Anda di halaman 1dari 16

Keperawatan

Komunitas :
Agregat
Penyakit
Mental
Created By :
Syahfitriani
Hasan Ena
Latar Belakang

KESEHATAN JIWA 450 juta orang diseluruh dunia terkena


dampak permasalahan jiwa, di 14 negara
Pengendalian diri dalam menghadapi stresor di berkembang, sekitar 76 – 85% (WHO)
lingkungan sekitar dengan selalu berpikir positif
dalam keselarasan tanpa adanya tekanan fisik
dan psikologis, baik secara internal maupun
eksternal yang mengarah pada kestabilan Dari 50 juta atau 25 % jumlah penduduk
emosional (Nasir dan Muhith, 2010). Indonesia mengalami gangguan jiwa, ada 1,74
juta orang mengalami gangguan mental
emosional (Depkes)

Berdasarkan latar belakang masalah di atas,


penulis ingin membahas Askep Kesehatan
Komunitas Populasi Rentan Penyakit Mental.

2
Kesehatan jiwa menurut UU No 3 tahun 1966 tentang kesehatan jiwa didefinisikan
sebagai suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan
emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan secara
selaras dengan keadaan orang lain.

Sikap positif
terhadap diri
sendiri

Kecakapan
Tumbuh
dalam
kembang dan
beradaptasi
beraktualisasi
dengan
diri
lingkungan

Otonomi
Integrasi
(MampuMeng
(Manajemen
ambil
Stress)
Keputusan)
Kriteria sehat jiwa menurut Riyadi, Sujono
(2013

3
1. Psychoanalitycal 3. Social
Ketidakmampuan seseorang penyimpangan perilaku apabila
dalam menggunakan akalnya banyak faktor sosial dan faktor
untuk mematuhi tata tertib, lingkungan yang akan memicu
peraturan, norma, agama,
akan mendorong terjadinya
Konseptual munculnya stress pada seseorang
Peran perawat dalam memberikan
penyimpangan perilaku.
Peran perawat : melakukan
Model terapi menurut model ini adalah
pasien harus menyampaikan
assesment atau pengkajian
mengenai Keperawatan masalah menggunakan sumber
yang ada di masyarakat dengan

Kesehatan
keadaan traumatik atau melibatkan teman sejawat, atasan,
stressor yang dianggap keluarga. Sedangkan perawat
bermakna pada masa lalu,
dengan menggunakan
pendekatan komunikasi
Jiwa berupaya untuk menggali sistem
sosial pasien seperti suasana di
rumah, di kantor, dan di
terapeutik. 2. Interpersonal masyarakat.
muncul akibat adanya ancaman
yang menimbulkan kecemasan
4. Exitensial
(Anxyety)
model keperawatan kesehatan terjadi bila individu gagal
Peran perawat melakukan sharing
menemukan jati dirinya dan
apa yang dirasakan pasien, apa jiwa dikelompokkan 6 model tujuan hidupnya. Peran perawat
yang dicemaskan, theraspist use sebagai berikut: adalah pasien dianjurkan untuk
empaty and relationship (berupaya
berperan serta dalam
bersikap empati dan turut
memperoleh pengalaman yang
merasakan apa-apa yang dirasakan
bearti untuk mempelajari dirinya
oleh pasien),memberikan respon
dan mendapat feed back dari
verbal yang mendorong rasa aman
orang lain, misalnya melalui
pasien
terapi aktivitas kelompok
5. Supportive Therapy

faktor biopsikososial dan respon Konseptual 6. Medical


maladaptif saat ini. masalah
Aspek biologis seperti sering
sakit maag, migrain, batuk-
Model gangguan jiwa muncul akibat
batuk. masalah Aspek psikologis
mengalami banyak keluhan
Keperawatan multifactor yang kompleks
meliputi: aspek fisik, genetik,
seperti mudah cemas, kurang
percaya diri, perasaan bersalah, Kesehatan lingkungan dan faktor sosial.
Perawat berperan dalam
ragu-ragu, pemarah. masalah
Aspek sosial seperti susah Jiwa berkolaborasi dengan tim medis
dalam melakukan prosedur
bergaul, menarik diri, tidak diagnostik dan terapi jangka
disukai, bermusuhan. Peran panjang.
perawat menguatkan respon
coping adaptif, individu
diupayakan mengenal -kekuatan
apa yang ada pada dirinya, model keperawatan kesehatan
kekuatan mana yang dapat
jiwa dikelompokkan 6 model
dipakai alternatif pemecah
masalahnya sebagai berikut:
Masalah-masalah Kesehatan Jiwa

