Anda di halaman 1dari 13

SPOROZOA

PARASITOLOGI
OUR TEAM LAYOUT

Khusnia Agustin Marselina Deran A Faisal Muhaidin


2181000220013 2181000220036 2181000220056

We Create
Professional Presentation
Agenda 01 Pengertian
Sporozoa
Style
02 Coccidia

03 Haemosporidia
Pengertian Sporozoa

Sporozoa ialah salah satu kelompok Protozoa yang membentuk


spora dalam salah satu tahapan siklus hidupnya. Semua
anggota Sporozoa hidup sebagai parasit dalam tubuh
organisme lain dan tidak memiliki alat gerak. Sporozoa
berkembangbiak secara aseksual & seksual. Spesies sporozoa
yg dpt menghinggapi manusia termasuk :
a. Coccidia : Genus Eimeria, Isospora, Toxoplasma.
b. Haemosporodia : genus Plamolium.
COCCIDIA
(Contoh : Isospora)
Isospora
• Pada tinja segar ookista I. belli terdapat dalam semua stadium.
Ookista menjadi matang dalam waktu 1 – 5 hari. Sporokista
menghasilkan 4 sporozoit yg bentuknya memanjang dan
mempunyai satu inti.
Morfologi
• Infeksi terjadi bila tertelan ookista / sporokista matang.
Hanya
Sporozoitdiketahui
masuk ke stadium
sel usus ookista ygbbentuknya secara
dan berkembangbiak bujur
Siklus memanjang.
Hospes
endodiegeni Ookista
Isospora I.belli berukuran
kebanyakan
membentuk 2 pada 25-33
burung
merozoit micron.
sel sedangkanDindingnya
Isospora
anak. Pembelahan
Hidup berlapis
belli dua,manusia
adalah
aseksual rata
dpt dan tidak
terjadi berwarna,
berulang sitoplasma
– ulang. bergranula
Parasit hidup dan
di vili usus
mempunyai satu ini.
halus, kadang – kadang dpt ditemukan di kripta / sel di lamina
propria.
Hospes
• Beberapa sporozoit dan atau merozoit akan ke luar dari usus
dan masuk ke jaringan ekstraintestinal membentuk stadium
kista (hipnozoit) yg dormant.
Isospora
• Pada kelompok imunokompoten kemoterapintdk diperlukan karenya
Epidemiologi penyakitnya dpt sembuh sendiri.bila dipperlukan obat, pilihannya
ialah, kombinasi trimetropim (TMP) dan sulfametokzasol.
• Pendidikan kesehatan, untuk mencegah penyebaran penyakit parasit
Patologi Isospora
Daerah
Masa
Diagnosis belli,kurang
inkubasi
endemic
dibuat terutama
ditemukan
dgn dr daerah
menemukan
1 minggu.yangInfeksi
di Afrika endemi
ookista
Selatan,dengan
biasanya
dalam
Amerika penyakit
tinja.
berlangsung ini.
Selatan,
Metode
YakniIndia,
RRC,
tanpa
flotasi dengan
lebih
gejala / memberi
Jepang,
baik dgn
untuk penyuluhan
Filipina,
gejala
sediaan kepada
Indonesia,
usustinja
ringan. masyarakat
langsung
dan Infeksi
Pulaudan dipulau
–beratdaerah
metode
dpt
di
endemis
Pasifik
menimbulkan
konsentrasi tentang
Selatan.
sedimentasi
diare. cara-cara
Penularan
Infeksi
lebih penularan
I.terjadi
belli
sensifit
dpt danmakanan
melalui
daripada cara
menyebabkan pemberantasan
sediaan penyakit
dan
langsung
air yg
penyakit
danini.fatal.
terkontaminasi
serius
dgn perwarnaan dengan
modified
Gejalanyaookista.
acid-fasi,
dpt Infeksi
berupa
ookistaIsospora
akan
diare,berwarna
steatore,
lebih merah
sering
sakit
Diagnosis •muda
Persediaan air minum, airPada
untuk mandiimunokompeten,
dan mencuci pakaian
ditemukan
kepala, dgn
demam,
pdpsoroblast
pasien
malaise
AIDS.
/ sporont
nyeri abdomen,
pasien
berwarna muntah,
merah dehidrasi
terang. I. Dan
belli
dan
bb hendaknya
ditemukan
perwarnaan
menurun. pddiambil
kasusdari
Giemsha, sumber
chronic
ookista yang
danbebas
traveler’s ookista atau
diarrhea.
sporoblast sporokistabiru
berwarna
•pucat.
Mengurangi kebiasaan masyarakat membuang tinja di sembarang
Pencegahan tempat.
& • Pengawasan higiene dan sanitasi yakni dengan menjaga kebersihan
Pengobatan
perorangan dan kebersihan lingkungan untuk menghindari kontak
dengan tinja penderita yang mengandung ookista.
Haemosporidia
(Contoh : Plasmodium malariae)
Plasmodium malariae
• Daur praeritrisit pd manusia belum pernah ditemukan. Inokulasi sporozoit P.malariae manusia pada
simpanse dengan tusukan nyamuk Anopheles membuktikan stadium praeritrosit P.malariae. Parasit
ini dapat hidup pada simpanse yang merupakan hospes reservoar yang potensial.

