Anda di halaman 1dari 13

CARA

MEMOTIVASI
KARYAWAN
Oleh:

1. Moh. Choirul Anam


2. Atik Khoirun N
3. Anggraini D. M
4. Anggun Anisafitri
5. M. Januar A. F
Konsep Motivasi
Bernard Berelson dan Gary A. Steiner dalam
Machrony (1854: 109), mendefinisikan motivasi sebagai
all those inner striving conditions variously described as
wishes, desires, needs, drives, and the like. Motivasi dapat
diartikan sebagai keadaan kejiwaan dan sikap mental
manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan
(moves), dan mengarah atau menyalurkan perilaku ke
arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau
mengurangi ketidakseimbangan.
Dasar – Dasar Motivasi
1. Pendekatan Tradisional
Pendekatan tradisional adalah pendekatan yang
lebih mengutamakan kepada rajinnya pekerja atau
karyawan untuk mendapatkan penghasilan atau gaji
yang lebih tinggi dari pekerja lainnya.
2. Pendekatan Hubungan Manusia
Pendekatan hubungan manusia adalah pendekatan
yang lebih mengutamakan kegiatan motivasi
( pemberian motivasi ) kepada para pekerjanya
dibandingkan dengan gaji atau uang.
3. Pendekatan SDM
Pendekatan SDM adalah pendekatan yang pada
intinya memusatkan kepada penetapan pegawai atau
pekerja yang ahli di bidangnya.
4. Pendekatan Kotemporer
a. Teori isi : teori ini menekankan pada analisis yang
mendasari kebutuhan manusia
b. Teori proses : teori ini berkenaan dengan proses
pemikiran yang mempengaruhi perilaku.
c. Teori penguat : teori ini menekankan pada karyawan
yang mempelajari perilaku kerja yang diinginkan.
Prespektif Isi Pada Motivasi
Perspektif ini berawal dari arti pentingnya
pemahaman faktor-faktor yang ada di dalam individu
yang menyebabkan orang bertingkah laku tertentu.

Kebutuhan Dorongan Tindakan

Kepuasan
A. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
Teori ini termasuk teori motivasi yang paling terkenal
dengan nama teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow.
Maslow adalah seorang psikolog yang menyatakan bahwa
setiap orang terdapat sebuah hierarki dari lima kebutuhan :
1) Kebutuhan fisiologis (physiological needs) – Kebutuhan seseorang akan
makanan, minuman, tempat berteduh, seks, dan kebutuhan fisik lainnya.
2) Kebutuhan keamanan (safety needs) – Kebutuhan seseorang akan
keamanan dan perlindungan dari kejahatan fisik dan emosional, serta jaminan
bahwa kebutuhan fisik akan terus dipenuhi.
3) Kebutuhan sosial (social needs) – Kebutuhan seseorang akan kasih
sayang, rasa memiliki, penerimaan, dan persahabatan.
4) Kebutuhan penghargaan (esteem needs) – Kebutuhan seseorang akan
faktor – faktor internal, seperti harga diri, otonomi, dan prestasi, serta faktor –
faktor penghargaan eksternal, seperti status, pengakuan, dan perhatian.
5) Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization needs) – Kebutuhan seseorang akan
pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri; dorongan untuk
maupun menjadi apa yang diinginkan.
B. Teori X dan Y McGregor
1) Teori X adalah pandangan negatif orang – orang yang
mengasumsikan bahwa para pekerja memiliki sedikit ambisi,
tidak menyukai pekerjaan, ingin menghindari tanggung
jawab, dan perlu dikendalikan agar dapat bekerja dengan.
2) Teori Y adalah pandangan positif yang mengasumsikan
bahwa karyawan menikmati pekerjaan, mencari dan
menerima tanggung jawab, dan berlatih mengarahkan diri.
C. Teori Dua Faktor Herzberg
Teori dua faktor Frederick Hezberg (disebut juga teori
motivasi higenis) mengusulkan bahwa faktor – faktor
intrinsik terkait dengan kepuasan kerja, sedangkan faktor –
faktor ekstrinsik berhubungan dengan ketidakpuasan kerja.
C. Teori Tiga Kebutuhan McClelland
1. kebutuhan akan prestasi (nAch)
yang merupakan pendorong untuk sukses dan unggul
dalam kaitannya dengan serangkaian standar.
2. kebutuhan akan kekuasaan (nPow)
yang merupakan kebutuhan untuk membuat orang lain
berperilaku dengan cara di mana mereka tidak akan
bersika sebaliknya.
3. kebutuhan akan afiliasi (nAff )
yang merupakan keinginan atas hubungan antarpribadi
yang akrab dan dekat.
Perspektif Proses dalam Motivasi
a. Teori Pengharapan, oleh Victor Vroom, teori ini
mengatakan bahwa seorang individu cenderung
bertindak dengan cara tertentu berdasarkan
pengharapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti oleh
hasil tertentu dan berdasarkan daya tarik hasil tersebut
bagi orang itu.
b. Teori Penguatan, Teori ini dikemukakan oleh B.F.
Skinner. Teori ini menyatakan bahwa perilaku adalah
fungsi dari akibat.
c. Teori Keadilan, Teori ini dikemukakan oleh J. Stacy
Adam. Teori ini juga dikenal dengan Teori Equity. Teori
keadilan menyatakan bahwa individu - individu
membandingkan masukan dan keluaran pekerjaan
mereka dengan masukan atau keluaran orang-orang lain
berdasarkan jenis kelamin, masa kerja, tingkat dalam
organisasi, pendidikan, dan profesionalisme.
d. Teori Penetapan Tujuan, Orang akan bekerja lebih
baik jika mereka mendapatkan umpan balik mengenai
sejauh mana mereka maju menuju sasaran mereka
karena umpan balik membantu mengidentifikasi
kesenjangan antara apa yang telah mereka lakukan dan
apa yang ingin mereka lakukan.
Perspektif Penguatan pada Motivasi
Teori Penguat (reinforcement theory) menyebutkan
bahwa perilaku adalah fungsi dari konsekuensi –
konsekuensinya. Konsekuensi yang segera mengikuti
perilaku dan meningkatkan di mana perilaku akan
diulang disebut daya penguat (reinforces).
Rancangan Pekerjaan untuk Motivasi
Pendekatan motivasi merupakan pendekatan secara
psikologi dan manajemen sebagai reaksi dari
pendekatan mekanis. Jika pada pendekatan mekanis
lebih mementingkan efisiensi pekerjaan yang
mengakibatkan tingkat kepuasan pekerja kurang, maka
pada pendekatan motivasi ini perancangan pekerjaan
dirancang agar pekerja memiliki motivasi tinggi dalam
bekerja.
Ide – Ide inovatif untuk memotivasi
Dengarkan dan hargai ide-ide baru karyawan
Pelihara hubungan sosial yang baik
Bantu merencanakan karier karyawan
Jelaskan peran karyawan terhadap perusahaan
Apresiasi kinerja karywan sekacil apapun