Anda di halaman 1dari 51

PENYIMPANGAN

KETENTUAN PERBANKAN
YANG BERINDIKASI
TINDAK PIDANA PERBANKAN
(TIPIBANK)

MALANG– MARET 2016


Pokok Bahasan:

1 Fraud : Definisi, Penyebab, dan Jenisnya

2 Fraud atau Tindak Pidana Terkait Perbankan dan


Penyimpangan Ketentuan Perbankan yang
berindikasi Tipibank
3 Ruang Lingkup Tipibank

4 Deteksi, pencegahan dan Penanganan Fraud /


Tipibank

2
1 FRAUD : DEFINISI, PENYEBAB DAN JENISNYA
Definisi
Fraud

 Black’s Law Dictionary : A knowing


misrepresentation of the truth or concealment
of a material fact to induce another to act to
his or her detriment.
 ACFE : fraud can encompass any crime for
gain that uses deception as its principal modus
operandus.

3
Definisi
1 Fraud

 The Institute of Internal Auditor (IIA) : “An


array of irregularities and illegal acts
characterized by intentional deception”:
sekumpulan tindakan yang tidak diizinkan dan
melanggar hukum yang ditandai dengan
adanya unsur kecurangan yang disengaja.

4
Definisi
1 Fraud
 International Standards of Auditing seksi 240 – The
Auditor’s Responsibility to Consider Fraud in an Audit
of Financial Statement paragraph 6 mendefenisikan
fraud sebagai “…tindakan yang disengaja oleh
anggota manajemen perusahaan, pihak yang
berperan dalam governance perusahaan, karyawan,
atau pihak ketiga yang melakukan pembohongan atau
penipuan untuk memperoleh keuntungan dg cara
yang tidak adil atau illegal”. Motifnya sama, yaitu
sama-sama memperkacaya diri sendiri/golongan dan
modus operandinya sama, yaitu dengan melakukan
cara-cara yang illegal.
5
1 Penyebab Terjadinya Fraud
Association of Certified Fraud Examiners (ACFE)
by greed (keserakahan)
by need (kebutuhan)
by opportunity (kesempatan)

Donald R.Cressey : Fraud Triangle (segitiga fraud).

“Non-shareable”
Rationalization
Financial problem/
Pressure

“Perceived “
Opportunity

6
1 Penyebab Terjadinya Fraud
Kranacher : Fraud Diamond
Accidential Fraudsters

Pressure/Incentive Rationalization

Opportunity Opportunity

Criminal Mindset Arrogance

The Pathological Fraudster (Predators)

7
Jenis Fraud : Fraud Tree by ACFE
1 Corruption Asset Misappropriation Fraudulent Statement

Conflict of Bribery Illegal Economic Financial Non Financial


Interest Gratuity Extortion

Purchase Invoice Cash Non Cash Asset/Revenue Asset/Revenue Employment


Schemes Kickback Overstatement Understatement Credential
Sales Bid Internal
Misuse Larceny
Schemes Rigging Document
Timing
Other Differences
Other Asset Req. External
Schemes Schemes & Transfer Document
Fictitious
Revenues
False Sales
& Shipping Concealed Liab.
& Expenses
Purchasing
Larceny Fraudulent Skimming & Receiving
Disbursement Improper
Disclosures
Unconcealed
Sales Receivables Refund &
Larceny
Other Improper Asset
Valuation

Cash on Billing Payroll Expense Reimbursement Check Register


Hand Tampering Disbursement

From
Deposit

8
Pokok Bahasan:

2 FRAUD ATAU TINDAK PIDANA TERKAIT


PERBANKAN DAN PENYIMPANGAN
KETENTUAN PERBANKAN YANG
BERINDIKASI TIPIBANK

9
2 Fraud atau Tindak Pidana Terkait Perbankan

Definisi Umum :
“Perbuatan pidana yang
menjadikan bank sebagai sarana
(crimes through the bank) dan
sasaran (crimes against the bank)”.

