Anda di halaman 1dari 27

POSTULATE AKUNTANSI DAN PRINSIP DASAR AKUNTANSI

&
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) DAN PRINSIP AKUNTANSI YANG
BERTEMA UMUM GAAP

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 2:
1. Indry Cannia Noor Khairunnisa
(B.211.18.0063)
2. Ayu Octaviani (B.211.18.0084)
3. Erika Putri Candra Lestari
(B.211.18.0139)
Postulate Akuntansi menurut beberapa sumber
acuan

Postulate akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan


kebenarannya sendiri (aksioma) yang sudah diterima umum karena
kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, dan menggambarkan
aspek ekonomi, politik, social, dan hukum, dari suatu lingkungan dimana
akuntansi beroperasi. Dengan kata lain postulate akuntansi adalah asumsi
dasar mengenai lingkungan akuntansi.
Ada 4 asumsi dasar yang melandasi proses penyususan laporan keuangan secara keseluruhan yaitu :
1. Monetary Unit Asssumption (Asumsi Unit Moneter)
 Data transaksi yang akan dilaporkan dalam catatan akuntansi harus dapat dinyatakan dalam satuan
mata uang (unit moneter). Dalam hal ini, uang dianggap sebagai denominator umum dari aktivitas
ekonomi dan merupakan dasar yang tepat bagi kepentingan pengukuran dan analisis akuntansi.
2.      Economic Entity Assumption (Asumsi Entitas Ekonomi)
 Aktivitas entitas bisnis harus dapat dipisahkan dan dibedakan dengan aktivitas pemilik dan dengan
aktivitas dari setiap unit bisnis lainnya.
3.      Accounting Period Assumption (Asumsi Priode Akuntansi)
 Pengguna laporan keuangan perlu diberi tahu tentang hasil kinerja dan posisi keuangan perusahaan
dari waktu ke waktu agar dapat mengevaluasi dan membandingkannya dengan perusahaan lain. Jadi,
dalam hal ini informasi terkait harus dilaporkan secara priodik.
4.      Going Concern Assumption (Asumsi Kesinambungan Usaha)
 Perusahaan didirikan dengan maksud untuk dilikuidisi dalam jangka waktu dekat, akan tetapi
perusahaan diharapkan akan terus beroperasi dalam jangka waktu yang lama. Meskipun banyak
mengalamai kegagalan bisnis, diasumsikan bahwa perusahaan akan hidup cukup lama untuk
menjalankan visi dan misinya.
 Macam-Macam Postulat-Postulat Akuntansi
1.      Postulat Entitas
 Akuntansi mengatur hasil operasi dari suatu entitas, yang terpisah
dan berbeda dari pemilik entitas. Postulat entitas menyatakan bahwa
suatu unit perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dari
pemiliknya dan perusahaan lain. Postulat merumuskan bidang
perhatian akuntan dan membatasi jumlah objek, peristiwa, dan atribut
peristiwa yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Selain itu,
Postulat juga memungkinkan akuntan membedakan antara transaksi
bisnis dan individu, yang dimasukkan dalam laporan keuangan
adalah transaksi perusahaan bukan transaksi pemilik perusahaan.
2. Postulat Kelangsungan Usaha
 Postulat kelangsungan usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus
beroperasi. Postulat ini berasumsi bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk
dilikuidasi dalam masa yang akan datang yang dapat diketahui dari sekarang
atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk jangka waktu yang tidak tertentu.
3. Postulat Unik Pengukur
 Postulat unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan
proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam
satuan moneter. Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat
transaksi perusahaan dengan cara yang seragam. Pengukur umum yang dipilih
dalam akuntansi adalah unit moneter. Kebertukaran barang, jasa, dan modal
diukur dalam satuan uang.
4.Postulat Periode Akuntansi
 Meskipun postulat kelangsungan usaha menyatakan bahwa

