Anda di halaman 1dari 40

KELOMPOK 7

GONORE
1. Bella Samya Dwi Putri 3. Murdani Furiyati
2. Ikhtiar Wahyudi 4. Vanny Puspita Sari
A. KONSEP TEORITIS GONORE
1. PENGERTIAN

Gonore adalah penyakit menular seksual


yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae
yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher
rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian
putih mata (konjungtiva) dan bagian tubuh
yang lain.
A. KONSEP TEORITIS GONORE
2. EPIDEMIOLOGI
Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seksual,
dapat juga ditularkan kepada janin pada saat proses
kelahiran berlangsung. Walaupun semua golongan
rentan terinfeksi penyakit ini, tetapi insidens tertinggin
yang berkisar pada usia 15-35 tahun. Di antara
populasi wanita pada tahun 2000, insidens tertinggi
terjadi pada usia 15 -19 tahun (715,6 per 100.000)
sebaliknya pada laki-laki insidens rata-rata tertinggi
terjadi pada usia 20-24 tahun (589,7 per 100.000).
A. KONSEP TEORITIS GONORE
3. ETIOLOGI

Gonore disebabkan oleh gonokok yang dimasukkan


ke dalam kelompok Neisseria, sebagai Neisseria
Gonorrhoeae. Gonokok termasuk golongan diplokok
berbentuk biji kopi dengan lebar 0,8 u, panjang 1,6
u, dan bersifat tahan asam. Kuman ini juga bersifat
negatif-Gram, tampak di luar dan di dalam leukosit,
tidak tahan lama di udara bebas, cepat mati pada
keadaan kering, tidak tahan suhu di atas 39 derajat
C, dan tidak tahan zat desinfektan.
Patofisiologi
.
Setelah melekat, gonokokus berpenetrasi
ke dalam sel epitel dan melalui jaringan sub epitel
di mana gonokokus ini terpajan ke system imun
(serum, komplemen, immunoglobulin A(IgA), dan
lain-lain), dan difagositosis oleh neutrofil. Virulensi
bergantung pada apakah gonokokus mudah
melekat dan berpenetrasi ke dalam sel penjamu,
begitu pula resistensi terhadap serum, fagositosis,
dan pemusnahan intraseluler oleh
polimorfonukleosit.
Patofisiologi
.
Faktor yang mendukung virulensi ini adalah pili,
protein, membrane bagian luar, lipopolisakarida,
dan protease IgA.
Bakteri secara langsung menginfeksi uretra,
endoserviks, saluran anus, konjungtiva dan
farings. Infeksi dapat meluas dan melibatkan
prostate, vas deferens, vesikula seminalis,
epididimis dan
testis pada pria dan kelenjar skene, bartholini,
endometrium, tuba fallopi dan ovarium pada
MANIFESTASI KLINIS
1. Masa tunas sulit untuk ditemukan karena
pada umumnya asimtomatik, gejala awal
bisa timbul pada waktu 7-21 hari setelah
terinfeksi
2. Pada wanita, penyakit akut atau kronik
jarang ditemukan gejala subjektif dan
objektifnya.
3. Infeksi pada wanita, pada mulanya
hanya mengenai serviks uteri
MANIFESTASI KLINIS
4. Keluhan: kadang-kadang menimbulkan rasa
nyeri pada panggul bawah, demam,
keluarnya cairan dari vagina, nyeri ketika
berkemih dan desakan untuk berkemih.
5. Pada pemeriksaan serviks tampak merah
dengan erosi dan sekret mukopurulen,
duh tubuh akan terlihat lebih banyak,
bila terjadi servitis akut.
Komplikasi
1. Infeksi pada serviks (servisitis gonore)
2. Salpingitis (penyakit radang panggul)
3. Infertilitas
4. Infeksi pada uretra dapat terjadi para
uretritis
5. Pada kelenjar Bartholin (bartholinitis)
6. adanya kemungkinan lahir prematur, infek
si neonatal dan keguguran akibat infeksi
gonokokkus pada wanita hamil
7. adanya sepsis pada bayi baru lahir karena
gonore pada ibu
Pemeriksaan diagnostik
1. Sediaan langsung dengan pewarnaan
gram akan ditemukan diplokokus
gram negatif, intraseluler dan
ekstraseluler, leukosit
polimorfonuklear.
2. Kultur untuk identifikasi perlu atau
tidaknya dilakukan pembiakan kultur.
Menggunakan media transport dan
media pertumbuhan.
Pemeriksaan diagnostik
3. Tes definitif, tes oksidasi (semua golongan
Neisseria akan bereaksi positif),
tes fermentasi (kuman gonokokus hanya
meragikan glukosa)
4. Tes beta laktamase, hasil tes positif
ditunjukkan dengan perubahan warna
kuning menjadi merah apabila kuman
mengandung enzim beta laktamase
5. Tes Thomson dengan menampung urin
pagi dalam dua gelas. Tes ini digunakan
untuk mengetahui sampai dimana infeksi
sudah berlangsung.
PENATALAKSANAAN

