Anda di halaman 1dari 36

KLAS RPL

POLTEKKES 2020
Widodo
SIRS 6
SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT
PERMENKES 1171/MENKES/PER/VI/2011
• Pelaporan SIRS terdiri dari :
• RL 1 : Data Dasar Rumah Sakit
» Dilaporkan setiap waktu apabila ada perubahan data
dasar dari Rumah Sakit bersifat terbarukan setiap saat
( update )

• RL 2 : Data Ketenagaan
» Dilaporkan periodik setiap tahun

• RL 3 : Data Kegiatan Pelayanan


» Dilaporkan periodik setiap tahun

• RL 4 : Data Morbiditas / Mortalitas


» Dilaporkan periodik setiap tahun
SIRS 6
• RL 5 : Data Bulanan yang dilaporkan
setiap bulan berisikan data
kunjungan dan data 10 besar penyakit.
Untuk RL 1 & RL 2 diperoleh datanya dari Bagian
yang terkait....SDM dan Umum.
Sistem Pelaporan di kelola oleh Bagian PE
( Perencanaan dan Evaluasi) Rumah Sakit
RL 3
• Formulir : 3.1 Pelayanan Rawat Inap
» Pasien awal Tahun
» Pasien Masuk
» Pasien Kelur Hidup dan Mati
» Pasien Mati ˂ 48 Jam
» Pasien Mati ≥ 48 jam
» Jumlah Lama Dirawat
» Pasien Akhir satu tahun
» Jumlah Hari Perawatan
RL 3
• Formulir 3.2 : Pelayanan Rawat Darurat
• Formulir 3.3 : Kegiatan Kes.Gigi & Mulut
• Formulir 3.4 : Kegiatan Kebidanan
• Formulir 3.5 : Kegiatan Perinatologi
• Formulir 3.6 : Keg. Pembedahan(spesialisasi)
• Formulir 3.7 : Kegiatan Radiologi
• Formulir 3.8 : Pemeriksaan Laboratorium
• Formulir 3.9 : Pelayanan Rehabilitasi Medik
RL 3
• Formulir 3.10 : Kegiatan Pelayanan Khusus
• Formulir 3.11 : Kegiatan Kesehatan Jiwa
• Formulir 3.12 : Kegiatan Keluarga Berencana
• Formulir 3.13 : Kegiatan Obat,Penulisan dan
Pelayanan Resep
• Formulir 3.14 : Kegiatan Rujukan
• Formulir 3.15 : Cara Pembayaran
RL 4 Data Keadaan Morbiditas dan Mortalitas

• Formulir RL 4 a : Rawat Inap


a) Form.RL 4a adalah Data keadaan morbiditas pas.Rawat
Inap yang merupakan formulir Rekapitulasi dari
jml.pas. Keluar RS (hdp dan mati) utk periode tahunan.
b) Data dikumpulkan dari tgl 1 januari s/d. 31 Desember
setiap tahunnya.
c) Berdasarkan kode DTD ( Daftar Tabulasi Dasar)
d) Data jumlah pasien keluar RS utk setiap jenis penyakit
diperinci menurut gol umur,seks dan jenis kelamin dari
pasien keluar RS tsb.
RL 4 Data Keadaan Morbiditas dan Mortalitas

• Formulir RL 4 b : Rawat Jalan


a) Form.RL 4b adalah Data keadaan morbiditas pas.Rawat Jalan yang
merupakan formulir Rekapitulasi dari jml. Kasus baru dan juml
kunjungan yang terdapat pada unit rawat jalan RS untuk tahunan.
b) Data dikumpulkan dari tgl 1 januari s/d. 31 Desember setiap
tahunnya.
c) Berdasarkan kode DTD ( Daftar Tabulasi Dasar)
d) Data tentang jml kasus baru utk setiap jenis peny.diperoleh dari
masing2 unit rawat jalan.
e) Data jumlah kasus baru utk setiap jenis penyakit diperinci
menurut gol umur,seks dan jenis kelamin dari kasus baru tsb.
RL 5
PENGUNJUNG RUMAH SAKIT
• Pengunjung Baru :
Pengunjung Baru adalah pengunjung yang
baru pertamakali datang di RS dan dapat
melakukan beberapa kunjungan di beberapa
Poliklinik sbg pengunjung baru dgn kasus baru,
dengan diberikan nomor rekam medis hanya 1
kali seumur hidup
RL 5
PENGUNJUNG RUMAH SAKIT
• Pengunjung Lama
Pengunjung lama adalah pengunjung yang
datang utk kedua dan seterusnya, yang datang
ke poliklinik yang sama atau berbeda sebagai
kunjungan lama atau kunjungan baru dengan
kasus lama dan kasus baru . Tidak mendapat
Nomor Rekam Medis lagi.
RL 5
KUNJUNGAN RAWAT JALAN
• Kunjungan Baru
Adalah pasien yang pertama kali kesalah satu jenis
pelayanan rawat jalan , pada tahun yang telah berjalan
• Kunjungan Lama
Adalah Kunjungan berikutnya dari suatu kunjungan
baru, pada tahun yang berjalan.
.
DAFTAR 10 BESAR PENYAKIT RI
• Formulir RL 5.3 : Rawat Inap
a) Form.RL 5.3 adalah Formulir untuk dat 10 besar
penyakit rawat inap rekapitulasi dari jumlah
pasien keluar RS (hidup/mati) untuk 1 tahun
b) Data dikumpulkan dari tgl 1 januari s/d. 31
Desember setiap tahunnya.
c) Data jumlah pasien keluar RS utk setiap jenis
penyakit diperinci menurut gol umur,seks dan
jenis kelamin dari pasien keluar tsb.
DAFTAR 10 BESAR PENYAKIT RJ
• Formulir RL 5.4 : Rawat Jalan
a) Form.RL 5.4 adalah Formulir untuk dat 10 besar
penyakit rawat jalan rekapitulasi dari jumlah
kasus baru pada unit rawat jalan untuk 1 tahun
b) Data dikumpulkan dari tgl 1 januari s/d. 31
Desember setiap tahunnya.
c) Data jumlah pasien keluar RS utk setiap jenis
penyakit diperinci menurut gol umur,seks dan
jenis kelamin dari pasien keluar tsb.
Pengolahan data di rs

