Anda di halaman 1dari 32

FISIOLOGI PERNAPASAN

Ida Samidah
@ SISTEM PERNAFASAN:
Sistem pernafasan yang terdiri dari sub sistem yang
mempunyai input,proses,out put dan umpan balik
untuk memenuhi kebutuahn oksigen bagi manusia.

SUB SYSTEM :
Sub system yang juga dikenal sebagai saluran
pernapasan yaitu :
1. Hidung
2. Paring
3. Laring
4. Trakhea
5. Bronchus
6. Paru-paru (alveoli)
(16th Generation)

( 23th Generation )
INPUT TERDIRI DARI :
 Saluran napas yang paten maksudnya baik struktur dan
fungsinya baik
 Otot pernafasan
 Tekanan udara diatmosfir
 Tekanan partial gas di alveolus dan kapiler
 Pusat pernafasan
 Ekspansi dan recoil paru
PROSES TERDIRI DARI :
 Ventilasi
 Difusi
 Transportasi
OUT-PUT ATAU TUJUAN:
Tujuan Akhir system pernapasan adalah :
1. Tersedianya oksigen sesuai kebutuhan tubuh
2. Dikeluarkannya CO2 atau sisa metabolisme lain yang
tidak lagi dibutuhkan tubuh.
UMPAN BALIK :
Berupa kondisi oksigenasi jaringan tubuh

PERNAPASAN DIGOLONGKAN ATAS :


1. Pernafasan dalam( Internal)  Penggunaan O2 dan
pembentukan CO2 oleh sel-sel serta pertukaran gas
antara sel-sel tubuh dan media cair disekitarnya
2. Pernapasan luar(eksternal ) Peng.O2 dan
pembentukan CO2 dari tubuh secara keseluruhan
FISIOLOGI PERNAPASAN
Tujuan dari pernapasan adalah untuk menyediakan
oksigen bagi seluruh jaringan tubuh dan membuang
karbon dioksida ke atmosfir. Untuk mencapai tujuan ini,
sistim pernapasan menjalankan fungsi :
1.  Ventilasi paru, yaitu masuk keluarnya udara dari
atmosfir ke alveoli paru.
2. Difusi oksigen dan karbondioksida antara darah dan
alveoli
3. Transpor 02 dan CO2 dalam darah dan cairan tubuh

ke dan dari sel


4. Pengaturan ventilasi dan hal-hal lain pernapasan.
Selain itu paru-paru juga mempunyai fungsi lain, yaitu
antara lain :
1. Menyaring bahan-bahan toksik
2. Metabolisme beberapa bahan
3. Sebagai reservoar darah
MEKANISME PERNAFASAN :
- INSPIRASI.
adalah masuknya udara kedalam paru-paru, yang
mengaktifkan proses ini adalah bergeraknya otot dan
thorax  Proses aktif.
Pada inspirasi terjadi pembesaran rongga thoraks 
disebabkan oleh : Kontraksi otot diapragma dan otot
interkostalis internus.
Pada pernafasan kuat .Sesak nafas. Maka otot
tambahan akan beraktifas :
> M.Skalenus
> M.Sterno kledomatoideus
> M.Pektoralis minor
> M.Lepator kostorum
> M. Seratus postikus superior
EKSPIRASI :
- Adalah keluarnya udara dari paru, secara normal merupakan
proses pasif  Bukan karena kontraksi.
Tekanan di dalam saluran udara menjadi sedikit lebih positif
dan udara mengalir meninggalkan paru-paru.

Selama pernafasan biasa :


