Anda di halaman 1dari 12

Desentralisasi dan

Federasi
Pengertian desentralisasi secara sempit dimaknai
sebagai desentralisasi politik (political
decentralization (USA) atau devolution (UK).
Desentralisasi secara luas dimaknai sebagai
desentraliasi di bidang adm, ekonomi, hukum dan
fungsional Desentralisasi
Devolusi (political decentralization ) diberikan kpd daerah
otonom.
Dekonsentrasi (administrative decentralization) diberikan kpd
unit- unit lokal di daerah (munculnya kanwil, menjalankan
kewenangan pusat tetapi tdk memiliki kewenangn membuat
Delegasi (functional decentralization) penyerahan
urusan/fungsi tertentu kepada satu institusi contoh badan
otorita batam. Menjalankan fungsi perindustrian dan
perdagngan Deregulasi (legal decentralization)(pengurangan
aturan=anarkhi) Privatisasi (market decentralization)
merupakan penyerahan kewenangan managerial yg diberikan
kepada organisasi publik/swsta untuk mengelolanya.
Federalisme
Kajian mengenai pemerintahan daerah tdk dpt dilepaskan dari
pembicaraan mengenai bentuk negara karena hubungan
antara pemerintahan pusat dengan daerah sangat dipengaruhi
oleh bentuk negara. Pada dasarnya bentuk negara dibagi
menjadi dua, yaitu negara federasi dan negara kesatuan.
Federalisme dpt dipahami sbg mekanisme berbagi kekuasaan
secara konstitusional dimana kombinasi dari
“berpemerintahan sendiri” /(self rule) dan “berbagi
kekuasaan”/(share rule) dijamin dalam konstitusinya (UUD)
Kedaulatan berada di negara bagian.
Dalam negara federasi atau negara serikat, dua
atau lebih political entity (satuan politik) baik yang
sudah berstatus sebagai negara ataupun belum
mengadakan suatu perjanjian untuk bersatu dalam
suatu ikatan dalam politik yang mewakili mereka
sebagai keseluruhan. Dengan pembentukan
federasi, terbentuk suatu negara baru yang tunggal,
berdiri sendiri, merdeka dan berdaulat penuh.
Federasi adalah negara sedangkan anggota-
anggota suatu federasi disebut negara bagian.
1. Pembentukan negara federasi dilakukan melalui 2 tahap, yaitu (1)
tahap pengakuan atas keberadaan negara-negara dan wilayah
independen serta (2) tahap kesepakatan untuk membentuk negara
federal.
2. Sejumlah alasan memilih federalisme:
1. Faktor politis  mencegah sentralisasi kekuasaan

2. Untuk menghadapi musuh bersama  mempersatukan kekuatan


militer, contoh: Sabah, Serawak, Singapura, Malaya bergabung
menjadi Malaysia untuk menghadapi ancaman Komunis RRC di utara
dan Indonesia di selatan
3. Faktor ekonomis  untuk memperkuat pasar hasil produksi sehingga
kepentingan ekonomi kalangan kapitalis akan diperluas dan dijamin
4. Komitmen terhadap ideologi yang sama
Federasi merupakan puncak
dari desentralisasi
Federalisme merupakan sebuah mekanisme hubungan
antara pusat dgn negara-negara bagian yg,hampir tidak
memungkinkan paling tidak secara teroritik bagi
pemerintah federal untuk melakukan perubahan
terhadap pemerintah lokal (daerah) Federalisme
muncul krn: Kehendak untuk menjaga/memelihara
keutuhan negara Adanya kehadiran musuh bersama
(kasus kanada, malaysia) Penguatan Ekonomi
(kapitalisme) .
Prinsip-prinsip federalisme (Elazar)

1)Nonsentralisasi  tidak ada pusat kekuasaan yang mendominasi unit-


unit politik yang lain karena antara unit politik dengan pusat
kekuasaan mempunyai kedudukan/status yang sama
2)Derajat perwujudan demokrasi harus tinggi
3)Mekanisme check and balance  bagaimana mengatur hubungan di
antara lembaga-lembaga negara serta hubungan antara warga
masyarakat dengan negara. Juga mengatur hubungan kekuasaan
antara pemerintah pusat/federal dengan negara bagian
4)Open bargaining  perundingan-perundingan secara terbuka dalam
pengambilan keputusan
5)Constitualism  konstitusi harus memuat secara lengkap dan
terperinci mengenai mekanisme hubungan antara lembaga negara,
kekuasaan serta kewenangan pemerintah baik dipusat maupun daerah
6)Unit-unit pemerintah yang sudah tetap (fixed units)  garis pembatas antara
satu lembaga, antara wilayah negara bagian, antara wilayah daerah sudah
merupakan sesuatu yang sangat jelas sehingga tidak mudah untuk diubah-
ubah (revisi)
Kelemahan federalisme: dapat memicu sparatisme jika masyarakatnya

