Anda di halaman 1dari 27

AKUNTANSI

PERBANKAN
1. A R I YA N T I P RAT I W I (182010300089)
2. F I R DA G U S T I AY U ( 1 8 2 0 1 0 3 0 0 1 2 7 )
3. FA H M I FA K H R E Z Y ( 1 8 2 0 1 0 3 0 0 1 1 3 )
BAB I

PENDAHULUAN
BANK

Bank adalah suatu badan yang tugas utamanya sebagai perantara untuk menyalurkan
penawaran dan permintaan kredit pada waktu yang ditentukan. Beberapa pakar perbankan
seperti Prof. G. M. Verrin Stuart dalam bukunya Bank politik mengatakan bahwa bank
merupakan suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan pribadi, baik dengan alat-
alat pembayarannya sediri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan
jalan memperedarkan alat-alat penukar berupa uang giral.
KARAKTERISTIK UMUM LEMBAGA
PERBANKAN
1. Bank merupakan lembaga perantara keuangan Antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan
dana dengan pihak- pihak yang membutuhkan dana
2. Sebagai lembaga kepercayaan
3. Bank selalu dihadapkan pada dilema antara pemeliharaan atau peningkatan earning power
4. Bank mempunyai kedudukan yang strategis untuk menunjang pembangunan nasional
KARAKTERISTIK KHUSUS
LEMBAGA PERBANKAN
1. Objek yang diperdagangkan adalah uang atau jasa yang bersifat abstrak
2. Didalam bank uang berfungsi sebagai likuid
3. Perdagangan dan adminitrasi jenis mata uang relatif banyak
4. Dalam bertransaksi bank menggadaikan kepercayaan masyarakat
5. Jumlah kantor cabang relatif banyak bahkan diseluruh dunia
6. Lembaga perbankan selalu diatur secara ketat dimanapun beroperasi
KEUNIKAN BANK

1. Ada peran monitor to monitor


2. Keputusan pemberian kredit kepada perusahaan tertentu akan direspon positif oleh pasar
3. Mampu menerapkan transfer kekayaan dari yang tua ke yang muda
4. Dapat bertindak sebagai asset transformer.
TUJUAN KEBIJAKAN MONETER
BANK INDONESIA
Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Tujuan sebagaimana tercantum dalam UU NO 3 tahun 2004 pasal 7 tentang pajak Indonesia. Hal
yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah Antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga
barang dan jasa yang tercermin pada inflansi.

Kebijakan moneter adalah kebijakan dari otoritas moneter ( bank sentral) dalam bentuk
pengendaliaan agregat moneter ( seperti uang beredar , uang primer , atau kredit perbankan )
untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan
BAB II

KONSEP AKUNTANSI
AKUNTANSI

Akuntansi adalah seni mencatat , menggolongkan , dan mengikhtisarkan transaksi dan peristiwa
yang bersifat keuangan dengan suatu cara yang bermakna dan dalam satuan uang serta
menginterprestasikan hasil-hasilnya. Akuntansi juga bias di definisikan sebagai konsep informasi
juga sebagai sistem informasi.
TUJUAN POKOK AKUNTANSI

Tujuan pokok akuntansi tidak lain adalah tujuan umum laporan keuangan yaitu memberikan
informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan bagi para pemakainya. Untuk dapat
menyampaikan informasi tersebut harus menggunakan alat atau media berupa laporan
keuangan.
Tujuan laporan keuangan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengambil keputusan. Ini
berarti tujuan tersebut dapat saja berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan pemakai, situasi dan
kondisi ekonomi, politik, hukum maupun aspek lingkungan bisnis secara keseluruhan.
KARAKTERISTIK MUTU
INFORMASI AKUNTANSI

1. Relevansi informasi akuntansi


2. Reliabilitas informasi akuntansi
3. Komprabilitas atau daya banding
4. Konsistensi
ELEMEN-ELEMEN LAPORN
KEUANGAN
AKTIVA

LABA MODAL

ELEMEN-ELEMEN

BIAYA HUTANG

PENDAPATAN
PRINSIP AKUNTANSI
1. Prinsip harga perolehan
2. Prinsip realisasi penghasilan
3. Prinsip mempertemukan pendapatan dan biaya
4. Prinsip objektif
5. Prinsip pengungkapan penuh
6. Prinsip konsistensi
KONSEP DASAR AKUNTANSI

1. Kesatuan usaha
2. Kesinambungan
3. Periode akuntansi
4. Pengungkuran dalam nilai uang
5. Penetapan beban dan pendapatan
KERANGKA KONSEPTUAL
AKUNTANSI

Menurut FASB Kerangka konseptual adalah suatu konstitusi , suatu sistem koheren dari
hubungan Antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan
yang menjelaskan sifat , fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
Tujuan akan mengidentifikasi sasaran dan maksud akuntansi, sedangkan fundamental adalah
konsep yang mendasari akuntansi , konsep yang memberikan petunjuk dalam memilih kejadian
untuk dicatat.
KERANGKA TEORI AKUNTANSI
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL

Pada dasarnya untuk Kerangka konseptual akuntansi dibagun  dari tiga tingkatan. Tingkatan
pertama adalah tujuan pokok akuntansi, tingkatan kedua adalah konsep dasar pelapaoran yang
terdiri dari karakteristik informasi dan elemen laporan keuangan. Tujuan pokok dan konsep
dasar pelaporan tersebut selanjutnya digunakan pada tingkatan ketiga yaitu menyusun
pedoman pelaksanaan. Pedoman pelaksanaan ini harus memperhatikan asumsi, prinsip dan
kendala.
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
PERBANKAN
Kewajiban bank terdiri dari kewajiban pihak eksternal maupun internal. Kewajiban eksternal
adalah kewajiban kepada kreditor atau pemberi dana atau deposan. Sedangkan kewajiban
intenal adalah kewajiban kepada pemilik modal.
Untuk persamaan dalam akuntansi dapat diperluas menjadi:
AKTIVA=UTANG=MODAL
Bila bank melakukan aktivitas , akan memperoleh pendapatan dan mengeluarkan biaya. Selisih
pendapatan dengan biaya merupakan laba bank. Laba bank merupakan komponen modal ban.
Untukitu persamaannya menjadi:
AKTIVA=UTANG+MODAL+PENDAPATAN-BIAYA
Atau
AKTIVA + BIAYA = UTANG + MODAL + PENDAPATAN
PERSAMAAN DAN PENGGAMBARAN
REKENING BUKU BESAR DAPAT DISIMPULKAN

1. Setiap pertambahan aktiva akan di debet dan pengurangan aktiva akan di kredit
2. Setiap pertambahan biaya akan di debet dan pengurangan biaya akan di kredit
3. Setiap pertambahan utang akan di kredit dan pengurangan utang akan di debet
4. Setiap pertambahan modal akan di kredit dan pengurangan modal akan di kredit
5. Setiap pertambahan pendapatan akan di kredit dan pengurangan pendapatan akan di debet
SISTEMATIKA REKENING BANK

Penggunaan nama, struktur dan hubungan antar rekening perlu ada keseragaman agar laporan yang dihasilkan
mudah dipahami dan mudah diperbandingkan. Untuk itu sistematika rekening perbankan diperlukan.
Sistematika rekening bank disusun dengan menggunakan digit tertentu. Digit pertama berisi rubric rekening,
digit kedua berupa identifikasi jenis valuta, digit ketiga berisi kelompok rekening group. Digit keempat berisi
kelompok rekening subgroup dan digit ke lima dan seterusnya berisi berupa rincian atau rekening individual.
Contoh secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut:

1        0   6   2   1

Keterangan:
Mulai dari kiri
1 =  Aktiva
0 =  Aktiva Dalam Rupiah
6    =  Kredit yang Diberikan
2    =  Pihak Tidak Terkait Dengan Bank
1    =  Rekening Individual

Pengelompokan rekening selanjutnya didasarkan pada sifat dan fungsi rekening. Pengelompokan ini
dimaksudkan agar dapat menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, beban, komitmen dan
kontijensi.
BAB III

LAPORAN KEUANGAN BANK


LAPORAN KEUANGAN BANK
Laporan keuangan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap
pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja bank yang dicapai selama periode tertentu.
Oleh karena itu, laporan keuangan bank harus memenuhi syarat mutu dan karakteristik
kualitatif.

• Laporan posisi keuangan


• Laporan laba rugi komprehensif
Laporan • Laporan perubahan ekuitas
Keuangan • Laporan arus kas
• Catatan laporan keuangan

Harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan


LAPORAN KEUANGAN BULANAN
Laporan bulanan bank umum yang disampaikan oleh bank, kepada Bank Indonesia untuk
posisi bulan Januari sampai Desember akan diumumkan pada home page Bank Indonesia.

Laporan keuangan terdiri dari:


 Laporan posisi keuangan
 Laporan laba rugi komprehensif
 Komitmen dan kontinjensi
LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN

Laporan keuangan triwulan disusun untuk memberikan informasi menganai posisi


keuangan, kinerja, atau hasil usaha bank serta informasi keuangan lainnya kepada pihak yang
berkepentingan dengan perkembangan usaha bank. Agar laporan keuangan dapat
dibandingkan maka perlu ditetapkan bentuk penyajian yang didasarkan pada PSAK, PAPI, serta
ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Laporan keuangan triwulan yang wajib disajikan yaitu laporan keuangan untuk posisi akhir
Maret, Juni, September dan Desember. Selain wajib diumumkan dalam surat kabar, laporan ini
juga akan diumumkan dalam home page Bank Indonesia.
LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN

Laporan tahunan bank dimaksudkan untuk memberikan informasi berkala mengenai


kondisi bank secara menyeluruh, termasuk perkembangan usaha dan kinerja bank. Seluruh
informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi kondisi keuangan bank kepada
publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan.
LAPORAN LAINNYA

1) Perhitungan ATMR (aktiva tertimbang menurut risiko) dan KPMM (kewajiban penyediaan
modal minimum)
2) Realisasi RBB (rencana bisnis bank) dan TKB (tingkat kesehatan bank)
3) Laporan penggunaan dana IPO (penawaran saham perdana)