1. Non-medikamentosa
Memberikan pendidikan kepada klien dengan
menjelaskan tentang:
a. Bahaya penyakit menular seksual
b. Pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan
c. Cara penularan PMS dan perlunya pengobatan
untuk pasangan seks tetapnya
PENATALAKSANAAN

1. Non-medikamentosa
d. Hindari hubungan seksual sebelum
sembuh dan memakai kondom jika tidak
dapat dihindari.
e. Cara-cara menghindari infeksi PMS di
masa yang akan datang.
PENATALAKSANAAN

2. Medikamentosa
a. Walaupun semua gonokokus sebelumnya
sangan sensitif terhadap penicilin, banyak
‘strain’ yang sekarang relatif resisten.
Terapi penicillin, amoksisilin, dan tetrasiklin
masih tetap merupakan pengobatan
pilihan.
PENATALAKSANAAN

2. Medikamentosa
b. Untuk sebagian besar infeksi, penicillin G dalam
aqua 4,8 unit ditambah 1 gr probonesid per- oral
sebelum penyuntikan penicillin merupakan
pengobatan yang memadai.
c. Spectinomycin berguna untuk penyakit gonokokus
yang resisten dan penderita yang peka terhadap
penicillin. Dosis: 2 gr IM untuk pria dan 4 gr untuk
wanita.
PENATALAKSANAAN

2. Medikamentosa
d. Pengobatan jangka panjang diperlukan
untuk endokarditis dan meningitis
gonokokus.
PENATALAKSANAAN

Pada wanita hamil tidak dapat diberikan obat golongan


kuinolon dan tetrasiklin. Yang direkomendasikan adalah
pemberian obat golongan sefalosporin (Seftriakson 250
mg IM sebagai dosis tunggal). Jika wanita hamil alergi
terhadap penisilin atau sefalosporin tidak dapat ditoleransi
sebaiknya diberikan Spektinomisin 2 gr IM sebagai dosis
tunggal.
PENATALAKSANAAN

Pada wanita hamil juga dapat diberikan Amoksisilin 2 gr


atau 3 gr oral dengan tambahan probenesid 1 gr oral
sebagai dosis tunggal yang diberikan saat isolasi
N. gonorrhoeae yang sensitive terhadap penisilin.
Amoksisilin direkomendasikan unutk pengobatan jika
disertai infeksi C. trachomatis.
C. Rumuskan 3 diagnosa keperawatan yang bisa saudara
identifikasi dari kasus diatas