10
2 Fraud atau Tindak Pidana Terkait Perbankan

“Tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja


dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau
memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain, yang
terjadi di lingkungan Bank dan/atau menggunakan
sarana Bank sehingga mengakibatkan Bank, nasabah,
atau pihak lain menderita kerugian dan/atau pelaku
Fraud memperoleh keuntungan keuangan baik secara
langsung maupun tidak langsung”
SE BI No.13/28/DPNP tanggal 9 Desember 2011 perihal Penerapan Strategi Anti
Fraud bagi Bank Umum

11
2 Fraud atau Tindak Pidana Terkait Perbankan
 Tindakan Sengaja
 Melanggar Ketentuan internal (sistem operasional prosedur) dan atau
peraturan perundang-undangan yang berlaku
 Demi kepentingan pribadi atau pihak lain
 Berpotensi merugikan bank, nasabah atau pihak lain baik material
maupun non materil.

 Tindakan Sengaja (Penyimpangan / Pembiaran)


 Mengelabui, menipu, atau memanipulasi (bank, nasabah, atau pihak lain)
 Di lingkungan bank dan/atau menggunakan sarana bank
 Mengakibatkan kerugian atau pihak lain memperoleh keuntungan
keuangan (langsung atau tidak langsung)

12
2 Fraud atau Tindak Pidana Terkait Perbankan
Moch. Anwar menggolongkan tindak pidana di bidang
perbankan ke dalam dua kelompok, yaitu:
1.Tindak pidana perbankan yang terdiri atas perbuatan-
perbuatan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan
pidana yang diatur dalam UU Perbankan.
2.Tindak pidana di bidang perbankan lainnya yang terdiri
atas perbuatan-perbuatan yang berhubungan dengan
kegiatan usaha pokok bank yang diatur dalam ketentuan-
ketentuan di luar UU Perbankan, seperti KUHP, UU
Pemberantasan Tipikor, dll.

13
2 Penyimpangan Ketentuan Perbankan
Yang Berindikasi Tipibank a.l :
1. Pendanaan
2. Kredit atau Pembiayaan
3. Pemberian Jasa
4. Operasional Akuntansi
5. Operasional Lainnya

14
2 Penyimpangan Ketentuan Perbankan
Yang Berindikasi Tipibank a.l :
1. Pendanaan, al. :
 Menghimpun dana tanpa izin OJK
 Pencatatan dana yang sebenarnya tidak ada setoran
 Tidak dicatat dana yang sebenarnya ada setoran
 Penarikan dana dari rekening nasabah tanpa sepengetahuan
ybs.
 Pemberian marketing fee/special rate/bonus/bunga/margin
simpanan kepada pihak tertentu secara pribadi
 Pemberian keterangan mengenai nasabah penyimpan dan
simpanannya tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku
(Rahasia bank).
 dll
15
2 Penyimpangan Ketentaan Perbankan
Yang Berindikasi Tipibank a.l :
2. Kredit atau Pembiayaan, al. :
 Rekayasa Pemberian Kredit
 Pemberian Kredit Fiktif (Fiktif debitur dan atau usahanya).
 Pemberian Kredit Topengan.
 Pemberian kredit untuk menampung pengeluaran-
pengeluaran yang tidak jelas dan sulit dipertanggungjawabkan
serta adanya pengeluaran fiktif
 Nilai taksasi agunan di-mark-up untuk mengcover maksimum
kredit yang diberikan
 Pelanggaran BMPK al. dengan cara melakukan pemecahan
fasilitas kredit menjadi beberapa fasilitas/grup usaha yang
sengaja disamarkan, pass through loan, swap loan, dsb
 Pelunasan “kredit” dari hasil pencairan kredit baru
 Laporan keuangan debitur direkayasa
 Pemberian kredit yg melanggar prinsip kehati-hatian

