Anda di halaman 1dari 18

Pertemuan 04- Penjadwalan

Proses sistem operasi


Chandra.Tanudirja
Chandra.Tanudirja@hotmail.com
Penjadwalan Proses Sistem
Operasi:
Deskripsi :
Penjadwalan Proses adalah kumpulan
kebijaksanaan dan mekanisme pada sistem
operasi, yang berkenaan dengan urutan kerja
yang dilakukan oleh sistem komputer.
Penjadwalan bertugas memutuskan proses
mana yang harus berjalan, kapan dan
seberapa lama proses itu berjalan. Sasaran
utama pejadwalan proses adalah optimasi
kinerja menurut kriteria - kriteria yang
diajukan .
Bagian dari sistem operasi yang berfungsi
mengatur proses mana yang running pada
setiap saat disebut SCHEDULER
(PENJADWAL). Algoritma yang digunakan
Kriteria Penjadwalan
Kriteria ini perlu diperhatikan dalam
penjadwalan proses, karena dapat digunakan
untuk mengukur dan optimasi kinerja
pejadwalan, dan untuk mendapatkan
algoritma penjadwalan yang baik.
Kriteria-kriteria yg perlu diperhatikan adalah :
1. Adil (Fairness)
a. Setiap proses mendapat giliran yang
sama dan adil.
b. Proses diperlakukan sama adalah
proses yang mendapat jatah waktu
pemroses yang sama, dan tak ada proses
yang tak kebagian layanan pemroses
sehingga mengalami Starvation.
Kriteria Penjadwalan
2. Efisiensi (Eficiency)
a. Penggunaan waktu CPU/Pemroses
(CPU Time) seoptimal mungkin.
b. Efisiensi pemroses dihitung dengan
berapa perbandingan (rasio) waktu
sibuk pemroses.
c. Sasaran penjadwalan adalah
menjaga pmroses agar tetap dalam
keadaan sibuk, sehingga efisiensi
maksimum.
Kriteria Penjadwalan
3. Waktu Tanggap (Response Time)
a. Waktu tanggap adalah waktu yang
digunakan untuk pemakai secara
interaktif.
b. Waktu yang dihabiskan dari saat
karakter terakhir dari perintah
dimasukkan program atau transaksi
sampai hasil pertama muncul di layar
(terminal).
c.Sasaran penjadwalan adalah
meminimalkan waktu tanggap.
Kriteria Penjadwalan
4. Waktu Eksekusi Total (Turn Arround
Time)
a. Fungsi Turn Arround time adalah
meminimalkan waktu tunggu dari mulai
proses datang sampai proses tersebut
selesai running.
b. Turn Arround time adalah waktu yang
dihabiskan dari saat program atau job
mulai masuk ke sistem sampai proses
diselesaikan sistem. Rumusnya adalah
Turn Arrount Time = waktu eksekusi +
waktu tunggu.
c. Sasaran penjadwalan adalah
meminimalkan Turn Arround Time.
Kriteria Penjadwalan
5. Throughput
a. Throughput adalah jumlah kerja/job
yang dapat di selesaikan dalam satu unit
waktu.
b. Cara untuk mengekspresikan
throughtput, adalah dengan jumlah job
pemakai yang dapat di eksekusi dalam
satu unit waktu. Lebih tinggi angka
throghtput, lebih banyak kerja yang
dilakukan sistem.
c. Sasaran penjadwalan adalah
memaksimalkan jumlah job yang diproses
per satu unit/interval waktu.
Tipe Penjadwalan
Tipe Penjadwalan:
Ada 3 tipe penjadwalan yang dapat
berada secara bersama - sama pada
sistem operasi yang kompleks, yaitu:
Penjadwalan jangka pendek (short-term
scheduller), Penjadwalan jangka
menengah (medium-term scheduller), dan
Penjadwalan jangka panjang (long - term
scheduller).
Tipe Penjadwalan
1. Penjadwalan Jangka Pendek
Penjadwal ini bertugas menjadwalkan
alokasi pemroses diantara proses - proses
ready yang terdapat di memori utama.
Penjadwal ini dijalankan setiap terjadi
pengalihan proses untuk memilih proses
berikutnya yang harus dijalankan.
Tipe Penjadwalan
2. Penjadwalan Jangka Menengah
Penjadwal ini bertugas menangani proses
- proses swapping. Swapping adalah
aktivitas pemindahan proses - proses
yang tertunda dari memori utama ke
memori sekumder. Penjadwal ini
mengendalikan transisi dari suspended to
ready (dari keadaan suspend ke ready)
proses - proses swapping.
Tipe Penjadwalan
3. Penjadwalan Jangka Panjang
Penjadwal ini bekerja terhadap antrian
Batch, dan memilih batch berikutnya yang
harus dieksekusi. Sasaran utama
penjadwal jangka panjang adalah
memberi keseimbangan job - job agar
tetap sibuk.
Startegi Penjadwalan
Terdapat 2 strategi Penjadwalan, yaitu
Penjadwalan Non-Preempative (Run - to
Completion ), dan Penjadwalan Preemptive.
1. Penjadwalan Non-Preempative (Run –
toCompletion )
Penjadwalan dimana proses di beri jatah
waktu pemroses, maka pemroses tidak dapat
diambil oleh proses lain sampai proses itu
selesai
2. Penjadwalan Preemptive.
Penjadwalan dimana proses diberi jatah
waktu pemroses, maka pemroses dapat
diambil alih proses lain, sehingga proses
disela- sela sebelum selesai dan harus
Algoritma Penjadwalan
1. Strategi non - preemptive:
a. FIFO ( First In First Out) atau FCFS ( First
Come First Serve )
b. SJF ( Shortest Job First )
c. HRN ( Highest Ratio Next )
d. MFQ ( Multiple Feedback Queues )

