Anda di halaman 1dari 29

Berfikir Membangun Usaha Baru,

Pengambil alihan usaha dan


penggabungan usaha

Kelompok 4:
Annisa Sarah (1601088)
Annisa Muthmainah (1701005)
Intan Sri Maulina (1701019)
Nur Intan Maharani (1701030)
Viona Lischa Nurfahira (1701042)

Dosen Pengampu:
Apt. Erniza Pratiwi, S.Farm., M.Farm
MEMULAI USAHA BARU

Yaitu membentuk dan mendirikan


usaha baru dengan menggunakan
modal,ide,organisasi,dan manajemen
yang dirancang sendiri.
Konsep Memulai Usaha Baru
 Dibutuhkan keberanian
Berani malu kalau usaha yang kita bangun ternyata tidak di
respon oleh pasar yang kita bidik. Berani rugi kalau ternyata
usaha pertama kita mengalami kerugian yang berarti, karena kita
salah perhitungan. Tanpa adanya sebuah keberanian, kita tidak
akan pernah tau, kalau teori dan pengetahuan yang anda
tampung selama ini, ternyata sudah usang dan tidak jitu lagi
untuk di gunakan sebagai sandaran dalam berusaha.

  Keahlian khusus
Untuk memulai sebuah usaha diperlukan sebuah keahlian yang sesuai
dengan usaha yang akan kita geluti dan untuk memulainya tersebut
terdapat beberapa cara sehingga kita bisa memiliki sebuah usaha yang
sesuai dengan budget dan keinginan kita dan kesanggupan kita.
Hal yang perlu diperhatikan jika
kita ingin memulai suatu usaha

  Temukan apa minatmu


 Cari Kebutuhan Pasar
 Ingatlah untuk memulai
dari hal yang kecil dahulu
DEFENISI AKUISISI DAN
MERGER

Penggabungan dua perusahaan menjadi satu,


dimana perusahaan yang me-merger
mengambil/membeli semua assets dan liabilities
perusahaan yang di-merger dengan begitu
perusahaan yang me-merger memiliki paling
tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger
berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya
menerima sejumlah uang tunai atau saham di
perusahaan yang baru (Brealey, Myers, &
Marcus, 1999, p.598)
LANJUTAN...

Definisi merger yang lain yaitu sebagai


penyerapan dari suatu perusahaan oleh
perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan
yang membeli akan melanjutkan nama dan
identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan
mengambil baik aset maupun kewajiban
perusahaan yang dibeli. Setelah merger,
perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti
beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640).
Kelebihan Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih
sederhana dan lebih murah dibanding
pengambilalihan yang lain (Harianto dan
Sudomo, 2001, p.641)

Kekurangan Merger
Dibandingkan akuisisi merger
memiliki beberapa kekurangan, yaitu
harus ada persetujuan dari para pemegang
saham masing-masing
perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan
persetujuan tersebut diperlukan waktu
yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001,
p.642)
B.AKUISISI

Pengambil-alihan (takeover) sebuah


perusahaan dengan membeli saham atau aset
perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli
tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999,
p.598).
Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat
diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa cara, yaitu :
a.Merger
Pada merger, para direktur kedua pihak setuju
untuk bergabung dengan persetujuan para pemegang
saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui
oleh paling sedikit 50% shareholder dari target firm
dan bidding firm.

b. Konsolidasi
Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan
baru tercipta dan pemegang saham kedua belah pihak
menerima saham baru di perusahaan ini.

c. Tender offer
Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham
yang beredar perusahaan lain tanpa persetujuan
manajemen target firm, dan disebut tender offer karena
merupakan hostile takeover
Kelebihan Akuisisi
a. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat
pemegang saham dan suara pemegang saham
sehingga jika pemegang saham tidak
menyukai tawaran Bidding firm, mereka
dapat menahan sahamnya dan tidak menjual
kepada pihak Bidding firm.

b. Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang


membeli dapat berurusan langsung dengan
pemegang saham perusahaan yang dibeli
dengan melakukan tender offer sehingga
tidak diperlukan persetujuan manajemen
perusahaan.
LANJUTAN . . . . . .

c. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan


komisaris perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk
pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile
takeover).

d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak


memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada
akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang
saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto
dan Sudomo, 2001, p.643-644).
Kekurangan Akuisisi
a. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas
yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut,
maka akuisisi akan batal. Pada umumnya
anggaran dasar perusahaan menentukan paling
sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju
pada akuisisi agar akuisisi terjadi.

b. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh


saham yang dibeli maka terjadi merger.

c. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam


akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama
sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi.
(Harianto dan Sudomo, 2001, p.643)
TUJUAN AKUISISI DAN
MERGER

Diversifikasi
Manajer berpendapat bahwa Diversifikasi
dapat menstabilkan laba perusahaan
sehingga bermanfaat bagi pemiliknya.Jadi
Merger dapat menjadi jalan terbaik untuk
mengadakan Diversifikasi perseorangan

Insentif pribadi manajer


Beberapa keputusan bisnis banyak
didasarkan pada motivasi pribadi
daripada analisis ekonomi.

