Anda di halaman 1dari 22

RADIX

ANGGOTA
KELOMPOK
1. Dira tarica (1913206012)
2. Iswari rahmi (1913206018)
3. Jalu prakoso (1913206020)
4. Luqyana salsabila (1913206023)
5. M. Iqbal (1913206028)
6. Nurul rahma (1913206034)
7. Putri mifta (1913206040)
8. Ratih salimil (1913206042)
9. Zunka arida (1913206048)
Kasus
Demam
Demam adalah kondisi meningkatnya suhu tubuh hingga
lebih dari 38◦C. Demam menandakan adanya penyakit
atau kondisi lain di dalam tubuh.
Demam umumnya terjadi sebagai reaksi dari sistem imun
dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit
penyebab penyakit. Beberapa penyakit yang sering
menyebabkan demam adalah flu, radang tenggorokan,
dan infeksi saluran kemih.
Gejala dan Penyebab Demam
Demam ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh hingga
lebih dari 380C dari suhu tubuh normal, yaitu antara 36,10C
sampai 37,20C.Demam merupakan gejala dari beragam
kondisi dan penyakit. Biasanya, demam akan disertai gejala
lain akibat kondisi yang mendasarinya. Beberapa di antaranya
adalah:
Sakit kepala
Berkeringat
Menggigil
Lemas
Nyeri otot
Kehilangan nafsu makan
R/ Agerati Radix 1,5 kg
Raphani Radix 1,5 kg
Abelmoschi Radix 1,5 kg
(NB: Dalam Bentuk Akar)
AGERATI RADIX
KLASIFIKASI PEMERIAN

Kingdom : Plantae Bau agak langu, Rasa agak kelat


Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae
Marga : Ageratum
Species : Ageratum conyzoides L
Nama umum : Bandotan, wedusan, babadotan
Uji Makroskopik
• Akar sebagai besar terdiri dari cabang akar,dan serabut akar,permukaan luar
berwarna coklat kelabu sampai coklat kehijauan,akar tunggal berbentuk
silindri,lurus agak terpilin,serabut akar berbentuk senar halus agak berkelok
kelok panjang sampai lebih kurang 8cm,garis tengah 3ml-5ml,bekas
patahan tidak rata warna keputih-putihan.
UJI MIKROSKOPIK
• Pada sayatan akar tanpak jaringan gabus terdiri dari beberapa lapis sel
berbentuk poli gonal,dinding tebal berlapis-lapis.Parenkim korteks terdiri
dari beberapa lapis sel besar,dinding tipis berisi butir pati,diantaranya
terdapat sel sekresi besar dan sel batu kecil dinding tebal
bernoktah.Parenkim floem terdiri dari lapis sel,bentuk bundar,dinding
tipis.Dibawah parenkim terdapat floem.Silem terdiri dari trakea dan
parenkim silem,dinding tebal berlignin,diantaranya terdapat serabut
silem.Jari-jari teras terdiri dari beberapa lapis sel serbuk berwarna coklat
kelabu-coklat kehujauan.Fragmen pengenal adalah jaringan gabus
fragmen parenkim floem,untuk memanjang,dinding tipis,berisi butir
pati,fragmen jari-jari empulur dengan sel slerenkim,panajang dinding
tebal,fragmen trakea dengan penebalan nokhtah seperti jala.
Uji Histokimia
Sebanyak 470g simplisia akar bandotan di maserasi dengan
methanol teknik dengan pergantian pelarut setiap 3-5 hari.
Larutan ekstrak dengan pelarut methanol yang diperoleh segera
diuapkan pelarutnya dengan menggunakan protary evaporator,
hingga mendapatkan ekstrak akar bandotan sebanyak 28,6g.
Sebagian ekstrak kasar methanol tersebut (10g) di fraksinasi
dengan etil asetat yang diduga pada fraksi tersebut mengandung
sejumlah senyawa senyawa kumarin.
Hasil akhir ekstraksi kasar methanol 28,6g dan ekstrak fraksi etil
asetat 3,48g.
• Kadar abu Tidak lebih dari 6%.
• Kadar abu yang tidak larut dalam asam Tidak lebih dari 1,596.
• Kadar sari yang larut dalam udara Tidak kurang dari 10%.
• Kadar sari yang larut dalam etanol Tidak kurang dari 196.
• Bahan organik asing Tidak lebih dari 2%.
RAPHANI RADIX