Psikotik
• gangguan jiwa ditandai ketidakmamapuan menilai kenyataan yang terjadi,
misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku kacau/aneh

Depresi
• gangguan jiwa ditandai dengan sedih yang berkepanjangan, proses pikir
melambat disertai penurunan motivasi dan perilaku lamban yang terkesan
malas

Panik
• gangguan akibat kecemasan yang memuncak dan pasien merasakan ”rasa yang
tidak dapat dijelaskan”, sering disertai dengan keluhan fisik atau aktivitas
motorik tertentu

6
Comunity Mental Health Nursing Perawat CMHN
(CMHN)
sebagai tenaga kesehatan yang
merupakan upaya untuk bekerja dimasyarakat dan bersama
mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat harus mempunyai
jiwa dengan tujuan pasien yang kemampuan melibatkan peran serta
tidak tertangani di masyarakat akan masyarakat terutama tokoh
mendapatkan pelayanan yang lebih masyarakat dengan cara melatih
baik. Pelayanan kesehatan jiwa para tokoh masyarakat untuk
tersebut berupa pelayanan menjadi kader kesehatan jiwa
keperawatan yang komprehensif, (Depkes, 2006).
holistik, berfokus pada masyarakat
yang sehat jiwa, rentang terhadap
stres dan dalam tahap pemulihan
serta pencegahan kekambuhan.

7
Konsep utama Community Mental Health Nursing (CMHN)
• memberikan perawatan dengan metode yang efektif dalam merespon
kebutuhan kesehatan jiwa individu, keluarga atau kelompok.
pemberian asuhan keperawatan kepada pasien, keluarga, kelompok
dan masyarakat dalam kondisi sehat mental, beresiko gangguan jiwa
dan mengalami gangguan jiwa tanpa melibatkan rumah sakit
Tujuan dari CMHN
• memberikan pelayanan, konsultasi dan edukasi, atau memberikan
informasi mengenai prinsip-prinsip kesehatan jiwa kepada para agen
komunitas lainnya
Fokus utama CMHN
• adalah pentingnya menjalin kerjasama dengan keluarga, orang yang
bearti bagi pasien dan kerjasama dalam komunitas
8
Peran dan Fungsi Perawat Kesehatan Jiwa
Pemberi
asuhan
keperawatan
secara
langsung
(practitioner). Pendidik
Kolaborator
(educator).

Koordinator
Advokasi (coordinator).

Konselor Manajer Kasus

Administrator
(pengelola)
9
Model Community Mental Health Nursing (CMHN)

Secara umum model konsep CMHN adalah memberikan asuhan kepada pasien
semua aspek kehidupan manusia, termasuk kebutuhan dasar, kebutuhan kesehatan
fisik dan pasien yang membutuhkan treatment psikiatri dan rehabilitasi. Model
lain dalam CMHN adalah Case Management. Model ini adalah cara memberikan
pelayanan kepada pasien secara multidisiplin. Pada model ini selain mengkaji
support system dari komunitas, juga melakukan identifikasi dari pasien, treatment
yang dilakukan, resopon krisis, dental care, kondisi perumahan, pendapatan dan
perlindungan hak serta advokasi. Semua kegiatan tersebut dilakukan bersama-
sama terhadap pasien yang mengalami gangguan jiwa maupun yang beresiko
terkena gangguan jiwa (Yosep, Iyus, dkk, 2014).

10
Tingkatan dalam CMHN (Community Mental Health Nursing) seperti :

BC-CMHN (Basic Course) IC-CMHN (Intermediate Course)


Serangkaian kegiatan pembelajaran untuk Upaya dalam meningkatnkan masyarakat,
perawat komunitas agar memilikikompetensi perlu mempersiapkan sumber daya manusia
untuk melaksanakan asuhan keperawatan (Perawat CMHN) melalui pelatihan lanjutan
kepada pasien gangguan jiwa yang ada di berupa intermediate Course. Pelatihan ini
masyarakat. Kegiatan BC-CMHN berupa dilakukan dalam tiga tahap; pelatihan tahap
pemberian pengetahuan dan praktik langsung pertama lebih berfokus pada pengembangan
bagi perawat dalam mengatasi atau Desa Siaga Sehat Jiwa dan pengelolaannya
menanggulangi masalah kesehatan mental atau dan merekrut dan melatih kader kesehatan
jiwa (Keliat, 2012). jiwa.

