Anda di halaman 1dari 8

MEKANIKA TANAH LANJUT

(4)
PIPING DALAM TANAH
KARENA ALIRAN SEKITAR TURAP

Gaya rembesan tiap satuan isi


tanah dapat dihitung dengan
memeriksa keruntuhan
konstruksi turap dimana
rembesan di bawah tanah
menyebabkan piping dalam
tanah pada bagian hilir.
Menurut Terzaghi (1922),
umumnya piping terjadi pada
jarak 0,5 d dari turap. Karena
itu, stabilitas tanah diselidiki
padadaerah d x 0,5 d
JARING-JARING ALIRAN
(FLOW NET)

Flow net adalah gabungan


jumlah garis-garis aliran dan
garis-garis ekipotensial.

Penggunaan flow net :


1. Menghitung debit
rembesan (q)
2. Menghitung tekanan pori
(u)
3. Menganalisa stabilitas
terhadap bahaya piping
4. Menghitung tekanan
efektif dalam tanah
JARING-JARING ALIRAN
(FLOW NET)

Garis aliran :
Garis sepanjang aliran air
yang mengalir dari hulu ke
hilir melalui tanah yang
tembus air

Garis ekipotensial :
Garis yang mempunyai tinggi
tekanan yang sama
sepanjang garis tersebut
JARING-JARING ALIRAN
(FLOW NET)

 Garis ekipotensial memotong tegak  Elemen-elemen aliran dibuat kira-kira


lurus garis aliran mendekati bentuk bujur sangkar (untuk
tanah isotropis) dan empat persegi
untuk tanah anisotropis.
 Garis aliran maupun
garis ekipotensial
masing-masing
jumlahnya tak terhingga,
tetapi dalam
pembahasan hanya
diambil beberapa.

 Jalur diantara dua garis


aliran disebut alur aliran
yang dianggap sebagai
suatu saluran terbatas
Apabila banyaknya alur aliran adalah Nf, maka debit yang melalui
semua alur aliran per satuan lebar (tegak lurus bidang gambar ) adalah: