Anda di halaman 1dari 12

POTENSIOMETRI

Kelompok 1
Kelas KA E
Nama Anggota Kelompok
• Tiara Nadilla (02211940000155)
• Oktavira Nanda (02211940000159)
• Khefina Athifiyah (02211940000175)
• Wanda Oktavia (02211940000179)
• Mayongga Heriz (02211940000182)
• Aisyah Putri (02211940000193)
PENGERTIAN
Potensiometri merupakan suatu metode analisis kimia, sesuai
nama yang diusulkan, yang melibatkan pengukuran potensial
dari suatu set Galvani. Secara umum sel terdiri dari dua buah
setengah sel dan kita dapat menggunakan persamaan Nernst
untuk menghitung nilai potensial sel.
Persamaan Nernst

E=E0 -
•  
Sel Galvani
Pada Sel Galvani seperti pada
gambar di samping dapat di
tuliskan notasinya
Zn(s) |Zn2+(aq) || Cu2+(aq) |Cu(s)
Jembatan garam yang
menghubungkan dua buah
setengah sel ini dirancang
dengan pola-pola yang baru dan
kompososi material yang
tertentu
Elektroda
Hal penting dalam pemilihan suatu elektroda untuk analisis
spesies-spesies tertentu adalah:
1. Elektroda sebaiknya dapat merespon secara Nernstian
besarnya aktivitas spesies zat yang diukur.
2. Elektroda sebaiknya tidak merespon aktivitas spesies-spesies
lain zat yang ada bersama spesies yang diukur. Maka
elektroda ini sifatnya spesifik.
3. Elektroda sebaiknya tidak bereaksi dengan spesies zat yang
ada dalam larutan. Maka elektroda ini disebut bersifat inert.
4. Permukaan elektroda sebaiknya tetap komposisinya (tidak
berubah), meskipun hanya dilewati arus yang kecil
• Sedikit elektroda yang memberikan hasil yang tepat. Problem
yang umum adalah tentang kespesifikan. Banyak elektroda
merespon yang cukup tinggi dari suatu zat tertentu, tetapi juga
merespon zat lain walaupun sedikit. Keadaan ini masih bisa
diterima dan kebanyakan elektroda bersifat lebih selektif
daripada sifat spesifiknya.
• Elektroda yang merespon ion secara spesifik sering disebut
sebagai elektroda indikator dan pemilihan serta penggunaan
elektroda merupakan kunci keberhasilan dari sistem
potensiometri.
MANFAAT KEGUNAAN
Potensiometer biasanya • Mengukur potensial pH suatu
digunakan untuk larutan
pengoperasian pengendali • Menentukan titik akhir titrasi
elektronik, seperti penguat • Menentukan konsentrasi ion-
sinyal, pengaturan suara, ion tertentu
pengaturan intensitas, sebagai • Menetapkan tetapan
tranduser, pengendali masukan kesetimbangan
dan keluaran sebuah perangkat • Pemantauan yang kontinu dan
elektronik tidak diawasi untuk sampel-
sampel ion lain
APLIKASI POTENSIOMETRI
• Salah satu aplikasi metode potensimetri adalah titrasi
potensiometri dimana larutan sampel dititrasi dengan
larutan baku penitrasi kedalam larutan sampel dicelupkan
elektroda indicator dan pembanding. Selisih potensial
antara kedua elektroda diamati selama titrasi . kurva
titrasi dihasilkan dengan jalan mengalurkan harga
potensial / pH terhadap volume.
• Penentuan waktu respon
Membuat larutan yang mengandung CO2 dengan
konsentrasi 9,09 x 10^-7M hingga 2,83 x 10^-1M dari
pengerjaan titrasi larutan NaHCO3 dengan HCl pekat,
sambil dilakukan pengadukan dengan pengaduk magnetik
dan sekaligus pengukuran potensial CO2 menggunakan
elektroda selektif CO2 pada setiap saat (menit). Waktu
respon ditentukan berdasarkan saat elektroda
menunjukkan respon potensial yang maksimum dan
stabil.
• pH-METER
Suatu pH-meter adalah contoh aplikasi potensiometer
merupakan seperangkat alat pengukur potensial elektroda
tanpa aliran arus dan sekaligus menguatkan sinyal yang
ditimbulkan pada elektroda gelas dengan suatu tabung
vakum elektrik. Suatu pH-meter dengan tipe defreksi,
paling tidak mempunyai tipe panel kendali berupa tombol
operasi, tombol standardisasi dengan baffer standar, tombol
kompensator temperatur yang memungkinkan untuk
memperbaiki kepekaannya berdasarkan ketergantungan
potensial Nernst terhadap temperatur. Beberapa model
dilengkapi juga dengan suatu tombol seleksi skala, dan ini
dikenal dengan pH-meter dengan skala diperluas.
• Penentuan pH optimum 
Membuat larutan yang mengandung CO2 dengan
konsentrasi 8,2 x 10-4M hingga 8,2 x 10-2M pada kondisi
pH 2; 3; 4; 4,5; 4;8; 5; dan 6 dari hasil titrasi larutan
NaHCO3 dengan HCl pekat sambil melakukan
pengadukan dan sekaligus mengukur respon potensialnya
menggunakan elektroda selektif CO2. Selanjutnya
membuat grafik dengan mengalurkan potensial (mV)
terhadap –log[CO2] untuk menentukan faktor Nernst dan
linieritasnya. PH optimum dipilih dari grafik yang
memberikan fungsi paling linier dengan faktor Nernst
yang paling mendekati nilai teori.