada orang tuanya. Untuk anak yang terbelakang dapat
diberikan psikoterapi individual, psikoterapi kelompok dan
manipulasi lingkungan(merubah lingkungan anak yang tidak
menguntungkan bagi anak tersebut).
KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
1. Identitas klien
Meliputi : Nama, No reg, jenis kelamin, usia, pendidikan, Tgl
MRS, tanggal pengkajian
Penanggung jawab : Nama orang tua, pendidikan, pekerjaan,
Hubungan dengan Anak, Agama, Alamat .
2. Riwayat penyakit sekarang
Pasien menunjukkan gangguan kognitif (pola, proses pikir),
lambatnya keterampilan ekspresi dan resepsi bahasa , gagal
melewati tahap perkembangan yang utama, lingkar kepala
diatas atau dibawah normal (kadang-kadang lebih besar atau
lebih kecil dari ukuran normal), lambatnya pertumbuhan, tonus
otot abnormal (lebih sering tonus otot lemah), ciri-ciri
dismorfik, dan terlambatnya perkembangan motorik halus dan
kasar.
4. Riwayat penyakit dahulu
Kemungkinan besar pasien pernah mengalami penyakit kromosom
Trisomi 21 (Sindrom Down), Sindrom Fragile X, gangguan sindrom
(distrofi otot Duchene), neurofibromatosis (tipe 1), gangguan
metabolisme sejak lahir (fenilketonuria), absupsio plasenta, diabetes
maternal, kelahiran premature, kondisi neonatal termasuk meningitis
dan perdarahan intrakranial, cedera kepala, infeksi, dan gangguan
degenerative.
5. Riwayat penyakit keluarga
Ada kemungkinan besar keluarga pernah mengalami penyakit
yang serupa atau penyakit yang dapat memicu terjadinya
retardasi mental, terutama dari ibu tersebut.
6. Riwayat tumbuh kembang : Prenatal, Natal, Post
natal,Pertumbuhan,Perkembangan
7. Riwayat Imunisasi
Imunisasi Measles (campak) Rubella (MR)
11. Pemeriksaan umum
 Kepala :Mikro/makrosefalus, plagiosefalus (batok kepala
tidak simetris), pusar ganda, rambut jarang/tidak ada,
rambut halus dan mudah putus.
 Mata :Strabismus, mikroftalmia, nistagmus
 Hidung : Jembatan/punggung hidung mendatar, ukuran kecil,

cuping melengkung ketas


 Mulut :Bentuk "V" yang terbalik dari bibir atas, langit-langit

lebar/melengkung tinggi, odontogenesis yang tidak


normal, mulut lebih kecil dan lidah lebih besar
 Telinga : Keduanya letak rendah

 Wajah : Panjang filtrum yang bertambah, hipoplasia

 Leher : Pendek, tidak mempunyai kemampuan gerak sempurna


 Tangan : Jari pendek dan tegap atau panjang kecil
meruncing, ibu jari gemuk dan lebar, klinodaktil
 Dada & perut : Terdapat beberapa putting, buncit
 Genetalia : Mikropenis, testis tidak turun
 Kaki : Jari kaki saling tumpang tindih, panjang dan tegap
atau panjang kecil meruncing diujungnya, lebar, besar,
gemuk
ANALISA DATA
Data fokus Etiologi Masalah kepeerawatan
Data Mayor
defisiensi stimulus Gangguan tumbuh kembang
DS: -
DO:
Tidak mampu melakukan keterampilan
atau perilaku khas sesuai usia (fisik,
bahasa, motorik, psikososial)
Pertumbuhan fisik terganggu
Data Minor
DS: -
DO:
Tidak mampu melakukan perawatan
diri sesuai usia
Afek datar
Respon sosial lambat
Kontak mata terbatas
Data Mayor
hambatan psikologis: Gangguan
DS: -
DO: retardasi mental komunikasi verbal
Tidak mampu berbicara atau
mendengar
Menunjukkan respon tidak sesuai
Data Minor
DS: -
DO:
-Afasia
-Apraksia
-Disleksia
-Pelo
-Gagap
-Tidak ada kontak mata
-Tidak mampu mengunakan ekspresi
wajah atau tubuh
-Sulit menyusun kalimat
Faktor Resiko Resiko cedera
Eksternal
-Terpapar patogen
-Terpapar zat kimia toksik
Internal
-Ketidaknormalan profil
darah
-Disfungsi autoimun
-Hipoksia jaringan
-Kegagalan mekanisme
pertahanan tubuh
-Malnutrisi
-Perubahan fungsi
psikomotor
Diagnosis
 Gangguan tumbuh kembang b.d defisiensi
stimulus
 Gangguan komunikasi verbal b.d hambatan
psikologis: retardasi mental
 Resiko cedera
Rencana keperawatan
No SDKI SLKI SIKI