Salah satu alat untuk mengukur


tingkat efisiensi
pengelolaan rumah sakit
RUMAH SAKIT
• Adalah perusahaan “non profit”
• Harus melayani masyarakat dengan “baik”
dibidang kesehatan
• Harus bisa membiayai operasional RS
• Harus bisa membuat sejahtera karyawannya
(HARUS TETAP SURVIVE)
OLEH KARENA ITU…
Dalam pengelolaannya Rumah Sakit harus
efisien :
• Baik dilihat dari segi mutu pelayanan medis
• Dilihat dari segi ekonomi
pemanfaatan/pendayagunaan sarana yang
ada.
Diperlukan indikator untuk melihat
• Penggunaan sumber daya ?
sudah efisien/belum ?
• Untuk tindakan perbaikan diperlukan evaluasi
untuk menjamin bahwa
pengorbanan  tidak sia-sia, tetapi
berdaya guna bagi : - kesejahteraan
pasien, masyarakat dan …….. Karyawan.
EFISIEN
• Menurut ilmu teknik adalah ketercapaian ratio efek
dan riil.
• Menurut ilmu ekonomi adalah keseimbangan yang
paling baik antara output dan input.
• Menurut ilmu sosial adalah tingkat kepuasan atau
hasil dari derita serta jerih payah yang harus dialami.
• Dalam ilmu Administrasi efisien adalah gabungan
dari ketiga diatas.
BARBER JOHNSON
(Barry Barber, MA, Ph.D, Fins P, AFIMA dan David
Johnson, M.Sc)
EFISIENSI RUMAH SAKIT DIUKUR DARI :
• Lama rata-rata pasien dirawat (Av.LOS)
• Lamanya rata-rata tempat tidur tidak terisi (TOI)
• Presentasi tempat tidur yang terisi (BOR)
• Pasien dirawat yg keluar (hidup danmati) per
tempat tidur yg siap pakai selama setahun (BTO)
DATA PENGGUNA KEPENTINGAN
BOR Pemerintah - Seberapa jauh RS digunakan masyarakat
- Sbrp jauh masyarakat membutuhkan
Pelayanan RI di RS
PERENCANAAN RS
BOR Manajemen Rumah Sakit -Menilai pengelolaan RS sudah
AvLOS efisien/belum
TOI - Dasar menemukan sebab sebab
BTO ketidak keefisienan 
- Langkah-langkah perbaikan
dan tingkatkan efisiensi &
produktifitas pel. RS
BOR
(Bed Occupancy Ratio)
• Angka yang menunjukkan prosentase Pemakaian tempat
tidur pada satu satuan waktu tertentu.
• Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya
tingkat pemanfaatan tempat tidur Rumah sakit.
• Rumus : P = O X 100
A
Atau : Rata-rata Hari perawatan
Jumlah TT
O = Rata-rata TT terisi
A = Rata-rata TT siap pakai

• BOR Ideal = 60 - 85 %
Batas optimal atas pertimbangan keamanan dan
efisiensi perawatan pasien.
BOR
(Bed Occupancy Ratio)
• Bila lebih dari 85 % Pelayanan yang
dijalankan dokter perawat dan lain-lain
kurang efektif, karena - Beban kerja tinggi
Ruang Kerja terbatas
Penggunaan yg berlebihan fasilitas sumber daya
Meningkatkan kesulitan pasien memperoleh
perawatan yg layak yang dibutuhkannya
Perpanjangan masa penyembuhan.
AV LOS
Average Length of Stay
• Angka yang menunjukkan ratarata
lamanya seorang pasien dirawat.
• Rumus :
L=O X t
D
atau : Jumlah lama dirawat
Jumlah Pasien Keluar (H+M)

O = Rata-rata TT terisi
t = Periode waktu tertentu
D = Jml Ps.Keluar (H+M)