2. Strategi Preemptive:
a. RR ( Round - Robin)
b. SRF ( Shortest Remainung First )
c. PS ( Priority Schedulling )
d. GS ( Guaranted Schedulling )
Algoritma Penjadwalan
a. FIFO (First In First Out) atau FCFS
(First Come First Serve)
Penjadwalan dimana proses - proses diberi
jatah waktu pemroses berdasarkan waktu
kedatangannya. Begitu proses menjadi
jatahan waktu pemroses, proses
dijalankan sampai selesai. Algoritma ini
sangat sederhana, adil dan tak berguna
untuk sistem interaktif, karena tidak
memberi waktu tanggap yang bagus.
Algoritma Penjadwalan
b. SJF ( Shortest Job First)
Penjadwalan ini disebut penjadwalan
dengan waktu terpendek yang duluan.
Penjadwalan ini mengasumsikan waktu
jalan proses (sampai selesai) diketahui
sebelumnya. Mekanismenya adalah
menjadwalkan lebih dahulu proses dengan
waktu jalan terpendek sampai selesai.
Penjadwalan ini mempunyai efisien tinggi
dan Turn Arround Time Rendah.
Algoritma Penjadwalan
c. PS ( Priority Schedulling )
Ide penjadwalan ini adalah tiap proses di
beri prioritas, dan proses berprioritas
tertinggi running ( mendapat jatah waktu
pemroses ). Dengan mekanisme ini,
proses - proses dapat bersaing untuk
mendapatkan jatah waktu pemroses.
Algoritma Penjadwalan
d. R-R ( Round - Robin)
Penjadwalan ini adalah penjadwalan murni
Preemptive. Mekanismenya adalah semua
proses dianggap penting dan di beri
sejumlah waktu pemroses yang disebut
kwanta (quantum) atau time slice dimana
proses itu berjalan.
Ketentuan Algoritma Round - Robin
adalah:
a. Jika kwanta habis dan belum selesai,
maka pemroses dialihkan ke proses lain.
b. Jika kwanta belum habis, tapi proses
telah selesai maka pemroses dialihkan ke
Algoritma Penjadwalan
e. SRF (Shortest Remaining First)
Penjadwalan ini disebut juga penjadwalan
dengan sisa waktu terpendek duluan, dan
merupakan perlengkapan dan
pengembangan algoritma SJF. Algoritma
SJF adalah penjadwalan Non - Preemptive,
sedangkan algoritma SRF adalah
Peemptive yang berguna untuk time
sharing. Pada SRF proses dengan sisa
waktu jalan yang diestimisasikan terendah
dijalankan, termasuk proses yang baru
tiba. Proses yang sedang running dapat
diambil alih proses baru dengan sisa
waktu jalan yang di estimasikan lebih