Anda di halaman 1dari 19

Terapi Keluarga

Munawaroh
Tania Nur Habibah
E NI S I
DE F
Suatu ikatan atau persekutuan
hidup atas dasar  perkawinan
antara orang dewasa yang
berkelainan jenis yang hidup
bersama, atau seorang laki-laki
atau seoranag permpuan yang
sudah sendirian dengan atau Kumpulan dua orang atau lebih,
tanpa anak, baik anak sendiri yang hidup bersama dengan
maupun adopsi, dan tinggal dalam keterikatan aturan dan emosional
dalam seebuah rumah tangga. dan individu mempunyai peran
(Sayekti, 1994). masing-masing yang merupakan
bagian dari keluarga. (Friedman,
1998).
RA
PE
• Kepala keluarga
N
• Suami dari istri • Melaksanakan
• Ayah dari anak2 peranan
• Pencari nafkah • Istri dari suami psikososial
• Pelindung • Ibu dari anak2 sesuai dengan
• Pemberi rasa • Mengurus RT tingkat
aman perkembanga
• Pendidik
n baik fisik
• Pelindung mental dan
spiritual
TUG
AS
Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya
Pengaturan jumlah anggota
Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga keluarga

Pembagian tugas masing-masing anggotannya sesuai dengan


kedudukannya masing-masing Pemeliharaan ketertiban anggota
keluarga
Sosialisasi antar anggota keluarga
Penempatan anggota-anggota
keluarga yang lebih luas

Membangkitkan dorongan dan


semangat para anggotanya
NIS I
E FE
D A P I
TER

Terapi keluarga merupakan


intervensi spesifik dengan tujuan
membina komunikasi secara
terbuka dan interaksi keluarga
Terapi keluarga adalah salah satu secara sehat.
bentuk intervensi psikologi
keluarga sebagai sub bab pada
psikologi klinis.
KONSEP DAN PRINSIP
DASAR TERAPI KELUARGA
Terapi keluarga didasarkan pada teori system (Van Bertalanffy, 1968)
yang terdiri dari 3 prinsip :
1. Kausalitas sirkular, artinya peristiwa berhubungan
Terapi keluarga adalah model
dan saling bergantung bukan ditentukan dalam
terapi yang bertujuan mengubah sebab satu arah–efek perhubungan
pola interaksi keluarga sehingga 2. Ekologi, mengatakan bahwa system hanya dapat
bisa membenahi masalah- dimengerti sebagai pola integrasi, tidak sebagai
masalah dalam keluarga (Gurman, kumpulan dari bagian komponen. Dalam system
Kniskern & Pinsof, 1986). keluarga, perubahan perilaku salah satu anggota
akan mempengaruhi yang lain.
3. Subjektivitas yang artinya tidak ada pandangan yang
objektif terhadap suatu masalah, tiap anggota
keluarga mempunyai persepsi sendiri dari masalah
keluarga.
Terapis keluarga biasa dibutuhkan

Ketidak harmonisan
seksual atau perkawinan
Konflik keluarga dalam
hal norma atau keturunan
M BERI AN
I P E
INDIKAS RAPI
TE

Walrond Skinner adalah : “Gejala yang


timbul merupakan ekspresi disfungsi dari
sistem keluarga. Gejala yang timbul lebih
menyebabkan beberapa perubahan dalam
hubungan anggota keluargannya dan
dapat merupakan masalah secara
individual..”
T T E RAPI
MAN FA A

Keluarga
Pasien
Memper Lebih
Memper Memper Memper baiki ↑
cepat baiki baiki toleran
proses hubung proses
fungsi Pengert dan
kesemb an sosialisa dan iannya lebih
uhan interper si yang struktur terhada dapat
melalui sonal dibutuh keluarga p menghar
dinamik pasien kan sehingg gainya
a dengan dalam pasien/
a peran sebagai
kelompo tiap upaya
masing
klien manusia
k atau anggota rehabilit
keluarga keluarga asinya – sehingg maupun
masing a lebih terhadap
anggota dapat potensi –
keluarga meneri potensin
ya masih
labih ma
ada
baik
EFEKTIVITAS TERAPI
KELUARGA
Terapi keluarga lebih kompleks
daripada pendekatan non-
keluarga karena lebih banyak
orang yang terlibat.

Perlu keterampilan dan pelatihan


khusus untuk terapi keluarga
yang berbeda dari lainnya.