Klasifikasi Pemerian

Kingdom : Plantae Bau tajam,Khas : rasa peda, agak


menggigit
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Eudikotil
Bangsa : Brassicales
Suku : Brassicaceae
Marga : Raphanus
Species : R.Sativus
Uji Makroskopik
• Makroskopik. Akar tunggang, warna putih kchiljauan, berbc- tuk tombak,
lurus alau agak bcngkok, garis tengah di baglan tengah sampal lebih kurang
3,5 cm, permukaan luar licin dengan slsa akar pada celalh-celah nelintang
yang dangkal. Bila dibelah melintang, baglan dalam berwarna putih.
Uji Mikroskopik
• Mikroskopik. Pada penampang melintang akar lampak lapisan gabus terdiri
dari beberapa lapisan sel, bentuk pipilh, berdin- ding tipis. Parenkim kortcks
terdiri dari beberapa lapis sel, benluk isodlametris, dinding tipls, di
antaranya terdapat hablur kalsium oksalat berbentuk pasir. Pada korteks
terdapat floem. Kambium terdiri dari beberapa lapis sel, bentuk pipili,
dinding tipis. Pada teras terdapat xilem, terdiri dari trakca dan trekeida. Pada
parenkim teras terdapat hablur kalsium oksalat bentuk pasir. Jari-Jari
cmpulur terdiri dari beberapa lapis sel. Scrbuk berwarna coklat muda.
Fragmen pengenal adalah (ragmen gabus tcrdiri dari beberapa lapis sel,
bentuk segi pan- Jang: fragmen scrabut dinding tipis mengandung hablur
kalsium oksalat bentuk pasir; fragmen pembuluh kayu dengan penebalan
jala.
Uji Histokimia
• Timbang 300 mg serbuk akar campur dengan 5 ml metanol P dan panaskan
di atas tangas udara selama 2 menit, dinginkan dan saring. Cuci endapan
dengan metanol P sccukupnya schingn diperolch 5 m! filtrat. Pada titik
pertama, kedua dan ketiga lempeng KLT masing-masing berjumlah 40 pl
filtrat. Pada titik Ganda tutulkan 5 ul zat warna I LP. Eluasi dengan
dikloroetana P dengan Jarak rambat 15 cın. Setelah itu lcmpeng di udara
sclama 10 menit, klik lagi dengan tolucna P dengan Arah eluasi dan jarak
yang sama. Amati dengan sinar biasa dan dengan sinar ultraviolet 366 nm.
Selanjutnya diskmprol dengan pereaksi anisaldehida-asam sulfat LP,
panaskan pada suhu 110 ° C sclama 10 menit. Amati lagi dengan sinar biasa
dan sinar ultraviolet 366 nm. Dengan bantuan yang sama seperti cara kerja
di atas dilakukan juga penyemprolan dengan pereaksi AICI, LP.
• Kadar abu Tidak lebih dari l3,5%.
• Kadar abu yang tidak larut dalam asam Tidak lebih dari 2 5%
• Kadar sari yang larut dalam air Tidak kurang dari 34,5%
• Kadar sari yang larut dalam etanol Tidak kurang dari 7.5%
• Bahan organik asing tidak lebih dari 2%.
Albelmoschi Radix
Klasifikasi Pemerian
Kingdom: Plantae Warna coklat kekuningan,tidak
Subkingdom: Tracheobionta berbau, tidak berasa
Superdivisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Abelmoschus
Spesies: Abelmoschus manihot
Uji Makroskopik
• Akar berbentuk potongan tidak beraturan, bentuk silindrik, berkelok-
kelok. Kulit luar berwarma coklat, beralur memanjang, tersedia
tonjolan seperti duri pendek. Bagian kayu jelas, bagian dalam
berwarma putih, liat, patahan bagian dalam berserat membujur
Uji Mikroskopik