Hipervolemia b.d Kelebihan volume


01
cairan

02 Penurunan curah jantung b.d


perubahan afterload

03 Gangguaan integritas kulit b.d


kelebihan volume cairan
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
1. IDENTIFIKASI KLIEN : meliputi nama umur, jenis kelamin,
pendidikan,alamat, pekerjaan,agama dll
2. KELUHAN UTAMA : Keluhan utama pada pasien yang
mengalami penyakit infeksi genore dibagi menjadi dua
yaitu :
a. Infeksi Genital
Nyeri saat buang air kecil, keluar cairan nanah atau
darah pada daerah genitalia, rasa seperti terbakar
saat buang air kecil, terjadi pembengkakan pada
daerah genital, nyeri pada area panggul, mengeluh
demam
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
b. Infeksi Non-genital
Pada persendian mengeluh nyeri saat digerakkan, sakit
pada tenggorokan, sulit menelan, muncul benjolan di
leher, mengeluh mata peka terhadap cahaya, mata
menjadi merah berair dan mengeluarkan cairan nanah,
mengeluh demam
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
3. Kronologis Keluhan
• Tanyakan pada pasien bagaimana bisa terjadinya infeksi
(Terinfeksinya dikarenakan sering berhubungan seks
tanpa pengaman kontasepsi kondom)
• Tanyakan bagaimana gambaran rasa nyeri tersebut.
(Berupa rasa gatal, panas sewaktu kencing terdapat pada
ujung penis atau bagian distal uretra, perasaan nyeri saat
ereksi),
• Tanyakan pada daerah mana yang sakit, apakah menjalar
(Rasa tidak nyaman pada uretra kemudian diikuti nyeri
ketika berkemih) Kaji skala nyeri untuk dirasakan.
(Rata-rata nyeri berskala 7) dan Kapan keluhan
dirasakan  (Keluhan dirasakan pada saat akan
berkemih).
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

Riwayat Kesehatan Dahulu


Riwayat penyakit yang pernah diderita pasien
1)Riwayat Kesehatan secara umum
2)Riwayat penyakit kronis lainnya
3)Riwayat alergi

Ditanyakan untuk mengetahui penyakit yang pernah


diderita pasien sebelumnya apakah pasien pernah mengalami
penyakit gonore sebelumnya, apakah pasien mempunyai
kebiasaan aktifitas seksual berisiko, serta untuk mengetahui
apakah pasien pernah dirawat di rumah sakit atau tidak.
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
Riwayat Kesehatan Keluarga

