Anda di halaman 1dari 26

KETENAGAAN

KEPERAWATAN
PENDAHULUAN
• Pengaturan staf dan penjadwalan adalah komponen
utama dalam manajemen keperawatan.
• Swanburg (2000) menyatakan bahwa pengaturan staf
keperawatan merupakan proses yang teratur, sistematis,
rasional diterapkan untuk menentukan jumlah dan jenis
personel keperawatan yang dibutuhkan untuk
memberikan asuhan keperawatan pada standar yang
ditetapkan sebelumnya.
• Manajer bertanggung jawab dalam mengatur sistem
kepegawaian secara keseluruhan (Gillies, 2000).
KETENAGAAN (STAFFING)

• Staffing is an especially important phase of the


management process in healthcare organizations
because such organizations are usually labor intensive
(i.e., many employees are required for an organization to
accomplish its goals).

• Ketenagaan adalah kegiatan manajer keperawatan


untuk merekrut, memimpin, memberikan orientasi, dan
meningkatkan perkembangan individu untuk mencapai
tujuan organisasi (Marquis dan Huston, 2010).
TUJUAN KETENAGAAN
• Mendayagunakan tenaga keperawatan yang efektif dan
produktif yang dapat memberikan pelayanan bermutu
sehingga dapat memenuhi kepuasan pengguna jasa.

• Ketenagaan juga memastikan cukup atau tidaknya


tenaga keperawatan yang terdiri dari perawat yang
profesional, terampil, dan kompeten. Kebutuhan
ketenagaan dimasa yang akan datang harus dapat
diprediksi dan suatu rencana harus disusun secara
proaktif untuk memenuhi kebutuhan.
PERAN KEPEMIMPINAN DAN FUNGSI MANAJEMEN PERAWAT
MANAJER DALAM KETENAGAAN (MARQUIS & HUSTON, 2010)
PERAN KEPEMIMPINAN DAN FUNGSI MANAJEMEN PERAWAT
MANAJER DALAM KETENAGAAN (MARQUIS & HUSTON, 2010)
TEKNIK MEMPERKIRAKAN ATAU FORCASTING TENAGA

• TEKNIK DELPHI
Dilakukan survey kebutuhan tenaga, hasilnya dilaporkan dan dianalisa
oleh ahli untuk dilakukan survey kembali, apakah peningkatan
beban kerja perlu tambahan tenaga kerja.
• ANALISA KECENDERUNGAN (EKSTRAPOLASI DAN
INDEKSASI).
Ekstapolasi adalah memperhitungkan perubahan masa lalu untuk
membuat proyeksi di masa datang. Indeksasi adalah metode
estimasi kebutuhan tenaga di waktu akan datang dengan
menandai tingkat perkembangan karyawan.
• ANALISA BEBAN KERJA.
Dengan memperhitungkan dan menganalisa beban kerja: job deskripsi,
job spesifikasi, dan job distribusi.
PERENCANAAN TENAGA KEPERAWATAN

• Perencanaan tenaga atau staffing merupakan


salah satu fungsi utama seorang pemimpin
organisasi, termasuk organisasi keperawatan.
Keberhasilan suatu organisasi salah satunya
ditentukan oleh kualitas SDM. Hal ini
berhubungan erat dengan bagaimana seorang
pimpinan merencanakan ketenagaan di unit
kerjanya
LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN TENAGA MENURUT
DRUCKTER (GILLIES, 1989, 1994)

• Mengidentifikasi bentuk dan beban pelayanan keperawatan yang


akan diberikan
• Menentukan kategori perawat yang akan ditugaskan untuk
melaksanakan pelayanan keperawatan
• Menentukan jumlah masing- masing kategori perawat yang
dibutuhkan
• Menerima dan menyaribng untuk mengisi posisi yang ada
• Melakukan seleksi calon- calon yang ada
• Menentukan tenaga perawat sesuai dengan unit atau shift
• Memberikan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas pelayanan
keperawatan
PROSES PERENCANAAN