perusahaan akan tetap ada untuk periode waktu yang tidak


terbatas, pemakai meminta berbagai informasi tentang posisi
keuangan dan kinerja perusahaan untuk membuat keputusan
jangka pendek.
Sifat Postulat Akuntansi
 1.  Postulat akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya
sendiri atau disebut juga aksioma yang sudah diterima kesesuaiannya dengan tujuan
laporan keuangan yang menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosiologi dan
hokum di suatu tempat dimana akuntansi  itu beroperasi.
 2. Konsep teoritis akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian
atau aksioma,  juga berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan
keuangan, yang menggambarkan sifat entitas akuntansi yang beroperasi dalam ekonomi
bebas yang dikarakteristikkan oleh kepemilikan pribadi atas kekayaan.
 3. Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan
dan konsep teoritis akuntansi yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.
 4. Teknik (standar) akuntansi adalah aturan spesifik yang diturunkan dari prinsip akun-
akuntansi untuk memperlakukan transaksi atau peristiwa tertentu yang dihadapi oleh
entitas akuntansi.
 1. Proprietory Theory
 Menurut konsep ini entitas hanyalah merupakan agen atau
wakil dari pemilik. Oleh karena itu, yang menjaadi pusat
perhatian dari pencatatan akuntansi dan penyajian laporan
keuangan adalah pemilik, bukan entitas. Menentukan dan
menganalisis besarnya kekayaan bersih yang menjadi hak
pemilik. Konsep dari teori ini dalam persamaan akuntansi:

Aktiva – Kewajiban = Ekuitas Pemilik


 2. Entity Theory
 Menurut konsep ini, entitas (perusahaan) merupakan badan
yang terpisah dan harus dibedakan dari pemilik. Yang menjadi
pusat perhatian dari pencatatan akuntansi dan penyajian
laporan keuangan adalah entitas, bukan pemilik. Konsep dari
teori ini dalam persamaan akuntansi:

Aktiva = ekuitas
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham
3. Fund Theory
 Menurut konssep ini, yang menjadi pusat perhatian dari

catatatan akuntansi dan penyajian laporan adalah bukan terletak


pada pemilik maupun entitas, melainkan pada kelompok aktiva
yang penggunaannya telah di batasi untuk membayar atau
memenuhi sejumlah kewajiban tertentu. Konsep teori ini
menganggap bahwa entitas merupakan sebuah unit dana,
dimana kewajiban tertentu ditetapkan sebagai batasan-batasan
terhadap penggunaan aktiva.