16
2 Penyimpangan Ketenutan Perbankan
Yang Berindikasi Tipibank a.l :
2. Kredit atau Pembiayaan, al. :
 Menerima dana/komisi dari debitur sehubungan
dengan pencairan kredit
 Melanggar CDO dengan melakukan kegiatan
penyaluran dana pada saat bank ditetapkan sebagai
bank “Dalam Pengawasan Khusus (DPK)
 Menggunakan potongan biaya provisi dan
administratif untuk kepentingan pribadi
 Tidak dilakukannya pencatatan dalam pembukuan
bank atas pembayaran angsuran/pelunasan kredit
dari debitur
 Penarikan agunan tidak sesuai ketentuan, al.
penarikan agunan berupa kendaraan yg tdk diikat dg
fiducia, dll 17
2 Penyimpangan Ketentuan Perbankan
Yang Berindikasi Tipibank a.l :
3. Pemberian Jasa, al. :
 Pengambilalihan WEB yg terdapat discrepancies & tidak sesuai
ketentuan intern bank (L/C fiktif)
 Jual Beli Valas untuk kepentingan pribadi dan atau pihak
tertentu
 Pemberian bank garansi yang disengaja untuk menguntungkan
pihak tertentu atau merugikan bank

18
2 Penyimpangan Ketentuan Perbankan
Yang Berindikasi Tipibank a.l :
4. Penyimpangan Operasional Akuntansi, al. :
 Melakukan perubahan parameter bunga atau bagi hasil sehingga biaya
dana meningkat dan dipindahkan ke rekening tabungan oknum.
 Window dressing
 Membukukan hasil tansaksi forex dengan rate yang tidak sama dengan yang
tertera/tertulis pada deal slip.

19
2 Penyimpangan Ketentuan Perbankan
Yang Berindikasi Tipibank a.l :
5. Penyimpangan Operasional Lainnya, al. :
 Pengadaan barang/jasa lebih mahal dr harga pasar (mark-up)
 Pengambilan uang tunai dari khazanah bank
 Penghilangan/pemusnahan dokumen bank
 Penggelapan pajak & pendapatan Bank (denda, bunga kredit,
dsb)
 Penyalahgunaan password karena sharing password
 Penyalahgunaan dana hasil penerimaan denda atau dana
kebajikan bank syariah

20
Pokok Bahasan:

3 RUANG LINGKUP TINDAK PIDANA


PERBANKAN

21
3 Ruang Lingkup Tipibank :
Ruang Lingkup Pasal Penanganan Tindak Pidana Perbankan:
• UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan
UU No. 10 Tahun 1998 : Pasal 46 – 50A.
• UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah : Pasal 59 – 66

TP berkaitan dengan :
1. Perizinan (Ps.46 UUP dan Ps.59 UU PS)
2. Rahasia bank (Ps.47-47A UUP & Ps.60-61 UU PS)
3. Pengawasan bank (Ps.48 UUP dan Ps.62 UU PS)
4. Kegiatan usaha bank (Ps.49 UUP & Ps.63 UU PS)
5. Pihak terafiliasi (Ps.50 UUP dan Ps.64 UU PS)
6. Pemegang saham (Ps.50A UUP & Ps.65 UU PS)
7. Prinsip kehati-hatian (Ps. 66 UU PS)

2222
3 Ruang Lingkup Tipibank :
Tindak pidana berkaitan dengan
perizinan
1) Barang siapa menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan tanpa izin usaha dr Pimpinan BI sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 16, diancam dengan pidana penjara min
5 th & max 15 th serta denda min Rp10 M & max Rp200 M.
2) Apabila kegiatan dilakukan oleh badan hukum berbentuk PT,
Perserikatan, Yayasan atau Koperasi, maka penuntutan
dilakukan terhadap pemberi perintah dan atau pimpinan
perbuatan di dalam badan tersebut.
Pasal 16 ayat (1)
Setiap pihak yg melakukan kegiatan menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan wajib terlebih dahulu memperoleh
izin usaha sebagai Bank Umum atau Bank Perkreditan Rakyat dari
Pimpinan Bank Indonesia kecuali apabila kegiatan dimaksud diatur
dengan Undang-undang tersendiri.
23
3 Ruang Lingkup Tipibank :
Tindak pidana berkaitan dengan rahasia
bank
Pasal 47 UUP :
(1) Barang siapa tanpa membawa perintah tertulis/izin dr Pimpinan BI
sebagaimana dimaksud dlm Pasal 41, 41A & 42, dgn sengaja memaksa
bank/Pihak Terafiliasi utk memberikan keterangan sebagaimana dimaksud
dlm Pasal 40, diancam dgn pidana penjara min 2 th & max 4 th serta denda
min Rp10 M & max Rp200 M.
(2) Anggota Dewan Komisaris, Direksi, pegawai bank/Pihak Terafiliasi lainnya yg
dgn sengaja memberikan keterangan yg wajib dirahasiakan menurut Pasal
40, diancam dgn pidana penjara min 2 th & max 4 th serta denda min Rp4 M
& max Rp8 M.
Pasal 47A UUP:
Anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pegawai bank yg dgn sengaja tdk
memberikan keterangan yg wajib dipenuhi sebagaimana dimaksud Pasal 42A &
44A, diancam dgn pidana penjara min 2 th & max 7 th serta denda min Rp4 M &
max Rp15 M.
Pasal 40, 41, 41 A & 42
Merupakan pasal-pasal yang mengatur mengenai Rahasia Bank serta pengecualian terhadap
ketentuan dimaksud.

24
3 Ruang Lingkup Tipibank :
Tindak pidana berkaitan dengan pengawasan
bank
(1)Anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pegawai bank
yg dgn sengaja tdk memberikan keterangan yg wajib
dipenuhi sebagaimana dimaksud dlm Pasal 30 ayat
(1) & (2) & Pasal 34 ayat (1) & (2), diancam dgn
pidana penjara min 2 th & max 10 th serta denda min
Rp5 M & max Rp100 M.

(2)Anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pegawai bank


yg lalai memberikan keterangan yg wajib dipenuhi
sebagaimana dimaksud dlm Pasal 30 ayat (1) & (2) &
Pasal 34 ayat (1) & (2), diancam dgn pidana
kurungan min 1 th & max 2 th & atau denda min Rp1
M & max Rp2 M.
25
3 Ruang Lingkup Tipibank :
Tindak pidana berkaitan dengan kegiatan
usaha bank
(1) Anggota Dewan Komisaris, Direksi/pegawai bank yg dgn
sengaja:
a. membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu;
b. menghilangkan atau tdk memasukkan atau
menyebabkan tdk dilakukannya pencatatan;
c. mengubah, mengaburkan, menyembunyikan,
menghapus, atau menghilangkan adanya suatu
pencatatan …, atau dgn sengaja mengubah,
mengaburkan, menghilangkan, menyembunyikan/
merusak catatan pembukuan tersebut, dlm pembukuan,
laporan, dokumen, laporan kegiatan usaha, laporan
transaksi, rekening suatu bank;
diancam dgn pidana penjara min 5 th & max 15 th serta
denda min Rp10 M & max Rp200 M.
26
3 Ruang Lingkup Tipibank :
Tindak pidana berkaitan dengan kegiatan
usaha bank
(2) a Anggota Dewan Komisaris, Direksi/pegawai bank yg dgn
sengaja :
 Meminta, menerima, mengizinkan, menyetujui utk menerima
suatu imbalan, komisi, uang tambahan, pelayanan, uang atau
barang berharga,
 utk keuntungan pribadinya atau utk keuntungan keluarganya,
 dlm rangka mendapatkan atau berusaha mendapatkan bagi
org lain dlm memperoleh uang muka, bank garansi, atau
fasilitas kredit dr bank, atau
 dlm rangka pembelian atau pendiskontoan oleh bank atas
surat-surat wesel, surat promes, cek, & kertas dagang atau
bukti kewajiban lainnya ataupun
 dlm rangka memberikan persetujuan bagi org lain utk
melaksanakan penarikan dana yg melebihi batas kreditnya pd
bank; diancam dgn pidana penjara min 3 th & max 8 th serta
denda min Rp5 M & max Rp100 M.

27
3 Ruang Lingkup Tipibank :
Tindak pidana berkaitan dengan kegiatan
(2) b. Anggota Dewan usaha bank
Komisaris, Direksi/pegawai bank yg dgn
sengaja :

Tidak melaksanakan langkah-langkah yg diperlukan utk


memastikan ketaatan bank thd ketentuan dlm UU ini &
ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yg
berlaku bagi bank;
diancam dgn pidana penjara min 3 th & max 8 th serta
denda min Rp5 M & max Rp100 M.

28
3 Ruang Lingkup Tipibank :
Tindak pidana berkaitan dgn pihak terafiliasi & pemegang
saham bank
Pasal 50 :
Pihak Terafiliasi yg dgn sengaja tdk melaksanakan langkah-langkah yg
diperlukan utk memastikan ketaatan bank thd ketentuan dlm UU ini &
peraturan perundang-undangan lainnya yg berlaku bagi bank, diancam
dgn pidana penjara min 3 th & max 8 th serta denda min Rp5M & max
Rp100M.
Pasal 50A :
Pemegang saham yg dgn sengaja menyuruh Dewan Komisaris,
Direksi/pegawai bank utk melakukan atau tdk melakukan tindakan yg
mengakibatkan bank tdk melaksanakan …, diancam dgn pidana penjara
min 7 th & max 15 th serta denda min Rp10 M & max Rp200 M.
Contoh :
Penyimpangan thd prosedur pemberian kredit yg sehat, tdk
melaksanakan action plan pelanggaran BMPK, pelanggaran CDO,
setoran modal fiktif, dsb.

29
Pokok Bahasan:

4 DETEKSI, PENCEGAHAN DAN


PENANGANAN FRAUD / TINDAK
PIDANA PERBANKAN (TIPIBANK)

30
4 Deteksi, pencegahan dan penanganan Fraud/Tipibank

Kewewenang OJK dalam pengaturan dan pengawasan perbankan


( Pasal 7 UU No.21 Tahun 2011 tentang OJK)

Pengaturan dan pengawasan


a mengenai kelembagaan

Pengaturan dan pengawasan


b mengenai kesehatan bank

Pengaturan dan pengawasan


c mengenai aspek kehati-
hatian bank

d Pemeriksaan bank

31
4 Deteksi, pencegahan dan penanganan Fraud/Tipibank

Kewewenang OJK dalam pengaturan dan pengawasan perbankan


( Pasal 7 UU No.21 Tahun 2011 tentang OJK)
Pengaturan dan pengawasan
c mengenai aspek kehati-hatian bank

Meliputi:
Meliputi:
1.
1. Manajemen
Manajemen Risiko;
Risiko;
2.
2. Tata
Tata Kelola
Kelola Bank;
Bank;
3.
3. Prinsip
Prinsip Mengenal
Mengenal Nasabah
Nasabah dan
dan APU;
APU; dan
dan
4.
4. Pencegahan
Pencegahan Pembiayaan
Pembiayaan Terorisme
Terorisme dan
dan Kejahatan
Kejahatan Perbankan.
Perbankan.

Prinsip kehati-hatian adalah merupakan rambu-rambu yang diterapkan dalam


penyelenggaraan kegiatan usaha bank guna mewujudkan sistem perbankan
yang sehat.

3232
4 Deteksi, pencegahan dan penanganan Fraud/Tipibank

Kewewenang OJK dalam pengaturan dan pengawasan perbankan


( Pasal 7 UU No.21 Tahun 2011 tentang OJK)

d Pemeriksaan bank

Pemeriksaan umum dan khusus (minimal 1 kali pertahun)

33
4 Deteksi, pencegahan dan penanganan Fraud/Tipibank

Kewewenang OJK dalam pengaturan dan pengawasan perbankan


(UU No. 7/1992 diubah 10/1998 tentang Perbankan dan UU No. 21
tahun 2008 tentang Perbankan Syariah )
1. OJK melakukan pemeriksaan terhadap bank, baik secara berkala atau setiap
waktu apabila diperlukan (Ps 31 UU Perbankan)
2. Dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan OJK berwenang :
a. Memeriksa dan mengambil data/dokumen dari setiap tempat yang
terkait dengan Bank;
b. Memeriksa dan mengambil data/dokumen dan keterangan dari setiap
pihak yang menurut penilaian BI/OJK memiliki pengaruh terhadap
Bank; dan
c. Memerintahkan Bank melakukan pemblokiran rekening tertentu, baik
rekening Simpanan maupun rekening Pembiayaan.
(Ps 52 ayat 3 UU Perbankan Syariah
34
4 Deteksi, pencegahan dan penanganan Fraud/Tipibank