- Udara yang keluar masuk paru dalam siklus inspirasi-
ekspirasi berjumlah 500 cc  Tidal Volume. ( 350
merupakan alveolar volume yaiti jumlah udara yang
mencapai alveoli , dan 150 cc merupakan dead spase
volume jml udara yang tidak mencapai arae pertukaran
gas
- Ketika seseorang bernafas maksimal setelah
pernapasan biasa  2000-3000 cc udara dapat masuk
disebut Volume inspirasi cadangan (Inspirasi
reserve volume)
- Setelah inspirasi biasa,individu mengeluarkan udara
sebisanya 800-1200 cc udara dapat dikeluarkan 
Disebut Volume ekspirasi cadangan (Expiration
reserve volume ).
- Setelah expiratory reserve volume, masih tersisa
udara sekitar 1000-3000 cc udara didalam paru
disebut  Residual Volume.
- Jumlah keseluruhan dari seluruh volume disebut
kapasitas total paru (total lung capacity)  4300-
6000 cc.
PROSES PERNAPASAN :
1.VENTILASI :
- Adalah udara yang keluar masuk dari paru-paru
melalui bronchus,bronchiolus dan cabang-cabang
yang kecil.
- Jumlah udara pada ventilasi dipengaruhi oleh :
> Pusat pernafasan dalam otak
> Kimiawi CRF
> Tekanan parsial CO2
> Tekanan parsial oksigen (PO2)
> Ph
> Faktor lain seperti nyeri,suhu,emosi dan kegiatan
fisik
- Ventilasi yang efektif harus memiliki :
> Jalan nafas yang paten
> Elastik,paru dan cabang trecheobronchial dapat
mengembang
> Fungsi muskuloskletal dinding dada dan struktur
yang berhubungan efisien
> Hubungan antara jumlah udara inspirasi sekali
nafas dan jumlah dalam paru normal
> Ventilasi yang efektif dapat diukur dengan analisa
gas darah arteri
> Proses ventilasi melalui 2 pase yaitu inspirasi dan
ekspirasi
PERTUKARAN GAS (DIFUSI )
- Pertukaran gas terjadi antara udara dan darah dalam
sistem kapiler alveolar
- Difusi tejadi dimembran alveolar kapiler,membran
yang mengantarai alveolus dan kapiler  Membran
difusi.
- Oksigen terus menerus berdifusi dari udara dalam
alveolus ke dalam aliran darah kapiler dan CO2
terus menerus berdifusi dari darah ke dalam alveolus
- Kapasitas difusi paru untuk suatu gas berbanding
lurus dengan luas membran alveolar kapiler dan ber
banding terbalik dengan ketebalan membran.
- Difusi gas terjadi karena adanya perbedaan tekanan
gas alveolus dan dikapiler  Dimana gas akan
berpindah dari ruang yang bertekanan tinggi ke ruang
yang bertekanan rendah.
- Kecepatan difusi dipengaruhi oleh :
> Suhu Makin tinggi suhu, makin banyak dan
benturan melekul  makin cepat difusi
> Beda tekanan/konsentrasi Makin besar beda
tekanan , makin besar kekuatan difusi
> Daya larut gas dalam air,makin larut  makin cepat
difusi
COMPLIENCE DAN RECOIL PARU.
- Complince adalah kemampuan paru utk mengembang
- Recoil  Kemampuan paru untuk mengempis
- Complince dan recoil paru  Menentukan berapa
banyak uadara yang dapat keluar dan masuk dari paru,
dan ditentukan oleh elastisitas paru  Elastisitas
ditentukamnoleh oleh surfaktan  Berupa phospolipid
yang dihasilkan oleh alveolus ( Sel epitel tipe II)
3. TRASPORTASI GAS :
- Transportasi Gas adalah perpindahan gas 02 dari paru
keseluruh tubuh dan gas CO2 dari seluruh tubuh
keparu
- Faktor yang mempengaruhi transpor oksigen :
> Jumlah O2 yang masuk kedalam paru-paru
> Pertukaran gas di dalam paru yang adekuat
> Aliran darah menuju jaringan yang didukung
oleh fungsi cardiovaskuler yang optimal
> Kapasitas darah untuk mengangkut
oksigen Jumlah oksigen yang ada didalam
darah ditentukan oleh jumlah 02 yang
larut,jml hemoglobin didalam darah serta
afinitas hemoglobin terhadap oksigen
> Latihan
> Hematokrit
MEKANISME PERTAHANAN SAL. PERNAPASAN:
- Udara dilembabkan,dihangatkan  sehingga suhu
udara pernafasan yang sangat panas atau sangat dingin
akan mendekati atau sama dengan suhu tubuh saan
mencapai alveoli.
- Sekret bronchus mengandung imunoglobulin
sekretorik (Ig A)  Membantu menahan infeksi dan
mempertahankan mukosa
- Makrofaq alveolus paru  Secara aktif
memfagositosis dan memakan bakteri dan partikel
kecil yang terhirup bersama udara pernapasan.
- Silia yang ada pada hidung dan cilia yang ada pada
trakhea
- Refleks batuk dan bersin
REGULASI PERNAPASAN :
1. Mekanisme sistem syaraf :
Pusat pernapasan pada pons dan medulla oblongata:
> Dorsal group  Mengirim signal melalui nervus
phrenicus ke diapragma  Menimbulkan
perangsangan ritme kontraksi
> Ventral group  mengirimkan beberapa signal
yang merangsang inspirasi dan ekspirasi
> Pusat pneumotaksis  terletak disebelah dorsal
bagian superior pons  Membantu mengatur
kecepatan dan pola napas
2.MEKANISME KIMIAWI :
- Reseptor yang menerima rangsang berupa perubahan
susunan kimiawi darah disebut  Chemoreceptor.
Reseptor ini akan terangsang apabila terjadi perubahan
komposisi kimia darah.
- Chemoreseptor terdapat carotid body yang terletak
pada dinding aorta dan distimulasi oleh :
> Meningkatnya tekanan partial CO2
> Peningkatan konsentrasi ion hidrogen pada darah
arteri
> Menurunnya tekanan parsial oksigen
Mekanika pernapasan

