Anda di halaman 1dari 21

HEMOROID

KELOMPOK 6
• REZKY ANNISA
SABRINA
• YUSNIAR FILIANDINI
• INTAN PRATIWI
• MEGA RESKI
• ANRIANI SAPUTRI
DEFINISI
 Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan atau pembesaran
dari pembuluh darah di usus besar bagian akhir(rektum), serta dubur atau
anus. Wasir merupakan penyakit yang dapat menyerang segala usia, namun
umumnya lebih sering menimbulkan keluhan pada usia 50 tahun atau lebih.

 Ada dua jenis ambeien, yaitu hemoroid internal dan eksternal. Pembuluh


darah yang membengkak di dalam anus dan tidak terlihat dari luar disebut
sebagai hemoroid internal. Sedangkan pembengkakan yang terjadi di luar
anus dekat lubang anus, terasa lebih nyeri, serta tampak dari luar disebut
hemoroid eksternal.
ETIOLOGI
• Sering mengangkat benda berat secara rutin,
1.

• Konstipasi atau sembelit yang berkepanjangan (kronis)


2.. akibat kekurangan asupan serat dari makanan,

• Usia semakin tua,


3.

4. • Kelebihan berat badan,


5. • Memiliki riwayat kesehatan keluarga yang sakit hemoroid,

6. • sering duduk dalam waktu yang lama,

• Sedang hamil,
7.

• Sering melakukan hubungan seks melalui anus (anal


8. intercourse).
MANIFESTASI
KLINIS

1. Rasa Panas Di Anus


2. Ada Darah
3. Ada Tonjolan

4. Rasa Gatal
PENANGANAN &
PENGOBATAN

 PENGOBATAN HEMOROID
1. Perubahan pola makan dan perilaku buang air besar.
• Jangan menahan atau menunda buang air besar, karena penundaan ini
dapat membuat tinja menjadi keras dan kering, sehingga sulit untuk
dikeluarkan.
• Hindari mengejan saat buang air besar, kebiasaan ini dapat memperparah
wasir
2. Pemakaian krim kortikosteroid
3. Obat pereda nyeri
4. Obat pencahar atau laksatif
5. Obat oles yang bisa dibeli secara bebas
 PENANGANAN HEMOROID

1) Operasi
2) Pengikatan atau ligasi hemoroid
3) Suntikan skleroterapi
4) Koagulasi inframerah
KOMPLIKASI

• Anemia

• Strangulasi Hemorhoid
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan Anoskopi

Pemeriksaan Colok Dubur

Pemeriksaan proktosigmoidoskopi
Konsep Asuhan Keperawatan Pada
Pasien dengan Hemoroid

Ny.R, Umur 50 tahun , masuk RS dr. Soeselo Slawi tanggal 8 oktober 2011, saat di
IGD klien mengeluh berak darah, mual, lemes, nyeri anus saat BAB, nyerinya
seperti ditusuk-tusuk dengan skala 6. Namun saat dilakukan pengkajian di
ruangan, klien mengatakan sudah tidak mual lagi. Tapi pasien mengalami susah
BAB dan lemas, klien belum BAB selama 2 hari.

Tanggal masuk : 08 Oktober 2011 Ruang : Kemuning


Tanggal pengkajian : 10 Oktober 2011
Diagnosa medis : Hemoroid
A. BIODATA
1. Identitas Klien
Nama : Ny. R
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 50 Tahun
TTL : 15 Oktober 1961
Status : Menikah
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Indonesia
Pendidikan : SD
Alamat : Banjaran

2. Identitas penanggung jawab


Nama : Tn. S
Usia : 58 Tahun
Alamat : Banjaran
Pekerjaan : Tani
Hub. Dengan klien : Suami
B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan utama
Klien mengatakan nyeri pada daerah anus
2. Riwayat kesehatan sekarang
Klien masuk RS dr. Soeselo Slawi tanggal 8 oktober 2011, saat di IGD klien mengeluh
berak darah, mual, lemes, Namun saat dilakukan pengkajian di ruangan, klien mengatakan
sudah tidak mual lagi. Tapi pasien mengalami susah BAB dan lemas, klien belum BAB selama
2 hari.

Metode PQRST (untuk nyeri)


P : Paliatif/provokatif : nyeri disebabkan karena klien susah BAB
Q : Quality/quantity : klien mengatakan nyeri yang dirasakan seperti ditusuk2,
R : Region/ Radiation : nyeri dirasaka klien di daerah anus
S : Severity/Scale : klien menyebutkan skala 6 saat di tanya skala nyeri dari 1-10
T : Time : klien mengatakan nyeri terjadi pada saat BAB
3. Riwayat kesehatan masa lalu
Klien pernah dirawat di RS sebelumnya, dengan diagnosa KLL, 10 tahun
yang lalu. Klien tidak memiliki alergi dan tidak suka minum kopi.

C. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum : lemah
b. Kesadaran : compos mentis, GCS : 4,5,6
c. Tanda-tanda vital
TD : 130/80
N: 88x/ menit
S : 36°C, RR : 24x/menit
Pemeriksaan head to toe
a. Kepala
1.Wajah dan kulit kepala
Kulit kepala bersih, rambut beruban, wajah tampak pucat
2.Mata
Fungsi dan bentuk normal, tanpa menggunakan alat bantu penglihatan,
sclera anikterik, konjungtiva anemis
3. Hidung
Bentuk dan fungsi normal, tidak ada polip dan secret
4.Telinga
Fungsi dan bentuk normal, tidak ada serumen
5.Mulut
Gigi, gusi, dan lidah bersih
b.Leher
Tidak ada pembesaran tyroid maupun vena jugularis
c.Thorax dan Paru
Bentuk dada simetris, paru bergerak cepat, dan bunyi paru ronchi, irama an regular, frekuensi
18x/menit
d.Jantung
Normal, tidak ada keluhan
e.Abdomen
Bentuk simetris, tidak ada keluhan
f.Ginjal
Normal, tidak ada keluhan
g.Genetalia
Klien mengatakan tidak ada keluhan
h.Musculoskeletal
Ekstermitas atas normal, pada tangan kiri terpasang infuse RL 20 TPM, ekstermitas bawah
normal, tidak ada nyeri tekan.
i.Integument
Turgor kulit baik, tidak ada nyeri tekan, warna sawo matang
j.Anus
Anus kemerahan
•Analisa Data
Data Penunjang
No Etiologi Masalah

DS Ds: Klien mengatakan BAB 2 Pembesaran Vena Konstipasi


1
hari 1x dengan konsistensi keras.
DO : Konsistensi keras, ada darah Hemoroidalis
-          Klien lemah
-          Anus kemerahan

DS : Klien mengatakan nyeri saat Adanya hemoroid Nyeri


2
BAB
DO : Wajah pucat pada daerah anal
-          Kesakitan
-          Skala 6
3 DS : klien mengeluh BAB seminggu Pecahnya Vena Perdarahan
yang lalu karena keluar darah segar
bersama feses bahkan darah menetes Hemoroidalis V.Hemoroidalis
saat BAB
DO :
1. TTV : TD = 120/80 mmHg
2. Klien tampak lemah
3. Konjungtiva pucat
4. hasil lab :
Hb= 8,9 gr/dl
Data Tambahan :
1. Pasien tidak dapat melakukan
aktivitas mandiri.
2. Klien cepat lelah setelah
beraktivitas.
3. Banyaknya aktifitas klien yang
dibantu oleh orang lain
Diagnosa Keperawatan

1.  Konstipasi berhubungan dengan pembesaran vena hemoroidalis.


2.  Nyeri berhubungan dengan adanya hemoroid pada daerah anus.
3. Perdarahan berhubungan dengan pecahnya vena hemoroidalis yang
ditandai dengan perdarahan waktu BAB.
SEKIAN & TERIMA KASIH