Anda di halaman 1dari 12

NANOEMULSI

Oleh :
Kelompok 5

Aravah Putri Fadila 1701050


GINA ASRIANA 1701060
Nia Aprilia Suhari 1701072
Shafira Dio Amanda 1701084

Dosen Pengampu :
Dr. Gressy Novita, M.Farm.,Apt

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU
2019
Pengertian
• Emulsi • Nanoemulsi
• Emulsi merupakan sediaan • Nanoemulsi adalahsistem
yang mengandung dua fase emulsi yang transparent,
yang tidak tercampur, tembus cahaya dan
biasanya air dan minyak,
merupakan dispersi
dimana cairan yang satu
terdispersi menjadi tetesan-
minyak air yang
tetesan kecil(droplet) dalam distabilkan oleh lapisan
cairan lainnya yang film dari surfaktan atau
distabilkan dengan zat molekul surfaktan yang
pengemulsi atau surfaktan memiliki ukuran droplet
yang cocok (Anief, 2000). 50-500nm
Keuntungan Kerugian

• Membutuhkan jumlah surfaktan


• Luas permukaan yang besar dan kosurfaktan yang besar untuk
menstabilkan
• Tidak mengiritasi
• Kapasitas pelarut terbatas untuk
• Mensolubilisasi zat aktif yang melarutkan zat yang memiliki titik
bersifat hidrofob lebur tinggi
• Transparan dan fluiditas • Surfaktan yang digunakan tidak
memberikan nilai estetika boleh beracun
• Meningkatkan penetrasi obat • Stabilitas nanoemulsi dipengaruhi
• Efektivitas lebih tinggi sehingga oleh parameter lingkungan, seperti
dapat mengurangi dosis suhu dan Ph, parameter ini
berubah setelah sampai pada
pasien.
Metode pembuatan
• metode pembuatan nanoemulsi adalah teknik enegi tinggi
seperti ultrasonikasi, mikrofluidisasi dan homogenizer
bertekanan tinggi. Pembuatan nanoemulsi dengan energi
tinggi bergantung pada pembentukan ukuran globul yang kecil
dengan adanya surfaktan atau campuran surfaktan dengan
masukan energi yang tinggi.

PARAMETER
• tekanan homogenizer
• jumlah siklus homogenizer
• suhu homogenizer dapat berubah
KOMPONEN NANOEMULSI
• MINYAK (Minyak merupakan komponen penting dalam
formulasi nanoemulsi karena dapat melarutkan bahan
aktif lipofilik)
• SURFAKTAN (Surfaktan non ionik umumnya digunakan
karena memiliki toksisitas yang rendah dibanding dengan
surfaktan ionik)
• KOSURFAKTAN (Dalam kebanyakan kasus, penggunaan
surfaktan saja tidak cukup untuk mengurangi tegangan
antar muka antara minyak air, sehingga di butuhkan
kosurfaktan untuk membantu menurunkan tegangan antar
muka)
EVALUASI

1 Uji organoleptis

2 Uji Ph

3 Uji transmitan

4 Uji toksisitas

5 Uji ukuran partikel


Uji Organoleptis

Pengujian yang didasarkan pada proses pengindraan.


Evaluasi organoeptis sediaan nanoemulsi dilakukan dengan
mengamati warna, bau, kejernihan, homogenitas dan
pemisah fase. Nanoemulsi yang stabil ditandai dengan
tidak terjadinya pemisahan fase jernih, homogen dan tidak
berbau tengik.
Sediaan nanoelmusi yang ditunjukan untuk
pemakaian secara topikal harus di desain
Uji agar tidak menimbulkan iritasi dan sensitiv
PH pada kulit. Oleh karna itu, ph sediaan harus
berada pada ph 4-6 yang merupakan ph
kulit.
Uji Persen Transmitan

Dilakukan untuk mengukur kejerniaan


nanoemulsi yang terbentuk. Pengukuran persen
transmitan merupakan faktor penting dalam
melihat sifat fisik nanoemulsi yang terbentuk.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan
stektrofotometer UV-Vis pada panjang
gelombang 650nm dan menggunakan aquadest
sebagai blangko. Jika hasil persen transmitan
sampel mendekati persen transmitan aquadest
yakni 100%, maka sampel tersebut memiliki
kejernihan atau transparasi yang mirip dengan air.
Uji viskositas

Menunjukan sifat dari cairan untuk mengalir. Mankin kental


suatu cairan, maka emakin besar kekuatan yang diperluhkan
agar cairan dapat mengalir. Besar nya viskositas dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, ukuran
molekul, konsetrasi larutan, serta gaya tarik menarik antar
molekul.
Uji ukuran partikel

Dilakukan untuk mengetahui ukuran partikel yang terbentuk.


Memenuhi kriteria ukuran partikel nanoemulsi yaitu 50-500nm.
Pengujian ukuran partikel menggunakan PSA (Particle Size Analyzer)
dengan tipe Dynamic Light Scattering. Prinsip ini adalah sampel yang
akan di tembak dengan sinar laser dan akan terjadi penghamburan
cahaya. Penghamburan cahaya di deteksi pada sudut tertentu secara
cepat. Hasil pengukuran droplet dinyatakan sebagai diameter yang
terdapat pada medium dispers.
TERIMAKASIH