Aktiva = Pembatasan Aktiva


Beberapa konsep penting
Konsep Dasar Akuntansi
 Pada dasarnya, semua ilmu memiliki konsep yang mendasari. Tanpa konsep, hal-
hal besar seperti ilmu akuntansi bisa jadi tidak memiliki dasar kuat dalam ilmu
dan pelaksanaannya. Beberapa konsep dasar yang melandasi ilmu
akuntansi menurut Anthony, Hawkins, dan Merchant, adalah sebagai berikut:
1. Entitas Bisnis (Entity Theory)
 Dalam konsep ini, perlakuan akuntansi terhadap perusahaan atau bisnis harus
berbeda dengan si pemilik entitas. Kepemilikan aset dan kewajiban antara pemilik
dan perusahaan tidak boleh disamakan. Menurut Suwardjono (2005), Konsep
Entitas Bisnis mengandaikan bahwa sebuah perusahaan sebenarnya sama seperti
manusia yang dapat melakukan perbuatan ekonomi maupun hukum. Sebagai
konsekuensi, hubungan antara perusahaan dan pemilik tersebut tidak bisa di
campuradukkan.
2. Pengukuran Uang (Money Measurement Concept)
 Uang merupakan alat ukur yang paling umum dan dianggap paling tepat untuk
mencatat aktivitas ekonomi. Penyajian akuntansi dengan landasan
moneter sebagai tolok ukur terbaik menjadikan komunikasi informasi ekonomi
dari pembuat ke penerima informasi laporan tersebut lebih obyektif. Laporan
akuntansi yang ditampilkan dengan satuan moneter negara setempat ini juga
berfungsi sebagai dasar pengambilan keputusan berdasarkan kondisi saat ini
dibandingkan dengan tujuan-tujuan perusahaan.
3. Kelangsungan Usaha (Going Concern)
 Konsep ini mempercayai adanya statement bahwa sebuah perusahaan diandaikan
terus berjalan dalam waktu yang tidak ditentukan. Implikasi dari pemahaman
konsep kelangsungan usaha adalah kondisi bangkrut menjadi sesuatu yang aneh
dilihat dari sudut pandang konsep ini.
4. Dua Aspek Akuntansi
 Konsep dua aspek akuntansi memetakan setiap transaksi dalam dua
aspek. Hubungannya kepada penerimaan atas manfaat dan
pemberian atas manfaat. Sebagai contoh, ketika perusahaan baru saja
membeli aset baru berupa mesin produksi, aset tersebut memiliki
dua aspek.
 Aspek pertama adalah ketika mesin bisa memproduksi barang atau
jasa yang akan dijual dan menghasilkan sejumlah uang yang disebut
sebagai pendapatan perusahaan. Sedangkan aspek kedua dari aset
ini adalah ketika mesin tersebut melahirkan kewajiban pembayaran
bagi perusahaan yang membeli aset tersebut kepada supplier mesin.
5. Kos
 Konsep ini lebih banyak digunakan ketika perusahaan hendak menentukan nilai jual
sebuah aset dan mendapatkan laba dari transaksi tersebut. Karena besarnya laba harus
diukur secara pasti dan meminimalisir subyektivitas pemberi nilai, digunakanlah konsep
kos. Maka dalam konsep ini juga dikenal nilai wajar sebagai basis.
 Contoh penggunaan konsep kos ini adalah ketika seseorang memiliki sebuah aset yang
ketika ia beli nilainya Rp 75.000.000 , padahal mungkin saja nilai itu bukan nilai aslinya
karena barang tersebut merupakan barang secondhand yang dulunya didapatkan dengan
harga Rp 100.000.000. Maka menurut pencatatan orang tersebut, ia tetap mendapatkan
sebuah aset dengan harga Rp 75.000.000.
6. Periode Akuntansi
 Sebuah bisnis memang diproyeksikan akan terus berjalan sampai batas waktu tidak
ditentukan, bukan berarti konsep waktu tidak penting untuk urusan akuntansi. Konsep
waktu ini tetap digunakan untuk mengetahui hasil operasi sebuah perusahaan (yang
kemudian disajikan dalam bentuk laporan posisi keuangan).
7. Perbandingan (Matching Concept)
 Konsep ini memberikan pemahaman bahwa beban diakui tidak saat pengeluaran sudah
dilunasi. Beban akan diakui ketika produk – baik barang maupun jasa – sudah memberikan
kontribusi pada pendapatan. Misalkan pemerintah menjual surat obligasi senilai Rp
1.000.000 dengan bunga 12% dan dibayarkan dua kali dalam setahun pada 1 Januari 2017.
 Maka, pada tahun yang sama tanggal 1 Juli harus membayar bunga sebanyak Rp 60.000.
Ketika dicatat dalam penjurnalan, akun nya adalah beban bunga. Karena selama 6 bulan
terhitung penjualan surat obligasi sudah menikmati manfaat dari aktivitas tersebut.
8. Upaya dan Hasil (Effort and Accomplishment)
 Hampir sama dengan Konsep Perbandingan yang mengakui beban, Konsep Upaya dan
Hasil mengakui adanya pendapatan sekaligus manfaatnya belum diberikan. Misalkan agen
asuransi berhasil mendapatkan konsumen baru yang membayar polis langsung lunas
dalam satu tahun.
Prinsip Dasar Akuntansi
 Prinsip dasar akuntansi mendasari akuntansi dan seluruh laporan keuangan. Prinsip akuntansi
dijabarkan dari tujuan laporan keuangan, postutat akuntansi, dan konsep teoritis akuntansi,