• Skizon praeritrosit menjadi matang 13 hari setelah infeksi. Bila skizon matang, merozoit dilepaskan
ke aliran darah tepi. Plasmodium malariae hanya akan menginfeksi sel darah merah tua dan siklus
critrosit aseksual dimulai dengan periodisitas 72 jam. Stadium trofozoit muda dalam darah tepi tidak
Faktor utamadengan
berbeda banyak penyakit malaria Quartana adalah
P.vivax, meskipun sitoplasmanya lebih tebal dan pada gigitan dari
pulasan Giemsa
tampak lebih gelap. Sel darah merah yang dihinggapi P.malariae tidak mem- besar. Dengan pulasan
nyamuk Anopheles betina. Gigitan yang disebabkan oleh nyamuk ini
khusus, pada sel darah merah dapat tampak titik-titik yang disebut titik Ziemann. Trofozoit yang lebih
Morfologi
& Siklus Hidup langsung menginfeksi
tua bila membulat darahsetengah
besarnya kira-kira yang ada pada
eritrosit. Pada tubuh. Darah
sediaan darah tipis, yang
stadiumsudah
trofozoit
dapat melintang sepanjang sel darah merah, merupakan bentuk pita, yaitu bentuk yang khas pada
terinfeksi akan terus menyebar ke seluruh badan. Hanya
P.malariae. Butir-butir pigmen jumlahnya besar, kasar dan berwarna gelap. Skizon muda membagi
membutuhkan
intinya dan akhirnyahitungan hari matang
ter- bentuk skizon saja yang
tubuh akan merasakan
mengandung gejala Skizon
rata-rata 8 buah merozoit. dari
matang mengisi hampir seluruh eritrosit dan merozoit biasanya mempunyai susunan yang teratur
penyakit ini. Nyamuk penyebab malaria Qurtana ini berkembang biak
sehingga merupakan bentuk bunga daisy atau disebut juga rosette.
di tempat-tempat yang berawah dan banyak terdapat genangan air.
• Derajat parasitemia pada malaria kuartana lebih rendah daripada malaria yang disebabkan oleh
Hospes Selain itu rumah yang banyak genangan air juga dapat menjadi
spesies lain dan hitung parasitnya (parasite count) jarang melampaui 10.000 parasit per μl darah.
sarang nyamuk
Siklus aseks ini. Terlebih
al dengan periodisitas jika musim
72 stadium penghujan
parasit tiba,Gametosit
di dalam darah. banyakP.malariae
sekali
dibentuk di darah perifer. jam biasanya berlangsung sinkron dengan Makrogametosit mempunyai
genangan air dan penyebaran virus ini semakin cepat tertular
sitoplasma yang berwarna biru tua berinti kecil dan padat; mikrogametosit, sitoplasmanya ber-ukan
besar.

• Pigmen tersebar pada sitoplasma warna biru pucat, berinti difus dan lebih Daur sporogoni dalam
nyamuk Ano-g pheles memerlukan waktu 26-28 hari.embang Pigmen di dalam ookista berbentuk
granula kasar, berwarna tengguli tua dan tersebar di tepi.