terfragmentasi

Negara kesatuan adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat dimana diseluruh
negara yang berkuasa hanyalah satu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah
Negara kesatuan terbentuk saat kemerdekaan oleh para pendiri negara dengan

mengklaim seluruh wilayahnya sebagai bagian dari satu negara. Tidak ada
kesepakatan para penguasa daerah karena diasumsikan bahwa semua wilayah yang
termasuk di dalamnya bukanlah bagian-bagian wilayah yang bersifat independen.
Negaralah yang menjadi sumber kekuasaan yang membentuk daerah-daerah yang
kemudian menerima pemberian kekuasaan atau kewenangan dari pemerintah pusat
Model pemerintahan daerah
Model Perancis
Model pemerintahan ini dibawa oleh Revolusi Perancis dan dijadikan sebagai
dasar bagi Pemerintahan Napoleon. Kedua masa ini memiliki pengaruh yang kuat
bagi eksistensi feodalisme dan sistem monarkhi di Eropa. Pemerintahan daerah
memperoleh kewenangan yang diberikan oleh Konstitusi. Eksekutif mempunyai
hak-hak dan kewajiban sendiri yang membedakannya dengan kekuasaan legislatif,
seperti dalam bidang kepolisian, keamanan, kesehatan, dan keselamatan. Oleh
karena itu kepala daerah memiliki dualisme jabatan, yaitu sebagai wakil pemerintah
pusat dan sebagai wakil daerah yang diberi mandat oleh dewan.
Ciri-ciri model perancis antara lain:
a) Sangat sentralistis;
b) Dominasi eksekutif (executive heavy);
c) Struktur hirarkhis;
d) Penyeragaman;
e) Rantai komando; dan
f) Tujuan otonomi daerah hanya untuk mencapai efisiensi dan efektifitas
Model Inggris
Salah satu karakteristik dasar dari model Inggris adalah unit-unit
pemerintah daerah bebas dari kontrol struktural unit-unit pemerintah
daerah lainnya, maupun dari pemerintah pusat atau parlemen nasional.
Selain itu, model inggris juga bersifat desentralistis karena ada otonomi
yang luas bagi pemerintah daerah untuk membuat keputusan.
Ciri-ciri model inggris, antara lain:
a) Desentralisasi;
b) Tidak ada struktur hierarkhis;
c) Dominasi legislatif (legislative heavy);
d) Aktivitas yang multi tujuan, tidak hanya untuk mencapai efisiensi dan
efektifitas tapi juga pemberdayaan masyarakat, pendidikan politik,
dan sebagainya; dan
e) Partisipasi masyarakat secara sukarela (voluntary participation).
Model Soviet
Basis teoretis model Soviet adalah demokrasi terpusat yang
ditransfer dari Partai Komunis. Pemerintah daerah tidak
dimaksudkan sebagai agensi pembuat keputusan tapi sebagai
agensi yang dikendalikan oleh pusat. Ciri-ciri model Soviet,
antara lain:
a) Kontrol Partai Komunis atas nama sentralisme demokrasi;
b) Pemilihan dengan calon tunggal;
c) Rantai komando yang hirarkhis; dan
d) Delegasi kekuasaan pemerintah secara luas pada dewan-
dewan lokal.
Model Tradisional
Model tradisional mengacu pada model-model pemerintahan
lokal yang tidak dipengaruhi oleh model barat. Distribusi
kekuasaan dalam model tradisional biasanya bersifat tribal,
relijius, kekerabatan atau atas dasar stratifikasi ekonomi,
misalnya seperti yang terdapat dalam desa atau sejenisnya.
Ciri-ciri model tradisional, antara lain:
a) Karakteristiknya hampir sama di seluruh dunia;
b) Tidak ada ciri khusus atas dasar budaya tertentu;
c) Cenderung memiliki kesederhanaan dalam struktur politik;
d) Didukung oleh faktor-faktor sosiologis; dan
e) Memiliki kecenderungan ke arah demokrasi.