serta sebagai dasar pengembangan teknik atau prosedur akuntansi yang dipakai dalam
menyusun laporan keuangan.
Ada lima prinsip dasar akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi, yakni:
1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
 GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan
berdasarkan harga akuisi. Hal ini seringkali disebut prinsip biaya historis. Prinsip ini
menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva. utang, modal, dan biaya.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
 Prinsip Pengakuan Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari
penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode
tertentu. Dasar yang digunakan untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah kas atau
ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
 Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
 Yang dimaksud prinsip mempertemukan biaya adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan
yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besamya penghasilan bersih
setiap periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya, maka pembebanan biaya
sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan. Apabila pengakuan suatu pendapatan ditunda,
maka pembebanan biayanya juga akan ditunda sampai saat diakuinya pendapatan.
 Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
 Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan
prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari
tahun ke tahun. Sehingga bila terdapat perbedaan antara suatu pos dalam dua periode, dapat segera
diketahui bahwa perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan metode yang berbeda.
 Prisip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)
 Yang dimaksud dengan prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang lengkap
dalam laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari transaksi-
transaksi dalam satu periode dan juga saldo-saldo dari rekening-rekening tertentu, tidaklah mungkin
untuk memasukkan semua informasi-informasi yang ke dalam laporan keuangan.
Dasar Pengukuran Akuntansi
 Prinsip akuntansi di Indonesia diatur oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Ikatan
Akuntansi Indonesia sendiri merupakan badan yang mengatur kebijakan dan peraturan
akuntansi yang berlaku di Indonesia. Berikut 10 prinsip dasar akuntansi yang sudah
tertera dalam peraturan akuntansi yang harus Anda ketahui:
1. Prinsip entitas ekonomi (economic entity principle)
 Prinsip ini memiliki arti yaitu sebuah perusahaan merupakan sebuah kesatuan usaha
yang berdiri sendiri serta terpisah dari entitas ekonomi lainnya maupun terpisah dari
pribadi pemiliknya. Jadi, maksudnya adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan harus
dipisah dengan aset milik pribadi. 
2. Prinsip periode akuntansi (period principle)
 Prinsip periode akuntansi memiliki arti yaitu pelaporan dan penilaian keuangan usaha
pada perusahaan dibatasi oleh periode waktu tertentu. Umumnya, periode yang
digunakan dalam menjalankan usaha adalah dimulai dari tanggal 1 Januari hingga 31
Desember.
3. Prinsip satuan moneter (unit monetary principle)
 Prinsip ini memiliki arti yaitu pencatatan transaksi keuangan hanya dapat diukur dan dinilai
atau dinyatakan dalam bentuk satuan uang atau mata uang. Prinsip ini tidak melibatkan faktor-
faktor non kuantitatif seperti mutu, kinerja, prestasi, strategi dalam usaha, dan lain sebagainya. 
4. Prinsip biaya historis (historical cost principle)
 Prinsip ini memiliki arti yaitu pencatatan transaksi keuangan atas barang yang telah diperoleh
oleh suatu perusahaan yang pencatatannya didasarkan pada biaya-biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan untuk mendapatkan barang tersebut. Jika dalam transaksi tersebut terjadi tawar-
menawar, maka biaya yang dicatat adalah biaya atau harga yang telah disepakati antara kedua
belah pihak.
5. Prinsip kesinambungan usaha (going concern principle)
 Prinsip ini memiliki arti yaitu sebuah bisnis atau usaha akan berjalan secara terus menerus dan
berkesinambungan tanpa adanya pemberhentian atau pembubaran usaha di tengah jalan
terkecuali jika bisnis tersebut memiliki masalah yang dapat menyebabkan pembubaran bisnis.
6. Prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle)
 Prinsip ini memiliki arti yaitu informasi keuangan disajikan secara lengkap dan informatif.
Informasi keuangan yang dilampirkan berupa ringkasan dari keseluruhan transaksi yang