ANALISIS SITUASI
SDM

ANALISIS PERSEDIAAN ANALISIS KEBUTUHAN


SDM SDM

ANALISIS KESENJANGAN

DOKUMEN
RENCANA SDM
ANALISIS KEBUTUHAN
1. METODE RASIO
Permenkes 262/menkes/per/vii/1979

TIPE RS TM/TT TPP/TT TNPP/TT TNOP/TT


A dan B 1/(4-7) (3-4)/2 1/3 1/1

C 1/9 1/1 1/5 3/4

D 1/15 1/2 1/6 2/3

2. METODE KEBUTUHAN (NEED)


Metode ini menekankan pada pertimbangan para ahli tentang mutu pelaya
nan, kecukupan waktu perawatan, morbiditas, angka rawat inap dan lainnya.
3. METODE DEMAND
Pertimbangannya didasarkan atas Permintaan
(demand) akan pelayanan Kesehatan
4. METODE TARGET
didasarkan atas pertimbangan ahli atas
ketersediaan tenaga untuk memenuhi
pelayanan kesehatan tertentu
5. MENGGUNAKAN FORMULA
formula digunakan untuk memberikan
kemudahan bagi para manajer untuk
menentukan kebutuhan tenaga di Rumah Sakit
FORMULA GILLIES

A x B x 365
Tenaga Perawat = --------------------------------
(TP) (365-C) x Jam Kerja/Hr

A : Jam perawatan (jam efektif) / 24 Jam (waktu


perawatan yang dibutuhkan pasien)
B : Rata2 jml pasien per hari (BOR x Jlh TT)
C : Jumlah hari libur / tahun (di Indonesia kira-kira 76
hari)
• Formula Douglas
• Perhitungan didasarkan kriteria pasien (minimal, parsial dan total care)

Shift Minimal Parsial Total Jumlah

Pagi 0.17X Ps 0.27xPs 0.36xPs

Siang 0.14xPs 0.15xPs 0.30xPs

Malam 0.07xPs 0.10xPs 0.20xPs


Formula Douglas
Perhitungan didasarkan kriteria pasien (minimal, parsial dan total care)

Perawatan minimal memerlukan waktu selama 1-


2 jam/24 jam, dengan kriteria:
– Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri.
– Ambulasi dengan pengawasan.
– Observasi tanda-tanda vital dilakukan tiap shift.
– Pengobatan minimal, status psikologi stabil.
– Persiapan pengobatan memerlukan prosedur.
Formula Douglas
Perhitungan didasarkan kriteria pasien (minimal, parsial dan total care)

Perawatan intermediate memerlukan waktu 3-4


jam/24 jam dengan kriteria:
– Kebersihan diri dibantu, makan minum dibantu.
– Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam.
– Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali.
– Folley catheter/intake output dicatat.
– Klien dengan pemasangan infus, persiapan pengobatan
memerlukan prosedur.
Formula Douglas
Perhitungan didasarkan kriteria pasien (minimal, parsial dan total care)

Perawatan maksimal atau total memerlukan waktu 5-6


jam/24jam dengan kriteria :
• Segalanya diberikan/dibantu.
• Posisi diatur, observasi tanda-tanda vital tiap 2
jam.
• Makan memerlukan NGT, menggunakan terapi
intravena.
• Pemakaian suksion.
• Gelisah, disorientasi.
• Formula Depkes (2005)
• Perhitungan didasarkan klasifikasi ketergantungan pasien (askep minimal,
askep sedang, askep agak berat dan askep maksimal /total care)

• Rumus untuk menentukan jumlah tenaga


keperawatan yang dibutuhkan :

Tenaga yang diperlukan + Faktor koreksi

Faktor koreksi = Loss day + Non nursing job


• Formula Depkes (2005)
• Perhitungan didasarkan klasifikasi ketergantungan pasien (askep minimal,
askep sedang, askep agak berat dan askep maksimal /total care)