1. Data Mayor Setelah dilakukan 1. Identifikasi pencapaian tugas perkembangan anak


DS: - tindakan perawatan 2. Identifikasi isyarat perilaku dan fisiologis yang
DO: selama...x24 jam,
ditunjukkan
Tidak mampu melakukan diharapkan status
3. Motivasi anak berinteraksi dengan anak lain
keterampilan atau perilaku perkembangan membaik,
4. Sediakan aktivitas yang memotivasi anak
khas sesuai usia (fisik, dan dibuktikan dengan
berinteraksi dengan anak lainnya
bahasa, motorik, psikososial) kriteria hasil:
Pertumbuhan fisik terganggu -Keterampilan/perilaku 5. Fasilitasi anak melatih keterampilan pemenuhan
Data Minor sesuai usia meningkat kebutuhan secara mandiri (mis. makan, sikat gigi,
DS: - -Respon sosial meningkat cuci tangan, memakai baju)
DO: -Kontak mata meningkat 6. Jelaskan orang tua dan/atau pengasuh tentang
Tidak mampu melakukan -Regresi menurun milestone perkembangan anak dan perilaku anak
perawatan diri sesuai usia -Afek membaik 7. Anjurkan orang tua berinteraksi dengan anaknya
Afek datar -Pertumbuhan fisik 8. Ajarkan anak keterampilan berinteraksi
Respon sosial lambat meningkat 9. Rujuk untuk konseling, jika perlu
Kontak mata terbatas -Asupan nutrisi
Nafsu makan menurun meningkat
Regresi
2 Data Mayor Setelah dilakukan 1. Monitor proses kognitif, anatomis, dan
. DS: - tindakan perawatan fisiologis yang berkaitan dengan bicara
DO: selama...x24 jam, (mis. memori, pendengaran, dan bahasa)
Tidak mampu berbicara diharapkan komunikasi 2. Identifikasi perilaku emosional dan fisik
atau mendengar verbal meningkat, dan sebagai bentuk komunikasi
Menunjukkan respon tidak dibuktikan dengan 3. Periksa kemampuan pendengaran
sesuai kriteria hasil: 4. Gunakan metode komunikasi alternatif
Data Minor -Kemampuan berbicara (mis. menulis, mata berkedip, papan
DS: - meningkat komunikasi dengan gambar dan huruf, dll)
DO: -Kemampuan 5. Gunakan bahasa sederhana
Afasia mendengar meningkat 6. Fasilitasi pengguanaan alat bantu dengar
Apraksia -Kesesuaian ekspresi 7. Pertahankan kontak mata selama
Disleksia wajah/tubuh meningkat berkomunikasi
Pelo -Kontak mata 8. Anjurkan berbicara perlahan
Gagap meningkat 9. Anjurkan menyampaikan pesan dengan
Tidak ada kontak mata -Afasia menurun isyara
Tidak mampu mengunakan -Apraksia menurun 10. .Ajarkan pasien dan keluarga proses
ekspresi wajah atau tubuh -Disleksia menurun kognitif, anatomis, dan fisiologis yang
Sulit menyusun kalimat -Pelo menurun berhubungan dengan kemampuan
Sulit mengungkapkan kata- -Gagap menurun berbicara
kata -Pemahaman
3. Faktor Resiko Setelah dilakukan tindakan 1. Identifikasi area lingkungan
Eksternal perawatan selama...x24 jam, yang berpotensi
diharapkan tingkat cedera
-Terpapar patogen menyebabkan cedera
menurun, dan dibuktikan dengan
-Terpapar zat kimia 2. Gunakan alas lantai jika
kriteria hasil:
toksik -Gangguan mobilitas menurun
beresiko mengalami cedara
Internal -Gangguan kognitif menurun serius
-Ketidaknormalan -Toleransi aktivitas meningkat 3. Diskusikan mengenai latihan
profil darah -Nafsu makan meningkat dan terapi fisik yang
-Disfungsi autoimun diperlukan
-Hipoksia jaringan 4. Diskusikan bersama
-Kegagalan anggota keluarga yang
mekanisme dapat mendampingi pasien
pertahanan tubuh 5. Jelaskan alasan intervensi
-Malnutrisi pencegahan jatuh ke pasien
-Perubahan fungsi dan keluarga
psikomotor
Terima kasih 