Terapi keluarga selama ini sudah


terbukti keberhasilannya
TUJUAN PERAWATAN TERAPI
KELUARGA
Mengembangkan
↓ Konflik kecemasan
keluarga hubungan peran yang
sesuai

↑ Kesadaran keluarga Membantu keluarga


terhadap kebutuhan menghadapi tekanan
masing-masing anggota dari dalam maupun dari
keluarga luar anggota keluarga

↑ Kemampuan ↑ Kesehatan jiwa


penanganan terhadap keluarga sesuai dengan
krisis. tingkat perkembangan
anggota keluarga.
PERAN PERAWAT
1. Mendidik kembali dan mengorientasikan kembali
seluruh anggota keluarga
2. Memberikan dukungan kepada klien serta sistem
yang mendukung klien untuk mencapai tujuan dan
usaha untuk berubah
3. Mengkoordinasi dan mengintegrasikan sumber
pelayanan kesehatan
4. Memberi penyuluhan, perawatan di rumah, psiko
edukasi,dll
Aktifitas

1. Komponen dikdaktik : memberikan informasi & pendkes


tentang gangguan jiwa, sistem keswa & yankep.
2. Komponen ketrampilan : latihan komunikasi, asertif,
menyelesaikan konflik, mengatasi perilaku & stress
3. Komponen emosi : memberikan kesempatan untuk
memvalidasi perasaan & bertukar pengalaman
4. Komponen proses keluarga fokus pada koping keluarga &
gejala sisa terhadap keluarga.
5. Komponen sosial : meningkatkan penggunaan dukungan
jaringan formal/informal untuk klien & keluarga
Alasan keluarga dilibatkan dalam mencegah kekambuhan
pada klien

1. Keluarga merupakan tempat individu pertama memulai hubungan interpersonal


dengan lingkungan

2. Keluarga merupakan suatu sistem yang utuh dan tidak terpisahkan sehingga jika
ada satu yang terganggu yang lain ikut terganggu

3. Keluarga menurut sullinger(1988) : salah satu penyebab klien gangguan jiwa


menjadi kambuh lagi sehingga diharapkan keluarga ikut berperan dalam
mencegah klien kambuh setidaknya membantu klien untuk dapat
mempertahankan derajat kesehatan mentalnya karena keluarga secara emosional
tidak dapat dipisahkan dengan mudah
PERAN KELUARGA DALAM
TERAPI
1. Membuat suatu keadaan dimana anggota keluarga dapat melihat
bahaya terhadap diri klien dan aktivitasnya
2. Tidak merasa takut dan mampu bersikap terbuka
3. Membantu anggota bagaimana memandang orang lain
4. Tempat bertanya serta pemberi informasi yang mudah dipahami
klien
5. Membangun self esteem
6. Menurunkan ancaman dengan latar belakang aturan untuk
interaksi
7. Menurunkan ancaman dengan struktur pembahasan yang
sistematis
8. Pendidikan ulang anggota untuk bertanggung jawab
CIRI-CIRI FUNGSIONAL
KELUARGA
1. Mempertahankan keseimbangan, fleksibel & adaptif
perubahan tahap transisi dalam hidup
2. Problem emosi merupakan bagian dari fungsi tiap individu
3. Kontak emosi dipertahankan oleh tiap generasi & antar
keluarga
4. Hubungan antar keluarga yang erat & hindari menjauhi
masalah
5. Perbedaan antar anggota keluarga mendorong untuk
meningkatkan pertumbuhan & kreativitas individu.
6. Orang tua & anak hubungan terbuka.
DISFUNGSI KELUARGA
Tidak memiliki satu atau
lebih fungsi keluarga

Ibu yang terlalu melindungi


atau ayah yang tidak
dirumah

Ayah & ibu yang super


sibuk, pasif dll

Pasangan yang tidak


harmonis
HARAPA 1. Memberikan stimuli dalam perkembangan
individual
N 2. Menumbuhkan hubungan interpersonal
3. Mengerti tentang kesehatan jiwa & gangguan
kesehatan jiwa
4. Mengetahui penyebab gangguan jiwa
5. Mengetahui ciri-ciri gangguan jiwa
6. Mengetahui fungsi & tugas keluarga
7. Upaya pencegahan gangguan jiwa oleh keluarga
8. Upaya perawatan klien gangguan jiwa di RSU dan
Puskesmas.
TERIMAKASIH