Paru-paru dapat dikembang kempiskan melalui


dua cara :
1. Diafragma bergerak turun naik untuk
memperbesar atau memperkecil rongga
dada (diameter vertikal)
2. Naik dan turunnya tulang rusuk untuk
memperbesar atau memperkecil diameter
antero-posterior
Otot Pernapasan
 
Otot Inspirasi : diafragma, intercostal eksterna,
sternokleido-mastoideus, skalenus
 
Otot ekspirasi : intercostal interna, otot
abdomen (rectus & obliqus abdominis
Surfaktan

Merupakan campuran beberapa phosfolipid,


protein dan ion. Dihasilkan oleh sel epitel
alveolar tipe II. Fungsi surfaktan ini melawan
tegangan permukaan sehingga alveoli
tidak mengempis/kollaps. Pada RDS yang
biasanya terjadi pada bayi prematur,
akibatnya kurangnya surfaktan
JALAN UDARA PERNAPASAN (JUP)
Fungsi Jalan Udara Pernapasan

Sebagai pintu masuk ke JUP adalah rongga


hidung. Terdapat 3 fungsi dari rongga hidung
(air conditioning function):

1.    Memanaskan udara


2.    Melembabkan udara
3. Menyaring udara
Refleks batuk

Refleks batuk adalah sangat essensial untuk


kehidupan, oleh karena batuk adalah suatu jalan
untuk membersihkan JUP dari benda-benda asing.
Bronchi dan trachea sangat sensitif sehingga setiap
benda asing yang menyebabkan iritasi akan
menimbulkan refleks batuk. Laring dan carina (titik
dimana trachea terbagi menjadi bronchi) adalah
khususnya sensitif.
Impuls afferent berjalan dari JUP terutama melalui
nervus vagus ke medulla oblongata
Refleks Bersin

Refleks ini menyerupai refleks batuk, kecuali ini


berlaku untuk rongga hidung saja. Stimulus berupa
iritasi pada rongga hidung dan impuls afferen
berjalan pada nervus V ke medulla. Terjadilah
seurutan reaksi dimana sejumlah besar udara akan
dilewatkan dengan cepat melalui hidung dan juga
melalui mulut sehingga akan membersihkan rongga
hidung dari benda-benda asing.
Pengaruh faktor nonkimiawi
terhadap pernapasan
• Reseptor bronkial dan reseptor pulmoner yang terdiri atas
reseptor adaptasi cepat dan adaptasi lambat yg keduanya
merupakanserabut saraf bermielin. Terdapat juga reseptor
via c fiber (tdk bermielin)
• Dari JUP dan paru : pengaruh vagal yang memendekkan
pernapasan (Hering-Breuer refleks) via reseptor adaptasi
lambat. HB refleks inflasi : ekspirasi meningkat ; HB
refleks deflasi : ekspirasi menurun
• J (Juxtacapillary) reseptor (c fiber) distimulasi oleh
hiperventilasi  apneu, takipneu, bradikardia
• Irritant receptor di trakea (via reseptor adaptasi cepat 
batuk, bronkokonstriksi, sekresi mukus hyperventilasi