Menurut Depkes (2002): 


•Klasifikasi ketergantungan pasien ada 4 kategori, masing-
masing memerlukan waktu :
•Asuhan keperawatan minimal            : 2 jam / 24 jam
•Asuhan keperawatan sedang             : 3,08 jam/24 jam
•Asuhan keperawatan agak berat      : 4,15 jam/24 jam  
•Asuhan keperawatan maksimal          : 6,16 jam/24 jam
• Formula Depkes (2005)
• Perhitungan didasarkan klasifikasi ketergantungan pasien (askep minimal,
askep sedang, askep agak berat dan askep maksimal /total care)

Asuhan keperawatan minimal, kriterianya:


•Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri.
•Makan dan minum dilakukan sendiri.
•Ambulasi dengan pengawasan.
•Observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap shift.
•Pengobatan minimal, status psikologis stabil.
Asuhan keperawatan sedang kriteria:
•Kebersihan diri dibantu, makan minum dibantu
•Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam.
•Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali.
• Formula Depkes (2005)
• Perhitungan didasarkan klasifikasi ketergantungan pasien (askep minimal,
askep sedang, askep agak berat dan askep maksimal /total care)

Asuhan keperawatan agak berat :


•Sebagian besar aktifitas dibantu.
•Observasi tanda-tanda vital setiap 2 – 4 jam sekali.
•Terpasang folley cateter, intake output dicatat.
•Terpasang infuse.
•Pengobatan lebih dari sekali.
•Persiapan pengobatan perlu prosedur.
Asuhan Keperawatan maksimal (total), kriteria sebagai berikut:
•Segala aktifitas diberikan perawat.
•Posisi diatur, observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam.
•Makan memerlukan NGT, terapi intra vena.
•Penggunaan suction.
•Gelisah/disorientasi
• Formula Depkes (2005)
• Perhitungan didasarkan klasifikasi ketergantungan pasien (askep minimal,
askep sedang, askep agak berat dan askep maksimal /total care)
• Tenaga yang diperlukan

• Loss day

• Non nursing job

Jumlah jam perawatan / ruangan / hari


Jam kerja efektif / shift

∑ hari minggu dalam satu tahun + cuti + hari besar x ∑ perawat tersedia
∑ hari kerja efektif

(∑ tenaga keperawatan + loss day ) x 25%


FORMULA PPNI
(A x 52 Mg)x 7 hr (TT x BOR)
TP = ----------------------------------------- x 125%
41 Minggu x 40 jam

A : jam Perawatan/ 24 Jam (waktu perawatan yang dibutuhkan


pasien)

FORMULA ILYAS
(A x B x 365)
TP = -----------------------------
255 x Jam Kerja/Hari
A : jam Perawatan/ 24 Jam (waktu perawatan yang dibutuhkan
pasien)
B : Sensus Harian (BOR x TT)
255 : Hari Kerja Efektif Perawat Pertahun
Formula Untuk IGD
D x 365
TP = ----------------------------
255 x Jam Kerja/ Hari

D ; ((A1 x Jumlah Ps/ Hari)+(A2 x Jumlah Ps/ Hari)+


( A3 x Jumlah Ps/ Hari)+ (3 shif/ hr x Adm Time)

A1 : Waktu Perawatan untuk kasus gawat darurat


A2 : Waktu Keperawatan untuk kasus mendesak
A3 : Wakut Keperawatan pasien kasus tidak
mendesak
Adm Time : waktu administrasi yang dibutuhkan untuk
pergantian shift.
Formula Untuk ICU

AXBx 365
TP = -----------------
255 x Jam Kerja/ Hari

A : 11-12 JAM PERAWATAN/HARI


B ; Sensus Harian (BOR x TT)
255 : hari kerja efektif/tahun