AC-CMHN (Advance Course)


Pengembangan program CMHN yang telah mengikutsertakan keluarga, kelompok, masyarakat luas,
serta kerjasama dengan lintas sekotral mpenen keterampilan yang menawarkan pelatihan komunikasi,
resolusi konflik, penyelesaian masalah, sikap asertif, manajemen perilaku dan manajemen setres.
Komponen emosional yang memberikan kesempatan untuk katarsis, berbagi dan memobilisasi
sumber.nen proses keluarga yang memfokuskan pada strategi keluarga dengan gangguan jiwa dalam
keluarga. Dokumentasi Kader Kesehatan Jiwa

11
Kegiatan asuhan keperawatan difokuskan pada kelompok berikut (Budi, Keliat,dkk, 2010)

1. Kelompok masyarakat sehat jiwa, 3. Asuhan keperawatan untuk pasien dan keluarga
berupa penyuluhan (pendidikan yang mengalami gangguan jiwa terdiri dari:
kesehatan) untuk kelompok keluarga
dan asuhan keperawatan untuk - Asuhan keperawatan untuk pasien anak dengan
kelompok masyarakat sehat jiwa. masalah perilaku kekerasan dan depresi.

2. Kelompok masyarakat -Asuhan keperawatan untuk pasien dewasa dengan


yang berisiko mengalami masalah keperawatan perilaku kekerasan, halusinasi,
gangguan jiwa (masalah waham, isolasi sosial, harga diri rendah, defisit
psikososial), meliputi perawatan diri, risiko bunuh diri, sindrom pascatrauma,
masalah keperawatan ansietas, penyalahgunaan dan ketergantungan napza,
gangguan citra tubuh, distres spiritual, hambatan komunikasi verbal,
kehilangan dan berduka, ketidakefektifan koping keluarga, hambatan proses
ansientas menjelang ajal. keluarga.

- Asuhan keperawatan untuk pasien lansia dengan


masalah keperawatan demensia dan depresi.

12
Tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat CMHN

1. Melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok sehat jiwa sesuai dengan usianya.
2. Melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok yang beresiko mengalami
gangguan jiwa dan masalah psikososial.
3. Melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok pasien dan keluarga yang
mengalami gangguan jiwa.
4. Melakukan TAK dan terapi rehabilitasi pada kelompok pasien gangguan jiwa.
5. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien dan keluarga melalui kunjungan
rumah sesuai masalahnya.
6. Mendokumentasikan semua kegiatan.

13
Evaluasi Asuhan Keperawatan

Pada tingkat individu diharapkan pasien mampu:

1. Melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari sesuai dengan kemampuannya.


2. Membina hubungan dengan orang lain di lingkungannya secara bertahap.
3. Melakukan cara-cara menyelesaikan masalah yang di alami.

Pada tingkatan keluarga diharapkan keluarga mampu:

1. Membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pasien hingga pasien mandiri.


2. Mengenal tanda dan gejala dini terjadinya gangguan jiwa.
3. Melakukan perawatan pada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa atau
kekambuhan.
4. Mengidentifikasi perilaku pasien yang membutuhkan konsultasi segera.
5. Menggunakan sumber-sumber yang bersedia di masyarakat seperti tetangga, teman dekat, dan
pelayanan kesehatan terdekat.

14
Pelayanan keperawatan kesehatan jiwa yang komperhensif
mencakup 3 tingkat pencegahan

Pencegahan Primer
Fokus pelayanan keperawatan jiwa adalah pada Pencegahan Tersier
peningkatan kesehatan dan pencegahan terjadinya Pencegahan tersier adalah pelayanan
gangguan jiwa. Tujuan pelayanan adalah mencegah keperawatan yang berfokus pada
terjadinya gangguan jiwa, mempertahankan dan peningkatan fungsi dan sosialisasi
meningkatkan kesehatan jiwa serta pencegahan kekambuhan pada
pasien gangguan jiwa. Tujuan
pelayanan adalah mengurangi
Pencegahan Sekunder kekacauan/ ketidakmampuan akibat
Fokus pelayanan keperawatan pada pencegahan gangguan jiwa.
sekunder adalah deteksi dini dan penanganan dengan
segera masalah psikososial dan gangguan jiwa. Tujuan
pelayanan adalah menurunkan angka kejadian
gangguan jiwa. Target pelayanan adalah anggota
masyarakat yang berisiko/ memperlihatkan tanda-
tanda masalah psikososial dan gangguan jiwa.

15
LET’S SEE THE CASE MANAGEMENT .

CHECK IT OUT

16