Anda di halaman 1dari 8

DESAIN & STRATEGI PEMBELAJARAN

PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME
Meet Our
Team

Gregorius S. J. Melani Babang Noti Faisal Muhaidin Linda Safitriani


PEMATERI PEMATERI PEMATERI PEMATERI

2181000220041 2181000220022 2181000220056 2181000220017


AGENDA 01 Pengertian Pendekatan
Style Konstruktivisme

02 Kelebihan Pendekatan
Konstruktivisme

03 Kekurangan Pendekatan
Konstruktivisme

04 Pengimplementasian
Pendekatan
Konstruktivisme
1. Pengertian Pendekatan Konstruktivisme

• Konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofi)


pendekatan kontektual

• Pendekatan Konstruktivisme merupakan pendekatan dalam


pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreativitas
siswa dalam menyalurkan ide – ide baru yang sesuai dengan
materi yang disjaikan untuk meningkatkan kemampuan siswa
secara pribadi.
2. KELEBIHAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME
2. Pembelajaran berdasarkan konstruktivisme
4. memberi
Pembelajaran pengalaman
berdasarkan yangkonstruktivisme
berhubungan
1.
3. Pembelajaran
dengan
memberi gagasan
Pembelajaran berdasarkan telahkonstruktivisme
yang kepada
konstruktivisme
kesempatan dimiliki
memberi
siswa siswa
untuk
5.
6. Pembelajaran
Pembelajaran
memberikan
atau rancangan
kesempatan konstruktivisme
kesempatan
kegiatan
untuk kepada mendorong
memberikan
siswa
disesuaikan
berpikir untuk
dengan
tentang
mencoba gagasan baru agar siswa terdorong
siswa
gagasanuntuk
lingkungan
mengungkapkan
awal
pengalamannya. memikirkan
belajar
siswa
Ini yang
gagasan
agar
dapatperubahan
kondusif
secara
siswa gagasan
yang
eksplisit
memperluas
mendorong siswa
untuk memperoleh kepercayaan diri dengan
mereka
mendukung
dengan setelah
pengetahuan
berpikir siswa
menggunakanmenyadari
mereka
kreatif, kemajuan
mengungkapkan
bahasa
tentang
imajinatif, siswa
fenomena
mendorong mereka
gagasan,
sendiri,
dan
refleksi
menggunakan berbagai konteks, baik yang
serta
saling
berbagi memberi
memiliki
tentang menyimak,
gagasan kesempatan
kesempatan
model dan
dengan
dan siswa
menghindari
temannya,
untuk
teori, untuk
kesan
dan
merangkai
mengenalkan
telah dikenal maupun yang baru dan akhirnya
mengidentifikasi
selalu ada satu
mendorong
fenomena, perubahan
jawaban
siswa
sehingga
gagasan-gagasanpada yanggagasan
memberikan
siswa
saat benar. mereka.
penjelasan
terdorong
yang tepat. untuk
memotivasi siswa untuk menggunakan
tentang
berbagaigagasannya.
membedakan strategidan memadukan gagasan
belajar.
tentang fenomena yang menantang siswa.

1 2 3 4 5 6
3. KEKURANGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

4.
3. Meskipun
Situasi dan gurukondisi
hanya menjadi pemotivasi
tiap sekolah dan
tidak
2.
1. Konstruktivisme
5. Siswa
Dalam
memediasi proses
jalannya menanamkan
mengkonstruksi
belajarnya
proses agar
dimana
belajar, siswa
pengetahuannya
peran
tetapi guru
sama,
membangun
sendiri, karena
tidak tidak
pengetahuannya
jarang semua
bahwa itu
hasil sekolah
sendiri, hal itu
ini
konstruksi
guru sebagai
disamping memiliki pendidik
kompetensi sepertinya
dibidang
memiliki
pasti
siswa tidaksarana
membutuhkan
cocok prasarana
waktu
dengan yang
yang
hasil lamadapat
dan
konstruksi
harus
kurang memiliki
begitu perilaku yang elegan dan
mendukung; siswaarif
membantu
setiap siswa
sesuai
sebagai dengan
spirit keaktifan
memerlukan
bagi kaidah
anak dan
ilmu
sehingga kreatifitas
penanganan yang
pengetahuan
dibutuhkan
berbeda persepsi satu
berbeda-beda.
sehingga menyebabkan dengan yang
miskonsepsi.
siswa.
pengajaran yang sesungguhnya
lainnya.
mengapresiasi nilai – nilai kemanusiaan.

1 2 3 4 5
4. Pengimplementasian Discovery Learning merupakan proses pembelajaran yang
menitikberatkan pada mental intelektual para anak didik
Pendekatan Konstruktivisme dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi.

Add Contents Title


Contents Title

Contents Title
STIMULATION DATA PROCESSING
1 4
(PEMBERIAN RANGSANGAN) (PENGOLAHAN DATA)
Add Contents Title

PROBLEM STATEMENT Contents VERIFICATION


2 (PERNYATAAN / IDENTIFIKASI 5
MASALAH) (PEMBUKTIAN)

3
DATA COLLECTION GENERALIZATION
6
(PENGUMPULAN DATA) (MENARIK KESIMPULAN)
-THANK YOU-