Plasmodium malariae
Masa inkubasi pada infeksi P.malariae berlangsung 18 hari dan kadang-kadang sampai 30-
40 hari. Gambarar klinis pada serangan pertama mirip malaria vivaks. Serangan demam
lebih teratur dan terjadi pada sore hari. Parasit P.malariae cenderung menghinggapi eritrosit
yang lebih tua yang jumlahnya hanya 1% dari total.
Epidemiologi
•• Pencegahan
Diagnosis P.malariae
: kurang jelas
Akibatnya, anemia dapat dilakukanmalaria
dibandingkan denganvivaksmenemukan parasit
dan penyulit lain agak dalam
jarang.
Splenomegali
Setiap
darahupaya dapat
yang dipulas men-enj
pemberantasan
dengan capai ukuran
Giemsa.
malariayang besar.
yang Parasitemia
dilakukanasimtomatik
bertujuantidakuntuk
jarang
dan menjadi eritrosit. masalah pada donor darah untuk transfusi.
menurunkan angka kesakitan dan kematian sedemikian rupa sehingga penyakit
Patologi •• Frekuensi
ini Hitung
tidak
P. lagi
malariae malaria
parasit
merupakan
merupakan dimasalah
pada salah Indonesia
P.malariae rendah,sangat
kesehatan.
satu P. plasmodium hingga
Hal
yang rendah sehingga
memerlukan
yang
dapat paling
menyebabkan tidak
ketelitian
mendasar
kelainanuntuk
yang
ginjal,
merupakan
selain
dilakukan P. untuk
menemukan masalah
falciparum.
parasit
mencegah kesehatan
Kelainan
ini. ginjal yang
Seringkali
penyakit masyarakat.
disebabkan
malaria
parasit adalah Malaria
oleh
P.malariae
dengan kuartana
P.malariae biasanyadpt
ditemukan
memutus bersifat
dalam
mata
menahun dan di
ditemukan progresif
daerah dengan gejala
tropik, lebih berat
tetapi dan prognosisnya
frekuensinya rendah. buruk.
DiNefrosis
Afrika pada
rantai
sediaan
daur darah
hidup tipis
parasit
secara
dalm tidak
tubuh sengaja
manusiapadaserta
penderita
memusnakan
tanpa gejala.
nyamuknya.
malaria kuartana sering terdapat pada anak di Afrika dan sangat jarang terjadi pada orang
terutama
non-imun yangditemukan di bagian
terinfeksi P.malariae. Gejalabarat dan utara.
klinis bersifat Sedangkan
non spesifik, di
biasanya ditemukan
Diagnosis
• Indonesia
pada anak dilaporkan
Pemeriksaan
Pengobatan berumur
: dengan ± 5 di Papua
tahun.
rapid Barat,
tidak NTT,
Proteinuria
test selaludan
dapat Sumatra
ditemukan pada Selatan.
memperlihatkan 46%hubungan
penderita.
Mikrohematuria hanya kadang-kadang ditemukan pada kelompok anak dengan usia yang
Penderita
antara
lebih tua. pemeriksaan
malaria malariae
mikroskopik
atau malaria
dengan
kuartana
enzim dapat
pan-LDH,
diobati mungkin
dengan
pemberian
disebabkan
klorokuin
rendahnya basa
P. malariae
yang akan
dalammengeliminasi
darah. semua stadium di
Pencegahan • Sindromdarah.
nefrotik dapat berkembang menjadi berat dengan hiperensi sebagai gejala akhir.
&
sirkulasi
Kadar kolesterol dak meningkat karena penderita biasanya kurang gizi. Penyakit ini bersifat
Pengobatan progresif, walaupun infeksi malarianya dapat diatasi. Sindrom nefrotik ini setelah 3-5 akan
berakhir menjadi gagal ginjal kronik. Pemberian steroid tidak dianjurkan pada penderita
sindroma nefrotik yang disebabkan P.malariae
THANK YOU
Insert the SubTitle of Your Presentation