• AvLOS Ideal = 6- 9 hari


LENGTH OF STAY
(Lama dirawat)
• Jumlah hari-hari kalender dari masuk sampai
keluar rumah sakit (Glossary Huffman)
• Hari pertama masuk RS dihitung , hari keluar RS
tidak dihitung (atau sebaliknya)
– Bila dalam bulan yang sama dapat dicari dengan
cara tanggal keluar dikurangi tangal masuk.
– Pasien yang masuk dan keluar pada hari yg
sama : lama dirawat dihitung 1 hari (walaupun
mungkin hanya dirawat 2 jam ).
TOI (TURN OVER INTERVAL)
• Rata-rata jumlah hari sebuah tempat tidur tidak terisi, yaitu waktu
antara sebuah TT ditinggalkan pasien sampai dengan saat ditempati
lagi oleh pasien lain berikutnya.
• Rumus : T= (A-O) X 365
D
• Atau : (Jumlah TT X Periode)-Hari Perwatan
Jumlah Pasien Keluar (H+M)
TOI Ideal = 1 - 3 hari
A = Rata-rata TT siap pakai
O = Rata-rata TT terisi
D = Jml Ps.Keluar (H+M)
BTO (Bed Turn Over)
• Angka yang menunjukkan tingkat penggunaan sebuah TT selama
satu tahun= rata-rata jumlah pasien yang menggunakan setiap
TT dalam tahun yg bersangkutan.
• Rumus :
BTO = D
A

D = Jml Ps.Keluar (H+M)


A = Rata-rata TT Siap pakai

• Angka ideal : 40-50 Kali


NET DEATH RATE (NDR)
• Yaitu angka kematian 48 jam setelah dirawat utk
tiap2 1000 penderita keluar.Indikator ini memberikan
gambaran mutu pelayanan di RS.
• NDR = (Jumlah Pasien mati ˃ 48 jam dirawat) X 100%
Jumlah Pasien Keluar (H+M)

• Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir


adalah kurang dari 25 per1000
GROSS DEATH RATE (GDR)
• Yaitu angka kematian kematian umum untuk setiap
1000 penderita keluar.

Jumlah Pas. mati seluruhnya X 100%


• GDR = Jumlah Pasien Keluar (H+M)

• Nilai GDR seyogyanya tidak lebih dari 45 per


1000 penderita keluar.
Manfaat BJ
• Perbandingan efisiensi dalam kurun waktu
tertentu
• Memonitor terhadap standar/target yg telah
ditentukan
• Perbandingan antar ruang mana yg
pengelolaannya efisien dan mana yg tidak
• Meneliti akibat dari perubahan kebijakan
• Mengecek kesalahan laporan.
MAKNA GRAFIK BJ
• Grafik BOR makin dekat dengan sumbu Y
OrdinatBOR Makin tinggi
• Makin dekat grafik BTO dengan titik sumbu
pasien keluar per TT makin tinggi jumlahnya
• Rata-rata tenggang perputaran (TOI) tetap,
AvLOS berkurang, BOR akan turun.
REKOMENDASI UNTUK PERBAIKAN
• Perhatikan dari keempat parameter :
BOR, Av LOS, TOI, BTO mana yang tidak
memenuhi standar yang telah ditetapkan.
• Cari kemungkinan penyebab terjadinya tidak
tercapainya standar tersebut
• Usulkan tindakan perbaikan
BILA AV LOS LEBIH DARI 9 HARI
Kemungkinan Penyebabnya:
• Pasien kronis dirawat di RS yang
diperuntukkan pasien akut.
• Adanya kelemahan dalam pelayanan
mediskomplikasi / tidak ada kemajuan hasil.
• Ada individu dokter yang suka menunda
layanan
PERLU evaluasi /penelitian :

Antara lain :
• Lihat riwayat sakit dan keadaan pasien
• Penatalaksanaan/ketelitian pemeriksaan pasien
, penyelenggaraan visite (setiap hari ? Teratur ?)
, kecepatan/kecermatan hasil pem. penunjang
• Ketepatan terapi yang diberikan
• Kecermatan pelayanan perawatan ?
• Kecepatan pelayanan sarana penunjang lainnya
TOI Tinggi dan
BOR rendah
• Penyebabnya ? Kurang informasi kepada masyarakat ?
• Upaya perbaikan :
a. “Promosi” tentang semua pelayanan yang ada supaya
demand meningkat
b. Meningkatkan pelayanan dengan :
• Meningkatkan pengetahuan/ketrampilan
• Menanamkan perilaku SDM yg baik
• Memperhatikan karier dan kesejahteraan petugas
• Penatalaksanaan penerimaan dan penempatan pasien.
Penata laksanaan bagian
Penerimaan pasien
• Peningkatan tata laksana pekerjaan di admisi
• Pengaturan penempatan di bangsal
• Koordinasi/kerjasama yg baik antara petugas admisi
dan bangsal
• Papan / informasi posisi tempat tidur yg up to date
• Pasien mutasi, pasien pulang petugas bangsal
segera lapor ke admisi
• Peranan supervisi ditingkatkan
• Daftar pasien tunggu
CONTOH RELOKASI TT
• Bangsal yang BOR rendah dikurangi untuk
menambah TT Bangsal yang BOR nya tinggi.

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA