Anda di halaman 1dari 14

BAB 10

AUDIT
LINGKUNGAN

Audit Manajemen Edisi 2, IBK Bayangkara, Penerbit Salemba Empat


03/25/2020
Fungsi dan Manfaat
Bidang Bidang
Manajemen Keuangan

1. Menunjukkan komitmen nyata untuk 1. Mencegah kerugian finansial


meningkatkan kinerja lingkungan melalui remediasi atau
organisasi. penghentian aktivitas atau
2. Digunakan sebagai dasar untuk penutupan perusahaan
mengembangkan kebijakan manajemen 2. Penilaian implikasi keuangan
lingkungan. yang wajar (fair) terhadap
3. Mengidentifikasi risiko dan dampak masalah lingkungan, tanggung
lingkungan jawab, dan dampak dari
4. Review proses dan prosedur operasi peraturan baru.
pabrik atau standar aktivitas lingkungan 3. Menyoroti di mana biaya-biaya
saat ini terhadap operasi dan prosedur bisa dihemat.
manajemen lingkungan perusahaan
5. Meningkatkan tindakan atau keinginan
yang akan dilakukan perusahaan atau
aktivitas yang sesuai dengan tujuan
lingkungan
Bidang Hukum
Bidang Pelatihan

1. Untuk mengukur dan 1. Untuk memfasilitasi praktik


meningkatkan kepatuhan lingkungan terbaik serta
perusahaan atau aktivitas meningkatkan kesadaran staf dan
terhadap peraturan- manajemen perusahaan mengenai
peraturan bidang lingkungan kebijakan dan tanggung jawab
. lingkungan.
2. Menunjukkan ketentuan 2. Menilai pelatihan, pengetahuan, dan
implementasi manajemen Bidang kesadaran karyawan.
lingkungan dalam
pengadilan jika dibutuhkan.
Pelaporan

1. Menyajikan laporan audit


lingkungan untuk digunakan .
2. Menilai pelatihan,
pengetahuan, dan kesadaran
karyawan.
Jenis-Jenis Audit Lingkungan
• Audit kepatuhan (compliance audit)
Audit tanggung jawab • Audit kewajiban risiko operasional (operational risk audit)
lingkungan (environment • Audit keselamatan dan kesehatan kerja (health and safety
audit)
liabilities audit)

Audit manajemen • Audit perusahaan (corporate audit)


lingkungan • Audit sistem (system audit)
• Audit kebijakan (policy audit)
(management audit)

Audit aktivitas • Audit lingkungan lokasi pabrik (environment site audit)


• Audit limbah (waste audit)
lingkungan (activities • Audit produk (product audit)
audit) • Audit lintas-batas (cross-boundary audit)
Proses Audit Lingkungan

Perencanaan
Audit (Plan)

Tindak Lanjut Aktivitas


Hasil Audit Audit
Lingkungan Lapangan
(Action) (Do)

Aktivitas
Setelah Audit
(Check)
Sistem Manajemen Lingkungan
Persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan
Standar Nasional Sistem Manajemen Lingkungan mensyaratkan perusahaan untuk:
1. menetapkan kebijakan lingkungan yang memadai;
2. mengidentifikasi aspek lingkungan yang timbul dari kegiatan, produk, dan jasa perusahaan
di masa lalu, saat ini, maupun yang direncanakan, agar dapat menetapkan dampak lingkungan
yang penting;
3. mengidentifikasi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan persyaratan
lain yang diikuti oleh perusahaan;
4. mengidentifikasi prioritas serta menentukan tujuan dan sasaran lingkungan yang memadai;
5. menetapkan struktur dan program untuk menerapkan kebijakan dan mencapai tujuan serta
memenuhi sasaran;
6. memfasilitasi perencanaan, pengendalian, pemantauan, tindakan pencegahan dan
perbaikan, audit dan review untuk memastikan bahwa kebijakan dipenuhi dan sistem
manajemen lingkungan tetap memadai;
7. mampu menyesuaikan dengan perubahan kondisi.
Kebijakan Lingkungan
Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan lingkungan perusahaan dan
memastikan bahwa kebijakan dalam lingkup sistem manajemen lingkungannya:

1.sesuai dengan sifat, ukuran, dan dampak lingkungan dari kegiatan, produk,
dan jasanya;
2.mencakup komitmen pada perbaikan berkelanjutan dan pencegahan
pencemaran;
3. mencakup komitmen untuk menaati peraturan perundang-undangan yang
berlaku dan persyaratan lain yang diikuti perusahaan terkait dengan aspek
lingkungannya;
4.menyediakan kerangka untuk menentukan dan mengkaji tujuan dan sasaran
lingkungan;
5.didokumentasikan, diterapkan, dan dipelihara;
6.dikomunikasikan kepada semua orang yang bekerja pada atau atas nama
perusahaan
7.tersedia untuk masyarakat.
Penerapan dan Operasi
Sumber Daya, Peran,Tanggung Jawab, dan Kewenangan
Manajemen harus memastikan ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk menetapkan,
menerapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem manajemen lingkungan. Sumber daya
termasuk sumber daya manusia dan keterampilan khusus, sarana operasional, teknologi dan
sumber daya keuangan.