• Pada penampang melintang akar tampak jaringan gabus terdiri dari beberapa lapis sel
bentuk segi empat agak beraturan. Parenkim korteks dengan selapis dinding tipis, di
atas berisi butir-butir tunggal atau majemuk bentuk bundar telur atau bundar, hilus
cksentris, dan kristal kalsium oksalat berbentuk roset. Pada parenkim korteks tersedia
kelompok serabut berdinding tebal dan berlignin dengan lumen padat atau lebar dan
saluran sekresi. File Kapal terdiri dari trakea dan serabut sklerenkim. Jari-jan empulur
tersusun 1 sampai 3 lapis di diambilfada yang bernoktah. Serbuk. Warna putih
kecoklatan Fragmen pengenal adalah fragmen jaringan gabus terpotong paradermal
bentuk poligonal, dengan dinding tebal, fragmen jaringan gabus dengan sel bentuk
empat persegi panjang, fragmen parenkim korteks bentuk lonjong atau bundar
berdinding, dengan kristal cksalat bentuk roset, fragmen parenkim xilem Alternatif
isodiametris, dinding bernoktah, fragmen serabut sklerenkim, fragmen trakea dengan
penebalan jala, fragmen jari-jari teras; dan pati kristal oksalat bentuk roset lepas.
Uji Histokimia
• Timbang 500 mg serbuk akar, maserasi dengan 10 ml eter selama 2 jam, saring.
uapkan Filtrat dalam cawan penguap, pada residu iambahkan 2 tetes asetat
anhidrat P dan 1 tetes asam sulfat pekat P; terjadi warna ungu hijau.
• Timbang 50 mg serbuk akar dimasukkan ke dalam tabung mikrodestilasi yang
telah diisi wol kaca di ujung dekat bagian kapiler. Masukkan tabung
mikrodestilasi ke dalam tanur TAS yang sudah dipanaskan pada suhu 50 "C
selama 30 menit dan dipasang lempeng KLT. Atur suhu hingga 220 ° C. Pada
titik pertama dari lempeng KLT pralapis akan tampak tutulan yang dihasilkan
dari tanur TAS, pada titik saat tutulkan I0plikasi pembanding eugenol dalam
toluen P. Elusi dengan benzena P dengan jarak rambat 15 cm. Amati dengan
sinar biasa dan dengan sinar ultraviolet 366 nm. Pada kromatogram tampak
bercak dengan warna dan hRx.
• Kadar abu Tidak Iebih dari 4,5%.
• Kadar abu yang tidak larut dalam asam Tidak lebih dari 0,5%.
• Kadar abu yang larut dalam udara Tidak kurang dari 0,5%.
• Kadar sari yang larut udara dalarm Tidak kurang dari 3%.
• Kadar sari yang larut dalam etanol Tidak kurang dari 1%.
Proses pembuatan simplisia
1. Panen ke 3 akar yang akan di gunakan sebagai formulasi masing masing seberat 1,5 kg.
pemanenan di lakukan dengan cara memotong bagian tertentu akar.
2. Kumpulkan masing masing bahan pada wadah lakukan sortasi basah dan lakukan
pencucian.
3. Keringkan pada wadah yang berbeda untuk mengurangi air pada pencucian.
4. Lakukan perajangan, timbang seluruh sediaan simplisia dan catat.
5. Lakukan pengeringan dengan cara di oven, hitung susut pengeringannya hingga kurang dari
10%.
6. Setelah bahan simplisia telah mencapai susut pengeringan yang di inginkan lakukan sortasi
kering untuk memisahkan benda asing saat dilakukannya pengeringan simplisia.
7. Pembuatan serbuk simplisia dengan metode penumbukan bahan atau bahan di blender
agar bahan menjdi simplisia serbuk kemudian di ayak.
8. Timbang hasil bobot simplisia.
TIRIMIKICI