terjadi dalam 1 periode.
7. Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)
 Pendapatan merupakan tambahan kekayaan yang timbul akibat adanya kegiatan usaha seperti
penjualan, penerimaan bagi hasil antara dua pihak, penyewaan gedung atau barang kepada
orang lain, dan lain sebagainya. Jumlah kas atau setara kas yang didapatkan dari transaksi
keuangan yang telah terjadi dalam perusahaan dijadikan dasar untuk mengukur pendapatan.
8. Prinsip mempertemukan (matching principle)
 Prinsip ini memiliki arti yaitu biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan
dipertemukan dengan pendapatan yang telah diterima oleh perusahaan dari hasil
penjualannya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan besar atau kecilnya laba
bersih yang diperoleh setiap periode.
9. Prinsip konsistensi (consistency principle)
 Prinsip ini memiliki arti yaitu laporan keuangan yang dilaporkan harus
konsisten atau tidak berubah-ubah baik dalam hal prosedur, metode, maupun
kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan. Hal ini berguna dan memberi
kemudahan bagi perusahaan dalam membandingkan laporan keuangan pada
periode-periode sebelumnya. Perusahaan boleh saja mengganti metode atau
prosedur yang digunakannya asalkan perusahaan tersebut melampirkan
penjelasan atas alasan pergantian tersebut di dalam laporan keuangannya.
10. Prinsip materialitas
 Prinsip ini memiliki arti yaitu adanya pencatatan dan pengukuran atau
pengungkapan informasi akuntansi secara material (bernilai nominal dan
dapat dijual).
Pengertian GAAP
 GAAP merupakan kependekan dari Generally Accepted
Accounting Principles. GAAP adalah kombinasi dari standar
otoritatif (ditetapkan oleh dewan kebijakan) dan cara yang
umum diterima untuk merekam dan melaporkan informasi
akuntansi. GAAP meningkatkan kejelasan komunikasi informasi
keuangan. GAAP juga merupakan sekelompok standar
akuntansi dan penggunaan industri umum yang telah
dikembangkan selama bertahun-tahun.
Perbedaan Standar Akuntansi di Indonesia
dan Amerika
 Sistem Akuntansi Indonesia
 Standar Akuntansi adalah suatu metode dan format baku dalam
penyajian informasi laporan keuangan suatu kegiatan usaha. Standar
akuntansi dibuat, disusun dan disahkan oleh lembaga resmi.
 Standar akuntansi diindonesia saat berkembang menjadi 4 yang dikenal
dengan 4 Pilar Standar Akuntansi yaitu:
1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
2. Standar Akuntansi Keuangan Badan Usaha Tanpa Akuntabilitas Publik
(SAK-ETAP)
3. Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK SYARIAH)
4. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
 Sistem Akuntansi Amerika
 Sebagai Negara yang mempunyai tingkat perekonomian tertinggi amerika
serikat menciptakan sendiri mengenai standar akuntansi sebagai salah satu
cara untuk mengatur kegiatan perekonomian yang terjadi di negaranya.
 Di amerika serikat sendiri dilakukan pengujian dan analisa mengenai
prinsip dan teori akuntansi yang berkembang melalui empat fase utama
yaitu:
1. Fase Kontribusi Manajemen
2. Fase Kontribusi Institusi
3. Fase Kontribusi Profesional
4. Fase Politisasi
Proses terbentuknya GAAP dan sumber-
sumber yang mendukung
 Proses terbentuknya GAAP
 GAAP adalah aturan akuntansi yang digunakan untuk menyiapkan,
menyajikan, melyaporkan laporan keuangan untuk berbagai entitas,
termasuk diperdagangan dan swasta yang diselenggarakan perusahaan,
non- organisasi nirlaba, dan pemerintah. Pertama kali membuat komite
prosedur akuntansi pada tahun 1939 kemudian diganti dengan prinsip
akuntansi dewan pada tahun 1951. dewan standar akuntansi keuangan
(FASB) adalah otoritas tertingi dalam membangun prinsip akuntansi yang
berlaku umum di perusahaan public dan swasta serta badan non-profit.
GAAP di tentukan oleh dewan standar akuntansi pemerintahan (GaSb)
yang beroperasi di bawah seperangkat asumsi, prinsip, dan kendala,
berbeda dengan PSAK sector swasta standar.
 Sumber-sumber yang mendukung GAAP
1. Pedoman audit dan akuntansi industri dan pernyataan posisi AICPA
serta interprestasi akuntansi AICPA,
2. Publikasi-publikasi lain dari FASB, seperti buletin teknis, dan publikasi
yang diterbitkan oleh pendahulunya, seperti APB statemen,
3. Publikasi dari Sucirities and Exchange Kommison (SEC)
Seperti rilis-rilis akuntansi
4. Praktik-praktik yang lazim dan diakui seperti yang tercermin dalam
publikasi tahunan AICPA, Accounting Trends and Technique,
5. Makalah isu-isu Aicpa, pernyataan konsep FASB, buku-buku teks, dan
artikel-artikel
TERIMA KASIH