Adakah penyakit keturunan dalam keluarga, riwayat


penyakit pada keluarga yang sama dengan pasien terutama
pada ibu. Oleh karena itu apabila seorang ibu yang hamil
terkena penyakit gonore harus diwaspadai karena hal ini bisa
menurun pada bayi yang dilahirkan.
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
Riwayat Psikososial, Spiritual dan Sosial
budaya
Riwayat ini dikaji untuk mengetahui keadaan psikologis
pasien terhadap penyakit yang diderita. Sosial dan Budaya
ditanyakan untuk mengetahui kebiasaan bagaimana
peran klien dalam keluarga dan masyarakat. Apakah
hubungan klien dengan keluarga dan masyarakat. Apakah
klien mampu bergaul dengan masyarakat dengan
baik. Tanyakan tentang sistem pendukung dalam
kehidupan klien seperti: pasangan, teman, dll.
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
Riwayat Psikososial, Spiritual dan Sosial
budaya
Biasanya klien merasa kesepian dan takut tidak diterima
dalam lingkungannya. Riwayat spiritual yaitu untuk mengetahui
kebiasaan pasien dalam menjalankan ibadah, apakah sering
atau tidak dan anggapan pasien mengenai penyakitnya
terhadap Tuhan.
Riwayat Pola Kebiasaan
NO HAL YANG DIKAJI POLA KEBIASAAN
1 Kebutuhan oksigenasi kebutuhan oksigen pada pasien
gonore tidak mengalami gangguan,
tetapi mengalami infeksi saluran
pernafasan atas
2 Kebutuhan nutrisi dan Kebutuhan nutrisi dan cairan
cairan terganggu dikarenakan sulit
menelan akibat pada faring
mengalami inflamasi sehingga
akan mengalami gangguan dalam
pola makan
Riwayat Pola Kebiasaan
3 Kebutuhan Kebutuhan eliminasi terganggu
eliminasi dikarenakan terjadinya peradangan di anus,
yang mengalami inflamasi jaringan
akibat infeksi yang menyebabkan klien sulit
dan nyeri saat BAB, pasien biasanya
juga akan nyeri saat BAK, mengalami
retensi urin karena inflamasi prostat,
keluar nanah dari penis dan kadang –
kadang ujung uretra disertai darah.
Riwayat Pola Kebiasaan
3 Kebutuhan Kebutuhan eliminasi terganggu
eliminasi dikarenakan terjadinya peradangan di anus,
yang mengalami inflamasi jaringan
akibat infeksi yang menyebabkan klien sulit
dan nyeri saat BAB, pasien biasanya
juga akan nyeri saat BAK, mengalami
retensi urin karena inflamasi prostat,
keluar nanah dari penis dan kadang –
kadang ujung uretra disertai darah.
Riwayat Pola Kebiasaan
4 Kebutuha istirahat Kebutuhan istirahat dan tidur mengalami gangguan
dan tidur dikarenakan pasien merasa tidak nyaman pada
daerah genitalia yang merasa nyeri pada bagian
penggul dan pinggang bawah dan mengeluarkan
cairan nanah dan darah
5 Kebutuhan Biasanya pada pasien laki – laki tidak mengalami
aktivitas kesulitan bergerak, sedangkan pada pasien wanita
yang sudah mengalami komplikasi akan
mengalami kesulitan dalam bergerak dan juga saat
duduk karena terjadinya komplikasi pembengkakan
pada kelenjar bartholini dan juga labio
mayoranya.
Riwayat Pola Kebiasaan
6 Kebutuhan rasa aman Pada pasien gonore akan
dan nyaman mengalami gangguan rasa aman
dan nyaman dikarenakan nyeri
inflamasi di area tenggorokan,
mata, genetalia, panggul,
anus dan pembengkakan
frenulum pada pria, dan
pembengkakan kelenjar
bartoloni serta labio mayora
pada wanita yang juga
disertai dengan nyeri tekan.
Riwayat Pola Kebiasaan
7 Kebutuhan personal hygiene Kebutuhan personal hygiene pada pasien
mengalami gangguan dikarenakan
genetalia pasien mengeluarkan cairan
nanah dan darah terkadang mengalami
retensi urine sehingga tinggi risiko
terjadinya ISK. Pasien dapat membilas
genetalia setiap BAB dan BAK
keringkan area genetalia setelah dibilas,
menggunakan celana dalam berbahan
katun lebih baik, mengganti celana dalam
yang dikenakan jika sudah terasa tidak
nyaman.
Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan Umum : Baik/cukup/lemah.
2. Kesadaran : Composmentis/apatis/
samnolen.
3)Tanda-tanda Vital : RR 16-24 x/menit,
TD sistol 90-120,
diastol 60-90, Suhu 36
Celcius- 37,2 Celcius,
Nadi 60-90 x/menit
Pemeriksaan Fisik
b. System Penglihatan
Pada system pengelihatan, konjungtiva
merah, adanya pembengkakan, mata
berair, mengeluarkan cairan nanah
c. System Pernafasan
Pada system pernafasan atas
mengalami inflamasi hingga nyeri
pada tenggorokan
Pemeriksaan Fisik
d. System Pencernaan
Pada system pencernaan, pasien nyeri
saat BAB akibat inflamasi di anus
sampai rektum
e. System Kardiovaskular
biasanya pada klien bunyi jantung
normal, namun akan mengalami
peningkatan nadi karena proses dari
inflamasi yang mengakibatkan
demam.
Pemeriksaan Fisik
f. System endokrin
Pada system endokrin terjadi
pembengkakan pada kelenjar getah
bening, akibat reaksi sel imun
melawan infeksi

g .System integument
Biasanya terjadi inflamasi jaringan
sekitar uretra, genital lesions dan
skin rashes.
Pemeriksaan Fisik
h. System urogenital
Biasanya klien akan mengalami ,
retensi urin karena inflamasi prostat,
keluar nanah dari penis dan kadang-
kadang ujung uretra disertai darah,
pembengkakan frenulum pada pria,
dan pembengkakan kelenjar bartoloni
serta labio mayora pada wanita yang
juga disertai dengan nyeri tekan,
inflamasi pada lapisan dalam uretra,
leher rahim dan rektum.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

01 Nyeri akut b.d proses


inflamasi

02 Hipertermia b.d proses infeksi

03 Gangguan eliminasi urine


b.d iritasi kandung kemih
• B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Gangguan integritas kulit b.d


04
kelembaban

05 Gangguan rasa nyaman b.d


gejala penyakit

06 Risiko infeksi b.d penyakit


kronis gonore
05
07 Harga diri rendah b.d
perubahan pada citra tubuh
Thank you
Insert the title of your subtitle Here