Nilai pecahan
Para analis mengestimasi nilai pecahan
suatu perusahaan,yang merupakan nilai
masing-masing bagian dari perusahaan itu
jika dijual terpisah
Sinergi
Kondisi dimana nilai keseluruhan lebih
besar daripada hasil penjumlahan bagian-
bagiannya.Nilai perusahaan setelah
merger lebih besar daripada penjumlahan
nilai masing-masing sebelum merger

Pertimbangan pajak
Merger dapat dipilih sebagai cara untuk
menimimalkan pajak dan menggunakan
khas yang berlebih.

Pembelian aktiva dibawah biaya


pengganti
Akuisisi harus berdasarkan nilai ekonomi
dari aktiva yang diakuisisi bukan atas
biaya penggantinya.
KLASIFIKASI MERGER DAN
AKUISISI

Akuisisi Berdasarkan aktivitas ekonomik,


merger dan akuisisi dapat diklasifikasikan
dalam lima tipe.

1) Merger Horisontal
Merger horisontal adalah merger
antara dua atau lebih perusahaan yang
bergerak dalam industri yang sama.
Salah satu tujuan utama merger dan
akuisisi horisontal adalah untuk
mengurangi persaingan atau untuk
meningkatkan efisiensi melalui
penggabungan aktivitas produksi,
pemasaran dan distribusi, riset dan
pengembangan dan fasilitas administrasi.
LANJUTAN . . . . . .

2) Merger Vertikal
Merger vertikal adalah integrasi yang melibatkan
perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam tahapan-
tahapan proses produksi atau operasi. Merger dan
akuisisi tipe ini dilakukan jika perusahaan yang berada
pada industri hulu memasuki industri hilir atau
sebaliknya.

3) Merger Konglomerat
Merger konglomerat adalah merger dua atau lebih
perusahaan yang masing-masing bergerak dalam
industri yang tidak terkait. Merger dan akuisisi
konglomerat terjadi apabila sebuah perusahaan
berusaha mendiversifikasi bidang bisnisnya dengan
memasuki bidang bisnis yang berbeda sama sekali
dengan bisnis semula
4).Merger ekstensi pasar
merger yang dilakukan oleh dua atau
lebih perusahaan untuk secara bersama-
sama memperluas area pasar. Tujuan
merger dan akuisisi ini terutama untuk
memperkuat jaringan pemasaran bagi
produk masing-masing perusahaan
LANJUTAN . . . . . .

5) Merger Ekstensi Produk


Merger ekstensi produk adalah merger yang
dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan untuk
memperluas lini produk masingmasing
perusahaan. Setelah merger perusahaan akan
menawarkan lebih banyak jenis dan lini produk
sehingga akan menjangkau konsumen yang lebih
luas. Merger dan akuisisi ini dilakukan dengan
memanfaatkan kekuatan departemen riset dan
pengembangan masing-masing untuk
mendapatkan sinergi melalui efektivitas riset
sehingga lebih produktif dalam inovasi.
KLASIFIKASI BERDASARKAN
POLA

a. Mothership Merger
satu pola atau sistem untuk dijadikan
pola atau sistem pada perusahaan hasil
merger. Biasanya perusahaan yang
dipertahankan hidup adalah perusahaan yang
dominan dan sistem pola bisnis perusahaan
yang dominan inilah yang diadopsi.

b. Platform Merger
Jika dalam mothership merger hanya satu sistem
yang diadopsi, maka dalam platform merger
hardware dan software yang menjadi kekuatan
masing-masing perusahaan tetap dipertahankan dan
dioptimalkan. Artinya adalah semua sistem atau pola
bisnis, sepanjang itu baik, akan diadopsi oleh
perusahaan hasil merger.
4) Klasifikasi Berdasarkan
Objek yang Diakuisisi
a.Akuisisi Saham
b.Akuisisi Aset

5) Klasifikasi Berdasarkan Perlakuan Akuntansi

c. Metode Pembelian
d.Metode Pengadaan
Menurut Mamduh M. Hanafi (2004) ada beberapa
faktor-faktor penyebab kegagalan merger dan
akuisisi, yaitu:

 Membayar terlalu mahal.


Membayar terlalu mahal akan meningkatkan
biaya sehingga menjadi melebihi manfaat merger
dan akuisisi

 Manajemen post-akuisisi yang kurang baik.


Manajemen post-akuisisi yang kurang baik
akan menyebabkan proses peralihan menjadi
tidak lancar dan akan meninggalkan potensi
kegagalan.

 Terlalu optimis dengan pasar

 Tidak memperhatikan potensi problem


DAFTAR PUSTAKA

Brealey, RA Myers,S.C., dan Marcus A.J,(1999).Fundamentals of corporate


finance.Edisi kedua.Irwin Mcgraw-Hill:Boston.

Halim, Abdul dan Mamduh M. Hanafi. 2009. Analisis Laporan Keuangan.


Edisi 4. UPP STIM YKPN. Yogyakarta.

Harianto dan Sudomo, (2001). Merger dan Akuisisi. Jurnal Manajemen.

Nugroho, Muhammad, Aji, 2010. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan


Perusahaan Sebelum dan Sesudah Merger. Skripsi Fakultas Ekonomi UNDIP
(Dipublikasikan).