Kewajiban Bank Sesuai UU Perbankan


UU No. 7/1992 diubah 10/1998 Terkait Pemeriksaan/Investigasi
1. Menyampaikan kepada BI/OJK segala keterangan dan
penjelasan mengenai usahanya menurut tatacara yang
ditetapkan oleh Bank Indonesia/OJK. (Ps. 30 ayat (1).
2. Memberi kesempatan pemeriksaan buku2/berkas2 yang ada
padanya, serta memberi bantuan yg diperlukan untuk
memperoleh kebenaran dari segala keterangan, dokumen, dan
penjelasan yang dilaporkan oleh bank ybs.
 ditetapkan sanksi pidana yang diatur dalam Ps 48 UU
Perbankan bagi pihak terkait bank yg tidak memberikan/lalai
memberikan keterangan yang wajib dipenuhi.
35
4 Deteksi, pencegahan dan penanganan Fraud/Tipibank

Kewajiban Bank Sesuai UU Perbankan Syariah No. 21 tahun 2008


Terkait Pemeriksaan/Investigasi
1. Menyampaikan kepada BI/OJK segala keterangan dan
penjelasan mengenai usahanya menurut tatacara yang
ditetapkan dengan PBI. (Ps. 52 ayat (1).

2. Memberi kesempatan pemeriksaan buku2/berkas2 yang ada


padanya, serta memberi bantuan yg diperlukan untuk
memperoleh kebenaran dari segala keterangan, dokumen, dan
penjelasan yang dilaporkan oleh bank Syariah dan UUS ybs.
(Ps. 52 ayat (2).

36
Pokok Bahasan:
4 DETEKSI FRAUD
 Pengawasan (Offsite Supervision)
 Pemeriksaan (Onsite Supervision)

37
4 Deteksi Fraud
Pengawasan (Offsite Supervision)
 Penelitian dan analisis laporan-laporan bank a.l.:
 Analisis vertikal atas laporan keuangan bank
 Analisis horizontal atas laporan keuangan bank.
 Rasio-rasio keuangan Bank
 Penelitian dan tindak lanjut atas pengaduan
nasabah / masyarakat

38
4 Deteksi Fraud
Pemeriksaan (Onsite Supervision) a.l.:
 Penelitian / pengecekan kelengkapan dokumen
 Ketataatan terhadap Sistem dan Prosedur
 On the spot (kunjungan ke nasabah)
 Klarifikasi / pengecekan ke instansi terkait
dll

39
Pokok Bahasan:
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG)
 Manajemen Risiko
 Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah/Know Your
Customer Principles (KYC)
 Fit and Proper Test
 Penugasan Compliance Director
 Internal Audit yang Independen dan Konsisten
 Pengelolaan SDM
40
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Good Corporate Governance (GCG) :
Tujuannya :
 Untuk menghadapi risiko yg semakin kompleks
 Melindungi kepentingan stakeholders dan
meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan
per-UU-an yg berlaku serta nilai-nilai etika yang
berlaku umum pada industri perbankan
 Memperkuat kondisi internal perbankan nasional

41
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Good Corporate Governance (GCG) :
Prinsip Dasar :

TRANSPARANCY
keterbukaan informasi & proses RESPONSIBILITY
dalam pengambilan keputusan; kepatuhan thd per-UU-an & prinsip
pengelolaan sehat;
ACCOUNTABILITY
kejelasan fungsi dan tanggung jawab
agar pengelolaan bank efektif; INDEPENDENCY
pengelolaan yg profesional tanpa
pengaruh/tekanan dari pihak
FAIRNESS manapun;
keadilan & kesetaraan dlm
memenuhi hak-hak stakeholder
42
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Good Corporate Governance (GCG) :
 Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi &
Dewan Komisaris
 Pelaksanaan tugas komite-komite (khususnya komite
audit)dan fungsi pengendalian intern
 Penerapan fungsi kepatuhan, auditor intern yg
independen dan konsisten, auditor ekstern
 Penerapan manajemen risiko (khususnya untuk risiko
hukum, reputasi, kepatuhan)
 Transparansi kondisi keuangan

43
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Penerapan Manajemen Risiko
(khususnya untuk risiko hukum, reputasi,
kepatuhan)
1. Pengawasan aktif dari Direksi & Komisaris
2. Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan
limit
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran dan
pengendalian risiko serta sistem informasi
manajemen
4. Sistem Pengendalian Informasi yang
menyeluruh
(PBI No.5/8/PBI/2003 tentang Penerapan
Manajemen Risiko bagi Bank Umum)
44
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Know Your Customer (KYC).
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah dg melakukan
Customer Due Diligent (CDD) dan atau Enhancing
Customer Due Diligent (ECDD) untuk mengetahui identitas
nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk
pelaporan transaksi yg mencurigakan.
Hal ini dapat membantu PJK memproteksi diri secara dini
dari ancaman masuknya dana ilegal ke dalam sistim
keuangan (PJK sebagai garda terdepan pencegahan
pencucian uang)
Wajib dilakukan :
• Menetapkan kebijakan penerimaan nasabah
• Menetapkan kebijakan dan prosedur identifikasi nasabah
• Menetapkan kebijakan dan prosedur pemantauan thd
rekg dan transaksi nasabah
• Menetapkan kebijakan dan prosedur manajemen risiko
yang berkaitan dengan penerapan KYC

45
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Fit and Proper Test
Tujuan :
1. Memastikan industri perbankan dimiliki oleh
orang yg berintegrasi tinggi utk pengembangan
bank & tidak memanfaatkan utk kepentingan
pribadi & grup;
2. Memastikan perbankan dikelola oleh pengurus yg
berintegrasi tinggi & kompetensi yg memadai, shg
tercipta perbankan yg sehat;
3. Menyediakan informasi Fit & Proper pemilik,
pengurus, & pejabat eksekutif dlm rangka
pengawasan & pengaturan bank.

46
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Penugasan Compliance Director
1. Menetapkan langkah-langkah yg diperlukan guna
memastikan kepatuhan bank terhadap peraturan BI/OJK,
peraturan per-UU-an yg berlaku & perjanjian serta
komitmen dengan OJK.
2. Memantau & menjaga agar kegiatan usaha Bank tidak
menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
3. Memantau & menjaga kepatuhan Bank terhadap komitmen
Bank kepada OJK.
4. Mencegah Direksi agar tidak menyimpang dari ketentuan
yang berlaku.
5. Melaporkan kepada OJK atas Keputusan Direksi yang
menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
(PBI No.1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit
Intern Bank Umum)

47
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Internal Audit yg Independen dan Konsisten
1. menganalisis dan menilai seluruh kegiatan bank melalui
pemeriksaan langsung & pengawasan tidak langsung
2. mengidentifikasi kemungkinan perbaikan & efisiensi
3. memberikan saran perbaikan dan informasi yang
obyektif atas kegiatan yang diperiksa pada setiap
tingkatan manajemen
4. melaporkan kpd OJK pelaksanaan audit dan pokok-
pokok hasil audit, serta setiap temuan audit yang
diperkirakan mengganggu kelangsungan usaha bank
(PBI No.1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur dan Penerapan
Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum)

48
4 UPAYA PENCEGAHAN
 Pengelolaan SDM
- Peningkatkan akuntabilitas, integritas dan
kompetensi SDM secara berkala;
- Pemberian reward yang memadai;
- Penegakan hukum berupa pemberian sanksi
yang tegas dan konkrit
- Penerapan sistem rotasi/mutasi secara berkala.

49
4 Penanganan Tipibank
(Ps. 49 – 51 UU OJK No.21 Th.2011)
OJK PENEGAK HUKUM
Pemeriksaan/
Investigasi
oleh Pegawai OJK

Penyidikan oleh:
1. Pejabat Penyidik
Penuntutan Tindak Lanjut
Kepolisian Neg. RI
oleh Jaksa (maksimal 90 hari
yang ditempatkan
sejak diterima
di OJK;
hasil penyidikan)
dan/atau
2. PPNS yang
ditugaskan di OJK

50
50
50
TERIMA KASIH