Kompetensi, Pelatihan, dan Kesadaran


Perusahaan harus memastikan bahwa setiap orang yang bertugas untuk atau atas nama
perusahaan yang berpotensi menyebabkan satu atau lebih dampak lingkungan penting yang
diidentifikasi, mempunyai kompetensi yang berasal dari pendidikan, pelatihan, atau pengalaman
yang memadai dan perusahaan harus menyimpan rekaman yang terkait dengan kompetensi
tersebut.

Komunikasi
Dokumentasi
Pengendalian Dokumen
Pengendalian Operasional
Kesiagaan dan Tanggap Darurat
Komunikasi
Berkaitan dengan aspek lingkungan dan sistem
manajemen lingkungan, perusahaan harus
menetapkan, menerapkan, dan memelihara
prosedur untuk:
1. komunikasi internal antara tingkatan dan
fungsi yang beragam di perusahaan;
2. menerima, mendokumentasikan, dan
menanggapi komunikasi yang terkait dari
pihak eksternal yang berkepentingan.
Dokumentasi
Dokumentasi sistem manajemen lingkungan harus mencakup:
1. kebijakan, tujuan dan sasaran lingkungan;
2. penjelasan lingkup sistem manajemen lingkungan;
3. penjelasan unsur-unsur utama sistem manajemen
lingkungan dan keterkaitannya serta rujukan kepada
dokumen terkait;
4. dokumen, termasuk rekaman yang disyaratkan oleh standar
ini;
5. dokumen, termasuk rekaman yang ditentukan oleh
perusahaan sebagai dokumen penting untuk memastikan
perencanaan, operasi dan pengendalian proses secara
efektif yang terkait dengan aspek lingkungan penting
Pengendalian Dokumen
Dokumen yang diperlukan oleh sistem manajemen
lingkungan harus dikendalikan. Rekaman adalah jenis
dokumen khusus dan harus dikendalikan mengikuti
persyaratan pengendalian rekaman.

Pengendalian Operasional
Perusahaan harus mengidentifikasi dan
merencanakan operasi yang terkait dengan aspek
lingkungan penting yang telah diidentifikasi, sesuai
dengan kebijakan, tujuan dan sasaran lingkungan agar
operasi tersebut dilaksanakan pada kondisi tertentu.
Kesiagaan dan Tanggap Darurat
Perusahaan harus menetapkan, menerapkan,
dan memelihara prosedur untuk
mengidentifikasi potensi situasi darurat dan
kecelakaan yang dapat menimbulkan dampak
lingkungan serta bagaimana perusahaan akan
menanggapinya
Pemeriksaan
Pemantauan dan Pengukuran
Perusahaan harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara prosedur untuk
secara berkala memantau dan mengukur karakteristik pokok operasinya yang
dapat menimbulkan dampak lingkungan.
Ketidaksesuaian, Tindakan Perbaikan, dan Tindakan Pencegahan
Prosedur tersebut harus menjelaskan persyaratan untuk:
1.Mengidentifikasi dan melaksanakan koreksi terhadap ketidaksesuaian dan
melaksanakan tindakan untuk mengatasi dampak lingkungan yang timbul;
2.Menyelidiki ketidaksesuaian, menemukan penyebabnya dan melaksanakan
tindakan untuk menghindari terulangnya ketidaksesuaian;
3. Mengevaluasi keperluan untuk pencegahan ketidaksesuaian dan menerapkan
tindakan yang memadai untuk menghindari terjadinya ketidaksesuaian;
4. Merekam hasil tindakan perbaikan dan pencegahan yang telah dilaksanakan;
5. Meninjau efektivitas tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan yang telah
dilaksanakan.
Pengendalian Rekaman
Perusahaan harus menetapkan, menerapkan
dan memelihara rekaman yang diperlukan
untuk menunjukkan pemenuhan persyaratan
Sistem Manajemen Lingkungan dan hasil yang
dicapai.
Audit Internal
Perusahaan harus memastikan bahwa audit
internal terhadap Sistem Manajemen
Lingkungan dilaksanakan pada jangka waktu
yang direncanakan